NovelToon NovelToon
Aku Terlempar Ke Zaman Kuno Jadi Ibu Jahat

Aku Terlempar Ke Zaman Kuno Jadi Ibu Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

Aruna tidak pernah menyangka pekerjaannya sebagai editor akan membawanya masuk ke dalam kengerian zaman kuno. Setelah kecelakaan fatal, ia terbangun sebagai Lady Ratri, wanita bangsawan yang namanya identik dengan kekejaman. Tubuhnya rongsok, tenggorokannya terbakar racun. Arel, yang selama ini ia siksa memusuhinya.

​Di dunia barunya, Aruna tidak punya kawan. Suami jenderalnya menganggapnya sampah. Namun, sebuah layar transparan muncul Sistem Karma Ibu. Setiap tindakan baiknya pada Arel memberikan poin untuk bertahan hidup, sementara kekejaman akan mempercepat kematiannya.

Aruna harus memutar otak. Ia harus menjinakkan Arel yang sudah terlanjur trauma, menghadapi Lady Selina yang manipulatif, dan bertahan dari degradasi fisik.

Ini bukan sekadar cerita tentang tobat, tapi tentang perjuangan berdarah seorang wanita yang mencoba mencintai di tempat yang hanya mengenal benci. Bisakah Aruna mengubah takdir Ibu Jahat menjadi pelindung tangguh sebelum rahasia identitas aslinya terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 - Sisa Napas di Ujung Belati

​Rasa sakit itu tidak datang perlahan. Ia menghantam Aruna seperti kereta cepat yang menghancurkan seluruh tulangnya hingga jadi serpihan. Gelap yang tadinya sunyi kini berubah menjadi bising yang memekakkan telinga. Aruna mencoba membuka mata, tapi kelopak matanya terasa seperti dijahit paksa. Bau dupa yang menyengat dan aroma obat herbal yang pahit mulai menusuk hidungnya, menggantikan bau aspal basah yang ia ingat terakhir kali sebelum semuanya menjadi gelap.

​"Madam... Anda akhirnya sadar..." Sebuah suara gemetar terdengar di dekat telinganya.

​Aruna mengerang. Tubuhnya terasa sangat berat, seolah setiap inci kulitnya ditarik oleh beban ribuan ton. Saat matanya perlahan terbuka, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit yang dingin. Alih-alih, ia menatap langit-langit kayu tua yang gelap dengan ukiran kuno yang rumit. Di sekelilingnya, beberapa wanita dengan pakaian aneh nan kuno berdiri dengan wajah pucat pasi, seolah-olah mereka baru saja melihat hantu bangkit dari kubur.

​"Di mana... aku?" bisik Aruna parau. Suaranya terdengar asing di telinganya sendiri. Lebih dalam, lebih tajam, dan penuh dengan aura yang menekan.

​Baru saja ia ingin menggerakkan tangan, pintu kayu besar di ujung ruangan itu terbanting terbuka. Suara benturannya begitu keras hingga membuat para pelayan terjengking ketakutan. Aruna menoleh dengan susah payah. Di sana, berdiri seorang anak laki-laki berusia sekitar sepuluh tahun. Wajahnya tampan, tapi matanya... mata itu dipenuhi dengan es yang sanggup membekukan darah siapa pun yang menatapnya.

​"Kenapa kau belum mati juga?"

​Kalimat itu meluncur dari bibir si bocah tanpa keraguan sedikit pun. Dingin, tajam, dan penuh kebencian yang murni. Seluruh ruangan mendadak membeku. Aruna terpaku, jantungnya berdegup kencang bukan karena marah, tapi karena sebuah serangan ingatan yang mendadak menyerbu kepalanya seperti banjir bandang.

​Ratri. Nama itu berdengung di otaknya. Ia bukan lagi Aruna, sang editor naskah yang sibuk dengan tenggat waktu. Ia sekarang adalah Lady Ratri, istri dari Jenderal Arvand yang agung, namun dikenal sebagai wanita paling kejam di seluruh wilayah kerajaan. Dan anak di depannya adalah Arel, anak tiri yang selama ini ia siksa, ia benci, dan ia rendahkan seperti sampah.

​"Arel..." Aruna memanggil nama itu pelan, mencoba mencerna ingatan tentang bagaimana tubuh ini pernah mencambuk anak itu hanya karena sebuah cangkir yang pecah.

​Arel melangkah maju. Tangannya mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih. "Jangan panggil namaku dengan mulut kotor itu! Kau seharusnya mati karena racun itu. Kenapa Tuhan sangat tidak adil sampai membiarkan monster sepertimu bangun lagi?"

​Aruna merasakan sesak yang luar biasa di dadanya. Itu bukan hanya efek sisa racun yang merusak paru-parunya, tapi rasa bersalah yang tiba-tiba menghimpitnya meskipun ia baru saja menduduki tubuh ini. Ia menatap tangannya yang putih pucat, tangan yang sama yang sering mendarat di pipi Arel.

​"Kemari," kata Aruna akhirnya, suaranya jauh lebih lembut dari yang biasa didengar oleh siapa pun di ruangan itu.

​Arel tidak bergerak. Ia justru menunjukkan senyum sinis yang terlihat terlalu dewasa untuk anak seusianya. "Mau memukulku lagi karena aku mengutukmu? Silakan. Aku sudah tidak peduli. Pukul saja sampai aku mati sekalian, supaya aku tidak perlu melihat wajahmu lagi setiap hari."

​Aruna menarik napas panjang, menahan rasa perih di dadanya yang terasa seperti disayat belati. Ia mencoba turun dari tempat tidur. Gerakannya sangat kaku, dan body degradation akibat racun membuat kakinya gemetar hebat saat menyentuh lantai dingin. Para pelayan ingin membantu, tapi mereka terlalu takut untuk mendekat.

​"Aku tidak akan memukulmu," bisik Aruna sambil menstabilkan dirinya. "Aku... aku tidak ingin menyakitimu lagi."

​Arel tertawa. Sebuah tawa kering yang menusuk hati. "Pembohong. Kau selalu mengatakan hal itu sebelum memerintahkan orang untuk mengurungku di gudang tanpa makanan. Aku tidak akan tertipu lagi dengan sandiwaramu."

​Tiba-tiba, sebuah layar transparan muncul di depan mata Aruna... hanya ia yang bisa melihatnya.

​Sistem Karma Ibu Aktif.

Status Emosi Arel: Marah (90%), Trauma (85%), Ketakutan Tersembunyi (60%).

Misi Pertama: Redam amarah Arel tanpa kekerasan. Hadiah: +10 Karma.

​Aruna memejamkan mata sejenak. Ia harus menggunakan otaknya sebagai editor untuk memperbaiki alur hidupnya yang cacat ini. Ia melangkah perlahan mendekati Arel. Setiap langkah terasa seperti menginjak paku, tapi ia terus maju sampai jarak mereka hanya tersisa satu meter.

​"Aku tahu kata-kataku tidak ada harganya bagimu sekarang," Aruna menatap langsung ke mata Arel yang penuh luka. "Tapi aku benar-benar hampir mati tadi. Dan saat aku berada di antara hidup dan mati, aku melihat betapa mengerikannya diriku selama ini."

​Arel mendengus, tapi ada sedikit keraguan di matanya saat melihat Aruna yang begitu rapuh, berbeda dari sosok Ratri yang biasanya selalu berdiri tegak dengan kesombongan yang meluap-luap.

​"Mulai hari ini, aku tidak akan menjadi ibu yang kamu kenal," lanjut Aruna pelan namun tegas.

​"Lalu kau mau jadi apa? Malaikat? Jangan melucu," ejek Arel.

​Belum sempat Aruna menjawab, suara langkah kaki yang berat dan denting logam pelindung kaki terdengar dari koridor luar. Suara itu begitu dominan hingga membuat napas semua orang di ruangan itu tertahan. Arel langsung menegang, wajahnya yang tadinya penuh amarah kini berubah menjadi penuh ketakutan yang nyata.

​Pintu terbuka kembali, dan seorang pria bertubuh tegap dengan jubah hitam yang masih basah oleh air hujan masuk. Di pinggangnya tergantung sebuah pedang besar yang masih menyisakan bau amis darah medan perang. Ia adalah Jenderal Arvand, suami Ratri yang tidak pernah mencintainya.

​Tatapan Arvand langsung tertuju pada Aruna yang berdiri dengan lemah. Matanya tidak menunjukkan kekhawatiran, melainkan penghakiman yang sangat dingin.

​"Aku baru saja pulang dan kudengar istriku mencoba bunuh diri untuk mencari perhatian lagi," suara Arvand berat dan menggelegar. Ia melangkah mendekat, lalu mencengkeram rahang Aruna dengan satu tangan, memaksa wanita itu menatapnya. "Jika kau ingin mati, lakukanlah dengan bersih. Jangan melibatkan putraku dalam kegilaanmu."

​Aruna merasakan tulang rahangnya seakan ingin remuk. Ia menatap mata suaminya, mencari setitik simpati yang ternyata tidak ada. Namun, di balik bahu Arvand, ia melihat Lady Selina... adik ipar Ratri berdiri dengan senyum tipis yang sangat licik, seolah-olah ia sedang menikmati tontonan ini.

​Sistem di depan mata Aruna mendadak berkedip merah.

​Peringatan! Niat membunuh terdeteksi dari jarak dekat.

Sisa Nyawa Tubuh: 10%.

​"Aku tidak mencoba mencari perhatian, Jenderal," Aruna membalas dengan suara yang tetap tenang meskipun tubuhnya gemetar. "Aku hanya sedang menyadari... siapa sebenarnya musuh dalam selimut di rumah ini."

​Arvand menyipitkan mata, cengkeramannya menguat. "Apa maksudmu?"

​Aruna melirik ke arah Selina yang wajahnya sedikit berubah pucat, lalu kembali menatap Arvand. Ia tahu, jika ia salah bicara sedetik saja, lehernya akan menjadi sasaran pedang jenderal ini. Namun, sebelum ia bisa menjelaskan, Arel tiba-tiba berteriak.

​"Ayah, lihat! Dia menyembunyikan sesuatu di balik bantalnya!"

​Arvand melepaskan Aruna hingga wanita itu jatuh tersungkur di lantai. Sang Jenderal melangkah ke tempat tidur dan menyibakkan bantal sutra milik Ratri. Di sana, tergeletak sebuah botol kecil kosong dengan simbol racun terlarang kerajaan, dan sebuah surat yang ditulis dengan tulisan tangan yang sangat mirip dengan tulisan Ratri. Surat yang berisi pengakuan bahwa ia telah meracuni Arel secara perlahan selama berbulan-bulan.

​Aruna terbelalak. Ia tidak pernah melakukan itu, tapi ingatan tubuh ini pun tidak memiliki memori tentang surat itu. Ini fitnah.

​"Ratri..." Arvand berbalik, pedangnya kini sudah tercabut setengah dari sarungnya. Kilatan logamnya memantulkan cahaya lampu minyak yang remang-remang. "Kau benar-benar ingin mati di tanganku malam ini?"

​Aruna menatap ujung pedang itu, lalu menatap Arel yang memandanginya dengan wajah yang seolah berkata 'aku tahu kau pelakunya'. Di pojok ruangan, Selina menutup mulutnya dengan tangan, berpura-pura terkejut, padahal matanya berkilat senang.

​Aruna sadar, ia baru saja masuk ke dalam lubang buaya, dan babak pertama hidupnya di zaman kuno ini mungkin akan berakhir sebelum fajar menyingsing jika ia tidak melakukan sesuatu yang sangat gila sekarang.

​Akankah Aruna berhasil membuktikan bahwa surat itu palsu di depan amarah Jenderal Arvand? Ataukah Lady Selina sudah menyiapkan jebakan lain yang jauh lebih mematikan?

1
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
apakah ini berry atau yg mulia summer /Facepalm//Facepalm/
Linda pransiska manalu: hhhhhhh
total 3 replies
vj'z tri
hadeuhhhh gak bisa liat orang senyum dikit ni mahluk 🤧🤧🤧🤧
vj'z tri
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ semoga bisa bersama kalian
Erchapram
LUAR BIAS!
Travel Diaryska
utk yg suka cerita intens perang ya mgkn bagus aja ceritanya.
tp kalo ak sih kurang sama cerita yg dr awal sampe akhir intens kaya gini. bukannya seru dan penasaran, malah kesel dr awal sampe akhir. maaf ya author kesabaranku setipis tissu bagi 4. semangat terus 👍🏻
Travel Diaryska
mc nya ga OP, sistemnya cuma jd notif doang, ga kasih hadiah obat bagus apa gitu biar mc fit. ga ada waktu buat mc heal dlu.
vj'z tri
kelennnnn lahhhh pokoke oyeeee🎉🎉🎉🎉
Erchapram
Sudah bab 18, teman-teman yang sudah baca tapi belum lanjut. Diharap segera melanjutkan karena sebentar lagi akan masuk bab 20.

Mohon bantuannya, supaya Novel ini lolos bab terbaik.

Terima kasih.
XZR-1ERLAND
Sungguh plotwits nyaa
vj'z tri
hadeuhhh olah raga jantung terus ini /Determined//Determined//Determined//Determined//Determined/
vj'z tri
OMG pilihan apa lagi ini/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ kasihan jendral
vj'z tri
eeedodoeeee wes keracunan masih tenggak racun lagi /CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
XZR-1ERLAND
duh thorr gw gak sabar liat ending nya , semoga happy ending ya thorrr, semangat trs thorr 💪
XZR-1ERLAND: iya kak Sama-sama, kakak juga jgn lupa mampir baca novel ku ya,btw aku masih jadi athour pemula, mohon dukungannya, kritik atau saran Kakak 👍
total 2 replies
vj'z tri
tahan diset loh ngobrol nya mau meledak ini /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
oalahhhh ini biang Lala nya ternyata 🤧🤧🤧
vj'z tri: sabarrrrr tunggu up /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
vj'z tri
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ siapa lagi itulah sabar sabar
vj'z tri
kerennnnn 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
sabar sabar tunggu kelanjutan /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
bener bener ni ya kelakuan pangeran kaleng /Shame//Shame//Shame//Shame/
vj'z tri
benar benar konspirasi /Panic//Panic//Panic//Panic//Panic/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!