NovelToon NovelToon
COMPLICATED

COMPLICATED

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Nikahmuda / Cintamanis / Tamat
Popularitas:254.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Elza Veronika

Season 1 :
"Jika laki-laki yang menghamili mu adalah seorang Dokter, apakah papamu masih akan melakukan itu?"

Aurel tersentak, ia menatap Dokter itu dengan seksama.

"Apa maksud Dokter?"

"Aku akan menikahimu!"

Cerita ini menceritakan tentang perjuangan seorang dokter yang mati-matian menengang teguh sumpah jabatannya, hingga kemudian ia merelakan hidupnya, kepentingannya, perasaannya.

Lalu apakah akan selesai di sini? Masalah kembali datang ketika pria yang menghamili gadis itu muncul, dan tentang siapa sebenarnya pria itu dan apa hubungannya dengan Jessen, membuat hidup Jessen menjadi sangat rumit.

Season 2 :
Kehidupan baru David - Alea dimulai. Kehilangan bertubi-tubi yang dialami David membuatnya hancur dan rapuh.
Yang ia miliki sekarang hanyalah janin yang ada dalam kandungan Alea. Ia tidak ingin kehilangan lagi.
Bagaimana kehidupan mereka?
Siapa Ayah David?
Bagaimana dengan Jessen - Aurel?
Simak terus di COMPLICATED (David - Alea Story) ya ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elza Veronika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Petuah Dokter Richard

Jessen masih fokus mengasisteni Dokter Richard, ketika kemudian ia mulai sadar apa yang salah dengan gadis itu, apa yang akan diambil dari tubuh gadis itu.

'Rahim?'

Jessen sedikit tersentak ketika sadar bahwa operasi itu adalah operasi pengangkatan rahim gadis muda itu. Kenapa dengan usia semuda itu rahimnya harus diambil?

Jessen masih menyimpan pertanyaan itu dalam hatinya, hingga kemudian ia sadar bahwa rahim itu tidak dalam kondisi yang bagus. Ada robekan begitu panjang, dan dari sanalah ia sadar kenapa perlu banyak darah.

Jessen hanya menelan ludah, tak bisa ia bayangkan di usia yang begitu muda ia harus kehilangan rahimnya!

Operasi selesai, Jessen segera melepas masker dan sarung tangannya, ia melemparkan benda itu ke dalam tempat sampah, lalu membuka jubah operasinya. Ia bergegas mencuci tangan bersih-bersih dan meraih kembali snelinya.

Ketika sosok Dokter Richard terlihat dari sudur matanya hendak keluar dari OK, Jessen bergegas membuntutinya, banyak sekali pertanyaan yang ia simpan sepanjang operasi tadi.

"Dokter Richard!" panggilnya setengah berlari.

Sosok itu berhenti, menanti Jessen mendekatinya.

"Kenapa?" Jessen sudah berada di samping dokter bedah itu.

"Ada yang ingin saya tanyakan, Dokter!"

Dokter Richard tersenyum, "Ada untungnya juga kan kau aku ajak asistensi malam ini?" Dokter Richard kembali melangkah, "Ayo ikut aku!"

Jessen hanya mengangguk, lalu mengekor di samping dokter yang meraih gelar lulusan terbaik PPDS bedah itu. Jessen hanya menurut saja bahkan ketika Dokter Richard melangkah ke luar halaman rumah sakit.

Mereka terus melangkah hingga kemudian berhenti di depan warung mie ayam kaki lima tak jauh dari rumah sakit.

"Kok kesini, Dok?" tanya Jessen heran ketika Dokter Richard melangkah masuk ke dalam.

"Mie ayam dua, teh hangat dua ya, Pak!" ujar Dokter Richard sambil melepas snelinya.

"Siap, Dokter! Seperti biasa ya?" tanya penjual mie ayam yang nampaknya sudah sangat akrab dengan Dokter Richard.

"Kita bahas sambil makan, ya Sen!" guman Dokter Richard sambil meringis.

Jessen hanya mengangguk lalu duduk di bangku depan dokter bedah itu.

"Apa yang ingin kau tanyakan?" Dokter Richard mulai serius, sambil menanti pesanannya, ia menatap Jessen lekat-lekat.

"Soal pasien tadi, Dokter. Kenapa rahimnya harus diangkat? Usianya nampak masih sangat muda." Jessen menatap dokter bedah itu, menantikan jawaban dari mulutnya.

"Memang, ia baru sembilan belas tahun! Rahimnya robek, Sen. Sudah tidak dapat dipertahankan. Pendarahannya hebat, kau tahu sendiri kan berapa kantong darah tadi yang kita gunakan?"

"Robek karena melahirkan? Atau karena apa, Dokter?" Jessen mengerutkan dahinya. Ia sungguh sangat penasaran.

"Aborsi!"

Jessen tersentak, ia menatap Dokter Richard yang kemudian memasang wajah dingin itu. Aborsi? Pantas saja! Jessen tak menyangka bahwa dampaknya dapat semengerikan itu.

"Aborsi ilegal?" Jessen mencoba mengorek informasi sedetail-detailnya. Mumpung ada kesempatan, sedikit apapun akan sangat bermanfaat kelak.

"Bisa dibilang begitu, Sen!" Dokter Richard menopang dagunya, matanya menatap lurus kedepan. "Dia minum jamu, entah apa yang dia minum, gagal gugur, lalu ia pergi ke paraji, di pijitlah perut dia, janinnya berhasil keluar, di usia lima belas Minggu, hanya saja kemudian ia pendarahan hebat, baru ini tadi dibawa ke rumah sakit. Yasudah, kita cek rahimnya sudah rusak, mau bagaimana lagi?"

"Hamil diluar nikah, Dok?" tanya Jessen yang masih agak penasaran.

"Entah, biarlah kepolisian yang urus, Sen. Kasus sudah sampai ke kepolisian, parajinya sudah diamankan. Kabarnya bukan kali ini saja dia melakukan praktek aborsi."

"Dari semua korban, lalu apakabar? Apakah juga bernasib sama dengan pasien tadi?" Jessen menyeruput teh hangatnya.

"Entah, aku juga tidak tahu kalau perihal itu, Sen." Dokter Richard melepas kacamatanya. "Ayo makan dulu!"

Jessen hanya mengangguk, ia kemudian ikut menyendok mie itu dari mangkuknya, tanpa banyak bicara.

Aborsi ... kenapa juga praktek ilegal itu masih ada? Dengan jamu lah, obat entah apa namanya yang mereka pakai, pijat perut lah ... apa mereka tidak memikirkan efek jangka panjang dari apa yang mereka lakukan? Beruntung sih hanya rahim yang diambil, kalau nyawanya sekalian diambil malaikat maut? Apa jadinya?

"Mau ambil spesialisasi apa kelak kamu, Sen?" tanya Dokter Richard tanpa menatap Jessen.

"Entah Dok, saya sendiri masih bingung." jawab Jessen jujur, sungguh ia masih belum menentukan spesialisasi apa yang kelak akan ia ambil. Yang jelas bukan bedah sepertinya.

"Koas dua tahun belum bisa membuatmu yakin ingin mengambil spesialisasi apa?"

"Koas hanya membuat saya yakin bahwa setelah di sumpah jabatan, maka hidup dan bakti saya akan dedikasikan untuk sesama, Dok." Jessen tersenyum kecut, memang benar kan?

"Benar juga, namun segera tentukan spesialisasi apa yang hendak kamu ambil, Sen!"

Jessen terdiam, ia masih sibuk menyuapkan gulungan mie itu ke mulutnya. Otaknya masih berpikir keras, ia sebenarnya minat di spesialisasi apa? Selama koas ia belum menemukan spesialisasi yang mengena di hatinya.

"Tidak tertarik dengan bedah?" tanya Dokter Richard ketika juniornya itu hanya terdiam membisu.

"Saya takut jika tidak bisa seperti Dokter."

"Kenapa harus jadi seperti saya? Jadi dirimu sendiri! Dokter bedah dengan ciri khas mu sendiri, Sen!"

"Apakah saya mampu, Dokter?" Jessen menatap wajah teduh di depannya itu. Rasanya ia tidak terlalu percaya diri.

"Kenapa setiap ada operasi aku mengusahakan kamu hadir sebagai asistensi?" tanya sosok itu sambil meletakkan sumpit di mangkuknya.

"Dokter ingin mengerjai saya bukan?" jawab Jessen asal, bukankah itu yang tadi ada dalam pikirannya?

"Ngaco kamu!" Dokter Richard tertawa, sama sekali tak merasa tersinggung. "Karena aku melihat kamu ada kemampuan di bagian bedah, Sen! Dan aku ingin kamu belajar dari setiap kasus yang aku tangani di OK!"

Jessen menatap Dokter Richard lekat-lekat, benarkah? Mengapa dirinya sendiri malah tidak dapat menyadari itu? Kenapa malah orang lain yang menyadari minat dan kemampuannya?

"Tapi coba kamu perdalam lagi minat dan bakat kamu, aku tidak bisa memaksamu hanya karena dari kacamata ku kamu ada potensi di bagian bedah, bukan?" Dokter Richard tersenyum bijak. "Kamu yang menjalani, kamu yang menentukan, Sen!"

"Saya sangat berterimakasih, Dokter!" Jessen tersenyum. "Lain kali saya sangat berterimakasih dan senang jika diizinkan Dokter untuk kembali bergabung di OK!"

Dokter Richard tersenyum, "Pasti, jadi tolong buang pikiranmu bahwa aku mengajak mu karena aku hanya ingin mengerjai mu, ya!"

Jessen tertawa, sungguh pendek sekali pemikirannya tadi! Padahal belum tentu kelak ia dapat pengalaman seperti ini bukan? Tiap kasus yang dibawa ke OK belum tentu sama bukan?

"Oh iya, satu lagi yang ingin saya sampaikan, Sen!"

Jessen mengangkat wajahnya, ia menatap lekat-lekat wajah Dokter senior itu.

"Apa Dokter?"

"Dalam sepanjang karier mu kelak, kamu akan menemukan pasien yang akan mengajak dan memaksa mu melanggar sumpah mu, sebanyak apapun uang yang ia sodorkan, tolong ingat bagaimana susahnya perjuangan mu untuk mendapatkan gelar dokter mu!"

1
senjasabdaalam
kak ga lanjut kah?? padahal bagus banget.
Esti Afitri88
jalan ceritanya manis banget . suka
Esti Afitri88
kok ikut kuatir aq
senjasabdaalam
kak lanjut dong yang ini
senjasabdaalam
kapa lanjut kak?
Yus Nani
malas bangat segala muncul Mak lampir pelakor oh pelakor kegatelan garuk gih
Yena Kim
kak kapan up lagi:)
Yena Kim
apa dari bapaknya yang gonta ganti pasangan
Yena Kim
dari sini aku mumet.kasihan alea tapi kalo david tanggung jawab malah lebih kasihan lagi
Yena Kim
emang dokter sih coba orang jawa tulen trus awam juga pasti percaya begituan.:)
Yena Kim
pliss ini candu banget ceritanya:)
Yena Kim
resortnya bagus.bismillah bisa kesana sama suami
Yena Kim
aku ikut terharu
Wiwin
ceritanya keren... sayangnya judul di ujung senja pindah ke GN, kalau mau dapat ebook nya, apakah bisa? berapa mahar ny?
Fitha Millu
bawang beraps kilo sih Thor..... Charles 😭😭😭😭😭😭
Fitha Millu
isi ceritanya sesuai judul....complicated
Fitha Millu
jangan2 Daddynya David itu papanya Jessen ya thoy
Ama Lorina Raju
so sweet
Ama Lorina Raju
siapa yg fak luluh tor kalo sdh seranjang 😂😂😂
Ama Lorina Raju
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!