NovelToon NovelToon
The Exorcise Who Lives As An Idol

The Exorcise Who Lives As An Idol

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Reinkarnasi / Misteri
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayano Kaname

Pengusir hantu dari zaman kuno yang memilih untuk bunuh diri karena ingin hidup normal ternyata bereinkarnasi ke tubuh seorang Idol terkenal.

Lee Jaehyun pada akhirnya harus menjalani dua kehidupan dengan dua pekerjaan yang berbeda.

Di mata semua orang, dia dikenal sebagai Maknae dari grup Idol terkenal di Korea Selatan bernama MYTH, namun semua berubah ketika terdapat sebuah masalah serius akibat roh jahat yang membuatnya harus kembali berprofesi sebagai Munyeo Naja.

Demi mewujudkan impiannya di kehidupan keduanya yang damai, dia harus kembali berurusan dengan roh jahat. Satu demi satu masalah serius mulai muncul dan misteri yang selama ini tertutup mulai terkuak. Bahkan dia beberapa kali nyaris mati karena terlibat dengan para arwah gentayangan!

Apakah dia bisa mewujudkan keinginannya untuk jadi Idol normal tanpa harus berurusan dengan hantu? Ataukah terpaksa melibatkan semua rekannya dalam bahaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Beginning

Seminggu yang lalu.

Di sebuah bangsal rumah sakit, seorang pemuda terbaring dan mulai membuka matanya.

“Mm…”

Ada suara yang didengarnya saat matanya masih mencoba mengambil cahaya agar bisa melihat siapa dan dimana dia berada.

“Jaehyun? Jaehyun, apa kamu mendengarku?”

Suara itu adalah suara yang lembut, penuh dengan nada indah. Setidaknya di telinga terdengar seperti itu. Selain itu, suara itu juga terdengar familiar dan begitu dikenalnya. Tidak tau apa alasannya namun dia mulai melihat siapa yang ada di hadapannya.

Wajah seorang pemuda tampan yang tersenyum menatapnya. Rambutnya hitam pekat dengan potongan poni yang lebih panjang pada bagian samping, mengenakan kalung dengan cincin melingkar dan memakai cardigan berwarna coklat.

“Jaehyun? Kamu sudah bangun? Bagaimana perasaanmu?” tanya pemuda itu.

Pasien yang terbaring di bangsal tempat tidur mulai bangun dan melihat sekelilingnya. Ada dua orang yang menemaninya saat itu yaitu pemuda tampan yang memanggilnya dengan nama “Jaehyun” dan seorang pria dewasa dengan memakai kemeja putih, celana hitam yang terlihat sedikit cemas.

“Ah, Jaehyun. Kau membuat kami semua khawatir. Jatuh dari tangga itu bisa berakibat fatal. Untung saja tidak parah.”

Remaja yang baru saja siuman dari tidur panjang langsung terlihat bingung, “Apa? Aku jatuh dari tangga?”

“Benar.”

“Bukan bunuh diri?”

“Hah? Apa yang kau bicarakan? Kau mau bunuh diri saat MYTH sedang dalam puncak popularitas?”

“MYTH?” sepertinya pemuda itu tidak begitu memahami apa yang terjadi. Semua yang ada di depannya begitu asing, tidak ada yang sama namun entah kenapa dia tau dimana tempat itu. Pemuda itu bertanya pada remaja tampan lainnya, “Siapa namamu?”

“Apa?” remaja itu terkejut mendengar pertanyaan aneh dari pasien yang baru saja siuman, “Jaehyun, kamu membuat Hyung-mu ini sedih. Apa kamu begitu benci pada pekerjaanmu?”

“Hyung? Berapa umurmu?”

“Eh?”

“Aku tanya, berapa umurmu?”

“Aku,” remaja itu jelas terlihat bingung dengan pertanyaan pasien di hadapannya. Dia berjalan mendekati pria dewasa yang sama bingungnya dengan dirinya dan berbisik, “Chief Han, apa menurutmu Jaehyun harus diperiksa lagi? Sagan dan Yuno tidak ada karena masih harus melakukan pemotretan tapi ini terlalu–”

“Nah, aku yang urus. Kau diam di sini dulu, Shihan.”

“Chief Han, tolong jangan terlalu galak pada Maknae kami. Dia itu sangat polos dan pendiam. Ingat ya, pelan-pelan.”

“Kau ini seperti ibu yang mengkhawatirkan anaknya. Tenang saja.”

Pria itu duduk di samping bangsal tempat tidur remaja itu dan bertanya padanya, “Jae, kau ingat paman kesayangan semua kan?”

“Tidak.”

“Apa? Bercandanya sudah dulu. Kau jangan membuat Hyung-mu yang ada di sana seperti anak anjing yang ketakutan. Aku bisa dianggap melakukan penyiksaan pada personilku sendiri.”

Remaja itu menghela napas dan tenggelam dalam pikirannya sendiri.

“Ini gila, aku harus bagaimana? Aku jelas sudah menggorok leherku sendiri di depan semua orang, kan? Kenapa malah terjebak di sini?”

“Sebentar. Aku ingat-ingat dulu.”

*

*

*

Di sebuah kamar dengan nuansa tradisional.

Hanok, rumah yang sudah ada dari zaman dulu. Di malam itu, seorang pemuda tampan dengan jeogori (pakaian bagian atas) berwarna putih biru dengan pita ungu dan baji (bagian bawah/celana) panjang berwarna keunguan duduk bersimpuh.

Awalnya tidak terlihat jelas, namun cahaya bulan purnama yang begitu terang masuk ke dalam celah-celah rumah dan memperlihatkan sesuatu yang ada di lantai.

Pisau dengan sebuah kertas putih bertuliskan sesuatu dengan tinta merah.

“Aku sudah benci melakukan hal yang tidak aku sukai. Apanya yang Munyeo Naja, apanya yang bisa mengantarkan roh ke alam baka.”

“Aku sudah seperti di penjara!”

“Jika memang hidup harus dengan kekangan seperti ini, mati adalah cara paling baik.”

Dia mengambil pisau itu dan mengarahkannya ke leher dengan senyum bahagia.

“Akhirnya…”

“Jika dunia ini adil, aku ingin pergi ke akhirat lebih cepat. Biarkan semua orang meratapi dosanya.”

“Aku ingin terbebas dari semuanya dan tidak lagi terkekang dalam sesuatu yang disebut Naja!”

Craaat

Dia mati dengan menggorok lehernya sendiri.

*

*

*

Sekarang, pemuda yang baru menyadari betapa menyedihkan nasibnya hanya bisa menghela napas.

“Baiklah, ini adalah garis besar hidupku.”

“Aku mati karena tidak mau menjadi penerus keluarga dan ayahku menghukumku. Aku membunuh diriku di rumah.”

“Kemudian, saat aku sudah penuh percaya diri agar bisa ke akhirat…ini adalah akhirat yang dimaksud?”

“Isinya sama sekali bukan pendosa. Aku sepertinya dijebak oleh takdir.”

“Haruskah aku membenturkan kepalaku lagi?”

“Selain itu, aku yakin mereka mengatakan bahwa namaku Jaehyun. Jaehyun ya…tidak pernah dengar.”

“Aku tidak bermaksud kasar tapi aku tidak tau apapun soal tempat ini.”

“Hmm?”

Ditengah waktunya berpikir, remaja itu melihat sesuatu yang gelap mengelilingi pria dewasa yang duduk di bangsalnya.

“Apa kau sedang sakit?”

“Apa?”

Baik pria itu maupun remaja yang bernama Shihan terkejut dengan cara bicara remaja itu.

“Jae–Jaehyun…”

“Hei nak, aku tau kalau kepalamu terbentur tapi kenapa kau jadi–”

Remaja itu memotong ucapan pria itu, “Sudah jawab saja, kau sedang sakit atau tidak?”

“Ti–tidak. Kurasa…”

“Kau yakin?” remaja itu bertanya kembali dengan tatapan dingin yang tajam. Pria itu mengangguk dan segera berdiri. Dia mundur dan mendekati remaja lainnya di belakang, “Shihan, aku sibuk. Kau urus dia ya.”

“Eh?!”

“Pengobatannya sudah diurus oleh perusahaan. Kalau dia sudah lebih baik, bawa pulang saja. Aku jadi takut melihatnya seperti itu. Aku mau ke studio menjemput Sagan dan Yuno.”

Tidak lama setelah itu, remaja itu ditinggal oleh pria dewasa yang sangat bertanggung jawab itu.

Sekarang apa yang kira-kira akan dilakukan oleh keduanya?

*

*

30 menit sudah berlalu. Pasien yang sekarang sedang sibuk melihat tablet tampaknya begitu tenang dan orang yang menemaninya begitu tegang.

“Jae…”

“Sebentar. Aku mau melihat informasi dulu.”

“...” sepertinya dia diacuhkan.

Pasien yang terlihat fokus itu melihat informasi yang dia tanyakan beberapa waktu lalu. Dia ingin tau siapa dirinya, apa hubungannya dengan pria tadi dan dengan remaja tampan di dekatnya, dimana ini, apa itu MYTH dan tahun berapa sekarang.

Teknologi yang membuatnya sedikit syok di awal yaitu tablet, sekarang menjadi sesuatu yang sangat mudah dimengerti olehnya.

“Tahun 2025 ya. Aku sudah terlempar terlalu jauh. Bagaimana bisa manusia dari zaman Joseon bisa di tahun 2025?”

“Aku sudah sangat tua!”

“Kelahiran 1438 bisa ada di masa depan. Selain itu, alat ini canggih sekali. Berbeda dengan kertas sutra milikku.”

Dia membuka sebuah artikel bertulis MYTH.

“MYTH -  Idol Korea Selatan yang sedang naik daun. Personil dengan 4 member yang begitu tampan dan berkarisma.”

“Wow. Hmm? Wajah ini kan…” sambil melihat ke arah remaja yang sedang tegang di hadapannya, dia menyamakan foto di layar tabletnya. “Kwon…Shihan? Leader? Fenrir? Kau keturunan anjing putih?”

Remaja bernama Shihan ingin sekali menangis. Tapi dibanding menangis, dia tersenyum miris.

“Um, itu…nama asliku Kwon Shihan dan Fenrir itu nama panggung, Jaehyun.”

“Oh. baiklah. Aku mau baca lagi.”

“...” Shihan menatap remaja itu dengan tatapan penuh tanda tanya. “Apa yang terjadi padamu, Jaehyun?”

1
♛ ⃟$𝑅࿐𝔻ιтуα🐉⃝Λ𝐋𝐒☘︎
🗿🗿jadi ingat penghalang di JJK
Ayano: anime jujur kasian ya
iya ya, nostalgia banget
total 1 replies
Aryanti endah
Luar biasa
Ayano: Arigatou wak/Joyful/
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Kalo iya, pasti yang di panggil kau
Ayano: Sepertinya gitu/Facepalm/
total 1 replies
Dance Seaweed
targetnya emang harus orang tajir, kah? kayaknya ama yg emang terkenal. gak nyorot orang biasa juga?. semacam siluet gitu, kayak si Yuri Hao ngasih paham sama Berandalan.
Ayano: Kagak. Tar macem macem lah kejadiannya
total 1 replies
Dance Seaweed
ya... bagaimana lagi? makan kembang loh, ini harusnya seru didengar, kan? lagian seingat ku, era... itu Mawar belum masuk ke tanah Korea.
Ayano: Ho oh. Alurnya mo sedikit dicepetin versi adikku
total 3 replies
Dance Seaweed
sebetulnya karena alur mundur diawal chp, lalu maju membuat ku agk bingung. pas... kejadian kapan Jaehyun kalahin Evil Spirit itu
Dance Seaweed: perempuan atau cewek?
total 4 replies
〈⎳ FT. Zira
sepanjang perjalanan aku ngikutin karya ka Yano.. aku punya 1 pertanyan.
kaka dapet ide ceritanya dari mana sihhhh
〈⎳ FT. Zira: okeh.. nanti nengok kesana
total 23 replies
Dance Seaweed
ditunggu selanjutnya /Determined/
Ayano: /Determined//Determined/ semangka buat amoeba
total 1 replies
Dance Seaweed
siap siap nebas! baru nyadar aku, Naja satu ini bawa senjatanya 🤣🤣
Ayano: /Facepalm//Facepalm/ tau mau kuganti senjatanya wak
total 1 replies
Dance Seaweed
boleh tanya... ini idol gak manggung? kenapa rasanya bebas banget dah, mereka terkenal, kan? rasanya kayak asal asalan deh /Sweat/
Ayano: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ sepemikiran ya
Tar ada nyanyi nyanyi nari nari konser konser dikit
Dikit aja tapi
total 1 replies
Dance Seaweed
jawaban: siram air ruqyah /Joyful/
Dance Seaweed: ho'oh!
total 2 replies
Dance Seaweed
wait, wait, wait... bukan Yuno dari Anime yang tidak ingin aku sebutkan namanya, karakter Npc serasa MC? /Sweat/
Dance Seaweed: oo iya, bener mabok data🤣
total 4 replies
Dance Seaweed
syaratnya apa aja tuh /Shame/
Ayano: Yang jelas harus bahagia keknya😂
total 1 replies
Dance Seaweed
ada spell ngecilin senjata? nanti jadi kalung atau anting gitu. pas mau make senjata, jir... copot liontin, lalu sambil jalan ke depan baca mantra.... uwoooh! keren beut, keren!

aku yakin, demon lord sebelah dan mulut terkutuk pasti muji!

/Scream//Scream//Scream/
Dance Seaweed: hmm, moga simpel dan keren!
total 4 replies
Dance Seaweed
ada alasan ya? di era modern, roh jahat sekuat itu?
Ayano: Ada. Something something cuma sedikit sedikit gitu. Gak ada yang istimewa banget /Facepalm/
total 1 replies
Dance Seaweed
sederhananya segel tangan. di China, Jepang dan korea disebut demikian. ini segel tangan, bukan jurus aja, semacam mantra, mirip perintah dari gerak tubuh gitu.
Ayano: Ho oh
Aku sendiri liatnya di sejarah onmyouji makanya masukin dikit. mo baca sejarah shaman lagi buat inspirasi
total 1 replies
Dance Seaweed
kata dukun boleh diganti Nanja? atau Exorcist aja boleh gak?
Ayano: Buat ngelawak dikit kadang wak itu kata /Facepalm/ jadi kadang dipake
total 1 replies
Dance Seaweed
oke!
〈⎳ FT. Zira
coba di adu sama... errr... siapa sih namanya , lupa. raja nya si Ryou ..
Agaki-sama.. aku lupa/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ayano: Sekarang dah punya kembaran wak. Dua ekor lagi/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Dan udah punya nenek baru
total 3 replies
〈⎳ FT. Zira
tukang perintah.. seperti... siapa itu..
Ayano: Lawan dia sudah lahir /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!