NovelToon NovelToon
Queen Of The Earth

Queen Of The Earth

Status: tamat
Genre:Fantasi / Supernatural / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:699.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: ptrmyllln

Awalnya Hera Athena Demeter hanya seorang manusia biasa yang mendapat beasiswa di Universitas Johannes Gutenberg Mainz, Jerman. Namun semua itu berubah ketika ia mendapati fakta bahwa ternyata ia merupakan manusia serigala. Objek yang selama ini ia teliti untuk memenuhi tugas akhirnya.

Ia juga mendapati kejadian yang berada diluar nalar manusia awam. Tidak hanya itu, ia juga mendapati kejutan-kejutan lain yang mengantarkannya pada seorang Alpha yang tertidur,
Zeus Ares Asklepios.

Salah satu dari kejutan itu adalah Hera merupakan Queen of the Earth yang berikutnya. Namun sebelum itu ia harus menemukan Queen of the Earth sebelumnya dahulu untuk melakukan perjanjian darah.

Lantas bagaimana perjalanan Hera dalam menemukan Queen of the Earth sebelumnya itu? Lalu, kejutan-kejutan apa lagi yang akan didapatkan Hera?

Ikuti kisahnya hanya di 'Queen of the Earth'. Cerita ini akan membawa kalian merasakan kehidupan di dunia fantasi yang berada diluar nalar manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ptrmyllln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

QotE 02 ∆Jelmaan Tangan Dewi Kesuburan∆

Hera membuka pintu apartemen dengan raut wajah lelah.

Hari ini banyak sekali pengunjung di St*rb*cks, Hera bersyukur karena dia akan mendapatkan upah lebih meskipun penat luar biasa. Masalah pria misterius itu Hera sudah melupakannya. Mungkin hanya orang iseng, itu sudah sering terjadi selama ia bekerja di sana dan Hera mengabaikannya saja.

Hera membuka satu persatu pakaiannya kemudian berendam menggunakan air hangat yang sudah ia campur dengan bunga lavender yang ia tanam.

Hera memejamkan matanya kala air hangat itu membelai tubuhnya, rasanya nyaman sekali, badannya pun seakan-akan pulih dari penat setelah merendam tubuhnya dengan air hangat tersebut.

'Hera ...'

Mata Hera terbuka, suara itu ... suara itu muncul lagi setelah beberapa hari ini tidak terdengar. Hera bingung, darimana asal suara itu.

Suara misterius itu seakan-akan berada di dalam kepalanya, pertama kali ia mendapati suara tersebut adalah di hari ulang tahunnya yang ke tujuh belas dan Hera mengira itu hanyalah orang iseng yang memanggil namanya saja, jadi dia mengabaikannya.

Satu tahun berselang suara itu kembali muncul dan itu hampir setiap hari, Hera sudah memeriksakan ke dokter tapi jawaban sang dokter adalah suara itu hanya halusinasi Hera saja katanya. Waktu itu ingin rasanya Hera berteriak di wajah sag dokter bahwa tidak ada halusinasi yang muncul setiap hari, tapi apalah daya Hera.

Hera juga merasakan ada orang lain yang berada di dalam tubuhnya, hal itu karena setiap kali Hera di bully atau di perlakukan dengan kurang baik jiwa lain ditubuhnya seakan ingin memberontak tapi semuanya tertahan begitu saja.

Hera bergegas menyelesaikan mandinya kemudian mengerjakan tugas yang belum sempat dia kerjakan.

Pagi harinya Hera terbangun dengan badan yang pegal-pegal, wajar saja ia tidur dengan posisi duduk, dia ketiduran setelah menyelesaikan tugas-tugasnya. Hera mengemasi buku-buku dan juga tugas-tugasnya lalu memasukkan ke dalam tas miliknnya.

Ia mengambil air kemudian menyiram tanaman yang berada di balkon. "Selamat pagi," sapa Hera pada tentanamannya. "Segar sekali," Hera menghirup udara segar yang diciptakan oleh tanamannya. Lalu ia beralih pada tanaman lavender yang beberapa tangkai sudah ia ambil. "Tumbuh yang subur," katanya.

Tanaman-tanaman itu tumbuh dengan subur, jika dilihat hanya balkon Hera saja yang menyerupai hutan karena banyaknya tanaman yang dia tanam. Wajar saja, Hera banyak menanam tanaman hijau seperti tanaman herbal, karena tanaman herbal akan memudahkan pengobatannya ketika ia sakit. Maklum biaya berobat di kota sangat mahal, jadi ia harus pandai merawat diri dan menghemat uang.

Kata ibu panti dulu, tangan hera adalah jelmaan tangan dewi kesuburan sebab apa yang dia tanam maka tanaman itu akan tumbuh subur bahkan kaktus yang ia tanam di daerah gunung pun akan seperti kaktus di daerah gurun pasir.

Hera teringat apel hitam yang ditanamnya di panti, apel langka itu tumbuh sangat subur, bahkan pohon itu berbuah 6 bulan sekali padahal biasanya apel itu akan berbuah sekitar 2-5 tahun sekali makanya buah apel hitam sangat langka. Dan anehnya buah apel hitam milik Hera hanya akan bisa di petik jika sudah mendapat ijin dari Hera, jika tidak maka jangan harap buah itu akan lepas dari tangkainya, ajaib memang Hera saja bingung.

Hera bergegas mandi dan berkemas pergi kuliah, hari ini dia ada presentasi tentang Artefak yang dia teliti seminggu yang lalu. Artefak itu mengenai kebenaran tentang adanya keberadaan makhluk immortal. Makhluk immortal yang Hera pilih adalah werewolf entahlah Hera hanya ingin memberitahukan kepada semua orang saja bahwa werewolf itu ada, tidak hanya khayalan Hera semata.

Hera berangkat menuju Universitasnya, untung saja di negara ini menyediakan angkutan umum yang tepat waktu jika tidak maka dapat dipastikan banyak para pekerja yang dipecat karena keterlambatannya.

"Sepi sekali," gumam Hera saat kaki kecilnya melangkah masuk kedalam gedung kuliah.

Apakah aku terlalu pagi? pikirnya melihat hanya beberapa mahasiswa saja yang berlalu lalang.

Di koridor, Hera melihat orang-orang yang sering membullynya. Hera berjalan dengan menunduk dan menggenggam erat tali tasnya dia sudah pasrah jika harus ditendang, dipukul atau bahkan disiram dengan air pel. Namun hingga Hera sampai di depan pintu kelas, Hera tidak merasakan apa-apa sehingga membuat Hera sedikit heran. "Tidak biasanya mereka hanya diam saja seperti itu," gumamnya, "ah syukurlah, mungkin mereka sudah bosan menggangguku." Hera tersenyum kemudian masuk kedalam kelas yang masih sepi. Hanya terisi beberapa mahasiswa saja.

Hera duduk di bangku paling depan, bukan karena dia sok pintar atau apa hanya saja jika duduk di belakang maka suara dosen tidak akan terdengar jelas. Hera tidak akan membiarkan beasiswanya terbuang sia-sia jika dia tidak mendapatkan ilmu dari yang lebih berpengalaman.

"Guten morgen, wie geht es Ihnen ? (Selamat pagi, bagaimana kabarmu?)" sapa Hera pada mahasiswa berkaca mata di sebelah kursinya.

Mahasiswa itu menutup bukunya, lalu membenarkan kacamatanya yang agak melorot. "Danke, gut ! Und Ihnen ?(Terima kasih, baik-baik saja! Dan kamu ?) tanyanya pada Hera.

"Auch gut, danke! (Baik juga, terima kasih!) kata Hera.

"Hera," panggil Jane, mahasiswa tadi.

"Ja? (Ya?)"

"Artefak tentang apa yang kamu pilih?"

"Aku memilih Artefak keberadaan werewolf," kata Hera tersenyum.

Jane mengernyit bingung. "Werewolf? Bukankah itu manusia serigala?"

Hera mengangguk semangat. "Kau benar,"

"Bukankah makhluk itu hanya mitos?" tanya Jane lagi. Ia bingung dengan Hera, bagaimana ia bisa menemukan kebenaran tentang adanya Werewolf sedangkan werewolf sendiri itu hanyalah makhluk mitos yang menjadi dongeng sebelum tidur?

Hera menggeleng, kemudian berkata, "Mungkin kata orang manusia serigala hanyalah makhluk mitos, tapi bagiku tidak. Mereka benar-benar ada, dan aku akan membuktikannya."

Jane mengangguk. "Eum, baiklah semoga kau berhasil," katanya.

"Terima kasih, oh iya bagaimana denganmu, Jane? Apa yang kau teliti?" tanya Hera kepada Jane.

"Aku memilih, Dinosaurus jenis apa saja yang ada di sini pada jutaan tahun lalu, dan dinosaurus jenis apa yang terakhir punah," kata Jane.

"Oh baiklah, aku fikir kau akan pergi ke museum?"

"Ja (ya),"

"Semoga berhasil,"

"Terima kasih, Hera," ucapnya, "sepertinya Mrs. Smith akan datang sebentar lagi," katanya lagi dengan melihat para mahasiswa yang mulai berdatangan memenuhi kelas. Jika para mahasiswa nakal sudah masuk artinya dosen sebentar lagi juga akan masuk.

"Selamat pagi."

Benar saja Mrs. Smith sudah masuk ke dalam kelas kemudian duduk dengan anggun di singgasana dosen.

"Silahkan yang ingin presentasi terlebih dahulu, siap tidak siap kalian harus mempertanggung jawabkan penelitian kalian."

Para mahasiswa yang maju pertama adalah mahasiswa  yang mendapatkan beasiswa, mahasiswa yang dianggap pintar oleh mahasiswa normal lainnya, salah satunya Jane. Hera mendapatkan urutan ke empat untuk melakukan presentasi. Ia berdoa semoga saja ia bisa mempresentasikan hasil penelitiannya dengan baik.

1
Nuer Aini Ramadhan
mampir lagi
gak pernah bosen 😍😍😍
Nuer Aini Ramadhan
cerita sangat luar biasa
imajinasi nya dapat banget
seperti asli
saya membaca novel ini seperti saya ikut dalam alur ceritanya
cerita gak berbelit2
pokoknya the best banget
rekomendasi banget
wulansari
lanjut thor critanya bagus suka trims selamat berkarya
Seniman Armadin
bagusss bnget apa lagi sy suka fantasi 🥰
Maman Sukardiman
aku baru baca .. lumayan menarik
ptrmyllln: alhamdulillah, semoga kedepannya bisa menghibur Anda yaa😇😇
total 1 replies
Ika Risma Sitangsu
kok sequelny gK ada
ptrmyllln: Sudah publis di mt/nt ya kak, judulnya DANGELF
total 1 replies
khusnul khatimah eldy15
Luar biasa
khusnul khatimah eldy15
Lumayan
X'tine
paling gak suka ada pembullyan, terus ceweknya lemah... sedihhh bgt
X'tine
hadir Thor, baru menyimak
Adudatul Ulya
luar biasa...aku suka buanget
Adudatul Ulya
aku suka cerita ini
Adudatul Ulya
keren... imajinasi yg luar biasa
Siti Arbainah
𝘬𝘺𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘬𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘳𝘶 𝘫𝘨𝘢 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘋𝘈𝘕𝘎𝘌𝘓𝘍 𝘥𝘳 𝘴𝘦𝘲𝘶𝘦𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘫𝘢 𝘴𝘥𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘭𝘶𝘤𝘶 𝘯𝘨𝘦𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘣𝘢𝘺𝘪 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘨𝘢𝘭𝘢 𝘭𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 matenya😄
Siti Arbainah
𝘢𝘱𝘢 𝘏𝘦𝘳𝘢 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘮𝘪𝘭 𝘺𝘢
Siti Arbainah
Kecewa
Baca Buku
loh katanya guardian akan keluar kalau queen dalam bahaya..
Baca Buku
imaginasinya mengingatkan saya dgn penulis yg lain. sama2 keren. angkat 10 jempol
Baca Buku
enak ya kalau bisa telepati. jadi ga usah teriak2 minta diambilin handuk kalo lupa bawa ke kamar mandi..hehehee
Endah Umiyati
ceritanya keren banget...👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!