NovelToon NovelToon
Lucas

Lucas

Status: tamat
Genre:Mafia / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Misteri / Tamat
Popularitas:170.1k
Nilai: 5
Nama Author: Maesaro Ardi

Apa yang akan kamu lakukan ketika tetangga kosanmu, memiliki wajah yang tampan tapi juga misterius?

Anna, adalah seorang mahasiswi sastra Inggris yang berjuang seorang diri di tengah kerasnya kehidupan perantauan di negeri asing, Amerika Serikat. Anna bertemu dengan Lucas, seorang pemuda yang berusia sekitar 26 tahun. Lucas yang menempati kamar kos di sebelah kamar kos Anna.

Menurut Anna, Lucas selalu memberikan kesan yang mencurigakan. Hingga suatu hari, ketika Anna pulang dari kerja sambilannya dalam keadaan tidak enak badan. Anna salah masuk kamar kos dan menyaksikan Lucas tengah melakukan aksi pembunuhan terhadap teman wanitanya.

Akankah Anna dapat menghindar dari Lucas ataukah justru Anna akan jatuh ke dalam jerat Lucas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maesaro Ardi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Pertama

Bip...Bip...Bip...

Suara jam alarm yang menurut orang lain monoton dan menyebalkan, justru jurus terampuh bagi Anna untuk membangunkannya dari rasa malas beranjak dari kasurnya.

"Duh, kepalaku jadi pusing. Semalem kurang tidur gara-gara suara aneh itu terus menggangguku. Sebenarnya tuh orang sedang ngapain sih, masa semalaman mindahin barang nggak kelar-kelar. Ganggu orang banget," gerutu Anna.

Mau tidak mau dia beranjak juga, satu jam lagi kelasnya akan dimulai. Anna juga sudah berjanji dengan Ellie, sahabatnya dari bangku SMP untuk berangkat bersama.

"Mandi dulu deh, biar seger."

Gadis itu mengambil baju ganti, dan beranjak menuju kamar mandinya. Niatnya Anna urungkan tatkala dia mendengar suara aneh itu kembali terdengar. Kali ini suaranya berbeda dengan apa yang dia dengar semalam.

"Suaranya sekarang beda, apa ya, kaya orang sedang nahan sakit gitu? Wah! Nggak bisa dibiarin ini, lebih baik aku cepat datangi kamar orang itu. Aku tidak yakin kalau dia ini bukan orang baik-baik, mana ada orang baik yang tengah malem ganggu tetangganya, seperti itu," ucap Anna.

Setelah menggosok gigi dan mencuci mukanya, dia pun melangkah keluar dari kamar kostnya. Biarpun belum mandi, setidaknya dia tidaklah kucel banget dan yang paling penting juga bau nafasnya tidak berbau jigong. Dengan semangat yang membara, Anna menghampiri kamar kost disebelahnya.

"Mhm.."

"Mhm.."

"Mhm.."

Anna menempelkan daun telinganya di pintu kamar kost tersebut. Dengan cara itu dia dapat mendengar dengan jelas suara erangan yang dia dengar dari tempatnya barusan. Dari apa yang dia dengar saat Madam Martha bercerita tentang tetangganya itu, laki-laki yang tinggal disebelahnya ini tinggal sendiri. Sudah sewajarnya dong jika dia curiga dengan suara-suara aneh yang dia dengar sejak semalam.

Tok.. tok.. tok...

"Permisi, tolong buka pintunya!"

Tol... Tok... Tok...

"Permisi! Tolong buka pintu!"

"Kalau Anda tidak mau membuka pintu ini, saya akan menelpon polisi untuk meminta bantuan mereka!"

Beberapa kali Anna menggedor pintu tetangganya tersebut namun tetap tidak ada yang membukakan pintu untuknya, justru suara erangan yang dia dengar itu semakin kencang.

"Wah! Nggak bener nih orang! Apa yang dia lakukan di dalam sana!" gerutu Anna. Dia lalu mengambil HP dari saku baju tidurnya.

Ketika dia hendak menelpon nomor Polisi, suara seorang lelaki menghentikan niatnya.

"Apa yang kamu lakukan di tempatku?" Seorang lelaki bertubuh tinggi besar dengan suara baritonnya dan wajah yang sangat memukau, hampir mengalihkan perhatian Anna.

Maklum Anna belum pernah bertemu dengan orang yang memiliki pesona seperti orang itu. Bahkan teman lelaki di kampusnya tidak ada yang bisa menyaingi ketampanan pria yang berdiri disampingnya tersebut.

"Aku tanya, apa yang kamu lakukan di tempatku?" tanya pria itu lagi.

Anna tersadar dari lamunan singkatnya, dan menyadari bahwa tingkahnya bisa saja terlihat mencurigakan oleh orang lain. Mana ada orang yang menggedor-gedor rumah orang lain di pagi hari seperti ini, jika bukan dirinya?

"M..maaf, saya Anna. Tetangga sebelah anda. Saya kesini karena merasa terganggu dengan suara-suara yang Anda buat dari semalam dan pagi ini juga. Saya tidak tau apa yang anda lakukan atau apa yang terjadi pada anda, makanya saya datang kesini. Tapi berkali-kali saya mengetuk pintu, namun tidak ada orang yang membukakannya," tutur Anna.

Lelaki yang berdiri di depan Anna tidak merespon sama sekali, dia hanya mematung dan menatap dengan sorot matanya yang tajam.

Anna berusaha meluruskan masuk kedatangannya, dia juga tidak mau dianggap seperti orang aneh, apa lagi dituduh mengambil barang dari tetangganya itu.

"Oh begitu. Nama saya Lucas. Maafkan saya jika kegiatan memindahkan barang semalam mengganggu waktu istirahat yang Anda miliki. Anda tidak akan dibukakan pintu sampai saya datang, karena tidak ada orang lain selain saya," ucap pria yang memiliki nama Lucas tersebut. Sangat cocok dengan wajahnya yang manly itu.

"Lalu, suara apa yang barusan saya dengar tadi?" tanya Anna.

"Oh, suara itu mungkin berasal dari kucing saya," jawab Lucas singkat.

"Kucing?" Anna heran dengan jawaban tersebut, bukan karena pria itu memiliki kucing di kamar kostnya. Hanya saja, dia baru tahu kalau ada kucing yang mengeluarkan suara aneh seperti itu.

"Iya kucing. Ini saya baru saja membeli barang keperluannya."

Lucas menunjukan dua tentengan di tangannya. Satu pack makanan kucing, mainan, serta pasir yang biasanya ditaruh di wadah yang dikhususkan untuk jadi toilet kucing peliharaan.

"Tapi suaranya itu sangat aneh, bukannya kucing itu biasanya mengeong?" tanya Anna masih dengan rasa penasarannya.

"Hm, mari masuk. Akan saya kenalkan dengan Cloe."

Sesaat setelah Lucas membuka pintu kamar kostnya, kucing yang dia namai Cloe itu langsung berlari menghampirinya. Melihat hal itu Anna terpaksa percaya dengan apa yang dikatakan oleh Lucas, meskipun ekor mata Anna melirik sekilas kedalam kamar pemuda itu, dan sepertinya memang tidak ada apapun.

"Sekarang anda percaya 'kan?" tanya Lucas dengan nada yang sedikit rendah.

"Iya, maafkan atas perbuatan saya tadi. Kalau begitu saya permisi," kata Anna.

Baru juga beberapa langkah dia meninggalkan tempat itu, Lucas memanggil gadis itu.

"Anna, aku harap kedepannya kita bisa lebih akrab lagi," ucapnya sambil memamerkan senyumannya yang menawan.

"Sejak kapan kita jadi dekat sampai dia bicara formal denganku? eh tapi sepertinya dia jauh lebih dewasa. Ah udah lah biarin saja, aku harus bergegas sebelum ketinggalan bus!" gumam Anna, dia hanya mengangguk atas permintaan Lucas.

Anna berlari ringan menuju kamarnya. Maklum jarak kamar kosnya dengan Lucas hanya membutuhkan waktu dua menit saja.

Pintu kamar Lucas kembali terbuka, hanya cukup bagi seseorang yang sedang mengintip keadaan diluar. Lelaki itu memperhatikan Anna sampai gadis itu memasuki kamarnya. Tatapan mata Lucas tajam, setajam pisau yang baru diasah.

Setelah memastikan Anna tidak keluar lagi, dia kemudian menutup rapat pintu kamarnya. Sebuah senyuman khas seorang psikopat menghiasi wajah tampan Lucas.

Sementara Anna yang tidak ada waktu untuk mandi, hanya menyemprotkan minyak wangi ke beberapa bagian tubuhnya. Biar tidak kelihatan kalau dia tidak mandi juga, Anna yang biasanya hanya mencuci muka dan mengenakan suncsreen, hari ini gadis itu memoleskan make up tipis pada wajahnya.

"Aku rasa sudah cukup. Ayo berangkat, Ellie pasti sudah lama menungguku."

Anna menyambar tas ransel yang semalam sudah dia siapkan, dia lalu mengunci pintu kamar dan berjalan menuruni anak tangga dengan terburu-buru.

"Anna! Sudah mau berangkat?" Suara perempuan tua Pemiliki kost-an menyapanya.

"Iya, Madam Martha. Saya berangkat dulu, sudah hampir kesiangan."

"Kamu sudah bertemu dengan tetangga kamu itu? Gimana? Dia tampan 'kan?" Madam Martha memang suka sekali ngobrol dengan Anna, sebab hanya gadis itu yang betah menemaninya berbincang.

"Iya, Madam. Saya tadi pagi ketemu langsung. Nanti kita lanjutkan ngobrolnya ya, Madam. Sudah telat banget ini," ujar Anna.

"Ya sudah, kamu kuliah dulu. Nanti kita lanjutkan lagi ya."

Anna mengangguk dan dia kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini langkah kakinya berganti menjadi sebuah lari ringan. Bus yang akan mengantarnya hampir sampai dalam hitungan empat menit saja.

1
simta dila
🥲🥲🥲
simta dila
baru lanjut lagi baca nya, yaampun kenapa begini 🥲 ga bisakah ana mencintai Lucas juga huhuw
Arini September
ceritanya menarik gk monoton bacanya
Arini September
kpn update lg thor
ku nunggu bnget
Azumi Rahmat
Thor tolong diperbaiki tulisannya byk salah" jdi kurang nyaman bacanya..
semangat ya thor
simta dila
😍😍
Abinaya
Temanggung,dekat Wonosobo berarti kak 😀
simta dila
waduh /Grin/
Nayla Nazafarin
nyimak
NuLa
nikahin ana lucas
simta dila
waahhh akhirnyaaaa 😍
simta dila
up lagi kk suka ana lucass
Maesaro_Ardi: sudah up ya kak/Smile/
total 1 replies
NuLa
hebatttt
Maesaro_Ardi: terima kasih 🙏
total 1 replies
simta dila
meski psikopat, tp kaya ga pengen ana Lucas pisah 😅
Andre
Sumpah ini ceritanya keren banget. Nyesel baru nemu cerita ini. siap2 maraton dong aku.
cool kid
semangat Thor 😘
Siti anisa Anisa Anisa
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh aku Siti anisa,jujur ini cerita makin seru sumpah,dan jujur juga aku gak pernah bosen bacanya, aku doakan semoga semangat terus bikin karya2nya,dan rezekinya di lancarkan terus,dan semua keluarga di sehatkan terus dan panjang umur Aamiin Aamiin ya rabbal Al-Amin
Siti anisa Anisa Anisa: Aamiin🤲😊
total 2 replies
Bella Ox
thorrrr aku padamu 😍😍😍
Bunda Silvia
kok bersambung kirain end novel 🙈
Bunda Silvia
poor Anna jangan sampe dia hamil anak luckas lagi 🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!