NovelToon NovelToon
BENCI SETIPIS TISU: OBSESI TUAN MUDA ARGIAN

BENCI SETIPIS TISU: OBSESI TUAN MUDA ARGIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

Dunia Aiswa runtuh saat Devan Argian, investor berkuasa yang dingin, mengklaimnya secara sepihak. Bukan sekadar lamaran, ini adalah jeratan. Demi ambisinya, Devan tak segan mengancam nyawa orang-orang tercinta Aiswa. Nasib adiknya yang bekerja sebagai operator alat berat di Kalimantan kini di ujung tanduk; satu perintah dari Devan bisa menghancurkan masa depan, bahkan nyawanya.

​Terjepit antara rasa benci dan keselamatan keluarga, Aiswa terpaksa tunduk dalam "penjara emas" sang tuan muda. Namun, di balik dominasi gelap Devan, hadir Zianna, putri kecil sang investor yang sangat menyayanginya. Akankah ketulusan Zianna dan pesona posesif Devan mampu mengikis kebencian Aiswa hingga setipis tisu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Antara Curhat Colongan dan Transferan Sayang

​Aiswa merebahkan tubuhnya di atas kasur tanpa sempat ganti baju. Rasanya tulang-tulangnya seperti dipreteli satu per satu. Mengurus anak-anak TK saat study tour ke kebun binatang ternyata jauh lebih melelahkan daripada lari maraton.

​"Energi mereka itu pakai baterai apa, sih? Nggak habis-habis!" gumamnya pada langit-langit kamar.

Padahal kaki Aiswa rasanya sudah ingin mogok kerja sejak tadi di area kolam renang. Namun, meski badannya remuk, ia tidak bisa menahan senyum saat mengingat tingkah polos murid-muridnya. Menjadi guru TK memang hobi menguji tekanan darah, tapi juga obat moodbooster paling ampuh.

​Ponsel di sampingnya bergetar. Sebuah nama muncul di layar: Aditya (Calon Imam).

Seketika, rasa pegalnya seolah terbang dibawa angin. Dengan semangat 45, Aiswa menggeser tombol hijau untuk panggilan video.

​"Halo sayang, assalamualaikum!" sapa Aiswa dengan suara yang sengaja diceriakan.

​"Waalaikumsalam, Cantik," sahut Aditya dari seberang sana dengan suara baritonnya yang menenangkan.

"Gimana hari ini? Capek banget, ya? Mukanya sampai ditekuk begitu."

​Aiswa langsung mengeluarkan jurus andalannya: curhat tanpa titik koma.

Ia menceritakan dari mulai anak yang hampir terpeleset, hingga drama menemukan anak hilang yang membuatnya hampir berubah jadi singa.

​"Kamu beneran bilang begitu ke bapaknya?" tanya Aditya tak percaya.

Ia tertawa kecil membayangkan pacarnya yang biasanya lemah lembut,meski kadang suka tantrum kalau lapar, berani memberikan wejangan pada orang asing.

​"Iya! Hampir saja aku omeli habis-habisan. Untung batin aku teriak, Aiswa sabar... Aiswa sabar..." ucap Aiswa sambil mengelus dadanya dramatis.

​"Habisnya, tempat seramai itu kok anaknya dibiarkan lepas jangkauan. Kalau diculik gimana? Repot, kan?" lanjutnya menggebu-gebu.

Inilah yang Aiswa sukai dari Aditya. Pria itu selalu bisa jadi pendengar yang baik, tempat sampah bagi semua keluh kesahnya tanpa pernah menghakimi.

​"Lagipula, Mas... bapaknya itu aneh banget tahu nggak?" Aiswa mulai mengeluarkan bakat julid terselubungnya.

​"Aneh gimana?"

​"Mas bayangkan, ke tempat wisata kebun binatang dan kolam renang, dia pakai setelan jas kantor lengkap! Dia itu mau berenang atau mau rapat direksi? Apa nggak lucu kalau dia naik perosotan pelangi sambil presentasi pakai proyektor?" seloroh Aiswa.

​Aditya tertawa lepas.

"Mungkin dia saking sibuknya sampai nggak sempat ganti baju, Ais."

​"Tetap saja aneh!"

​Baru saja Aiswa ingin melanjutkan sesi gosipnya, tiba-tiba muncul notifikasi panggilan masuk di layar ponsel.

Arka (Adik Durhaka).

​"Mas, Ais tutup dulu ya? Ini Arka telepon, ganggu aja nih bocah. Tapi penting kayaknya. Nanti Ais telepon lagi, ya?"

​"Oke sayang, salam buat keluarga ya."

​Sambungan terputus. Aiswa segera beralih ke panggilan video sang adik.

"Halo, assalamualaikum, Kak!" sapa Arka di layar.

​"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Apa kabar adikku yang paling jauh?"

Arkananta, adik ke dua Aiswa, saat ini dia bekerja di luar kota sebagai operator alat berat. Kontak nya dinamakan adik durhaka oleh Aiswa karena memang mereka ibarat tom and Jerry dunia nyata. Namun tetap saja ketika LDR dengan sang adik Aiswa tetap merasa rindu, teman ributnya tidak ada di rumah.

​"Bunda mana?" tanya Arka langsung tanpa basa-basi.

​Aiswa langsung memasang wajah tersinggung.

"Yee! Sapa kakak tercantikmu ini dulu kek, tanya kabar kek. Langsung 'Bunda mana'. Telepon ke HP Bunda saja sana!"

​"HP Bunda nggak aktif, lagi mati kali. Kakak di mana itu?"

​"Lagi di kamar, mau pingsan karena capek."

​"Ya sudah, cepat kasih ke Bunda, aku mau ngobrol."

​Aiswa menyipitkan mata.

"Dih, maksa. Kasih dulu seratus supaya urusan tidak terputus," ucap Aiswa jenaka sambil menunjukkan telapak tangan.

​Arka geleng-geleng kepala.

"Iya, nanti aku transfer buat jajan bulan ini. Cepat!"

​"Uhuy! Senangnya dalam hati, punya adik royal sekali..." Aiswa menyanyi sumbang sambil bangkit dari kasurnya. Ia berjalan keluar kamar menuju ruang tamu.

"Ibunda Ratuuu! Yuhuuu! Di mana dikau Bunda?" teriak Aiswa menggelegar sampai burung tetangga mungkin ikut kaget.

​"Apa sih, Kak? Teriak-teriak kayak di hutan saja," sahut Bunda Ayunda yang sedang asyik menonton TV bersama Ayah Agus.

​"Ini, Bunda... anak Bunda yang paling ganteng sejagat raya menelepon. Silakan berbicara," ucap Aiswa dengan gaya drakor, menyerahkan ponselnya.

​"Eh, siapa yang paling ganteng? Anak Bunda paling ganteng itu Aksa!" si bungsu Aksa yang sedang tiduran di sofa tiba-tiba protes.

​"Ups, keceplosan!" Aiswa menutup mulutnya akting kaget.

"Maaf adik kakak tersayang, kamu ganteng kok... beda satu persen saja di bawah Arka," tambahnya kemudian langsung kabur sebelum bantal sofa terbang ke arahnya.

​Aiswa tahu kalau sudah mengobrol dengan Arka, Ayah dan Bunda tidak akan selesai dalam lima menit. Ia memutuskan membiarkan ponselnya "disandera" sementara ia pergi mandi dan bersiap tidur. Tubuhnya sudah benar-benar protes ingin diistirahatkan.

1
Ibu² kang Halu🤩
𝚔𝚎𝚛𝚎𝚗𝚗 𝚒𝚑 𝚌𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊𝚗𝚢𝚊, 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚊𝚍𝚊 𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚐𝚊𝚔 𝚗𝚒𝚑 𝚔𝚊𝚔 𝚊𝚞𝚝𝚑𝚘𝚛???
Ibu² kang Halu🤩: oke kak. semangat ya💪💪 sehat selalu kak🤗
total 2 replies
Lisa
👍 Gercep aj nih si Devan 😊
Lisa
Ceritanya makin asyik nih 😊
Lisa: sama² Kak Ai
total 2 replies
Lisa
Rejeki nomplok utk Lucas nih 😊👍
Lisa
Ceritanya menarik juga nih
Ai_Li: Terima kasih kak sudah baca🥰
total 1 replies
Lisa
Aku mampir Kak
Lisa: Amin..sama² Kak..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!