NovelToon NovelToon
Istri Bisu Sang Duke

Istri Bisu Sang Duke

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Pernikahan Kilat / Tukar Pasangan / Pengantin Pengganti
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: farchahcha

“Aku hanya membutuhkanmu untuk melahirkan pewarisku. Tidak lebih!”
Itulah kata paling menyakitkan yang diucapkan Duke Cassian Clyvedon kepada Elowen Whitmore. .
Semua orang di kerajaan tahu bahwa Duke Clyvedon adalah pria yang ditakuti, dingin, kejam, dan tak pernah mempercayai siapa pun.
Sementara Elowen Whitmore hanyalah putri kedua dari keluarga bangsawan yang hampir bangkrut… seorang gadis yang bahkan tidak bisa berbicara.
Ia tidak seharusnya menjadi pengantin sang duke.
Namun ketika kakaknya melarikan diri dari perjodohan yang telah diatur kerajaan, Elowen dipaksa menggantikan posisi itu demi menyelamatkan kehormatan keluarganya.
Kini ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pria paling menakutkan di kerajaan.
Semua orang yakin pernikahan ini hanya akan berakhir dengan kehancuran.
Tapi tidak seorang pun menyadari satu hal, bahwa sang duchess bisu mungkin adalah satu-satunya orang yang mampu meluluhkan hati sang Duke.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farchahcha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Mungkin hati Elowen terbuat dari batu. 

Di hari kematian ayahnya, Tuan Whitmore. Elowen sendiri yang tidak menangis seperti ke empat saudaranya. 

Semua ini bukan karena Elowen tidak menyayangi ayahnya, tapi apa yang dilakukan sang ayah semasa hidup kepadanya, membuat Elowen tidak begitu sedih atas kematian kepala keluarga Whitmore itu. 

Aula utama Whitmore House pagi itu penuh dengan aroma lilin dan bunga lili putih, Tirai-tirai hitam ditarik turun menutupi jendela. 

Sunyi menyelimuti ruang tengah kediaman Whitmore. Para pelayat sudah pergi sejam yang lalu.

Hanya ada anggota keluarga yang masih tersisa, lima anak Whitmore yang hari itu resmi tidak lagi memiliki orang tua. 

Tidak ada percakapan, hening. Hanya sesekali suara isak tangis Cleona, putri sulung keluarga Whitmore yang terdengar. 

Pendar lilin, bergerak pelan, cahaya menuntun ke siluet pria yang sedang berdiri di dekat jendela tinggi. Adrian Whitmore. Si putra sulung keluarga itu, masih dengan pakaian berkabung hitamnya. Bahunya tegak, tapi jelas matanya kelam. Terlihat lelah. 

“Sekarang bagaimana?” suara Bastian, anak kedua keluarga Whitmore. 

“Apanya yang bagaimana?” Dylan si anak nomor empat menyahut. 

“Bagaimana dengan hutang keluarga ini?” Bastian kembali membahas masalah pelik yang muncul tepat sehari sebelum sang ayah meninggal. 

“Apa kau perlu mengatakannya sekarang, Bastian?” dengan suara paraunya Cleona membalas pertanyaan Bastian. 

“Ya, kita harus membahasnya sekarang. Masalah ini tak bisa dibiarkan begitu saja ‘kan? Kupikir, kecuali Elowen kalian harus mengatakan pendapat kalian.” Bastian melirik Elowen sesaat, tatapan yang selalu Elowen benci.

Kakak keduanya itu selalu menganggapnya tak berguna karena tidak bisa bicara. Tapi, Bastian lupa kalau dirinya masih memiliki telinga yang bisa mendengar dan mata yang melihat jelas. 

“Sudah cukup!” Adrian menghentikan Bastian. “Aku akan mencari solusinya nanti.” 

“Nanti?” Dylan kembali bersuara, “kita tidak tahu kapan Mr. Halford datang kemari. Kurasa Bastian ada benarnya, kita harus mempersiapkan semuanya dari sekarang, Adrian.”

Bastian mengangguk, dia senang mendapat dukungan. 

“Kalian gila! Di hari kematian ayah kita kalian sibuk memikirkan hal lain,” ucap Cleona kecewa dengan sikap saudara laki-lakinya. 

Elowen tahu kenapa sikap Cleona seperti itu. Sebagai putri kesayangan pasti dia sangat kehilangan. Andai saja Elowen mendapatkan kasih sayang itu dari ayahnya, apa dia akan menangis seperti Cleona?

Adrian melihat kedua saudara laki-lakinya. Bastian dan Dylan, berdiri berdampingan menatap ke arahnya. “Aku tahu kalian khawatir,” katanya. “Aku juga tahu kalian pasti sedih dengan kepergian ayah,” tatapannya beralih pada Cleona. Kemudian menatap singkat ke arah Elowen tanpa berkata apa-apa. 

“Tapi tergesa-gesa memutuskan bukanlah hal bagus. Aku akan mencari solusi untuk kita bisa melewati semua ini.”

Sebagai anak pertama, tentu Adrian menggantikan posisi kepala keluarga Whitmore, setelah ayah mereka meninggal. 

Dan, pertama kali yang harus ia atasi adalah menenangkan adik-adiknya. Sebelum mengatasi masalah besar yang dialami keluarga itu. Hutang Whitmore yang sangat besar. 

***

Tiga hari setelah kepergiaan Tuan Whitmore. 

Pagi yang sibuk bagi Adrian untuk mengurusi semua administrasi rumah tangga. Meski tidak memiliki kasih sayang yang besar untuk anaknya, Tuan Whitmore adalah seorang ayah yang bertanggung jawab. 

Semasa hidupnya semua urusan keuangan selalu ditangani sendiri. Adrian baru sadar kalau dia tak lebih dari seorang anak manja selama ini. 

Adrian tidak memiliki banyak pengalaman tentang mengurus kebutuhan rumah tangga. Rasanya kepalanya ingin pecah melihat angka-angka dan tagihan yang begitu rumit untuk dimengerti. 

Saat kepalanya hampir meledak, seorang pelayan mengetuk pintu ruang kerja. “My Lord,” katanya pelan. 

“Ada apa?” teriak Adrian dari dalam. 

“Ada seorang tamu yang ingin menemui Anda.”

Adrian mengalihkan pandangannya dari lembar kertas yang tersebar di atas meja. Ia berdiri ke arah pintu, membukanya dan mendapati pelayan berdiri di sana menunduk. 

“Siapa?”

Pelayan itu tampak ragu sejenak sebelum menjawab. 

“Mr. Halford, My Lord.”

Kerutan tipis muncul di dahi Adrian. 

Pengacara keluarga itu datang lebih cepat dari dugaan Adrian. 

“Bawa dia ke ruang baca.”

Pelayan itu mengangguk. “Sesuai perintah, My Lord.”

Adrian menghela napas panjang, dia tak mengira Mr. Halford akan datang lebih cepat dari dugaannya. Pastinya kedatangan pria bertubuh gempal itu adalah untuk membahas hutang keluarga Whitmore. 

***

“Lord Adrian Whitmore.”

Mr. Halford berdiri saat Adrian masuk, menundukkan kepala dengan sopan. 

“Mr. Halford,” balas Adrian sambil menutup pintu di belakangnya. 

“Saya ikut berduka atas kehilangan ini, Tuan Whitmore adalah pria yang baik dan terhormat,” ucap Mr. Halford menyatakan belasungkawa. 

Adrian mengangguk. “Terima kasih.” Pria itu mempersilahkan tamunya duduk. 

Suasana menjadi hening sesaat. 

“Jadi, ini tentang apa? Tidak mungkin hanya ucapan bela sungkawa saja ‘kan Mr. Halford?” 

Mr. Halford tersenyum tipis. Kemudian dia membuka tas kulitnya dan mengeluarkan beberapa berkas lalu meletakkannya ke atas meja. 

“Anda pasti sudah mendengar sebelumnya, Lord Whitmore.” 

Mr. Halford sengaja memanggil Adrian dengan sebutan itu. Adrian tahu maksudnya, dia melirik berkas itu sesaat. 

“Semua ini catatan pinjaman dan kewajiban keuangan milik mendiang ayah Anda, Tuan.”

Adrian menelan ludah, semuanya sudah dimulai. Perlahan dia mendekat ke arah meja. Tangannya mengulur mengambil selembar berkas yang ada di sana. 

Mr. Halford menegakkan tubuhnya, mengambil napas sebelum akhirnya bersuara. 

“Beberapa tahun terakhir, Lord Whitmore melakukan beberapa investasi yang…” Mr. Halford menjeda kalimatnya sebelum melanjutkan dengan nada menyesal. “Maaf, kalau saya harus mengatakan bahwa investasi itu kurang berhasil.”

Adrian terpaku, ia membaca halaman pertama, kedua, lalu ketiga dari dokumen yang diberikan Mr. Halford. 

Setiap kali membaca tiap baris angka, membuat dada Adrian terasa berat, seolah dihantam oleh batu besar. 

“Sebanyak ini?”  

Adrian tidak pernah membayangkan kalau nominal hutang dengan jumlah yang tidak kecil. 

Mr. Halford mengangguk. “Ya, Tuan. Ayah anda meminjam dana dari beberapa pihak. Mulai dari bangsawan, bank, bahkan kepada investor pribadi yang ia datangi semasa hidup.”

Adrian menjatuhkan berkas itu ke meja, tangannya memijat pelipisnya yang sudah mulai berdenyut. 

Sunyi memenuhi ruang baca keluarga Whitmore. 

“Berapa total semuanya?” 

Mr. Halford menyebutkan angka. 

Adrian memejamkan matanya untuk sesaat. Jumlah yang cukup besar untuk membuat keluarga bangsawan akan goyah. 

“Para pemberi pinjaman,” suara Adrian terhenti, “apa mereka menagih sekarang?”

“Sebagian besar, ya.”

“Kematian Lord Whitmore membuat mereka khawatir mengenai jaminan pembayaran,” lanjut Mr. Halford dengan nada simpatik.  

Adrian tertawa getir. Tentu saja mereka khawatir, nominal itu sangat besar. Bahkan tanah Whitmore yang luas tidak akan cukup untuk membayar bahkan setengahnya. 

“Apa yang terjadi jika kami tidak bisa membayar?” ucap Adrian pelan. 

Mr. Halford tidak langsung menjawab. Tapi, ekspresinya cukup membuat Adrian mengerti. Tentu saja semuanya akan hancur, nama Whitmore sebagai bangsawan terhormat akan runtuh dalam beberapa waktu. 

“Jika anda tidak segera menemukan cara melunasi hutang ini. House Whitmore mungkin akan mengalami kesulitan besar.”

“Lalu, saya harus bagaimana Mr. Halford?”

“Mungkin ini tidak membantu banyak. Tapi kenapa anda tidak mencoba untuk memasukkan adik anda ke pasar pernikahan?” 

Adrian mengerutkan kening. “Maksud Anda pernikahan untuk sebuah aliansi?”

Mr. Halford mengangguk singkat. 

“Anda bisa memilih antara Lady Cleona atau Lady… Elowen.”

Adrian terdiam. 

***

1
Yeni Fitriani
cassia ingin merasakan dulu betapa sakitnya hati di tinggal kekasih.... nanti klo elowen sdh pergi entah kemana dan tak bisa di temukan lg baruu daaah gantian cassian yg ngamuk2 uring2an gak karuaan.
farchahcha: Cassian ini type pria bingung klo soal wanita ya best. Dia tahu dia suka tapi gak mau ngaku, seolah itu melukai prinsipnya tentang pernikahan yg dia pilih. Btw, thank you udah setia baca cerita IBSD. Stay Tuned for next chapter ya best 💕🦋
total 1 replies
guest1053527528
sedih dong hati elowen Thor dan biArkan elowen pergi jauh thoor dEi pada mendeeita
farchahcha: I know that feeling best, sebagai seorang wanita yang mencintai pertama kali tentu sikap Cassian ini sangat menyakitkan. But, we don't know what will happen in next story... Maybe she fell first but he'll fall harder??? Stay tuned! ❤️
total 1 replies
Ema Ema
setuju....mau nabung episode tapi penasaran, dibaca malah ngamuk sendiri
farchahcha: Katakan yes buat authornim double up best. Atau kasih vote untuk cerita ini yah.
total 1 replies
Yeni Fitriani
itulah knp aku sllu cari novel yg sdh ada tukisan end nya🤣karna klo baca novel yg up nya sehari satu bab tuhrasanya kek yg makan tp nanggung perut belum kenyng tp makanannya sdh habis... kuraaang mulu bawaanya.....
Semangat ya thooor.... terimakasih sdh up dan sllu kutunggu up mu banyak2😍
farchahcha: Apa perlu authornim double up best? Hehe..
total 1 replies
Yeni Fitriani
br gini aja udh nyesek bacanya.... tp ya gimana lg ya sprti sdh menjadi Rumus Alam klo seorang wanita akan merasakan/menemukan bahagia stelah tersakiti.... dan seorang pria akan merasakan betapa sakitnya jatuh cinta yg sesungguhnya stelah wanita yg dia cinta pergi dari sisinya dalam diam.....semoga sj cassian tdk melukai elowen terlalu dalam karna akan sulit utk menggapai kembali hati seorang wanita yg ketika dia telah mati rasa.
Yeni Fitriani
syuka sm sikap tegas duke cassian... semoga dihati sang duke tlah benar2 tumbuh cinta tulus utk elowen...dan benar2 setia utk elowen.
uhen: mampir kk hehe ke chat story aku
total 1 replies
Yeni Fitriani
tak bisa berkata apa2 hanya akan terus baca dan berharap happy ending sang duke dan elowen..... dan berharap ada keajaiban yg membuat vita suara elowen kembali pulih dan elowen bisa berbicara normal kembali....
Yeni Fitriani
akibat didikan yg tdk baik...akibat ortu yg pilih kasih...cleona di buat tdk perna sadar diri karna selama hidup slalu di manja dan di bela ayahnya sehing menghasilakan sipat tdk tahu diri...menganggap klo hanya dia yg pantas utk semua hal baik.... hasil didikan tanpa menanamkan kasih sayang tulus antara saudara kandung..... semoga sesuai judul novelnya Elowen tetap akan menjadi bintang yg bersinar.
Yeni Fitriani: iya smoga para ibu2 reader noveltoon dimanapun berada bisa mengambil hikmah dr setiap novel yg dibaca biar di kehidupan dunia nyata kita tdk turut melakukan kesalahan yg berakibat buruk bg org2 disekitar kita yg kita sayangi.
total 3 replies
Yeni Fitriani
was2 karna perangai2 licik mulai bermunculan....pokoknya ya thor apapun yg terjadi jgn buat sang duke berpalingdr istrinya.....jgn biarkan kelicikan cleona berhasil dan jgn biarkan sang duke kembali mengejar Lyorine.
farchahcha: sebelumnya, thank you ya best sudah baca IBSD karya authornim. stay tune terus buat tahu lanjutan kisah Cassian-Elowen ya. chapter terbaru akan diupdate malam ini. enjoy the story🦋
total 1 replies
farchahcha
Hay besties, berharap bgt kalian menikmati novel ini soalnya authornim nulis ceritanya pakai hati dan cinta. Jangan lupa tinggalin ulasan positif buat authornim biar semangat lanjutin kisah Elowen. Feel free jg untuk ngasih kritik dan saran agar authornim bisa lebih berkembang baik ke depannya. 🦋
Yeni Fitriani
novelnya baguss..... di tunggu up nya banyak2 thor... 🫰🏻
farchahcha: Terima kasih banyak best, authornim bakal berusaha update tiap hari ya... Enjoy the story. Berharap bgt dpt insight positif dari cerita ini.
total 1 replies
Yeni Fitriani
penasaran 80 000 pound itu . maksudnya poundsterling kah...?
klo di rupiah kan setara dgn berapa kah...?

auto lsg tanta mbh gogle
farchahcha: Iya best 80rb pound maksudnya poundsterling ya.
total 2 replies
this that PINK VENOM
.
farchahcha: 🦋💕 Enjoy the story ya best
total 1 replies
jaka purnomo agung
Penulisan nya sangat rapi, tanda baca juga pas sehingga saya lebih mudah memahami cerita...
you're amazing writer
farchahcha: Thank you best, I really appreciate it. So, enjoy reading the story 🦋
total 1 replies
Emi Sudiarni
lanjut kak
farchahcha: Sudah update ya bestie, tinggalin jejak dgn komentar. Dan jangan lupa vote nya. Enjoy reading ya...
total 1 replies
Emi Sudiarni
benar2 nenek lampir putri lydia
farchahcha: She's a manipulative. Harus hati-hati ya best klo ketemu type yg kyk Lidya.
total 1 replies
Emi Sudiarni
apa lucien suka elowen
farchahcha: Jawabannya ada di next chapter best 💕
total 1 replies
Emi Sudiarni
menarik diawal cerita
farchahcha: Enjoy reading best 🦋
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!