NovelToon NovelToon
Who Is Adam?

Who Is Adam?

Status: tamat
Genre:Petualangan / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: cucu@suliani

Laila adalah seorang wanita cantik dan sederhana yang bekerja di sebuah perusahaan terbesar di kota, sang CEO yang memimpin perusahaan tersebut begitu menyukai nya.

Dia sering membelikan perhiasan dan tentu nya memberikan perhatian, dan yang pasti yang membuat Laila suka adalah perhatian nya.

Dia pun selalu berusaha untuk menjadikan Laila milik nya, tapi sayang nya di saat Laila sudah jatuh cinta pada nya bahkan sudah menyerahkan kehormatan nya, kedua orang tua sang CEO tak menyetujui nya.

Laila pun di ancam, akhirnya dia pun pergi dan menghindar dari pujaan hati nya.

Yuk, bantu baca karya ku si penulis yang masih amatiran ini.. Mohon dukungan nya ya..

IG @suliani_cucu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Mula

Di tepi jalan terlihat seorang wanita yang sedang berjalan dengan tertatih, sesekali dia mengelus perut buncitnya dengan tangan kirinya. Sedangkan di tangan kanannya, dia membawa tas besar berisikan perlengkapan calon buah hatinya.

Terkadang dia melihat ke kanan dan ke kiri, berharap ada mobil yang mau mengajak dirinya untuk pergi jauh dari tempat itu.

Sesekali dia terisak dan tampak mengusap pipinya yang berderai air mata, sudah satu jam dia berjalan tapi tidak juga mendapatkan tumpangan.

Tidak lama kemudian, sebuah mobil bak terbuka melintas di depan wanita itu. Dia pun memberhentikan mobil tersebut, dia berharap akan mendapatkan tumpangan.

Sang supir pun dan seorang kernet pun memberhentikan mobilnya, mereka membuka pintu mobil dan menghampiri wanita tersebut.

"Ada apa, Nyonya? Kenapa malam-malam begini anda masih berada di jalan? Bukankah tidak baik seorang wanita yang sedang hamil besar berkeliaran di malam hari?"

Sang supir membrondong wanita itu dengan banyak pertanyaan, rasanya sangat aneh ada seorang wanita hamil masih berada di jalanan seperti itu.

"Maaf, Tuan. Boleh'kah saya ikut menumpang?" tanya perempuan itu.

Sopir dan kernet itu nampak saling pandang, mereka baru saja bertemu dengan wanita itu. Namun, mereka merasa tidak tega jika harus membiarkan wanita itu sendirian di jalanan.

Apalagi perut wanita itu dalam keadaan hamil besar, rasanya mereka begitu tidak tega melihat akan hal itu.

"Kami ini hanya orang kampung yang akan pulang, kami baru selesai mengantarkan sayuran ke pasar induk. Memangnya Nyonya mau pergi ke mana? Kenapa harus menumpang pada mobil kami?" tanya sang sopir.

Mendapatkan pertanyaan seperti itu, wanita hamil itu nampak kebingungan. Dia seakan menyimpan satu rahasia yang tidak ingin dia ungkapkan.

"Aku tidak tahu harus pergi ke mana, tolong bawalah aku ke kampung kalian. Aku akan membayar ongkosnya," pinta perempuan itu.

"Lalu, jika anda sudah sampai di kampung kami, Nyonya mau kemana?" tanya sang sopir dengan khawatir.

Dia sudah tidak peduli akan pergi ke mana, dia sudah tidak peduli akan tinggal di mana. Yang terpenting baginya, dia bisa segera pergi dari sana.

"Kalian bisa turunkan aku di tempat yang ramai, aku akan mencari tempat tinggal di kampung kalian," jawab wanita itu.

Sang sopir terlihat menghela napas berat, dia seakan enggan untuk memberikan tumpangan kepada wanita itu.

Namun, dia juga merasa tidak tega jika harus meninggalkan wanita itu sendirian di tepi jalan. Dia merasa kasihan.

"Baiklah, Nyonya. Tapi, Nyonya hanya bisa duduk di belakang. Jika anda duduk di depan tidak akan muat, apa Nyonya tidak keberatan?" tanya sang sopir.

Wanita itu dengan cepat menganggukkan kepalanya, tidak mengapa jika dia harus duduk di bak terbuka. Yang terpenting dia bisa mendapatkan tumpangan.

"Tidak apa, Tuan. Justru saya sangat berterimakasih," ucapnya dengan senyum yang mengembang di bibirnya.

Sang sopir menepuk pundak kernetnya, lalu dia pun berkata.

"Jhoy! Bantu Nyonya itu naik ke atas mobil," titah sang sopir.

"Baik, Pak," jawabnya.

Jhoy pun memapah dan membantu wanita itu untuk naik ke atas mobil, setelahnya wanita itu nampak duduk sambil memeluk perut buncitnya.

"Terima kasih Jhoy," ucap perempuan itu.

"Sama sama, Nyonya ----"

"Laila, panggil aku Laila," ucapnya.

"Baiklah, Nyonya Laila." Jhoy melepas jaketnya karena merasa tidak tega saat melihat wajah Laila yang mulai memucat.

Lalu, dia memberikan jaket itu kepada Laila. Tentu saja Laila menerima jaket itu dengan senang hati. Karena merasa mendapatkan perhatian dari Jhoy.

"Perjalanan ke kampung masih sekitar enam jam, pakailah jaketku agar anda tidak kedinginan. Kalau di dalam tasmu itu ada kain, pakailah untuk menutupi perutmu itu," ucap Jhoy seraya berlalu.

Laila tersenyum, dalam hatinya sungguh dia berterima kasih. Kini dia akan pergi ke tempat yang jauh untuk meninggalkan kehidupan lamanya dan memulai kehidupannya yang baru. Hanya ada dia dan bayi yang ada di dalam kandungannya.

Mobil pun mulai berjalan, suasana malam yang dingin menjadi sangat dingin dengan adanya hembusan angin yang menerpa. Laila pun memakai jaket dari Jhoy, dia membuka tasnya dan mengambil selimut bayi yang sudah dia persiapkan untuk calon baby boy-nya.

Ya, menurut dokter bayi itu berjenis kelamin laki laki dan akan lahir sekitar satu minggu lagi. Laila nampak meringkuk dan menyandarkan kepalanya di atas tas besar tersebut, walaupun udaranya sangat dingin, tapi akhirnya dia pun bisa tertidur dengan lelap.

***

Laila merasa jika dirinya baru saja memejamkan matanya, tapi sang sopir sudah membangun dirinya.

"Nyonya, bangunlah. Maaf saya menurunkan anda di pasar, karna saya tidak mungkin membawa anda pulang ke rumah saya. Istri saya pasti akan langsung meminta saya untuk menceraikannya kalau saya pulang membawa anda bersama saya, maaf." Sopir itu berbicara dengan penuh sesal.

"Tidak apa-apa, Tuan. Justru saya sangat berterimakasih kepada anda, karena anda sudah memberikan tumpangan," ucap Laila.

Laila pun turun dari mobil di bantu oleh Jhoy, Laila nampak merogoh tas yang dia bawa dan mengambil beberapa lembar uang.

"Ini, Pak. Saya ada uang sebagai ongkos karena Bapak sudah baik membawa saya ke sini," ucap Laila.

"Tidak usah, buat anda saja, Nyonya. Anda pasti membutuhkannya untuk biaya melahirkan nanti, saya permisi," ucap Pak sopir.

"Terima kasih, Pak. Anda sangat baik," ucap Laila.

Pak sopir pun pergi untuk pulang ke rumahnya, sedangkan Laila yang baru saja datang ke tempat itu nampak celingukan.

Dia memang berasal dari keluarga sederhana, tapi dia baru tahu jika kehidupan di kampung itu terlihat lebih memprihatinkan. Bisa dikatakan di sana itu masih dalam lingkup orang-orang miskin.

Laila merasa jika dirinya memang harus mulai beradaptasi dengan lingkungan tersebut, karna inilah jalan yang dia ambil. Dia sudah memutuskan untuk meninggalkan kehidupan lamanya dan mengubur semuanya.

Cukup lama Laila berjalan menyusuri kampung tersebut, tidak lama kemudian dia melihat Masjid besar tidak jauh dari pasar.

Laila pun langsung pergi ke mesjid tersebut, dia langsung menuju toilet mesjid dan menumpang membersihkan diri.

Setelah selesai, Laila pun langsung masuk ke dalam mesjid. Dia melihat jam yang bertengger cantik di dinding Masjid, Laila tersenyum.

"Pukul empat pagi, sebentar lagi waktu subuh. Aku akan mengaji sebentar sambil menunggu waktu subuh tiba," ucapnya saraya memakai mukena yang ada di Masjid tersebut.

Laila mengaji dengan suara sir, dia takut suaranya akan mengganggu. Tidak lama para jemaah pun mulai berdatangan, karena memang waktu subuh telah tiba.

Banyak orang yang memandang ke arah Laila, karna mungkin mereka tidak mengenal sosok wanita itu. Mereka seperti memandang remeh ke arah Laila, tapi dia merasa tidak perduli.

Baginya yang terpenting untuknya saat ini adalah segera shalat dan pergi mencari tempat tinggal yang baru, dia tidak ingin memikirkan apa pun lagi.

Selesai shalat, Laila langsung bergegas untuk pergi. Tentu saja yang pertama kali Laila lakukan adalah mencari tempat makan, karena perutnya terasa lapar.

Beruntung di pasar tradisional itu terdapat banyak jajanan, baik berupa kue atau pun nasi bungkus.

Laila pun membeli satu bungkus makanan untuk mengisi perutnya, saat Laila hendak mengambil dompet dari tas besarnya, tiba tiba saja ada seorang copet yang mengambil dompetnya dan dia langsung berlari dengan cepat.

Laila langsung berteriak dengan histeris, karena semua uangnya ada di dalam dompet itu. Bahkan untuk biaya melahirkan pun ada di dalam dompetnya, Laila pun berusaha mengejar pencopet itu.

"Tolong kembalikan dompetku, kumohon. Jangan ambil dompetku!" teriak Laila.

Perempuan hamil itu tidak bisa mengejar pencopet itu dengan perut besar nya, dia merasa tubuhnya sangat lemas.

Satu hal yang membuat dirinya sedih, tidak ada satu pun orang yang mau menolongnya. Mereka hanya melihat saja tanpa berniat membantu, sungguh miris pikirnya.

"Ya Tuhan, maafkan atas segala dosa besarku. Maafkan aku," ucap Laila seraya terisak.

Laila menjatuhkan tubuhnya di tanah sambil memeluk perut besarnya, tasnya pun dia campakkan begitu saja. Kini perutnya terasa sangat sakit, tubuhnya terasa sangat lemas.

Mungkin, karna efek berlari tadi perut Laila langsung mengalami kontraksi. Laila tampak meringis menahan sakit, beberapa orang nampak melihat iba ke arahnya, tapi mereka tidak mau ambil risiko karena tidak mengenal Laila.

"Tolong, tolong aku," pintanya mengiba.

Orang orang yang ada di sekitar sana hanya melirik ke arahnya sekilas saja, setelah itu mereka pura-pura tuli.

Laila pun semakin merasa sedih dan juga nyeri di perutnya, dia mencengkram tas yang ada di dekatnya dengan kuat.

"Aaaarggh! Siapa pun tolong aku," pintanya terbata.

Namun, tetap saja tidak ada yang mau menolongnya. Semua yang ada di sana seperti payung hidup yang taj berhati.

Darah segar mulai terlihat mengalir dari sela pahanya, Laila nampak panik. Dia bersusah payah untuk berdiri, Laila bersusah payah berjalan menuju jalan besar.

Dia sungguh berharap ada orang yang bersedia untuk menolongnya, dia takut baby yang dia kandung akan kenapa-kenapa.

+

+

+

TBC

1
Ais NSP
dimulai dari kisah menyedihkan LailaArkana demi perjuangan cinta lalu lanjut kisah AdamSisil dan lainnya yang santai bahasa dan ceritanya tapi gak bosen bacanya. makasih kak othor semoga makin sukses dengan semua karyanya/Good//Rose//Heart//Kiss/
Cucu Suliani: Makasih juga untuk Kakak sudah baca dari episode awal sampai akhir, love sekebon buat Kakak pokoknya 🥰😍
total 1 replies
momi
Luar biasa
Nofal Nova
cara minta maafnya kok gak sopan main peluk aja, gak ada basa basinya
Baiq Salthien Wqudsy
sampai bab 8ni aku suka dengan alur ceritanya..
Nunik Wahyuni
Devano ....Layla adikmu satu ibu beda bpk ....kalian bersaudara kluar dr satu rahim yg sama....bisa gt ia thorrr kyk di ikan terbang 😂😂😂
Nunik Wahyuni
apa ia Devano anak tuan Seno dan ibu Nayla....Devano kakak Layla satu ibu beda bpk....?makin sedih aja klo ia bnr begitu berati secara tdk langsung Devan ma BPK kandung nya slama ini jd anak angkat rumitttt kaleeee🤣🤣💃💃💃
Nunik Wahyuni
apa Devano anak ibu Nayla dan tuan Seno ....rumit keiu thorrr bikin penasaran....atau Arkana anak Nayla dan tuan Seno....jd Arkana satu bpk beda ibu ma Layla....hbt thorrr bikin penasaran di hdp 😂😂😂
Nunik Wahyuni
kumaha atuh thorrr udah thorrr Devan nya ksh yg lain aja kasian Arkana yg hampir gila Krn ditglkan Layla....devan ngalah yahhh demi kebahagiaan adik dan keponakan genius muuu....kieu Weh thorrr Devan nya keur abi meunang teu🤣🤣🤣🤣
Nunik Wahyuni
disisi lain ikut bahagia liat Adam bersama ayahnya...tapi disisi lain kasian Devan yg putus harapan memiliki Layla.....sdgkan dia tdk bisa suka ma Eliza ....rumit inihhh hati nya devan galauuu🙈🙈😂😂😂
Nunik Wahyuni
pasti Arkana gila Krn tdk bisa menemukan Layla....gmn ia reaksinya asat melihat duplikat wajahnya di Adam jeng jeng 😂😂😂
Nunik Wahyuni
feeling Adam pasti kuat secara darah daging ayahnya yg dirindukan slama dr bayi ga bertemu dan skrg Adam udh umur 5 thn....
Nunik Wahyuni
bawa Layla dan Adam ketemu adik angkat Devano maka adikmu pasti sembuh dr sakit jiwa nya ....🙈🙈🙈
Nunik Wahyuni
Devano jth cinta ma Layla....nti km shock klo tau Adam adalah anak dr adik angkatmu yg sdg stay di rmh sakit jiwa 😎😎😎
Nunik Wahyuni
Devano mending nyari lagi yg lain ....Layla itu milik adik angkat nya yg lg depresi Krn ditgl Layla....betul tdk thorrr?
Nunik Wahyuni
Munkinkah adik angkat Devano papanya Adam ?
Nunik Wahyuni
Akankah seorg Devano jth cinta pada mama Adam jeng jeng ...tapi bgsx Layla bertemu dgn papa nya Adam dan menikah....kasian Adam thorrr butuh sosok seorg ayah di hdpnya 😔😔😍😍
Nunik Wahyuni
Adam sdh tajir melintir dr SD 😅😅😅
Nunik Wahyuni
smoga Arkana bertemu Adam disaat Adam udh dkt ma devano dan terjadi salah paham antara Layla dan Arkana 🤣🤣🤣
Nunik Wahyuni
sepeda butut akomodasi Layla mencapai kesuksesan bersama Adam ....antar jemput sekolah dan kemana pun mrk pergi 😍🍼😅
Nunik Wahyuni
sabar Layla smua nti akan terungkap ma Arkana ....smoga adam bisa bertemu Arkana ayah kandung nya....dan bisa menikahi Layla utk berumah tangga bersama Adam dan Layla 😍🍼💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!