NovelToon NovelToon
Cinta Tak Perna Salah (Dilema Cinta Riana )

Cinta Tak Perna Salah (Dilema Cinta Riana )

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Perjodohan
Popularitas:394
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Seri Cinta Tak Perna Salah dengan menceritakan dilema dari kisah cinta seorang dokter Riana Yang terhalang oleh perbedaan. kisah ini mengisahkan tentang perjodohan, perselingkuhan dan cinta beda usia yang menjadi permasalahan orangtua. Dan juga rahasia lama yang tersimpan. yang menjadi pengahalang Riana untuk bahagia bersama pilihannya.
Apakah dokter Riana akan bisa bertahan dalam masalah yang dia hadapi untuk mempertahankan cinta sejatinya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Matias Berulah

Matias yang berniat, akan membicarakan tentang pernikahannya dengan Riana, di buat malu dengan gerakan reflek Riana yang memukulnya dengan tiba - tiba. Pukulan Riana itu sebagai pelampiasan sakit hatinya.

"Kakak, tadi kamu terlalu kejam kak, kasihan Kak Matias."

"Biari aja. Hukuman buat buaya darat."

Riana baru saja menyelesaikan operasi pemasangan ring pada jantung orangtua dari sahabatnya Stella. Setelah Pak Jems di dorong kembali ke ruangan rawat inapnya. Sebelum pulang Riana melihat kondisi dari papa sahabatnya.

"Selamat sore tante."

"Selamat sore Ria."

"Tante sendiri???"

"Ada Davin. Dia ada keluar membeli minum buat tante."

"Davin sudah balik dari Amerika??"

"Sudah."

"Kok Ria ngak lihat Stella."

"Tadi selesai operasi, dia kembali sebentar kekantor. Sebentar malam dia akan temani papanya."

"Oke kondisi om stabil. Usahakan jangan terlalu beraktivitas berlebihan."

Tiba - tiba pintu ruangan terbuka. Datang sosok yang sudah lama Riana tidak berjumpa dengannya. Dia adalah Davin Andreas adik kandung dari sahabatnya Stella Andreas. Riana dan Stella hanya berbeda dua tingkat dari dari Davin. Mereka lebih tua dua tahun usianya dari Davin.

"Kak Ria ya??"

"Hai Davin, apa kabar??"

"Seperti yang kakak lihat, aku baik dan sehat. Yang sakit papi."

 Kami semua tersenyum. Mendengar candaan Davin. Riana yang seharusnya sudah pulang di tahan oleh Stella yang juga baru datang membawa makanan yang cukup banyak buat mereka.

"Karena dokter yang cantik ini, ada disini. Maka kamu jangan pulang dulu. Ayo makan bersama kami."

Riana masih menikmati makan malamnya bersama sahabatnya. Selama makan Davin tetap mencuri - curi kesempatan melihat Riana. Davin mengakui kecantikan Riana walaupun usianya sudah tiga puluh tahun. Selesai makan Riana masih bercerita dengan Stella sahabatnya, tentu menceritakan Matias dan keburukannya. Tidak sengaja percakapan mereka dimengerti oleh Davin.

"Kak, Bagaimana kabarnya Rian?"

"Dia sekarang seorang diplomat."

"Kalian berdua anak - anak yang hebat. Satu dokter spesialis satunya lagi diplomat. Orangtua kalian pasti bangga."

"Mama ngak bangga sama kami."

"Banggalah, anak perempuan mama seorang pegawai negeri dengan pengkat eselon tiga golongan empat. Seorang kepala bidang pada dinasnya."

"Terus ade????"

"Seorang dosen, gelar doktor Davin Andreas."

Davin langsung memeluk mamanya. Riana tersenyum. Davin adik Stella baru saja menyelesaikan sekolah doktornya di universitas Harvard jurusan ilmu teknologi. Dia dosen teknik di universitas Indonesia. Karena seriusnya Riana lupa bahwa sudah pukul sepuluh malam, dan dia harus pulang menggunakan taksi karena mobilnya masih di servis di deller mobil.

"Adek antar kak Ria."

"Siap bos."

Davin seperti mendapat undian berhadiah. Dia seperti mendapat kesempatan emas. Waktu mereka keluar lobi rumah sakit Riana ketangkap oleh Matias. Dokter Riana tidak tahu bahwa staf di rumah sakit ini sedang membohongi Matias pacar dokter Riana.

"Aku mohon maaf Ria. Aku masih mencintaimu."

Namun Ria tidak merespon Matias. Hubungan Matias dan dokter Riana sudah berakhir, dengan semalam sebelum Matias sampai dirumahnya. Riana sudah mengirim pesan, untuk mengakhiri hubungan mereka. Dengan kata lain Riana dan Matias putus.

"Kita sudah tidak punya hubungan lagi. Kita sudah putus."

"Aku sudah tidak bersama cewek - cewek itu lagi."

"Cewek - cewek itu lagi?? Berarti bukan satu melainkan lebih. Menjauh dari ku Matias, kita sudah putus."

Namun Matias tetap memaksa Riana untuk kembali. Dia berusaha mau memeluk Riana namun di tolak oleh Riana. Davin yang gerah dengan tingkah Matias dengan cepat langsung memeluk Riana. Tentu saja sikap Davin ini yang spontan membuat Riana kaget begitu juga dengan Matias.

"Kamu siapa??"

"Aku yang harus tanya kamu siapa saat ini??? Sudah putuskan. Kenalkan aku pacarnya Ria."

"Kamu......"

"Pergi atau saya telepon keamanan disini karena kamu mengganggu kenyamanan orang lain."

Matias dengan muka marahnya pun menjauh. Karena aksinya sekarang ini sedang di tonton oleh banyak orang yang hendak berkunjung melihat keluarga mereka yang sakit. Davin langsung mengajak Riana untuk ke mobilnya.

Dalam perjalanan pulang, mereka hanya berdiam diri. Tidak berbicara satu dengan yang lainnya. Davin Andreas, adalah cinta pertama Riana Timotius. Dia adalah adek kelas yang berani menyatakan cintanya kepada kakak kelasnya. Sejak dia kelas sepuluh dia sudah menyukai kakak kelasnya yang waktu itu adalah pengurus OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Namun perasaannya itu tidak di balas oleh Riana. Dan sampai sekarang dia belum perna dekat dengan wanita lain.

"Siapa cewek kamu sekarang??"

"Belum ada. Sampai sekarang perasaanku masih sama."

"Davin berhenti, kamu tahu itu tidak mungkin terjadi."

"Kenapa???"

"Karena........"

"Kamu lebih tua dari saya, kamu sahabat kakak saya. Apa kata orang nanti. Itu alasan kamu kan?"

Riana hanya terdiam. Karena memang itu alasannya tidak bisa dia pungkiri.

"Alasan Kekanak - kanakan."

Riana sudah sampai didepan rumahnya. Sebelum dia turun dia mengingatkan Davin untuk berhati - hati. Pembicaraan Davin dan Riana berakhir sudah. Davin pulang dengan sedikit kesenangan, setidaknya dia bisa mengungkapkan keadaan dan perasaannya. Sedangkan Riana tidur dengan banyak pertanyaan. Dia tidak menyangka peristiwa sembilan tahun kembali lagi, dengan orang yang sama.

Peristiwa berturut - turut yang menimpa Matias membuat dia melancarkan aksi nakalnya. Dia mengirim bunga dengan kartu ucapan yang dia tempelkan kartu ucapan yang ada foto, Riana yang bermesraan dengannya, waktu dia mabuk. Peristiwa itu terjadi waktu dia diberi obat perangsang oleh Matias sendiri pada minumannya. Secara tidak langsung, Matias yang menjebak Riana.

Davin yang berada di lobi itu langsung mengambil bunga yang di amankan oleh ners Yura yang sangat sayang kepada Riana dokternya. Yura adalah asisten Ners yang membantu dokter Riana.

"Kurang ajar, laki - laki jahat."

"Aku minta tolong jangan beritahu dokter Riana."

"Kamu siapa??"

"Aku, adik dari sahabatnya dokter Riana."

"Oooo adiknya mba Stella ya??"

"Iya."

Davin langsung membawa bunga itu dan masukan kedalam bagasi mobilnya. Dia langsung menghubungi Rian temannya dan mereka bertemu.

"Kapan kamu datang??"

"Kemarin, sudah selesai juga kuliahnya. bertepatan dengan papa yang sakit."

Kamu lihat ini. Davin memperlihatkan bunga dengan kartu ucapannya. Seketika Davin dan Rian langsung ke apartemen Matias dan mereka langsung membuat perhitungan dengannya. Laptop yang sedang membuka foto - foto seksi Riana langsung di hancurkan oleh Davin, namun sebelumnya dia sudah memindahkan semua folder di laptop itu ke harddisknya.

"Bajingan, dasar laki - laki predator."

Rian mengambil kartu ucapan itu. Dia tidak menyangka Matias jodoh pilihan orangtuanya buat kakaknya, anak sahabat mama mereka bertindak senonoh terhadap kakaknya.

"Makanya, kamu jadi saudara laki - laki, harus peka dan menjaga kakakmu."

Riana yang diberi tahu ners Yura tentang perihal buket bunga tersebut. Kaget mengetahui bahwa Davin yang membawa bunga itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!