NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Istri Kontrak

Terpaksa Menjadi Istri Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Bad Boy
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: annin

"Saya tidak mau nikah kontrak, Pak. Saya mau pernikahan ini berjalan sebagaimana mestinya ...." Rea terdiam sejenak. Mengambil napas sebelum ia melanjutkan kalimatnya. Sebuah kalimat yang mungkin akan ia sesali seumur hidupnya.

Bagaimana tidak. Tidak ada yang ingin menikah untuk bercerai, tapi Rea melakukannya.

" ... tapi, kapanpun Pak Dewa ingin menceraikan saya. Saya akan siap."

_________________________________________________

Demi biaya keluarganya di kampung, Rea rela menerima tawaran untuk menjadi istri sementara seorang aktor terkenal—Dewangga Rahardian. Awalnya ia meyakinkan diri semua akan mudah, karena Dewangga menjanjikan bahwa ia tak akan pernah menyentuh Rea dan akan menceraikan Rea dalam waktu dekat. Pun kompensasi yang akan Rea terima nantinya bernilai cukup fantastis bagi Rea yang merupakan anak kampung.

Namun, seiring waktu apa yang Dewa janjikan tak pernah terjadi. Pria itu lebih suka menyiksa Rea dengan membelenggunya dalam ikatan pernikahan palsu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 1

"Iya, Mbak, nanti aku usahakan. Kalau sekarang belum ada. Gaji yang bulan ini kan sudah aku kirim semua ke Mbak Tatik. InsyaAllah aku usahakan segera, Mbak."

Panggilan di seberang sana di tutup seketika setelah sebelumnya si penelepon mengomel panjang lebar. Rea hanya mampu mengembuskan napas kasar sembari mengelus dada dengan tatapan tertuju pada layar ponsel jadulnya.

Sedetik kemudian, otaknya sudah mulai bekerja keras memikirkan dari mana lagi ia akan dapat uang yang diminta oleh kakak iparnya di kampung. Bahkan gajian bulan ini saja sudah habis ia kirimkan semua untuk kakak iparnya itu. Semua demi pengobatan kakak Rea—Rusli.

Sudah tiga bulan ini Rusli sakit lumpuh. Kata kakak iparnya, Rusli mendadak terkena stroke saat bekerja di pabrik tahu. Sebelumnya sudah dibawa berobat ke rumah sakit, tapi karena biaya dan Tatik juga punya dua anak kecil, Rusli tak bisa lama-lama dirawat di rumah sakit. Tatik memilih untuk merawat Rusli di rumah sembari berobat jalan.

Sudah tiga bulan ini belum ada perkembangan signifikan dari kondisi Rusli. Kakak Rea itu hanya bisa berbaring tak bergerak di ranjang kayu usang milik mereka.

Tadi, Tatik menghubungi Rea, karena iparnya itu punya rencana ingin mencoba pengobatan alternatif untuk Rusli. Namun, Rea lah yang harus menanggung semua biaya Rusli karena Rea adalah adik satu-satunya pria itu.

Tatik sendiri tak bisa bekerja karena punya dua anak yang masih kecil, sedang Rusli sakit dan tak mampu memenuhi kewajiban mencari nafkah. Alhasil Rea juga lah yang harus menanggung semua termasuk biaya hidup kakak ipar dan dua keponakannya.

Rea hanya bisa pasrah ketika Tatik membebankan semua tanggung jawab itu padanya, sebab ia pun merasa punya tanggung jawab atas Rusli yang dulu menyekolahkannya dan menanggung semua biaya hidupnya setelah orang tua mereka tiada.

Sejujurnya tak mengapa kalau hanya sekadar menanggung biaya hidup keluarga kecil kakaknya, Rea akan mengusahakan semua. Yang Rea tidak suka, sering kali Tatik mengancam akan menelantarkan Rusli jika Rea telat mengirim uang, atau belum bisa kirim uang karena Rea sendiri hanya bekerja sebagai house keeping di sebuah hotel.

Ia harus bayar kos, dan juga biaya makan di kota yang tak sedikit. Sejak Rusli sakit, Rea lebih banyak puasa, makan kadang hanya mengandalkan nasi kotak jatah dari perusahaan untuk karyawan.

"Kenopo maneh, ipar kon jaluk kiriman duit ta?" tanya Hana—Teman seprofesi Rea sebagai house keeping. (Kenapa lagi, ipar kamu minta kiriman duit lagi?)

Rea mengangguk lemah.

"Kon jok gelem diapusi terus karo mbak e kon, kudune kon ki ngecek, mas e kon ki diobati tenan ora karo mbak ipar e kon. Ojo gur dimanfaatke tok, koyo sapi perah wae!"

(Kamu tuh jangan mau diboongin terus. Harusnya kamu pastiin abang kamu tuh beneran diobatin nggak sama ipar kamu. Jangan cuma mau dimanfaatin doang, kayak sapi perah!")

Rea menatap tajam Hana. Bukan marah mendengar ucapan temannya itu tapi ia justru berpikir akan kebenaran ucapan Hana. Dia memang seperti sapi perah bagi kakak iparnya.

Pernah ia merasa curiga pada kakak iparnya, tapi setiap kali pikiran itu muncul buru-buru Rea tepis. Toh, Rea pernah vidio call dan melihat kondisi Rusli yang memprihatinkan. Kalau ingat itu, Rea tak tahan untuk menangis.

Pada akhirnya, apa pun yang Rea lakukan sekarang ini hanya termotivasi untuk kesembuhan kakaknya, dan keberlangsungan hidup dua keponakannya.

Rea tahu benar sifat Rusli, abangnya itu tidak akan mau minta uang sedikitpun padanya kalau ia mampu bekerja. Sebelum Rusli sakit, pria itu selalu menolak pemberian Rea meski hanya sedikit.

"Pakailah uang hasil kerjamu buat menyenangkan dirimu, jangan lupa menabung agar nanti saat kamu ingin menikah semua bisa dimudahkan." Begitu kata Rusli tiap kali Rea ingin berbagi sedikit dari hasil kerjanya.

Kondisi itu sangat berbeda dengan kakak iparnya. Yang sebentar-sebentar menteror Rea seperti debt kolektor. Minta dikirim uang.

"Han, kamu ada kenalan atau apa gitu yang bisa kasih aku kerja tambahan."

Hana mengernyit. "Emange kon arep kerjo opo meneh?" (Memangnya kamu mau kerja apa lagi?"

Rea menggedikkan bahu. "Apa aja, yang penting bisa hasilkan uang. Kamu tahu sendiri, kalau sekarang akulah yang menjadi tulang punggung buat keluarga abangku."

Hana paham benar kondisi temannya.

"Sak iki durung ono, tapi sesuk nek ono tak kabari." (Sekarang sih belum ada, tapi nanti kalau ada aku kabari.)

Rea mengangguk penuh senyum. Meski kabar itu entah kapan datangnya, setidaknya jawaban Hana menenangkannya.

"Lagi ngobrolin apa?"

Kontan mata Hana dan Rea sama-sama tertuju pada pria tampan, rapi dan super wangi. Bayu, supervisor mereka.

"Eh, Pak Bayu. Ini lagi ngomongin lowongan kerja," celetuk Hana.

"Lowongan kerja?" Bayu nampak bingung. "Emang siapa yang mau cari loker?"

Hana menyenggol Rea. "Nih, Rea yang nyari loker."

Bayu langsung menatap Rea. "Kenapa cari loker, mau resign dari sini?"

Rea buru-buru menggeleng. "Enggak, Pak. Cuma buat tambahan aja."

Bayu masih mode bingung.

"Rea mau cari kerjaan tambahan, Pak Bayu. Soalnya dia lagi butuh banyak biaya buat pengobatan abangnya di kampung." Hana yang justru menjelaskan.

Bayu manggut-manggut, mulai paham.

"Pak Bayu," panggil Hana. "Barang kali Pak Bayu punya loker buat Rea. Jadi asisten rumah tangga di rumah Pak Bayu mungkin."

"ART? Ah, lo becanda Han, mana mungkin Rea mau jadi ART." Bayu menanggapi dengan guyon.

"Ya, kalau nggak mau jadi rekan tidur aja, Pak," seloroh Hana. Wanita itu tahu benar kalau Bayu menaruh hati pada Rea sejak gadis itu bekerja di kantor ini setahun lalu.

"Apa?" pekik Rea dan Bayu bersamaan.

"Canda ... canda." Hana langsung tertawa melihat ekspresi keduanya yang kaget bukan main.

Rea lega mendengar penjelasan Hana, sedang Bayu justru jadi salah tingkah.

____________________________________________

Rumah Sakit

"Lo cariin gih cewek yang mau gue nikahin secara kontrak," ujar Dewa usai menjenguk ibunya yang sakit sejak dua hari lalu.

Sibuknya jadwal syuting membuat Dewa baru sempat datang melihat kondisi ibunya.

"Gila, lo. Mana ada cewek kayak gitu!" Luky—manager Dewa—tak habis pikir dengan jalan pikiran artisnya. Selama ini ia bisa bantu dan mengusahakan apa pun permintaan Dewa, tapi kali ini rasanya mustahil.

"Ya lo coba cari aja cewek yang mau, kan gue bakal bayar mahal ke tu cewek." Dewa masih serius dengan ucapannya. Tak ada raut bercanda sama sekali, sedang Luky masih saja tak percaya dengan permintaan Dewa.

Sampai mobil mereka meninggalkan rumah sakit, Luky masih belum bisa menyanggupi keinginan Dewa. Mobil melaju ke bandara. Dewa ada pemotretan dengan sebuah brand lokal di kota Surabaya.

"Gue mau lo gerak cepat, cari cewek yang sesuai kriteria nyokap gue. Kalau bisa seminggu lagi udah lo bawa cewek itu ke gue."

Luky hanya melongo dengan permintaan tak masuk akal Dewa. Tak menjawab sampai mereka tiba di bandara.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!