Season 2
Erland si pria dingin yang jatuh cinta pada Jasmine sedari kecil,ia bahkan rela melakukan apa pun agar Jasmine menjadi milik nya. Tak ada yang tahu bahwa Erland adalah seorang mafia Kejam.
Season 1
Seorang mafia berdarah dingin dan kejam pada siapa pun yang mengusik ketenangan nya,Ia juga merupakan seorang CEO di perusahan terbesar, selain itu ia juga mempunyai wajah tampan nan rupawan tetapi untuk soal wanita tidak ada yang membuat nya tertarik sama sekali, di usia nya yang tak lagi muda ia masih setia sendiri namun saat ia keluar dari restoran tempat ia bertemu dengan clien nya, seorang gadis yang berwajah cantik dan imut menabrak nya hingga gadis itu terjatuh akan tetapi bukan nya minta maaf gadis itu hanya melihat nya sekilas lalu pergi. Sedangkan ia melihat kelakuan gadis tersebut malah tersenyum dan itulah awal ia merasakan cinta pada pada pandangan pertama pada seorang gadis.
Apakah ia bisa membuat gadis tersebut jatuh cinta pada nya, atau malah sebalik nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon H.Elisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 1
Disebuah ruangan gelap hanya ada satu lampu yang menyinari nya, seorang pria tampan serta dingin melihat ke arah musuh nya dengan tatapan datar.
"Siapa yang menyuruh mu untuk membunuh ku " ucap Aksa.
"Aku tidak akan pernah memberitahu mu, lebih baik aku mati dari pada memberitahumu" ucap pria tersebut.
"Kau tidak mau memberitahu nya baik lah, bunuh dia sekarang juga lalu bunuh juga semua anggota keluarga nya" ucap Aksa dingin.
"Jangan bunuh keluarga ku, aku mohon mereka tidak tau apa pun" ucap orang tersebut.
"Jika kau memberitahu kan nya maka keluarga mu akan aman, jika tidak maka seluruh keluarga mu akan habis, pilihan ada di tangan mu" ucap Aksa.
"Tuan Lucas yang menyuruh ku, sekarang lepas kan aku, aku sudah mengatakan nya" ucap orang tersebut.
Setelah mendengarkan jawaban orang tersebut Aksa pu pergi dari ruangan tersebut, tapi sebelum pergi ia menoleh ke arah anak buah nya, dan anak buah tersebut mengerti maksut dari tuan nya segera mengeluarkan pistol nya.
Dorr
Pria tersebut mati di tembak anak buah Aksa tepat di jantung nya, lalu ia berjalan untuk mengikuti Aksa dari belakang sedangkan mayat pria tersebut di urus anak buah yang lain nya.
"Apa perlu saya cari tau keberadaan tuan Lucas sekarang tuan" ucap Vino asisten sekaligis tangan kangan Aksa.
"Biarkan saja dia dulu, aku ingin lihat sampai mana ia bertindak" ucap Aksa dingin.
"Baik tuan" ucap Vino.
"Apa masih ada jadwal ku hari ini" ucap Aksa.
"Tidak ada tuan" ucap Vino.
"Aku akan pulang ke rumah " ucap Aksa.
"Baik tuan" ucap Vino.
Mereka pun segera keluar dari markas tersebut menuju rumah mewah bak istana,di mana Aksa tinggal sendiri bersama pelayan serta bodyguard yang menjaga rumah mewah nya.
Sesampai di rumah para pelayan berbaris dengan rapi menyambut kedatangan Aksa, sedangkan Aksa hanya menatap lurus kedepan tanpa melirik mereka, ia berjalan dengan wajah dingin nya sampai ke kamar nya di ikuti oleh Vino di belakang nya.
"Pulang lah aku akan masuk sendiri" ucap Aksa.
"Baik tuan" ucap Vino.
Ia pun pergi dari rumah Vino menuju apartemen tempat ia tinggal.Sedangkan Aksa membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur dan menatap langit-langit kamarnya.
Tak lama kemudian ia pun pergi ke ruang kerja nya untuk bekerja kembali, ia tidak pernah mau membuang waktu nya hanya untuk sekedar bermalas-malas an, yang ia tahu hanya bekerja dan bekerja saja.
Saat ia mengecek semua laporan yang masuk ke email nya ia pun tersenyum mengerikan saat melihat nya.
sepertinya ada yang ingin bermain-main di perusahaan ku, kau tidak tau dengan siapa kau berurusan saat ini, tunggu saja besok akan aku tunjuk kan seperti apa permainan yang sesungguh nya, gumam Aksa dengan senyum iblis nya.
Selesai ia pun kembali ke kamar nya. Ia pun segera kembali ke kamar nya untuk membersihkan diri nya, setelah selesai ia pun turun ke bawah.
"Apa ada yang anda butuh kan tuan" ucap kepala pelayan di rumah Aksa.
"Tidak ada" ucap Aksa dingin dan melangkah kan kaki nya menuju ruangan latihan.
Ia pun segera mengambil pistol yang berada di lemari ruangan dengan tersusun rapi dan juga jumlah yang banyak.
Di dalam ruangan tersebut hanya terdengar suara tembakan saja, setelah meresa cukup Aksa pun meninggalkan ruangan latihan tersebut dan masuk ke dalam rumah.
🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa vote, like dan komen nya😊
Agar author lebih semangat lagi😊