Melahirkan Anak Rahasia CEO
Menginjak usia 20 tahun Arabella zivana Edward telah melalui satu malam yang kelam bersama pria asing yang tidak di kenal nya,semua itu terjadi akibat jebakan yang di buat saudara tiri dan ibu tirinya, namun siapa sangka pria asing yang menghabiskan malam dengan nya adalah seorang CEO paling kaya di kota tempat tinggal mereka. Akibat dari kesalahan itu, secara diam-diam Arabella melahirkan tiga orang anak kembar dari CEO tersebut
Penguasa Para Dewa
Angin malam berhembus dingin, membawa aroma pinus yang tajam menyapu halaman belakang sekte pinggiran. Lin Chen duduk bersila di atas batu basal yang dingin, menarik napas panjang. Malam ini terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun menderita dan dihina oleh sesama murid, ia akhirnya bangkit dan menyadari satu kebenaran mutlak yang selama ini tertidur di dalam darahnya: tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Meridian yang selama ini tersumbat perlahan mulai beresonansi, menandakan ia telah melangkah mantap di tahap awal kultivasi, yakni ranah Penempaan Tubuh.
Ia membuka mata perlahan. Tepat pada saat itu, dari kejauhan di bawah cahaya bulan purnama yang pucat, pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di anjungan tebing.
Gadis itu adalah Su Qingyue. Untuk pertama kalinya, Lin Chen melihatnya dari jarak sejauh ini, tampak sangat dingin dan cantik tiada tara, seolah-olah ia bukanlah makhluk yang berasal dari dunia yang fana ini
Langit Yang Menyimpan Janji
Dunia kultivasi terbagi menjadi banyak sekte dan keluarga besar. Orang-orang berlomba mencapai tingkat tertinggi demi keabadian.
Tapi protagonis kita?
Seorang pemuda biasa yang dianggap sampah oleh semua orang.
Dia nggak punya bakat kultivasi yang bagus. Bahkan keluarganya sendiri malu mengakuinya.
Sampai suatu hari, dia bertemu dengan seorang gadis dari sekte besar.
Cantik, dingin, berbakat, dan statusnya jauh di atasnya.
Awalnya mereka saling benci.
Lalu mulai saling peduli.
Lalu muncul masalah...
Si gadis ternyata sudah dijodohkan dengan seorang jenius dari sekte lain.
Di Balik Diam yang Melukai
Langkahku terhenti di depan gerbang besi bercat hijau tua yang mulai mengelupas. SMA Negeri 1—sekolah yang sepuluh tahun lalu menyaksikan betapa lugunya aku merajut mimpi, kini menyambutku kembali seb
0
2
Di Bawah Kabut Cikulul
Langit Pangalengan selalu punya cara untuk menyimpan duka. Kebun teh Cikulul yang membentang hijau kerap kali diselimuti kabut tebal saban sore, menyembunyikan ujung jemari siapa pun yang mencoba sali
0
1
Bestie, Staycation Kita Seru Banget!
Malam itu, gerimis membungkus Dusun Bandan Waru dengan kabut tebal yang berbau minyak tanah dan bunga kantil busuk. Di sebuah rumah panggung kayu jati yang lapuk—rumah milik Mbah Kerto, dukun tertua y
0
1
Goresan Luka Di Atas Kanvas Suci
Lampu gantung di atas meja makan memancarkan cahaya kekuningan yang lembut, menimpa dua mangkuk sup ayam yang asapnya perlahan menipis. Di kursi kayu berukir itu, Rani duduk memeluk lututnya sendiri,
0
1