NovelToon NovelToon
Sebening Cinta Aisyah

Sebening Cinta Aisyah

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Perjodohan / Dosen / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Delia Septiani

Aisyah Safitri, menerima pinangan dari Hanif, seorang dosen yang terkenal soleh dan baik hati.

Awal pernikahan mereka, memang terlihat seperti rumah tangga orang lain pada umumnya, yang bergitu romantis dan harmonis.

Tapi siapa sangka, dibalik keharmonisannya itu, tersimpan sebuah rahasia, yang membuat rumah tangga mereka berada di ujung tanduk.

Akankah perceraian terjadi di antara keduanya? Dan mampukah, Aisyah mempertahankan rumah tangganya? Apa sih rahasia penyebab itu semua?

Yang penasaran, yuk lanjut baca aja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

Sinar mentari pagi masuk melalui sela-sela jendela yang berteralis. Terlihat seorang gadis cantik, tengah duduk di depan sebuah cermin besar. Dan di sampingnya ada seorang wanita yang sedang sibuk merias wajah cantik gadis itu.

Nama gadis itu ialah Aisyah Safitri. Anak pertama dari Pak Abdul Rahman dan Bu Arumi.

Hari ini, adalah hari dimana Pak Abdul akan melepaskan anak gadisnya. Ia menikahkan Aisyah dengan seorang lelaki, yang terkenal sebagai dosen di Fakultas Ilmu Agama. Usia lelaki yang di jodohkan dengan Aisyah tidak lah jauh. Usia di antara mereka hanya terpaut 5 tahun, dengan usia Aisyah yang lebih muda, lima tahun dari lelaki itu.

Kini Aisyah sudah siap. Gadis itu terlihat begitu cantik dan anggun. Gaun putih yang mengembang, menutupi seluruh tubuhnya dengan sempurna dan indah, tak menghilangkan cahaya ke solihahan dari Aisyah. Mahkota kecil yang terpasang di kepalanya yang tertutup hijab itu, membuat Aisyah terlihat bagai ratu dunia.

"Aisyah, kau sudah siap sayang?" tanya Umi Arum, yang berdiri di belakang Aisyah, melihat pantulan anaknya, di balik cermin yang ada di depannya.

"Insya Allah sudah siap Umi."

"Aisyah, maafkan Umi dan Abah ya sayang," ucap Arum, dengan mata yang berkaca-kaca.

Aisyah, membalikkan badannya, dan berdiri berhadapan dengan Uminya. "Umi ... Umi maupun Abah tidak perlu meminta maaf kepada Aisyah, tidak ada yang perlu meminta maaf ataupun memaafkan," ucap Aisyah, memegang kedua tangan Uminya.

"Aisyah ... Umi ... Umi takut, jika lelaki yang akan menikah denganmu, tak–"

"Sut...." Aisyah, menghentikan ucapan Uminya, sambil menggelengkan kepalanya pelan.

"Umi, ketika Abah sudah yakin dengan pilihannya, Aisyah sebagai anaknya tentu akan menuruti kemauan Abah. Aisyah juga tahu, Abah tidak mungkin menjodohkan Aisyah dengan sembarang lelaki."

"Siapapun lelaki itu, bagaimanapun sifat dan kelakuannya, dia adalah lelaki yang dipilihkan Abah untuk Aisyah, dan tentunya semua ini sudah tertulis di lauh mahfuz. Jadi Umi tenang saja, Insya Allah Aisyah akan bahagia dengan pernikahan ini."

"Maa Syaa Allah, Aisyah ...." Arum menatap Aisyah begitu haru.

"Bukankah dulu Umi pernah bilang, ridho Allah ada di ridho kedua orang tua. Kalau Umi dan Abah sudah meridhoi pernikahan ini Insya Allah, Allah pun akan ridho dengan semuanya," tutur Aisyah, sambil menatap kedua bola mata Uminya.

Seketika Arum memeluk tubuh mungil putrinya itu. Dengan perasaan bangga dan haru akan putri kesayangannya itu.

***

Sementara itu, di gedung Aula Hotel bintang lima, yang cukup besar dan sudah di hias dengan sebegitu megahnya. Menambah suasa pernikahan ini semakin indah.

Terlihat seorang lelaki berkoko putih, dengan balutan jas yang berwarna senada. Memakai peci imamah, dan sorban berwarna hijau tua, dengan bordelan benang merah yang menghiasi sorbannya. Membuat penampilan lelaki itu terlihat sangatlah gagah, berwibawa dan memancarkan auranya.

Lelaki itu ialah Hanif Abdul Muyin. Dia adalah calon suami dari Aisyah. Hanif anak tunggal dari Pak Arifin dan Bu Nisa.

Mereka sekeluarga baru datang, memasuki gedung Aula. Dentungan suara hadrah dari para santri ikut memeriahkan acara penyambutan pengantin pria.

Hanif di giring oleh Umma dan Abi nya menuju meja rahfalan. Dengan hati yang berdebar dan sedikit gugup, Hanif segera mendudukkan tubuhnya di atas kursi. Berhadapan langsung dengan Penghulu dan calon mertuanya.

Perasaan berdebar merasuki dadanya. Ia masih tak percaya bahwa hari ini akan menjadi hari bersejarah dalam hidupnya. Bahkan ia tak menyangka, bahwa wanita yang seminggu lalu ia temui, kini akan ia nikahi. Semua para tamu sudah duduk rapi, di kursi putih yang berjajar. Seorang lelaki berjas hitam berdiri di samping panggung pelaminan, MC itu pun segera memulai untuk membuka acara pernikahan ini. Dan tanpa berlama-lama, akad pernikahanpun segera dilangsungkan.

"Saya terima nikah dan kawinnya, Aisyah Safitri binti Bapak Abdul Rahman, dengan emas kawin 25gr, dibayar kontan," ucap Hanif begitu lantang, suaranya ikut menggema di ruang aula ini. Diiringi oleh riuhnya suara para saksi yang menyorakkan kata "Sah." Secara bersamaan.

Sesaat, setelah kata sah terdengar. Aisyah pun keluar dari kamar riasnya, berjalan menuju gedung aula, tempat pelaminannya berada. Umi Arum dan Yusuf, mereka berjalan menggandeng Aisyah.

Terlihat sekali, Aisyah yang begitu gugup, ia memegang erat lengan adiknya, karena merasa nerves, bahkan tanpa terasa tangannya sudah basah, berkeringat. Aisyah berjalan perlahan dengan, sedikit langkah kaki yang gemetar, terlebih Aisyah sedikit kesusahan karena ia tak biasa memakai high heels. Sesampainya di meja rahfal, Umi Arum dan Yusuf, segera membantu Aisyah untuk duduk di dekat Hanif, lelaki yang kini sudah sah menjadi suaminya.

Mata Hanif terkesiap saat melihat wajah istrinya yang jauh lebih cantik dari yang pernah ia lihat sebelumnya. Riasan yang menghiasi wajahnya, membuat Aisyah terlihat pangling.

Aisyah duduk, sambil menundukkan kepalanya, karena ia masih merasa malu akan suaminya. Namun Bapak penghulu, menyuruh mereka untuk mengucapkan janji suci, yang ada di buku nikah mereka. Membacanya secara bergantian dan saling berhadapan. Bahkan ketika Aisyah membacakan janji pernikahanpun, suaranya terdengar begitu kecil, karena saking groginya. Apalagi ketika Pak penghulu, menyuruh Hanif untuk mencium kening Aisyah. Di antara kedua, terlihat masih malu-malu, bahkan tangan Hanif pun, ikut bergetar, tatkala ia memegang bahu Aisyah, untuk mencium kening istrinya itu.

"Nanti malam, jangan sampai gorgi seperti ini," goda Pak penghulu kepada Hanif. Hanif hanya tersenyum, mengangguk malu.

Dan kini segala macam adat istiadat pernikahanpun dilangsungkan.

.

.

.

Bersambung.

INFO PENTING HARAP DI BACA

Jadi lapak ini awalnya digunakan buat cerita Selly dan Andre, tapi ceritanya udah author pindahkan ke No-Vel-Me dengan judul Perfect Marriage. Info lengkap cek instagram @dela.delia25 suka update di sana.

DAN.... kenapa di sini ceritanya di ganti sama Hanif dan Aisyah. Jadi ini novel author yg dulu blm di lanjutkan, jadi lapak Selly Andre author ganti dgn cerita Aisyah dan Hanif. Makanya kalau nanti di kolom komentar nama2 yg muncul pun akan berbeda.

INI MASIH TAHAP REVISI ya teman-teman. Insyaallah secepatnya di selesaikan.

Hallo ini novel ke 3 author di NovelToon.

Maaf ya lagi ada revisi besar-besaran. Di bagian bab lain ada yg gak nyambung karena lagi di revisi. insyaallah dalam 1 bulan selesai revisinya.

Jangan lupa tinggalkan komentar dan like nya di bawah. vote juga ya. 😊

1
Nani Sumarni
masih me nyimak alur ceritanya
Vivi Bidadari
Wanita siluman berwajah manusia ga terima ditinggal nikah eehhh mau merebut pula suami org... haduhhh beginian mau jadi dosen gimana mahsiswa/i yg diajar ya minus akhlak..

Mau menyamakan. Aisyah ya beda level lah Nara kamu mah ga ada apa apanya
Vivi Bidadari
Suami macam apa kamu Hanif lebih mementingkkan wanita lain dari istri Mu sendiri ...

Kamu selingkuh Hanif

Biar Aisyah sama Adam aja
Kasna Wati
lanjut jangan lama2 x
Annie Caem
lanjut dink cerita x rme bnget
Samsidar Mnk
lanjut
Muna Muna
lalnjut
Tetty Manik
lanjut
Siti Sarfiah
movelx seru bangat, lanjutkn
NuryamahFatmah
Thor...apa Hanif pacaran sama Nara?
NuryamahFatmah
thorr..kalo panggilan nya Abang lebih mesra deh
Ros Diana
kasihan aisyah dibohongi.
Nurdaidah
ga suka sama hanif. alim tp pegang tangan nara. dasar oon
Nurdaidah
kalau hanif alim ga spt itu. g pernah lht org alim ketempat paxar hehe
Alenia Askiya
katay tamat kok menggangtung....
Alenia Askiya
kok g ada lanjutannya...
Fitrah Fitrah
tlong klo nara mau Hanif
minta ke Aisah baik2
jngan pake cra yg keji , jahat
Novi Handayani
Lanjut
Andi Wati Mallaniung
sama adam aja,hanaf kan ada pacarx.
Rita Handayani
tetap Hanif aja...kasih hati Hanif untuk Aisyah Thor... kasihan Aisya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!