NovelToon NovelToon
"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

Status: tamat
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Arkan Alesandro Knight adalah seorang King Mafia dari organisasi Black Eclipse yang memiliki reputasi mematikan, namun ia menyimpan satu rahasia konyol: ia menderita Mysophobia akut. Baginya, kuman lebih berbahaya daripada peluru. Hidupnya yang steril dan kaku berubah total ketika ia terjebak dalam sebuah perjodohan dengan gadis pilihan ayahnya, Evelyn Valentina Grant.

​Evelyn tampil sebagai sosok "My Nerdy Wife"—gadis culun dengan kacamata tebal, daster bunga-bunga yang aneh, dan sifat ceroboh yang luar biasa. Namun, di balik penyamaran konyolnya, Evelyn sebenarnya adalah Queen EVG, seorang peretas kelas dunia dan pemimpin organisasi spionase yang sangat tangguh. Ia sengaja berakting bodoh untuk melindungi identitasnya sekaligus memata-matai Arkan.

penasaran dengan cerita mereka jangan lupa mampir yapp🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Kediaman keluarga Grant di pinggiran Zurich bukan sekadar rumah; itu adalah benteng kemewahan yang memadukan arsitektur klasik Eropa dengan teknologi keamanan tingkat tinggi. Namun bagi Arkan Alesandro Knight, tempat ini adalah "zona merah" penuh mikroba yang tidak terkendali. Ia turun dari mobil limusinnya dengan wajah sekeras batu granit, memegang botol semprotan disinfektan perak di tangan kanan dan buket bunga lili (yang sudah dicuci dengan air distilasi) di tangan kiri.

"Tuan Arkan, Tuan yakin mau masuk? Daddy kalau lagi marah suka lempar stik golf lho," bisik Evelyn, yang berjalan di sampingnya dengan daster polkadot pink dan kacamata yang sengaja ia buat miring.

Arkan tidak bergeming. "Aku tidak takut pada stik golf, Evelyn. Aku lebih takut pada debu di karpet rumah daddymu yang tidak pernah melewati sensor HEPA-ku."

Pintu besar jati itu terbuka, memperlihatkan Daddy Stefan Rinal Grant yang berdiri gagah dengan kaus polo mahal dan celana linen putih. Di sampingnya, Mammy Violet tampak anggun dengan gaun rumah berbahan sutra, memegang kipas bulu yang membuat Arkan refleks mundur satu langkah.

"Berhenti di sana, Arkan!" seru Daddy Stefan dengan suara menggelegar. "Kau membawa putri kecilku ke ruang investigasi bawah tanah kemarin? Apa kau pikir anakku ini tersangka kasus pencucian uang?!"

Arkan membungkuk hormat dengan sangat kaku. "Tuan Grant, itu hanya prosedur keamanan standar untuk memastikan tidak ada kontaminasi eksternal."

"Prosedur matamu! Sini kau!" Daddy Stefan menarik kerah baju Arkan (yang membuat Arkan hampir mengalami serangan jantung karena kerahnya baru saja disentuh tangan tanpa sarung tangan). "Kita selesaikan ini seperti pria. Di lapangan golf belakang. Jika kau menang, kau boleh bawa Evelyn pulang. Jika kau kalah, Evelyn tinggal di sini selamanya, dan kau harus mandi lumpur di depan mataku!"

Evelyn membelalak. Mandi lumpur? Arkan bisa mati berdiri kalau itu terjadi!

Lapangan golf pribadi keluarga Grant sangat luas, dengan rumput hijau yang dipotong sangat rapi. Namun bagi Arkan, rumput adalah tempat tinggal serangga. Ia berdiri di titik *tee-off* dengan mengenakan pakaian golf yang sangat tertutup, lengkap dengan masker hitam dan sarung tangan medis yang dilapisi sarung tangan golf kulit.

"Tuan Arkan, semangat! Eve sudah siapkan handuk basah kalau Tuan keringatan!" teriak Evelyn dari kursi penonton, sambil diam-diam menekan tombol di jam tangannya.

"Edward," bisik Evelyn ke mikrofon di kerah dasternya. "Aktifkan bola golf nomor 4. Jangan biarkan Arkan kalah, tapi jangan biarkan Daddy malu. Buat kekacauan yang estetis."

"Dimengerti, Queen. Bola golf termodifikasi siap meledak dalam hitungan ketiga setelah benturan," jawab Edward dari markas rahasia.

Daddy Stefan memulai ayunan pertamanya. *Wush!* Bola golfnya melesat jauh dan mendarat tepat di dekat lubang. "Lihat itu, Arkan! Itu adalah kekuatan pria yang makan daging steak asli, bukan makan vitamin steril sepertimu!"

Arkan mengambil posisi. Ia mengelap gagang stik golfnya dengan tisu alkohol sebanyak tiga kali sebelum memegangnya. Ia menarik napas dalam, memfokuskan matanya yang tajam. Meskipun ia seorang CEO yang higienis, Arkan adalah atlet yang presisi.

Brak!

Arkan mengayunkan stik dengan kekuatan yang luar biasa. Bola itu meluncur dengan kecepatan tinggi. Namun, saat bola itu hampir menyentuh tanah...

BOOM!

Bukan ledakan besar, melainkan ledakan bubuk warna-warni dan asap tebal yang sangat wangi (aroma lavender kegemaran Mammy Violet). Seluruh lapangan tertutup asap ungu.

"Apa-apaan ini?! Arkan, kau menanam bom di lapangan golfku?!" teriak Daddy Stefan panik, sambil mengibas-ngibaskan tangannya.

"Ini... ini adalah sistem sterilisasi udara instan, Tuan Grant!" teriak Evelyn sambil berlari ke tengah lapangan. "Eve tadi yang minta dipasang! Biar kalau bola dipukul, udaranya langsung wangi dan bebas kuman!"

Arkan berdiri mematung di tengah kepulan asap ungu. Ia melihat Evelyn yang sedang berakting panik namun matanya memberikan kode rahasia kepadanya. Arkan sadar, Evelyn sedang menyelamatkannya dari situasi kalah-menang yang tidak menguntungkan.

"Tuan Grant," ucap Arkan, suaranya tenang di balik masker. "Sepertinya teknologi 'Sterilized Ball' milikku bekerja terlalu baik. Mari kita anggap seri untuk lubang pertama."

Daddy Stefan terbatuk-batuk kecil, namun ia tersenyum lebar saat mencium bau lavender. "Wah, wangi juga ya. Oke, aku maafkan soal investigasi kemarin. Tapi ingat, jangan berani-berani menyemprot wajah anakku dengan cairan lemon lagi!"

Setelah drama golf selesai, Mammy Violet menarik mereka ke ruang makan terbuka. Di sana sudah tersedia jamuan teh sore. Namun, ada satu masalah besar.

"Arkan, kau harus coba ini," Mammy Violet menyodorkan sebuah kue makaron berwarna emas. "Ini dibuat dengan resep rahasia keluarga Grant. Aku sendiri yang menghiasnya dengan tangan."

Arkan menatap makaron itu. Ia melihat sidik jari Mammy Violet (yang menurutnya penuh bakteri dari kipas bulu tadi) menempel di permukaan gula makaron itu. Keringat dingin mulai membasahi punggung Arkan.

"Ma-maaf, Nyonya Grant. Saya baru saja menyikat gigi," dalih Arkan yang sangat lemah.

"Jangan menolak, Arkan. Ini penghinaan bagi seorang model internasional!" Mammy Violet mulai memasang wajah sedih yang sangat dramatis.

Evelyn tahu ini gawat. Arkan bisa saja muntah atau pingsan jika dipaksa makan sesuatu yang dianggapnya "terkontaminasi".

"Hwaaaa! Mammy! Lihat itu! Ada burung merak sedang menari di atas genteng!" Evelyn menunjuk ke arah langit dengan sangat heboh.

Saat semua orang—termasuk Daddy Stefan dan Mammy Violet—menoleh ke arah genteng, Evelyn dengan kecepatan tangan seorang Queen Mafia menyambar makaron di tangan Arkan dan memasukkannya ke mulutnya sendiri dalam sekali lahap.

"Nyam! Enak banget Mammy! Eve nggak tahan, jadi Eve makan punya Tuan Arkan juga!" ucap Evelyn dengan mulut penuh, sambil memberikan jempol.

Arkan terpaku. Ia menatap Evelyn yang kini sedang berjuang menelan makaron besar itu agar tidak tersedak. Ada rasa lega yang luar biasa di hati Arkan, namun juga ada rasa hangat yang aneh. Evelyn baru saja mengorbankan "kebersihan" mulutnya demi menyelamatkan Arkan dari amukan Mammy Violet.

"Kau... kau sangat lapar ya, Evelyn?" tanya Arkan pelan, tangannya bergerak tanpa sadar mengambil tisu dan mengusap sisa remah makaron di sudut bibir Evelyn.

Sentuhan itu tidak menggunakan sarung tangan. Arkan bersentuhan langsung dengan bibir Evelyn.

Franco, yang sejak tadi menonton di pojok sambil minum es teh, hampir saja menyemburkan minumannya. "Waduh, ada adegan drama Korea di depanku. Arkan, kau mau kuambilkan antiseptik untuk tanganmu?" goda Franco.

Arkan tersentak. Ia segera menarik tangannya kembali, namun ia tidak menyemprotnya dengan alkohol. Ia hanya memasukkan tangannya ke dalam saku jasnya, mengepalkan jemarinya seolah ingin mengunci rasa lembut dari bibir Evelyn.

"Tuan Grant, Nyonya Grant," ucap Arkan tiba-tiba. "Saya ingin berterima kasih atas sambutannya. Dan saya ingin meminta izin untuk membawa Evelyn kembali ke vila. Ada... ada dokumen yang harus dia tanda tangani."

"Dokumen apa?" tanya Daddy Stefan curiga.

"Dokumen kepemilikan pabrik disinfektan baru yang atas namanya," jawab Arkan asal sekenanya.

Daddy Stefan langsung luluh. "Wah, menantuku memang pengertian! Oke, bawa dia pulang. Tapi ingat, kalau dia lecet sedikit saja, aku akan kirim satu batalion Grant Group untuk mengepung mansionmu!"

Di dalam mobil dalam perjalanan pulang, Evelyn sudah kelelahan dan tertidur di bahu Arkan. Kacamata tebalnya miring, dan dia mendengkur halus. Arkan menatap istrinya dalam diam.

Ia mengambil tabletnya, membuka file rahasia yang dikirim oleh Samuel.

"Samuel, apa ini?" bisik Arkan ke alat komunikasinya.

"Bos, itu data lama dari panti asuhan 'St. Jude' tempat Nyonya Evelyn tinggal dulu. Ada catatan menarik. Evelyn Grant bukan anak yatim piatu biasa. Dia diadopsi oleh Stefan Grant setelah sebuah insiden ledakan di panti asuhan tersebut. Dan tebak apa? Semua saksi mata bilang, ledakan itu dipadamkan oleh seorang anak kecil yang sangat mahir menggunakan peralatan pemadam api."

Arkan menatap Evelyn. Anak kecil yang mahir menggunakan alat? Ledakan? Bola golf yang meledak tadi pagi?

"Evelyn... siapa kau sebenarnya?" gumam Arkan.

Ia perlahan membetulkan kacamata Evelyn yang miring. Kali ini, ia tidak menggunakan tisu. Tangannya mengusap dahi Evelyn dengan lembut.

"Apapun rahasiamu, aku akan memastikannya steril sebelum kau memberitahuku sendiri," bisik Arkan, lalu ia ikut menyandarkan kepalanya di atas kepala Evelyn, tertidur di tengah aroma sabun bayi yang kini menjadi satu-satunya aroma yang tidak ingin ia bersihkan dari hidupnya.

Sementara itu, di sebuah gedung tua di pusat Zurich, Sebastian Black sedang membanting gelas anggurnya. "Gagal lagi?! Bagaimana bisa bola golf meledak menjadi wangi lavender?! Aku tidak mau tahu, kirim Dmitri Volkov malam ini. Katakan padanya, tunangannya sedang bermain rumah-rumahan dengan si Pangeran Higienis!"

Permainan semakin panas, dan kuman-kuman masa lalu Evelyn mulai berdatangan untuk menguji kesterilan cinta Arkan.

1
Hikam Sairi
🤣🤣🤣🤣
Hikam Sairi
😩😩😩😩
Hikam Sairi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Gatot Misi wortel layu nya 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!