NovelToon NovelToon
Bukan Yang Pertama

Bukan Yang Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Balas Dendam / Wanita Karir
Popularitas:37.5k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Bagi Alma, Nova adalah segalanya. Pria romantis yang menjadi pusat dunianya, sehingga dirinya mencintai pria itu dengan ugal-ugalan.

Namun, semuanya tak lagi sama, ketika tak sengaja ia mendengar dan melihat sendiri sang suami menyebut istri pada wanita lain. Dan lebih mirisnya lagi dirinya bukan yang pertama.

Danish, sosok pemuda yang hangat pada keluarga, tetapi sangat dingin dan cuek pada wanita setelah cintanya kandas. Akan tetapi, sejak pertemuannya kembali dengan Alma, perlahan sikapnya mulai berubah.

Bagaimana kisah selanjutnya? Mengalami pengalaman pahit yang hampir sama, akankah mereka bersatu?

Yuk, ikuti perjalanan mereka, hanya di sini; "Bukan Yang Pertama" karya Moms TZ. Bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbongkar

Alma terdiam beberapa saat guna mengatur napasnya. "Awalnya saya berpikir bahwa saya adalah istri sah dan satu-satunya, karena kami memiliki buku nikah. Tapi belakangan saya baru tahu ternyata saya bukan yang pertama, melainkan istri keduanya. Dan buku nikah yang ada pada saya adalah palsu."

Alma menatap Nova dengan penuh kebencian yang mendalam.

"Dia tahu betul, saya paham seluk-beluk bisnis, keuangan, dan aturan kerja. Karena itulah dia sengaja menikahi saya hanya ingin memanfaatkan saya demi menunjang karirnya agar bisa melesat dengan cepat. Segala urusan kantor, mulai menyusun proposal sampai bahan untuk presentasi, hampir semuanya diserahkan pada saya untuk mengerjakannya."

"Alma...!" gumam Nova dengan geram, seraya mengepalkan tangannya.

Namun, Alma sama sekali tak menanggapinya. Ia terus membeberkan semuanya, untuk menuntaskan dendam yang selama ini bersemayam di dalam dadanya.

"Dia memiliki istri sah yang diakuinya di depan semua orang. Wanita itu tahu segalanya, bahkan dia yang merancang siasat untuk menjerat saya. Mereka bersekongkol demi harta dan kekuasaan agar hidup enak. Sementara saya, mereka persiapkan untuk dijadikan kambing hitam yang akan menanggung semuanya sendirian apa bila suatu hari perbuatannya terbongkar."

Nova terhuyung mundur, wajahnya pucat pasi, kakinya lemas seakan tak bertulang. Segala rahasia besar yang selama ini dia sembunyikan, kini terbongkar sudah. Dia mulai menyadari sepenuhnya bahwa kepandaian dan kemampuan Alma yang seharusnya jadi alat bantunya, kini justru berbalik arah menjadi senjata tajam yang mengoyak semuanya sampai ke akar-akarnya.

Papi Baim menutup berkas di depannya lalu menatap Nova dengan pandangan dingin dan muak. Seolah sedang melihat sesuatu yang kotor serta menjijikkan.

"Jadi begitu rupanya, ya... Saudara Nova... Anda bukan hanya mencuri uang perusahaan dalam jumlah besar, tapi juga penipu ulung dan manusia yang tak punya hati nurani."

"Kamu tega mempermainkan perasaan wanita, dan menjerumuskan orang yang pernah kamu sebut pasangan hidup. Kamu kira akal licikmu ini tidak akan pernah tersentuh oleh hukum selamanya?" timpal Darrel dengan marah.

Kemudian Papi Baim berdiri tegak dari tempat duduknya. "Karena semuanya sudah terbukti nyata dan jelas, maka saya putuskan -- bahwa terhitung mulai saat ini atas nama Saudara Nova Ardianto dicabut jabatannya sebagai Kepala Cabang kedua, dan perusahaan memutuskan hubungan kerja dengannya tanpa pesangon!" ujarnya dengan suara berat dan tegas menggema ke seluruh ruangan.

"Tidak ada penyelesaian kekeluargaan atau jalan damai. Semua kejahatan, pencurian dana, pemalsuan surat, penipuan, dan niat jahat menjebak orang lain selama bertahun-tahun, semuanya akan kami laporkan resmi ke pihak berwajib detik ini juga!"

"Kami akan menyerahkan semua berkas serta bukti lengkap, agar perbuatannya diproses secara hukum dan mendapat hukuman setimpal atas kerugian besar yang telah dilakukannya!" lanjutnya menandaskan.

"Sekuriti, cepat amankan Saudara Nova. Jangan sampai dia lolos sebelum pihak berwajib datang menjemput!" titah Papi Baim dengan suara tegas, tak terbantahkan.

Nova menjatuhkan dirinya bersimpuh di lantai, menangis tersedu-sedu sambil terus memohon ampun dan keringanan.

"Tolong ampuni saya, Pak. Kalau saya di penjara bagaimana dengan nasib istri dan anak saya?" ratapnya sambil memelas.

"Mereka masih kecil, siapa yang akan merawatnya?"

Namun tak ada lagi yang mau mendengarkan atau memberi maaf. Semuanya sudah terlambat, apa yang dia tanam itulah yang sekarang dia tuai sendiri. Petugas keamanan segera mendekat dan memborgol kedua tangannya erat-erat.

Namun, Nova belum juga menyerah, sambil merangkak dia mendekati Alma dengan wajah penuh keputusasaan.

"Sayang... tolong aku. Kenapa kamu tega melakukan ini padaku? Aku nggak sepenuhnya bersalah, semua ini usulan Marsha. Kamu harus percaya sama aku!" ucapnya berusaha mencari jalan keluar.

Alma hanya diam, raut wajahnya dingin seolah tak ada lagi perasaan tersisa di hatinya. Ia menatap tajam ke arah pria yang selama tiga tahun ini dia sebut suami. Dan masih ada satu hal yang mengganjal di hatinya yang siap ia tumpahkan.

"Berhenti bersandiwara di depanku. Lebih baik lepaskan aku dan ucapkan talak untukku sekarang juga," ucapnya datar tanpa ekspresi.

"Enggak! Aku nggak mau menalakmu. Bagiku kamu tetap istriku, selamanya!" jawab Nova ngotot.

"Istri...? Hahaha...!" Alma tertawa sinis sambil menggeleng. "Istri yang hampir setahun ini nggak pernah kamu beri nafkah layak dan kamu anggap aku sebagai musuh karena nggak lagi mau mengikuti perintahmu!" Suaranya meninggi, terdengar jelas oleh semua orang di ruangan itu.

"Dengar baik-baik, ya... Aku nggak peduli kamu menganggapku apa, karena bagiku hubungan kita sudah selesai. Meski sebenarnya ada atau nggaknya kata talak itu sudah nggak penting buat aku. Apalagi status kita hanya menikah siri, jadi kita sudah bukan siapa-siapa lagi sekarang!"

"Dan satu lagi, kenapa aku tega melakukan ini?" Alma menatap Nova dengan bengis seolah menatap penjahat kelas kakap. "Semua ini aku lakukan karena kamu...kamu dengan sadar dan sangat keji telah tega melenyapkan bayiku... darah dagingmu sendiri!" jeritnya dengan suara tercekat.

Bibir Alma bergetar menahan emosi yang menggelegak di dalam dadanya, mengingat kembali bayi yang belum sempat dia lahirkan, tetapi sang ayah dengan biadab telah merenggutnya.

Duarrr...!!!

Tubuh Nova membeku di tempat, mendengar perkataan Alma. Pria itu terdiam seribu bahasa, apa yang selama ini dia tutup rapat-rapat akhirnya ketahuan juga. Dia sadar tak ada lagi jalan untuk lari, apalagi sekedar kata-kata yang bisa dipakai untuk menutupi kesalahannya. Semua kebusukannya sudah terbongkar habis dan nyata di depan mata banyak orang.

Petugas keamanan langsung menarik tubuhnya keluar ruangan. Suara tangisan dan teriakannya makin lama makin menjauh sampai akhirnya hilang sama sekali.

Alma menghela napas panjang, seolah beban berat yang ada di pundaknya selama tiga tahun ini, terlepas sepenuhnya. Tubuhnya langsung luruh ke lantai, tetapi bukan karena menyesali apa yang telah dilakukannya pada Nova, melainkan rasa lega dan syukur yang tak terkira. Karena pada akhirnya kebenaran menemukan jalannya, namanya kembali bersih, dan orang yang berniat menghancurkan hidupnya kini harus bertanggung jawab atas semua kejahatannya.

1
〈⎳ FT. Zira
tak melihat tak melihat
〈⎳ FT. Zira
padahal clue nya sudah jelas, hantu kepala hitam/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
sunaryati jarum
Tak sampai seminggu selesai Nak Danish.Mungjkin 2 hari selesai langsung diberi cuti.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
panik kan danis🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: oooh, sudah tentu🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
tenang Mas Danish itu Alma nya yang mau papi gak maksa ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: maksa sih, dikit🤣
total 1 replies
Rahmawati
ternyata nova masih punya orang tua,, pas lagi terpuruk aja baru inget, kemaren waktu seneng lupa
Siti Muntamah
bang Nova baru sadar kalau punya orang tua
sunaryati jarum
Penyesalan kamu tidak merubah apapun,namun itu lebih baik dari pada tidak sadar akan semua kesalahanmu seperti Marsha
sunaryati jarum
Nova demi memenuhi ambisi Marsha sampai berbuat dzalim pada Alma,korupsi day melupakan kedua orang tuanya maka memang penjara tempaty
Patrick Khan
nangisin nova yg tlp emak nya😭😭😭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
azab juga buat kamu lupa sama orang tua ....
Aditya hp/ bunda Lia: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
vj'z tri
😭😭😭😭😭😭😭 kenapa bisa sedih gini cerita nya 🤧🤧🤧🤧
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: weh, mlh nova yg berhasil menyentuh hatimu🤣
total 1 replies
Patrick Khan
nova ae sampek lali wong tuwo e 🤣🤣parah km
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huum, parah banget
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
ana itu orangnya siapa tuh yang detektif itu lupaaaa ... nasib orang dah tuwir ya gini penyakit lupa 🤦
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😱😱😱🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Nar Sih
mungkin ini juga termasuk karma mu nova ,yg sdh.melupakan org tua mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo to
total 1 replies
Patrick Khan
terrnyata ana🤔🤔
Rahmawati
mata matanya mbk pengasuh itu ternyata
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
lah ntuh calon mantuny
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah ,suster Ana yang merekam, permintaan Danish atau Alma,atau inisiatif sendiri
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: yg jelas ada yg nyuruh🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Yang mendengarnya Ana, mungkin,ya.Kok masih pakai baby sister siapa yang bayar?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin perhiasannya dujualin mak, klo nggak ya minta sm bapaknya🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!