NovelToon NovelToon
CINTA YANG SALAH

CINTA YANG SALAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik etika / Selingkuh / Cinta Terlarang / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir
Popularitas:539
Nilai: 5
Nama Author: Taurus girls

cinta? bagi ku, cinta itu adalah suatu rasa yang memang tidak pandang kepada siapapun rasa itu akan berlabuh, rasa itu akan bersemayam, dan bahkan rasa itu kepada siapa akan menetap. yang aku tahu, aku mencintai mu, aku mencintai dia dengan tulus dan penuh ikhlas. walau aku tahu kemungkinan aku dan dia akan bersatu dan akan hidup bersama sebagai pasangan suami istri sangatlah tipis. aku berusaha melupakannya, tapi sulit. dia masih saja ada dalam hati dan pikiran ku. aku mencintai mu, dia yang ada di hati ku sampai detik ini. rasa cinta yang sebenarnya dari awal sudah jelas sangatlah SALAH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taurus girls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

01

Niya sedang duduk sambil menatap ponsel miliknya dengan sangat serius. Jari jemarinya menari dilayar, dia tengah mengetik berbagai banyak huruf.

Niya berhenti mengetik huruf, dia diam ketika suara mobil dari luar rumah terdengar. Niya beranjak dan menyimpan ponselnya didalam saku baju. Niya menuju dapur dan membuat minum jahe hangat yang dia racik sendiri.

Niya sedikit menoleh ketika ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Niya tersenyum bahagia, dan setelah minumnya jadi, Niya berbalik badan, dia membingkai wajah suami yang seharian ini baru dia lihat karena suaminya sibuk bekerja.

"Kenapa, hn? Kangen?" Riyan mengecup kening Niya dengan lembut, lalu mengecup bi.bir Niya sekilas.

Niya mengangguk, dia memang merindukan Riyan walau ditinggal hanya dari jam lima pagi sampai jam empat sore saja. Mungkin bagi orang lain Niya terkesan dan terlihat lebay dan alay, tetapi Niya tidak peduli apa kata orang lain, yang Niya tahu dia tidak akan membohongi dirinya sendiri kalau dia memang selalu merindukan suaminya.

Riyan terkekeh melihat respon Niya yang mengangguk. Setiap hari Niya memang selalu saja seperti itu. Niya selalu bisa membuat hatinya menghangat.

"Yasudah sana mandi dulu. Itu sudah aku buatkan minum jahe kesukaanmu," ~ Niya.

"Baiklah, aku akan segera mandi sesuai perintahmu."

"Aw...!" Niya mengusap hidungnya yang sempat ditarik Riyan sebelum dia pergi untuk mandi. "Kebiasaan! Padahal sudah dibilang jangan suka menarik-narik hidungku! Soalnya hidungku sudah terlalu mancung!"

"Biar makin mancung, Yang!" Riyan menyahut dari dalam kamar mandi yang letaknya didekat dapur.

Niya mendengus mendengar suara sahutan dari Riyan. Dia tidak menggubris lagi, Niya lebih memutuskan untuk membawa minuman untuk suami keruang santai yang letaknya berada disamping rumah.

Setelah minum suaminya dia letakan diatas meja kecil, Niya duduk disofa untuk menunggu suami selesai mandi. Sambil menunggu, Niya mengambil ponsel dari saku dan mulai kembali sibuk dengan benda tipis itu.

....10 menit.

Riyan sudah selesai mandi, dia keluar kamar sudah dengan memakai kaos dipadukan dengan celana kolor sebatas lutut. Riyan menemui Niya diruang santai. Disana, terlihat Niya sedang sibuk menatap ponselnya dengan jari jemari yang sangat lincah mengetik beberapa huruf.

"Sibuk sekali. Kau sedang apa?" Riyan duduk memepet Niya, dia ikut menatap kearah ponsel Niya. Riyan ingin tahu apa yang tengah istrinya itu lakukan.

"Tidak apa-apa, aku hanya iseng saja main disalah satu aplikasi. Itu hiburan untuk membuang jenuh saat kau tidak ada didekatku," Niya menyimpan ponselnya disaku, lalu dia fokus menatap pada wajah suaminya. "Kau selalu semakin tampan jika sehabis mandi," Niya mengusap lelehan air sisa mandi dipelipis Riyan.

"Kau ini, dari dulu hingga detik ini selalu saja bisa membuat hatiku meleleh," Riyan menarik gemas hidung Niya, yang langsung mendapatkan pukulan manja dari Niya didadanya.

Obrolan manja mereka berdua sampai disitu karena Riyan mengambil minum jahe dan mulai meneguknya sedikit demi sedikit. Rasanya hangat dan membuat tubuh lelah Riyan sedikit rilex. Bibir Riyan tersenyum saat Niya menyender pada bahunya, perlakuan sangat sederhana yang membuat hati Riyan selalu menghangat.

....Keesokan harinya.

Niya terbangun dari tidurnya dipukul lima lewat tiga puluh menit. Masih dengan rasa kantuk yang tersisa Niya meregangkan kedua tangan keatas. Setelah itu perlahan dia beranjak dan berjalan menuju kamar mandi yang tidak jauh dari dapur untuk mencuci wajah dan sekaligus mandi.

Hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit saja, Niya keluar kamar mandi sudah dengan wajah yang lebih segar.

"Selamat pagi, Bunda!"

Niya sedikit terlonjak mendengar sapaan itu. Tetapi hanya sesaat, wajah Niya berubah berbinar dengan senyum manis terukir dibibir saat melihat Arfi dan Zona pulang.

"Selamat pagi juga anak-anak Bunda! Hei, kalian kenapa tidak memberitahu Bunda jika ingin pulang, hn? Kan jadi merepotkan Om Agung," Niya, dia mendekati Arfi dan Zona yang di gandeng oleh Agung.

"Tidak apa-apa, Mbak. Lagi pula aku juga masih libur kerja kok. Jadi aku masih bisa santai dan main dengan mereka berdua. Btw... Mas Riyan di mana, mbak?" ~ Agung.

"Mas Riyan sudah pergi bekerja kalau sudah jam segini. Kau ingin aku buatkan minum teh atau kopi?" Niya menatap Agung sejenak kemudian pergi ke meja dapur, Niya mengambil gelas.

"Teh saja deh, mbak. Jangan terlalu manis tapi," kata Agung dia mengajak Arfi serta Zona ke teras depan untuk bermain disana.

...Teras depan.

"Om Agung sudah punya pacar, Om?"

"EH...!" Agung terkejut mendengar tanya dari Arfi, anak laki-laki yang masih berusia sembilan tahun dari Riyan kakak kandungnya itu.

"Kau ini bicara apa, Ar? Kau ini masih kecil. Kau tak boleh bertanya macam tu taw? Tak baek!"

"Hehehe... Hanya ikut-ikutan teman disekolah, Om. Maaf ya," Arfi nyengir dengan ekspresi bersalah.

"Om, pacar itu apa? Rasanya manis, asam, atau pedas?" Zona ikut kepo karena tadi mendengar kata pacar dari Arfi.

Agung menggaruk dagu karena bingung dengan pertanyaan kedua keponakannya itu. Ingin menjawab dan memberitahu apa itu pacar, tapi Agung takut salah cara menyampaikannya karena mereka masih begitu kecil.

"Kalian ada PR tidak? Kalau ada Om bakal bantu ajarin deh," Agung memilih mengalihkan topik pembicaraan saja pada hal yang lebih berguna, dan semoga saja Arfi, Zona bisa teralihkan.

"Aku tidak ada sih, Om." ~ Arfi.

"Kalau Zona ada PR tidak? Siapa tahu Om bisa membantu," Agung menatap Zona yang tengah asik main skuter warna biru.

Zona, gadis kecil yang baru berumur lima tahun itu berhenti bermain skuter dan terlihat berpikir. "Ada Om! Sebentar ya, Zona ambil tas dulu." kata Zona, setelah beberapa detik berpikir. Kemudian berlari cepat kedalam rumah.

Dan dijarak yang sudah tidak jauh dari teras, Niya meringis melihat Zona yang berlari kearahnya. Niya membayangkan jika Zona menabrak dirinya sudah pasti air panas yang masih mengeluarkan asap ini akan tumpah pada tangan dan kakinya.

"Bunda awaaas!"

"Ya Allah, Zona! Mengapa berlari seperti itu? Kalau kau menabrak Bunda, sudah pasti teh milik Om akan tumpah dan mengenai tangan, Bunda!" ~ Niya.

"Hehehe, maaf Bunda. Soalnya Zona mau mengambil tas dan mengerjakan PR bersama Om Agung...!" Zona sedikit berteriak sambil berlari menuju kekamarnya.

Niya menggeleng kepala. Kemudian menaruh teh untuk Agung diatas meja kecil yang memang tersedia diteras.

"Gung, ini tehnya,"

"Makasih mbak."

"Iya,"

Agung yang semula sedang duduk lesehan dilantai bersama Arfi, dia pindah duduk dikursi.

"Mbak! Apa aku boleh bertanya sesuatu?"

Niya yang hampir masuk kembali kedalam rumah, dia menghentikan langkah. "Apa?"

1
Apple
kaget
Apple
mood riyan gmpg goyah btuh tgurN krs
Apple
krj aja niya biar bs pny uang sendiri
Apple
eits riski minta pap wahwah
Apple
kok luna bisa sama nino?
Apple
cari solusi dong jgn asal mnyimpulkn
Apple
sbr niya kamu kuat dan hebT smngat y
Apple
sbr niya kamu kuat dan hebT smngat y
Apple
kasihan Niya. itu riyan knp lgsg pcy aja sama luna
Apple
nah pasti bakal ada ribut ribut nih.
Apple
surat apaan sih
Apple
ngapain malu Riyan jangan tinggi ego dan gengsi
Apple
kalo cemburu tinggal ngomong nggak usah pake acara ngambek ngambekan wkwkwk
Apple
cemburu bilang bos/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Apple
pesan apaan?
pesan dari siapa?
Apple
bagus
Apple
siapa yang ngikutin Deni.
Apple
kaget soalnya lagi ngeliatin kamu Niya
Apple
hahaha zona lucu dan bikin gemes
Apple
keluarga yang bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!