NovelToon NovelToon
Rumah Di Tengah Sawah

Rumah Di Tengah Sawah

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Horor / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: bung Kus

Selama 19 tahun, aku dan keluargaku mendiami rumah ini. Rumah di tengah sawah. Rumah nyaman khas pedesaan, jauh dari hingar bingar kota. Udara sejuk, malam yang tenang membuat aku betah berlama-lama di rumah.
Hingga akhirnya, kejadian-kejadian aneh menimpaku. Semakin lama kehidupanku semakin terusik. Ditambah lagi kisah asmaraku yang tidak semulus pipi Erni, gadis pujaanku. Ah, apa yang sebenarnya terjadi? Semua masih misteri.
Semua akan terbuka dan kalian akan menemukan satu persatu jawaban dari misteri yang ada, jika kalian mengikuti kisahku dari awal sampai akhir . . .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bung Kus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Erni

Seperti yang sudah aku ceritakan, rumahku benar benar nyaman bagiku. Sampai aku enggan untuk keluar rumah. Tapi pagi ini aku harus pergi kuliah, lanjut sore ada jam siar. Dandanan necis, aroma wangi menyengat parfum semprot harga 15 ribu. Rambut sisir pakai jari, baju kotak kotak celana jeans pensil, sepatu merk luar negeri KW, pundak menggendong tas ransel buteg. Becermin dan menggumam, weh ganteng banget aku.

Oke, sehabis sarapan jagung rebus, meluncur lah aku. Melewati persawahan, orang orangan sawah seakan melambai sambil ngomong hati hati di jalan ya. Mungkin kalau bukan orang sekitar yang melintas di area persawahan ini bakalan takut ya, suasana nya sepi, hawanya sejuk malah terlampau dingin, serta beberapa orang orangan sawah yang terbuat dari "damen". Cocok kayaknya untuk lokasi shooting film horor.

Beberapa ratus meter berikutnya membentang sungai. Sungai khas pedesaan dengan batu batu se gedhe perumahan. Suara air yang mengalir deras terdengar sampai beberapa ratus meter. Untuk menuju seberang hanya ada satu jembatan di daerah sini yang bisa digunakan melintas. Jembatan yang memiliki lebar tidak lebih dari 2,5 meter.

Setelah 40 menitan dalam lamunan menikmati perjalanan, sampailah aku di tujuan, kampus fakultas ilmu pendidikan. Hari ini ada beberapa mata kuliah yang mesti aku ikuti. Untuk pagi ini, pukul 8 aku harus menikmati sajian mata kuliah bimbingan dan konseling. Masuk ruangan, duduk di pojok belakang adalah jalan ninjaku.

Ternyata hari ini pembagian tugas kelompok. Aku sih bakalan mudah cari teman untuk tugas kelompok, karena aku termasuk salah satu mahasiswa teladan. Tapi sebenarnya aku pengen banget bisa satu kelompok dengan Erni.

Ya, namanya Erni. Aku belum akrab dengannya. Cewek berjilbab, dengan hidung minimalis, alis segaris, kulit putih bersih dan senyum yang super manis. Seringkali aku mencuri curi pandang terhadapnya. Setahu aku dia nggak punya cowok, eh belum mungkin ya. Tapi mau langsung mendekat tanpa alasan yang jelas pantang bagi seorang Dani. Begitu pikirku.

Nah, mungkin memang hari ini adalah hari keberuntunganku. Pembetukan kelompok terdiri dari 3 orang secara acak. Dan namaku muncul satu kelompok bersama Erni dan Nita. Wah, mimpi apa aku semalam. Rasanya lirik lagu "Senangnya dalam hati, kalau beristri dua, seakan dunia, aku yang punya" terngiang ngiang ditelingaku. Setelahnya setiap kelompok diwajibkan membuat materi presentasi tentang pentingnya konseling di sekolah dasar.

Nita, cewek berponi dengan panjang rambut sebahu memulai percakapan.

"Oke, kapan kita ngerjainnya?"

"Lha mbuh, ngikut aja aku" jawabku enteng. Kulirik Erni, dia hanya manggut manggut.

"Eh, rumahmu mana to Dan?" tiba tiba Erni bertanya, yang cukup membuat aku gelagapan, mungkin kalau manusia itu kulitnya transparan, akan terlihat jantungku berdetak melebihi batas kecepatan normal.

"Eee, itu lho daerah Karang" jawabku dengan suara sedikit bergetar.

"Lhah, aku pengen tau daerah situ, yog kesana yog!" Nita menimpali sambil memukul ujung pundakku sebelah kanan.

"Sama, aku belum pernah kesana, yog ke rumahmu Dan, sekalian ngerjain tugas" Erni antusias.

"He?? jangan hari ini, aku ada jam siar" jawabku gelagapan. Kaget, campur seneng, lebih banyak senengnya sih, Erni mau ke rumah.

"Oke, yowes, lusa nek gitu ya, piye?" Nita memutuskan meminta persetujuan.

"Aku sih oke aja" Erni menjawab.

Aku manggut manggut meng iya kan. Meskipun lusa ada jam siar, bisa lah nanti diatur. Minta ijin sama kabag siar ada jam kuliah tambahan, gitu aja pikirku. Mungkin tubuhku saat ini terlalu banyak memproduksi hormon dopamin. Rasanya bibir ini semacam di tarik jari jemari tak terlihat agar tidak berhenti menyunggingkan senyum. Tubuh serasa ringan banget.

Dalam hati aku berharap dengan tugas kelompok ini, aku bisa lebih mengenal Erni, syukur syukur bisa lebih dekat. Hi hi hi . . .

1
Alwa fikriah
ceritannya sangat bagus sekali,
Alexander
good job author.
Alexander
lalu bagaimana dengan nasib anak kembar wira yang perempuan ?
Alexander
ngasih sesajen itu juga wujud ketundukan kita pada kaum lelembut itu.
Alexander
kenapa malah jadi lagunya judika ??
Alexander
kalau mbah kadir adalah anak dari wira, bukankah seharusnya usianya masih di kisaran 58 tahun ?
Alexander
ternyata rumah tembok. dalam banyanganku rumah lek diran adalah rumah kayu.
Alexander
menuntut orang lain bersikap terbuka, dianya sendiri suka main kucing2an.
Alexander
tapi perjanjian seperti itu tidak bisa putus begitu saja. anak keturunannya punya dua pilihan. meneruskan persekutuannya dengan bangsa jin atau memutus mata rantai dengan rukyah dan taubat sungguh2.
Alexander
seperti perempuan saja, merajuk tanpa kejelasan alasan 😅
Alexander
perhatian seorang ayah itu dititipkan melalui istrinya. ibu dari anak2 nya.
Alexander
dan dani sempat melihat pak ndori melayani pelanggan dengan mobil merah kan ?
Alexander
titik terendah itu ada karena kamu sendiri yang menciptakannya. kok menyalahkan roda takdir.
Alexander
kaburnya pakai motor yang dibeli dengan uang bapaknya. hadeehh 😅
Alexander
pemeran utamanya berpikiran sempit. menyimpulkan segala sesuatu dari sudut pandangnya sendiri.
Alexander
tapi bukan dengan cara seperti itu kamu meminta penjelasannya. tidak punya tata krama.
Alexander
kalau yang sakit bukan erni, apakah dani tetap berpikir demikian ?
Alexander
paracetamol sirup ?
Alexander
kalau di sini hari keramatnya hari kamis wage malam jumat kliwon tolu. di novel sebelah hari rabu wage manahil seingatku.
Alexander
seharusnya masjid bisa jadi pilihan untuk beristirahat atau tidur, tapi banyak masjid yang sudah digembok selepas sholat Isya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!