Cia Tze Zu berjalan santai menaiki anak tangga,yang membuat para pengunjung yang kebanyakan orang biasa tertegun heran.
mereka berpikir bagaimana mungkin pemuda yang mereka anggap juga orang seperti mereka sejak tadi sambil menikmati hidangan yang ada.
kini berjalan Santai menaiki anak tangga,yang sebagian orang tau kalau tempat itu bukanlah tempat sembarangan.
” tuan Kim,siapa sebenarnya pemuda itu?"
” entahlah, siapapun pemuda itu yang pasti dia telah memberiku untung besar hari ini.”
tuan Kim atau pemilik restoran tersenyum lebar,dia lupa kalau ruangan viv yang dia sediakan hanya untuk kaum bangsawan tidak sembarang orang boleh datang ketempat itu.
karena kaum bangsawan akan merasa terhina bila berada satu tempat dengan rakyat biasa.
hanya kaum bangsawan sajalah yang boleh berada di tempat itu bersama para pengawalnya.
Cia Tze Zu telah berada di ruang viv,sungguh Cia Tze Zu sangat kagum dengan dekorasi ruangan viv,walau tidak semegah ruangan istana yang ada di istana,tetapi ruangan ini sangat indah.
dengan bergantungan lampu lampu kristal yang sangat indah,dan pernak pernik di dinding ruangan itu begitu sangat indah.
tampak beberapa putra bangsawan sedang berada di dalam ruangan itu dengan di temani wanita wanita cantik yang memang khusus di sediakan oleh tuan kim.
Cia Tze Zu melihat pangeran Yun,yang duduk di dampingi seorang pelayan dan menikmati hiburan seorang penari yang wajahnya paling cantik di antara para gadis yang ada di tempat itu.
dan beberapa putra bangsawan juga hadir dan duduknya tidak jauh dari pangeran Yun.
kehadiran Cia Tze Zu membuat hiburan berhenti sejenak, semua mata tertuju pada Cia Tze Zu yang masih tenang berdiri di pinggir anak tangga.
” apakah tempat ini sudah menjadi tempat umum,mengapa seorang gembel bisa hadir di tempat ini?tuan Kim harus memberikan penjelasan padaku."
seorang putra bangsawan yang sejak tadi sudah berada di tempat itu sebelum pangeran Yun, sepertinya tidak senang dengan kehadiran Cia Tze Zu.
para tamu kehormatan yang hadir di ruang viv yang sebagian kalangan elit,juga ribut dengan kemunculan Cia Tze Zu yang masih tenang.
tiba tiba muncul tuan Kim yang berlari kecil,berusaha menenangkan para putra putra bangsawan itu.
” tenang tenang para pangeran,jangan merasa tersinggung,pria ini bukanlah gembel,dia adalah anak saudagar kaya sengaja menyamar,untuk mengikuti kontes ilmu bela diri di sekte naga hitam.”
tuan Kim datang menengahi keributan yang terjadi di ruangan viv,dan para anak bangsawan itu pun akhirnya mengerti setelah di beri penjelasan oleh tuan Kim.
Cia Tze Zu di beri duduk sedikit jauh dari para anak bangsawan itu,yang sepertinya sedikit risih dengan penampilan Cia Tze Zu.
Cia Tze Zu menikmati penampilan para penari yang kembali melakukan pertunjukan yang terhenti karena kehadiran nya.
para anak bangsawan kembali terhanyut dengan penampilan yang mereka berikan,apa lagi ketika sang penari utama mengeluarkan suara emas yang begitu merdu membuat para putra bangsawan itu memuji suara penari itu.
bahkan Cia Tze Zu juga terhanyut karena lagu yang sangat sedih dengan perjuangan seorang ibu membesarkan seorang putranya dengan air mata dan penuh penderitaan,tetapi setelah putranya dewasa, putranya malah pergi meninggalkan ibunya dan tidak pernah kembali sampai sang ibu menghembuskan nafasnya,dan sang putra tak kunjung kembali.
setahun kemudian sang putra setelah sukses di tanah perantauan,kembali ke tanah kelahirannya untuk menjemput sang ibu yang sudah tua dan hidup sendiri,tetapi betapa terkejutnya dirinya ketika mendapatkan sang pusara ibunya yang tidak terawat.
sang putra pun menangis sejadi jadinya,dan sampai kehilangan kesadarannya dan menjadi gila.
lagu sedih menjadi terhanyut ketika penari itu menyanyikan dengan deraian air mata.
bahkan sebagian putra bangsawan yang datang ke kota naga telah memiliki jiwa ksatria harus menjatuhkan air mata tanpa mereka sadari.
dan kesedihan itu harus berhenti ketika suara tawa yang menggema dari lelaki separuh baya yang nadanya seperti mengejek pada putra putra bangsawan itu.
” ha ha ha.... apa yang harus di banggakan pada kalian yang memiliki bernasib menjadi putra putra bangsawan yang mengaku memiliki jiwa ksatria,dan datang ke kota naga untuk mengambil kesempatan menjadi salah satu anggota sekte naga hitam?sungguh memalukan.”
suara itu membuat mereka yang terhanyut kesedihan kembali sadar,dan menatap pria paruh baya itu.
” tutup mulutmu orang tua,kalau punya nyali sebaiknya kau hadapi aku,jangan sesumbar dengan mulut busukmu itu."
seorang putra bangsawan yang di kenal memiliki sifat arogan berdiri dan menantang lelaki paruh baya itu.
” hu.....kamu anak ingusan,jangan sok jago,bahkan banyak yang lebih tinggi ilmunya darimu lebiih kalem dan duduk santun.”
” jangan banyak bicara orang tua,buktikan kalau dirimu mampu mengalahkan diriku hanya tiga jurus.”
” ha ha ha....bahkan aku bisa mengalahkan dirimu dengan satu jurus anak ingusan.”
” sombong kau orang tua,buktikan kalau kamu mampu.”
pemuda itu yang tak lain putra dari keluarga Bun, atau lebih di kenal tuan Bun yang memiliki beberapa bisnis besar di kota sincau,langsung menyerang pria paruh baya itu dengan kursi yang di lemparkan pada pria tua itu.
tetapi belum sampai kursi itu mengenai pria itu,kursi itu hancur berkeping keping terkena pukulan jarak jauh pria itu.
dengan cepat pria itu balik menyerang pemuda itu dan sungguh mengagumkan,dengan sekali genjot pria itu sudah berada di depan pemuda itu dan.
sebuah pukulan keras tepat mengenai ulu hati pemuda itu membuat pemuda itu terduduk sambil meringis kesakitan,karena perutnya sangat mulas akibat di hajar pria paruh baya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Yan Sofian
kakek kakek tua bangka
2024-10-21
0
Ruslan Derahman
bertarung dgn pria tua
2024-01-25
1
Sutarwi Ahmad
bos authornya ingin memperpanjang ceritanya.
2024-01-20
1