Elisa Marino, Putri Mafia Yang Masuk Ke Dalam Tubuh Putri Mahkota Karena Bantuan Penyihir Juga Atas Persetujuan Putri Mahkota Itu Sendiri
Tanpa Di Ketahui Elisa Marino, Putri Mahkota Itu Memiliki Banyak Musuh Yang Tersebar Di Seluruh Kerajaannya, Beritanya Pun Tersebar Sampai Keluar Kerajaan
Bagaimana Elisa Marino Mengubah Pandangan Orang Mengenai Dirinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.TiyaD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEDATANGAN PENYIHIR
Putri Mahkota Elisa, Dan Satu-satunya Anak Raja Erlan Varuna Adarlan Raja Dari Kerajaan Adarlan
Karena Keserakahan Sang Putri Membuat Banyak Orang Membencinya Dan Yang Lebih Banyak Dari Kalangan Wanita-wanita Muda Yang Prianya Di Rebut Oleh Sang Putri
Sudah Sebulan Berlalu Hukuman Mati Di Jatuhkan Pada Putri Viscountess Dan Seluruh Keluarganya Karena Merencanakan Pembuahan Untuk Putri Dengan Memberikan Racun Pada Sang Putri Yang Membuat Sang Putri Belum Juga Sadar Sampai Sekarang
Dokter Juga Tabib Sudah Bergantian Mengobati Sang Putri Tapi Tidak Juga Ada Kemajuan, Beberapa Dari Dokter Dan Tabib Ada Yang Mati Di Tempat Karena Di Bunuh Oleh Raja akibat Obat Juga Ramuan Yang Mereka Berikan Membuat Putri Mengalami Kejang, Entah Obat Mereka Yang Buruk Atau Racun Yang Di Tubuh Putri Yang Terlalu Kuat
Erlan (Raja) , Sudah Memanggil Dokter Juga Tabib Dari Seluruh Kerajaan Yang Terbesar Sampai Terkecil Untuk Mengobati Putri Satu-satunya Itu Tapi Tidak Yang Berhasil Sampai Datang Seorang Wanita Paruh Baya Mengajukan Diri Untuk Mengobati Sang Putri
Awalnya Mereka Tidak Percaya Juga Menolak Dan Khawatir Jika Wanita Paruh Baya Itu Mengobati Putri Kerajaan Mereka, Tapi Karena Kondisi Sang Putri Yang Mulai Melemah Mereka Pun Mengizinkan Wanita Itu Mengobati Sang Putri Dengan Berat Hati
Wanita Itu Menatap Sang Putri Lalu Melihat Sang Raja
"Saya Ingin Berbicara Dengan Anda Yang Mulia" Ujar Wanita Itu
Erlan Melirik Semua Orang, Mereka Pun Keluar
Sedan (Ksatria Pribadi Erlan) Menutup Pintu
"Ada Apa?" Tanya Erlan Datar Juga Gugup
"Putri Mu Ini Sedang Dalam Perjalanan Menuju Surga"
"APA!!!" Erlan Terkejut "APA MAKSUD MU?"
"Mendekat Lah Yang Mulia, Dan Rasakan Sendiri Denyut Nadi Putri Mu" Ujar Barlen Seorang Penyihir Yang Berusia 500 Tahun, Tapi Karena Keserakahannya Akan Kekutan, Ia Mecari Ke Seluruh Penjuru Dan Selalu Belajar Dan Belajar Sihir Sampai Ia Ada Di Tahap Sebagai Penyihir Terkuat Dan Mendapatkan Umur Yang Panjang
Erlan Pun Mendekati Putrinya Yang Terbaring Lemas Dan Pucat Itu, Erlan Memegangi Pergelangan Tangan Elisa, Memegangi Leher Elisa Berusaha Mencari Denyut Nadi Elisa
Erlan Yang Mulai Khawatir Pun Mendekati Telinganya Ke Arah Dada Elisa, Berusaha Mendengar Jantung Elisa
"Putri...Elisa" Erlan Menatap Elisa "TIDAK, KUMOHON ELISA, BANGUNLAH, AKU, AYAH, AYAH AKAN MENGABULKAN APAPUN YANG KAU INGINKAN ELISA, KU MOHON BANGUN LAH" Menunduk Menangis
Barlen Melihat Erlan Dengan Datar
"Apa Aku Harus Melakukannya? Tapi Sikap Putri Ini Sangat Buruk Dan Dia Pasti Akan Membuat Kerusuhan Bagi Siapapun Termasuk Ayahnya Sendiri" Pikir Barlen Yang Ingin Menyembuhkan Elisa Menggunakan Kekuatannya Tapi Ia Berat Hati Karena Sikap Elisa Yang Buruk
"Kecuali...Aku Juga Sudah Terlalu Lama Hidup Di Dunia Ini, Sudah Banyak Yang Ku Lalui Dan Semua Orang Yang Ku Cintai Dan Sayangi Sudah Tidak Ada Lagi, Lebih Tepatnya Mereka Semua Sudah Mati" Pikir Barlen Mengingat, Ibu, Ayah, Anak, Suami Yang Sudah Tak Terhitung Jumlahnya Itu Sudah Tidak Ada Lagi
Erlan Melihat Barlen "TOLONG, AKU, AKU AKAN MEMBERIKAN APAPUN YANG KAU INGIN, ASALKAN KAU BISA MENYEMBUHKAN PUTRI KU, KU MOHON" Berlutut
"Bisa Saja Aku Menyembuhkannya Tapi.."
Erlan Menatap Barlen "Tapi Apa?"
Barlen Menatap Elisa "Dia, Akan Berubah Sangat Banyak"
"Berubah? Maksud Mu, Wujudnya?"
"Semuanya, Entah Itu Wujud Atau Apapun Itu"
Erlan Terdiam Berfikir
"Kau Mau Menerima Perubahan Putri Mu Itu?"
Erlan Berfikir, Ia Melihat Elisa "Aku Ingin Melihat Senyumnya Lagi" Batin
Erlan Melihat Barlen "Aku Menerimanya"
"Baiklah, Tapi Aku Memiliki Satu Syarat"
"Silahkan, Apapun Itu Akan Ku Lakukan"
Barlen Tersenyum Kecil, Erlan Terkejut Melihat Senyum Lembut Barlen Yang Membuat Jantungnya Berdegup Cepat
"Berikan Aku Tempat Tidur Yang Layak"
Erlan Terkejut Dari Lamunannya "Ha?"
"Aku Tidak Ingin Ada Ganguan Dalam Wujud Apapun Di Saat Aku Tidur Nanti"
Erlan Menatap Mata Barlen Yang Terlihat Sedih Tapi Ada Kebahagian Di Dalam Mata Sedih Itu "Aku Mengerti"
"Kalau Begitu Keluarlah"
Erlan Terkejut "Ah, Baiklah"
Erlan Berdiri Lalu Berjalan Pergi Keluar Sesekali Ia Berbalik Melihat Barlen Yang Mulai Bersiap Menyembuhkan Elisa