Mencintai wanita yang juga dicintai oleh sahabatnya, membuat Rio lebih memilih mundur dan mengubur perasaannya dalam-dalam.
Melihat wanita yang dicintainya bahagia dia pun ikut bahagia. Bahkan segala usaha dia lakukan agar sang wanita bahagia. Semua usahanya untuk membahagiakan dilakukan tanpa ada yang tahu. Cukup dirinya dan Tuhan saja yang tahu. Tanpa sedikitpun ingin memiliki sang pujaan hati. Dia memilih mundur asalkan sahabat dan pujaan hatinya bahagia.
Setelah memastikan wanita pujaan hatinya bahagia, Rio pun memilih untuk mengabdikan hidupnya pada sang bunda. Setelah beberapa bulan tinggal bersama bunda, Rio hendak Dijodohkan dengan adik sahabatnya.
Apakah Rio menerima perjodohan itu nantinya ataukah memilih wanita lain? Yuk kawal Rio mencari dan menggapai cinta sejatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SR 2
Bocah laki-laki itu menghentikan motornya di sebuah bengkel kecil di pinggir jalan. Letak bengkel yang agak masuk ke dalam halaman, membuatnya tidak kelihatan. Hanya orang-orang tertentu saja yang menggunakan jasa bengkel itu, walaupun demikian banyak konsumen yang memakai jasanya.
"Lo tunggu di sini aja, biar Gue sama Mamang bengkel yang ambil sepeda Lo!" ucap anak laki-laki yang bernama Rio tersebut. Gadis remaja itu menjawab dengan anggukan kepala.
Rio mengajak Mamang bengkel ke lokasi dimana sepeda si Gadis ditinggalkan.
Mereka sampai di lokasi, kedua preman itu masih di sana sambil memegangi sepeda yang bannya kempes. Preman itu langsung meminta uang tebusan. Mamang bengkel yang juga mantan preman melarang Rio, untuk tidak memberikan uang tebusan pada preman itu.
Kedua preman itu pun marah dan hendak menghajar Rio, akan tetapi Mamang bengkel dengan sigap menghajar kedua preman itu hingga meminta ampun dan pergi meninggalkan tempat itu.
Rio hanya mengantar Mamang dan sepeda milik gadis itu ke bengkel. Dia harus segera pulang menyerahkan belanjaan pesanan sang bunda.
*
*
*
Dua Minggu kemudian...
Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah baru. Rio bangun pagi-pagi sekali untuk bersiap berangkat sekolah.
"Rio, sarapan dulu! Biar nggak pingsan pas mengikuti upacara," panggil sang bunda, Ibu Sonya.
"Iya, Bun. Sebentar lagi, masih pakai sepatu ini," jawab Rio sambil berteriak.
Selesai mengenakan sepatunya, Rio langsung mendatangi meja makan yang terletak di dapur.
"Bunda masak apa?" tanya Rio sembari duduk di dekat sang bunda.
"Masak nasi goreng hijau saja, biar cepat! Bunda takut terlambat sampai sekolah," jawab ibu Sonya.
Rio bukanlah anak yang manja dan susah makan. Apapun dia makan yang penting bunda juru masaknya.
Tak lama kemudian mereka pun berangkat ke sekolah bersama, setelah membereskan meja makan dan mengunci semua pintu dan jendela.
Rio sekolah di tempat sang bunda bekerja sebagai petugas Tata Usaha. Rio mendapat beasiswa sehingga bisa masuk ke sekolah itu. Ibunya yang hanya seorang janda telah berhasil mendidik Rio menjadi anak sholeh dan pandai, jadi wajar dia bisa mendapatkan beasiswa.
Rio berangkat sekolah dibonceng sang ibu menggunakan motor matic yang hari itu pernah dipakai Rio saat menolong seorang gadis remaja yang diganggu oleh preman. Tak butuh waktu lama untuk sampai ke sekolah karena hanya selisih beberapa blok saja.
Rio turun di luar gerbang sekolah agar tidak ketahuan jika dia anak salah satu karyawan di sekolah itu. Rio berjalan memasuki gerbang sekolah. Tiba-tiba Rio menghentikan langkahnya ketika melihat gadis berkuncir ekor kuda yang ditolongnya dua Minggu yang lalu.
"Gadis itu ternyata sekolah di sini juga! Sebaiknya aku pura-pura tidak kenal saja, agar dia merasa nyaman sekolah di sini." gumam Rio pelan tanpa ada yang mendengarnya.
Sejak saat itu, Rio selalu mengawasi sang Gadis yang ternyata bernama Rahma Dewanti. Seorang murid yang cerdas berasal dari kampung yang cukup jauh dari sekolah. Gadis itu sering terlambat karena jarak rumah yang jauh, hanya ditempuh dengan mengayuh sepeda. Hanya gadis itu saja yang rumahnya paling jauh dibandingkan dengan teman-teman lainnya.
Rio mengagumi kecantikan dan kecerdasan yang dimiliki Rahma. Tak jarang Rio sering memperhatikan Rahma dari kejauhan, agar tidak ada yang menyadari tingkahnya itu.
Sampai suatu hari, sahabat dekatnya meminta bantuan untuk mendekati gadis culun yang cerdas. Frans, nama sahabatnya, meminta bantuan Rio untuk ikut membully sang gadis culun itu untuk menutupi perasaannya. Rio pun mau tidak mau menyanggupi permintaan itu.
"Rio, bantu Gue dong! Kita pura-pura bully dia, agar dia tidak menyadari kalau Gue jatuh cinta sama dia," pinta Frans pada Rio. Akan tetapi Rio tetap diam tanpa mau menjawab.
"Kalau cinta itu bilang cinta, jangan ditutup-tutupi! Nanti Lo nyesel yang ada karena diambil cowok lain," bantah Rio kesal. Dia tidak suka membully seseorang, apalagi yang akan mereka bully adalah sang pujaan hati.
"Kalau Gue langsung nembak dia, Gue nggak tahu seperti apa perasaan dia sebenarnya ke Gue. Kalau kita ciptakan sedikit permusuhan kita akan tahu bagaimana dia sebenarnya. Lo tahu sendiri, selama ini banyak yang ngejar Gue karena Gue anak pemilik sekolah ini," kata Frans panjang lebar.
"Terserah Lo aja deh!"
DAN ANGKAT TOPI JUGA BUAT DEVAN...
DI CERITA INI DN DI CERITA MNGGAPAI MIMPI, GK NYALAHIN KLUARGA SURYA, BAIK PAK EDWARD, FRANS, ATAU PUN RAHMA, JUSTRU KSALAHAN DI LO YG TDK BRANI MMPERJUANGKN HATI LO, LO TERLALU PNGECUT DGN ALASAN PERSAHABTN & UTANG BUDI, PADAHAL LO DULUAN YG KNAL RAHMA, DN LO YG TOLONG RAHMA DARI GANGGUAN PREMAN, LO YG MMUPUK PRASAAN CINTA, ORG LAIN YG MMANEN..