hari itu ketika aku berjalan pandangan ku tertuju pada gadis yang merupakan pacar ku tapi dia berjalan dengan pria yang tidak ku kenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hitomaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
penyelamat di tengah kegelapan
Setelah menghabiskan hidangan yang di sajikan Aidan menghela nafas bersandar di kursi.
Melihat itu melin yang sedang menyaksikan Aidan di meja kasir mulai menunjukan ekspresi khawatir, dia sangat ingin menghampiri Aidan tapi di cafe itu masih ada pelanggan lain.
" coba kamu hampiri Aidan dan tanyakan keadaannya " ucap pria paruh baya yang merupakan pemilik cafe ini, mengangguk melin lalu pergi menuju meja Aidan.
" anu..Aidan kamu lagi ada masalah?" tanya melin kepada Aidan
" ah.. Kak melin, tidak ada masalah apapun kok " jawab Aidan
Mendengar jawaban Aidan yang terbata-bata melin duduk di samping Aidan dan menepuk kepala Aidan.
" kamu gak usah bohong, kakak tahu kok kamu bukan orang yang mudah sedih karna masalah kecil" melin lalu menatap mata Aidan.
Mata mereka bertemu tak lama Aidan mulai menangis, tak ada kata-kata dan kepala Aidan terjatuh di bahu melin.
Setelah Aidan sedikit tenang melin mengusap air mata Aidan mengunakan sapu tangan miliknya.
" jadi ada masalah apa? " tanya melin lagi kepada Aidan
" aku... Mengakhiri hubunganku dengan mori"
terkejut dengan jawaban yang keluar dari mulut Aidan melin hanya bisa bertanya singkat. " kenapa?"
Aidan hanya menunduk dan seperti tidak ada niatan untuk menjawab pertanyaan singkat itu.
Melihat Aidan hanya terdiam melin tidak lanjut bertanya dan meminum minuman miliknya meninggalkan suasana canggung.
Setelah hujan mulai mereda Aidan meninggalkan cafe melihat Aidan yang sudah pergi keluar membuat pikiran melin kembali memikirkan kembali apa yang terjadi pada hubungan Aidan dan mori, menurut melin itu sesuatu yang sulit dipercaya melihat hubungan yang berjalan sejak mereka masih di sekolah dasar hancur begitu saja tanpa tanda-tanda perselisihan.
(Haaahh tidak ada gunanya terus memikirkan ini, nanti saja saat pulang aku tanya ke mori)
jam 21:00 melin mulai membereskan barang-barangnya setelah selesai dia berpamitan kepada pemilik cafe dan mulai berjalan menuju rumahnya.
di sepanjang jalan ramai sekali kendaraan yang berlalu-lalang, setelah sampai di rumah melin masuk kedalam dan melihat mori yang sedang berbaring di sofa melihat televisi diruang tamu mengunakan piyama dan selimut.
" selamat datang kak" sapa mori kepada melin.
Melihat mori yang baik baik saja membuat melin semakin bingung, bagaimana mori tidak menunjukkan ekspresi sedih sama sekali.
Melin kemudian duduk.
" kamu kemarin malam kenapa tidak pulang? Dan kenapa telepon kamu tidak aktif kakak" tanya melin
" kemarin aku main game sama teman perempuan sampai lupa waktu dan karna terlalu malam aku jadi menginap dan telepon aku sengaja aku matikan supaya gak ada yang ganggu" jawab mori sambil terus memakan cemilan yang dia bawa untuk menonton televisi.
" tadi kakak bertemu Aidan dan dia bilang kalian berdua putus apa benar?" Tanya melin
" iya kami putus" jawab mori singkat
mendengar jawaban mori melin sedikit kesal
" jadi karena apa kalian putus "
" kakak tanya saja sama dia, lagian yang minta putus itu dia bukan aku" ucap mori dengan nada sedikit tinggi.
kesal mendengar jawaban mori meninggalkan mori diruang tamu saat dia membuka pintu kamar suara mori terdengar lagi.
" bukankah kakak senang aku dan Aidan putus" ucap mori
" hah! Apa maksudmu? "
" ayolah gak usah pura-pura aku tahu kakak sebenarnya cinta sama dia, tapi sayang sekali yang dia cintai itu aku bukan kakak" jawab mori dengan nada bercanda
Braakk!! melin membanting pintu kamarnya dengan keras setelah mendengar perkataan mori.
Senin pagi cuaca cerah menyelimuti pagi hari ini Aidan sedang memakan sarapannya bersama keluarganya ibu,ayah dan kakak perempuannya.
" Aidan kamu mau bareng? " tanya ayahnya kepada Aidan
" tidak usah, ayah duluan saja aku mau jalan kaki " jawab Aidan
" yasudah ayah berangkat duluan "
setelah selesai sarapan Aidan berdiri dan berpamitan untuk berangkat sekolah kepada ibu dan kakanya
" aku berangkat dulu"
" iya, hati hati di jalan"
ditengah perjalanan dia bertemu dengan pacar sahabatnya Inda.
" pagi, aidan "
" pagi, juga Inda"
" kamu gak bareng sama mori?"
" enggak, sekarang aku sudah putus sama dia"
" ehh...kenapa padahal kalian berdua terlihat mesra sekali"
" ya begitulah ada suatu masalah yang gak bisa diperbaiki"
" hmm.. yasudah nanti saja aku tanya sama mori di kelas"
Inda dan Aidan berpisah karna sekolah mereka berbeda.
Setelah sesampainya di kelas Aidan duduk di kursi miliknya.
lalu dia mengeluarkan buku pr yang belum sempat dia kerjakan.
" ketua kelas pinjam buku pr mu dong " ucap Aidan dengan pose memohon
" hah.. Aidan tumben sekali kamu gak ngerjain pr"
" haha aku kelupaan "
" yaudah nih"
" makasih banget loh nih mel "
Setelah meminjam Aidan langsung menyalin dengan cepat.
" Yoo Aidan tumben banget nih nyontek "
" diam dulu Keiza jangan ganggu "
" Oke oke "
Setelah selesai menyalin kelas tak lama di mulai suasana ceria yang ada di ruang kelas membuat Aidan melupakan apa yang terjadi kemarin.
Di sekolah lain Inda yang sudah sampai langsung menuju kelas tapi dia tidak melihat mori di kelas dia bertanya pada temannya yang lain dan memberi tahu Inda bahwa mori ada di kelas 3-A , sebelum dia masuk kelas Inda melihat mori sedang bermesraan bersama kakak kelas, Inda hanya terdiam melihat situasi yang terjadi.
Kelas dimulai dan Inda masih belum bisa berbicara dengan mori, bel istirahat berbunyi Inda sedang makan dengan temannya.
" aku mau tanya dong, kakak kelas yang tinggi itu siapa yah" tanya Inda pada temannya
" kamu tertarik?, sebaiknya jangan dia memang tampan sih tapi dia punya banyak rumor buruk"
" rumor buruk"
" iya dia sering bermain main dengan banyak perempuan walaupun tidak ada bukti "
Mendengar perkataan temannya membuat Inda cemas dengan mori.