NovelToon NovelToon
Meadow

Meadow

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Quin

Ayatha memandang pusara Yosa itu dengan nanar, sahabat satu-satunya telah meninggalkannya selamanya, bukan hanya sahabatnya, bahkan keluarganya pun meninggalkannya. namun tidak berapa lama dia bertemu seorang pria yang ternyata ada hubungannya dengan Yosa?.

Saat dia mencoba untuk hidup tanpa bantuan siapapun, bekerja menjadi pelayan pribadi di keluarga terkaya di negaranya, dia malah berurusan dengan Tuan muda kedua yang begitu penasaran dengannya, selalu menjahilinya dengan caranya...

lalu bagaimana dengan Tuan muda Pertama yang tiba-tiba pulang dari Amerika setelah bertahun-tahun tak pulang, yang ternyata tak menyukainya?

Ini kisah cinta yang biasa namun penuh perjuangan...

"perpisahan mengajarkan kita, bahwa seseorang sangat berharga ketika dia sudah tiada"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamat Tinggal Sahabat

Senja itu temaram, jingga dan biru menyatu bak lukisan yang indah, Angin menghempas dedaunan membuat beberapa gugur ditanah... Ayatha hanya berdiri terdiam, matanya menatap kosong, disisi sisinya terlihat air mata mengalir, beberapa kali dia menghapusnya, namun tetap saja air matanya tidak bisa berhenti.

Sudah seminggu, Yosa berbaring di peristirahatannya yang terakhir, Ayatha sebenarnya sangat membenci tempat ini, tempat yang sangat familiar baginya bahkan saat usianya masih kecil. Dia membenci suasananya yang suram dan sedih, Namun entah kenapa di sepanjang hidupnya dia harus terus kembali ketempat ini, menyaksikan bagaimana orang-orang yang dia sayangi pergi meninggalkannya.

"Ayatha..." tegur Bibi itu pada Ayatha, Ayatha membalik tubuhnya melihat ibunya Yosa berdiri di belakangnya. Ibu Yosa tampak lebih kurus, Yosa adalah anak satu-satunya pasti Bibi sangat depresi kehilangan anak yang paling dibanggakannya.

"Bibi?" Kata Ayatha menghapus keras air mata di pipinya. pipinya tampak memerah.

" Ini...dia ingin kau memilikinya," kata Bibi itu pada Ayatha menyerahkan sebuah kotak merah pada Ayatha, kotak itu mirip seperti kotak perhiasan.

" Apa ini bi?" Tanya Ayatha bingung.

" Ntah lah, " Kata bibi itu pada Ayatha.

" Bagaimana Yosa bisa seperti ini?, setahuku dia selalu sehat, walaupun jarang sekali bertemu dengannya, tapi.... dia selalu saja tersenyum, aku tidak pernah menyangka dia punya penyakit yang begitu parah" kata Ayatha

" Kau tahu bagaimana Yosa bukan? dia selalu saja tersenyum, bahkan di detik-detik terakhirnya pun dia tersenyum, " kata Ibu Yosa air matanya turun, mengalir hingga ke sudut bibirnya, matanya yang bengkak memancarkan kesedihan yang dalam.

" Ya aku tahu, aku rindu semangatnya, rindu tingkahnya, gadis yang penuh semangat, " kata Ayatha tersenyum mengenangnya, namun air mata kembali menetes.

" Benar...Ayatha, jaga dirimu ya, bibi harus pulang," kata ibu Yosa lagi

Ayatha terdiam, bibi itu meninggalkan Ayatha sendiri. Ayatha membuka kotak itu, seuntai kalung putih dengan kristal aquamarine mengantung indah, bersinar dibawah cahaya yang temaram.

Ayatha terus memandang kalung itu, Apa maksudmu Yosa? Pikir Ayatha sambil melihat peristirahatan terakhir Yosa dari jauh.

Kini hanya ada Ayatha sendiri menghadap tanah perkuburan yang masih basah, lili putih menghiasi pusara Yosa. Ayatha mengelus batu nisan yang baru terpasang, wajah Yosa menghiasi nisan, dia masih seperti yang Ayatha ingat, di fotonya tersenyum sangat riang, gadis begini cantik kenapa harus pergi begitu cepat?

Air mata Ayatha mengalir lagi, dia namun dia berusaha tetap tersenyum...

" Yosa... Apakah kau sekarang bahagia disana?" tanya Ayatha

Hening....hanya hembusan angin terdengar kencang.

" Kenapa kau begitu cepat meninggalkan ku sendiri disini... Kenapa kau juga pergi meninggalkan ku?" Kata Ayatha lirih

Ayatha menghapus kembali air matanya...

Yosa, gadis lucu, cerdas dan selalu semangat itu sudah pergi meninggalkannya, Yosa satu satunya sahabat Ayatha, bahkan mungkin satu-satunya orang yang dimilikinya. Ayatha hanya anak yatim piatu yang pendiam dan Yosa lah satu satunya anak yang mau berteman dengannya disaat anak-anak semua menghinanya.

" Maafkan...maafkan aku....kau selalu ada saat aku membutuhkan mu...namun bahkan disaat terakhirmu...aku tidak ada, " kata ayatha

Angin terus bertiup semangkin kencang, membawa awan hitam mendekat, menambah suram suasana.

" Beristrahatlah... Aku akan menjaga yang kau berikan...maafkan aku" kata Ayatha menghapus air matanya, perlahan meninggalkan pusara Yosa di temani rintik hujan yang mulai menghantam tanah.

1
Betty Wulansari
Alhamdulillah akhirnya 😊
Betty Wulansari
Kanebo mana kanebo 😭😭😭
Betty Wulansari
Andra 😭😭😭
Betty Wulansari
😍😍😍
Betty Wulansari
😭😭😭
Betty Wulansari
😊😊
Betty Wulansari
😊
palupi
terimakasih 💐💕🙏
palupi
Luar biasa
Wangintowe Tundugi
suruhan tuan arya ah kapan selesai ceritAmu quin
Wangintowe Tundugi
kapan tamanya ceritamu quin
Wangintowe Tundugi
sepertinya yg meninggal bukan ayatha,maxi sengaja memanipulasi bersama dokter jeremy untuk keamanan ayatha dari tuan Ray😅
Wangintowe Tundugi
pak wang jadi obat nyamuk 😂
Wangintowe Tundugi
ayata kok gitu ya dengar dulu lah
Wangintowe Tundugi
sepertinya hanna dan maxi ada hubungan maxi hanya nutupi hubungannya pada ortunya
Wangintowe Tundugi
sama2 terluka
kafa ainshod
love sekebon buat maxi
Youleannaa
bagus
emak e Rainnathan
Luar biasa
Ve
Yosa baik bgt sih
Tapi keputusan Ayatha juga benar, krna ga bs slmanya ngandelin orng lain, berat sih tp hrs bs berdiri di kaki sendiri.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!