NovelToon NovelToon
Sistem Kurir Super : Puncak Kekuatan Adalah Segalanya

Sistem Kurir Super : Puncak Kekuatan Adalah Segalanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kenjiro Dominic

Kevin Sanjaya dulunya adalah seorang kurir Ojol pengantar makanan dengan kehidupan keluarga yang penuh dengan kemiskinan. akhirnya dia menemukan sistem pengantaran terhebat.

Sistem tersebut membuat dirinya bisa mendapatkan kekayaan dengan melakukan pengantaran makanan, bahkan wanita cantik pun beramai-ramai mendekatinya.

saat sistem bekerja, ulasan terbaik adalah prioritas atas segalanya. akhirnya kekuatan dan pengaruh telah ia dapatkan, namun tuntutan sistem akan semakin menekan.

bahkan kekuatan penguasa - penguasa akan dia lawan, juga wajah - wajah baru akan dia temui.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 : Pengetahuan adalah Kekuatan

Dalam sekejap, kain panjang itu terlepas.

Kulit putih mulus milik Nona Melati terlihat jelas di hadapan Kevin Sanjaya—halus bagaikan giok, bersinar lembut di bawah cahaya ruangan.

Namun itu belum semuanya.

Di balik pakaian tradisionalnya, Nona Melati tidak mengenakan pakaian dalam modern. Ia hanya memakai kain merah, pakaian dalam klasik yang menutupi bagian depan tubuhnya.

Saat rok panjangnya tertarik turun, kain itu melorot perlahan… hingga berhenti tepat di bawah pinggang rampingnya.

Udara seakan membeku.

"Ini…!"

Kevin Sanjaya benar-benar terpaku. Matanya melebar, napasnya tertahan. Aroma lembut tubuh Nona Melati yang khas—bersih, anggun, dengan sentuhan bunga—langsung menyeruak ke hidungnya.

"Ya ampun…"

Untuk sesaat, pikirannya kosong.

"Ahh!!"

Jeritan Nona Melati memecah keheningan.

Dengan panik, ia berbalik untuk menarik kembali pakaiannya. Namun gerakan tergesa itu justru membuat situasi semakin memalukan.

Saat ia membungkuk, lekuk tubuhnya semakin terlihat jelas. Kain merah itu menegang, hampir tak mampu menahan bentuk tubuhnya yang sempurna.

Pemandangan itu—indah, memikat, dan tak terduga—langsung tertanam dalam ingatan Kevin Sanjaya.

"Kamu masih saja melihat?!"

Suara Nona Melati bergetar, wajahnya memerah hingga ke telinga. Namun justru karena itu, kecantikannya semakin memikat, seperti bunga yang sedang mekar di tengah hujan.

"A-aku… maaf! Aku benar-benar tidak sengaja!"

Kevin tersadar seolah disiram air dingin. Ia langsung memalingkan wajah, buru-buru meletakkan pesanan di atas meja terdekat, lalu—tanpa berpikir panjang—berbalik dan lari!

"Kamu pasti sengaja! Jangan lari!"

Nona Melati dengan cepat merapikan pakaiannya dan mengejar keluar. Roknya kembali tersusun rapi, tetapi rasa malu dan kesalnya belum mereda.

Namun sayangnya…

Kevin Sanjaya bukan orang biasa.

Sebagai seseorang yang sudah mencapai setengah tingkat Grandmaster, kecepatannya bukan sesuatu yang bisa dikejar dengan mudah.

Dalam hitungan detik, bayangannya sudah menghilang di ujung jalan.

"Orang itu…!"

Nona Melati berhenti, napasnya tersengal. Dadanya naik turun, wajahnya masih merah padam.

"Kenapa dia bisa berlari secepat itu?!"

Ia menggigit bibirnya pelan, matanya menyala penuh emosi.

"Lain kali aku bertemu dengannya… aku, Melati Hendrawan, pasti tidak akan membiarkannya lolos begitu saja!"

Sementara itu…

Dua blok dari tempat kejadian, Kevin akhirnya berhenti.

"Hah… hah… selamat… selamat…"

Ia menepuk dadanya sendiri, mencoba menenangkan napasnya yang belum stabil.

"Benar-benar menegangkan…"

Namun beberapa detik kemudian, ekspresinya berubah.

Bayangan tadi kembali muncul di pikirannya.

Kulit putih itu… lekuk tubuh itu… serta ekspresi malu yang begitu alami…

"…Luar biasa."

Tanpa sadar, senyum tipis muncul di wajahnya.

"Benar-benar kecantikan klasik. Berbeda sekali dengan yang lain."

Namun segera setelah itu, ia menggelengkan kepala.

"Walaupun tidak sengaja… tetap saja aku sudah melihat sesuatu yang seharusnya tidak kulihat."

Nada suaranya menjadi lebih serius.

"Kalau ada kesempatan, aku harus minta maaf dengan benar."

Setelah menenangkan diri, Kevin melihat sekeliling.

Ia masih berada di Jalan Antik—tempat yang dulu sering ia datangi, tetapi selalu pulang dengan kerugian.

Dulu, ia hanya bisa melihat barang tanpa benar-benar memahami nilainya.

Ia bahkan pernah ditipu beberapa kali, menjadi bahan tertawaan para pedagang licik di sini.

Namun sekarang…

Semuanya berbeda.

Ia telah mendapatkan kemampuan “wawasan” dari Sistem.

Pengetahuan mengalir di pikirannya seperti sungai deras—tentang sejarah, ukiran, bahan giok, teknik pembuatan, hingga cara membedakan asli dan palsu.

"Baiklah…"

Kevin menyeringai.

"Hari ini, saatnya membalas semua rasa malu itu."

Ia berjalan santai di antara deretan lapak.

Suara tawar-menawar terdengar di mana-mana. Para kolektor sibuk memeriksa barang, sementara para pedagang berteriak menawarkan dagangan mereka.

Di tengah keramaian itu, sebuah lapak kecil menarik perhatiannya.

Seorang pedagang berkumis sedang berbicara dengan penuh semangat, dikelilingi beberapa orang yang tampak tertarik.

Barang-barang yang dipajang terlihat mencolok—warna cerah, ukiran rumit, seolah-olah bernilai tinggi.

Namun…

"Hmph."

Kevin hanya melirik sekilas.

"Dua puluh persen asli, delapan puluh persen palsu."

Pengetahuan dalam pikirannya langsung memberi penilaian.

Ia hampir saja pergi, ketika—

Matanya tiba-tiba berhenti pada sesuatu di sudut lapak.

Sebuah benda kecil.

Tertutup debu.

Nyaris tak terlihat.

Sebuah liontin giok berbentuk pengaman.

Sederhana. Tidak mencolok. Bahkan terlihat seperti barang murah.

Namun justru karena itu…

Mata Kevin menyipit.

Detik berikutnya, informasi langsung muncul di pikirannya seperti kilatan cahaya.

Usia.

Teknik ukiran.

Jenis giok.

Nilai sejarah.

Semuanya jelas.

Jantungnya berdegup sedikit lebih cepat.

"Itu dia…"

Senyumnya perlahan melebar.

"Harta yang sebenarnya… justru disembunyikan di tempat seperti ini."

Ia melangkah mendekat dengan tenang, seolah tidak tertarik.

Namun di dalam hatinya—

Ia sudah yakin.

Pengetahuan… benar-benar adalah kekuatan.

1
Oktaviadi Ayu
S
Naga Hitam
okta
DD
typo Vanesa 🤣
Kenjiro Dominic: 😭😭😭😭😭
total 1 replies
dhani satria
update yg banyak bang
Kenjiro Dominic
nanti malam author Update 10 Bab yaaa... maaf pagi ini blum ada update🙏
Naga Hitam: makasih
total 1 replies
DD
typo nona Yati, Thor 🤣
Kenjiro Dominic: 🤣 maaf ngantuk jadi Typo dikit nggak ngaruh kan 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!