Myro hanya tersenyum pahit mendengar perkataan Iris dan mengangguk lalu berkata "Aku mengerti".
Melihat bahwa Myro sudah mengerti, Iris kembali tersenyum ramah dan berkata "Silahkan tunggu sebentar, saya akan menyiapkan tugas kalian".
Setelah itu, Iris segera mengambil sesuatu dari bawah mejanya dan mencap kertas tugas Myro dan Frize lalu menuliskan nama mereka diatas kertas. Setelah itu, Iris segera berkata "Baiklah, dengan ini maka kalian sudah bisa melakukan tugas ini".
Myro dan Frize mengangguk lalu setelah beberapa kata lagi dengan Iris, mereka segera berjalan pergi menuju menara labirin. Seperti sebelumnya, Myro dan Frize harus membayar untuk datang ke labirin.
Setelah Frize membayarnya, mereka segera datang ke labirin dan di teleportasi menuju lantai 1. Saat merasakan udara yang sangat dingin itu lagi, Myro segera bergetar. Tapi, mereka sama sekali tidak berhenti dan terus berjalan untuk mencari tangga menuju lantai berikutnya. Myro tidak langsung mencari kulit kelinci salju yang ia tinggalkan disini. Bagaimanapun, agak repot membawa kulit kelinci salju sambil bertarung. Jadi Myro berencana mengambilnya saat pulang nanti.
Tidak membutuhkan waktu lama, Myro dan Frize segera menemukan sebuah lingkaran sihir menuju lantai berikutnya. Tidak ada yang pernah tahu bagaimana lingkaran sihir ini bisa ada disini karena menurut buku yang ada, lingkaran sihir ini sudah ada disini saat labirin ini ada.
Myro menatap lingkaran sihir itu dan berkata di pikirannya "Luna, apakah aku bisa menganalisis lingkaran sihir ini?".
[Tuan Myro, anda saat ini hanya memiliki analisis monster. Tapi anda bisa yakin bahwa disaat level anda meningkat maka anda juga bisa menganalisis hal lain baik itu lingkaran sihir bahkan dunia sekalipun]
"Dunia?", Myro segera terkejut mendengar hal tersebut. Bukankah saat Myro sudah bisa menganalisis dunia sebanyak 100% maka Myro bisa membuat sebuah dunia sendiri? Bukankah ia akan menjadi dewa?
Tapi Myro tidak banyak memikirkan hal tersebut sekarang karena Myro tahu bahwa untuk menjadi dewa sangatlah lama.
Myro dan Frize akan segera berteleportasi lagi tapi hal yang mengejutkan Myro segera terjadi. Beberapa prajurit segera mendatangi mereka dan berkata "Jika kalian akan naik ke lantai berikutnya maka harus membayar 5 koin perunggu".
Myro hampir gila mendengar perkataan para prajurit ini. Bukankah mereka terlalu banyak mengumpulkan uang? Mereka tidak membuat sihir teleportasi ini tapi mereka memberitahu kami untuk membayar. Frize segera mengambil 10 koin perunggu dan membayarnya karena Frize tahu bahwa para prajurit ini adalah para prajurit yang dikirim oleh walikota. Walikota merasa bahwa menara labirin ada di Kota Labirin jadi sebagai walikota dari Kota Labirin, ia berhak mengambil pajak penggunaan labirin.
Myro dan Frize segera pergi memakai lingkaran sihir tersebut ke lantai berikutnya. Angin dingin yang Myro rasakan segera menghilang dan digantikan oleh perasaan hangat. Tapi Myro merasa kakinya saat ini sangat berlumpur sehingga Myro membuka matanya dan melihat bahwa mereka kali ini berada di rawa. Tidak, lebih tepatnya lantai 2 menara labirin adalah rawa dengan beberapa pohon disekitar.
Ada beberapa prajurit juga yang menjaga lingkaran sihir disini karena ini adalah jalan menuju kembali ke lantai 1. Tapi setelah Frize bertanya masalah apakah harus membayar kembali saat mereka pulang, prajurit tersebut menjawab bahwa hanya berangkat yang perlu bayar. Jika itu pulang maka para petualang tidak perlu membayar lagi.
Tugas para prajurit ada disini dan menjaga lingkaran sihir adalah untuk membantu para petualang yang mendapatkan masalah di lantai ini atau melawan musuh yang kuat. Lagipula para petualang sudah membayar untuk datang kesini jadi para prajurit juga memberi mereka perlindungan. Jadi jika para petualang melawan monster kuat maka mereka harus berlari kembali menuju lingkaran teleportasi ini untuk bantuan para prajurit.
Setelah mengetahui hal tersebut, Myro dan Frize segera berjalan di rawa-rawa ini. Frize cukup kesulitan saat berjalan dan hampir jatuh beberapa kali. Tapi saat Frize melihat kearah Myro, Frize sangat terkejut karena Myro berjalan dengan mudah di rawa ini. Myro berjalan seperti tidak ada bedanya dengan jalan tanah.
Melihat tatapan aneh Frize, Myro segera mengerti dan berkata sambil tersenyum "Ayahku dulu sering melatihku juga di rawa-rawa saat memburu beberapa hewan. Ayahku juga mengajariku cara yang efektif untuk berjalan di rawa jadi setelah datang ke rawa selama beberapa tahun, aku tidak kesulitan lagi berjalan di rawa".
Mendengar perkataan Myro, Frize menjadi semakin aneh. Sepertinya siapa ayahmu yang terlihat sangat hebat ini? Ayahmu bahkan mengajari menggunakan belati, busur dan berjalan di rawa. Apakah ayahmu adalah pemburu? Aku yang seorang prajurit pun tidak sehebat itu.
Raja singa dan singa disekitar Myro juga cukup kesulitan untuk berjalan di rawa. Untungnya para prajurit juga tidak membutuhkan bayaran bagi singa dan raja singa yang datang ke labirin karena mereka tidak dianggap sebagai orang oleh para prajurit tersebut.
Myro yang berjalan segera berhenti lalu menutup matanya dan mempertajam telinganya. Myro segera mengambil busur dibelakangnya dan mengambil sebuah anak panah lalu menariknya tanpa ragu-ragu. Frize segera terkejut dengan tindakan Myro yang tiba-tiba tapi sebelum Frize sempat bertanya, Myro segera membuka matanya lalu mengarahkan busur kearah lumpur tidak jauh dari mereka dan berteriak "Kau disana!".
Segera suara tali busur bergema di rawa ini. Anak panah Myro maju dengan sangat cepat dan menusuk lumpur tersebut. Frize yang masih bingung dengan tindakan Myro segera menarik anak panah yang ditembakkan Myro dan menjadi terkejut karena ia melihat katak dengan warna kulit hitam dan matanya yang seperti darah dan penuh kegilaan. Tapi katak tersebut sudah mati karena anak panah Myro yang menusuknya.
Frize sangat kagum dengan deteksi dan tembakan Myro karena Frize sama sekali tidak menyadari katak ini sebelumnya. Katak gila berukuran tinggi sekitar 1 meter dan lebar seukuran manusia. Tapi mereka sangat ahli bersembunyi dan berenang di lumpur sehingga sangat sulit bagi para petualang untuk menemukan katak yang berenang di lumpur. Katak gila memiliki ukuran yang cukup besar jadi Suli baginya untuk mati tapi panah Myro tepat mengenai jantungnya jadi katak itu mati dengan sekali tembak.
Tapi hal itu lebih membuat Frize kagum. Lagipula katak ini bersembunyi di lumpur dan sama sekali tidak terlihat tapi Myro memakai pendengarannya bisa membidik jantung katak ini.
Hal yang paling menakutkan dari katak ini adalah racunnya. Bahkan sampai sekarangpun belum ada orang yang bisa membuat penawar racun katak gila. Tapi racun katak gila tidak menyebabkan kematian dan hanya tidak bisa bergerak selama 5 menit. Tapi saat bertarung, tidak bisa bergerak selama 5 menit dapat berarti kematian.
Saat Frize masih kagum dengan tembakan Myro, Myro mulai menutup matanya lagi dan mendengar sekitar. Katak gila ini adalah monster berkelompok jadi jika membunuh seekor katak gila maka puluhan katak gila akan segera membalas sang pembunuhnya.
Myro segera mendengar puluhan katak gila yang berenang mendekat kearah sini di lumpur. Katak gila ini berjumlah sekitar 25 katak yang jauh lebih sedikit daripada kelinci salju yang mengepung mereka kemarin. Tapi pertempuran kali ini berada di rawa yang merugikan para singa dan menguntungkan katak-katak ini jadi pertempuran kali ini pasti akan lebih sulit.
Myro segera mengambil 5 anak panah secara langsung dan meletakkan diatas busurnya lalu mengambil sebuah anak panah lagi dan meletakkan di mulutnya untuk berjaga-jaga jika musuh berhasil mendekati Myro jadi Myro bisa langsung menembak. Myro segera menarik nafas dan melepas tali busur tersebut.
Dibawah tatapan terkejut Frize, 5 anak panah terbang dengan cepat dan menabrak lumpur cukup jauh dari Frize dan Myro saat ini. Setelah 5 panah menabrak lumpur tersebut, suara teriakan kesakitan dari katak gila segera terdengar yang membuat Frize mengerti bahwa katak gila sudah mulai mengepung mereka. Frize segera mengambil pedangnya dan bersiap untuk bertarung juga. Para singa dan raja singa juga berlari ke depan Myro untuk melindunginya.
Myro segera menarik sebuah panah di mulutnya lalu melepas panah tersebut kearah depan. Padahal didepan Myro sama sekali tidak ada katak. Tapi, tiba-tiba lumpur didepan Myro segera bergetar dan seekor katak melompat dari lumpur untuk menyerang Myro. Anak panah yang ditembak Myro ke depan segera menusuk jantung katak tersebut dan terus membawa katak itu hingga tertabrak disebuah pohon.
Melihat kemampuan memanah Myro, Frize benar-benar kagum. Myro bisa menembak katak gila sudah sangat hebat tapi Myro juga bisa menembak 5 katak secara langsung dan bahkan bersiap untuk katak gila yang menyerang Myro secara sembunyi-sembunyi. Di mata Frize, Myro tidak berbeda dengan dewa memanah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 405 Episodes
Comments
🐊 Ɓꭎауа Ʀаша
apakah ayahnya pernah dipanggil ke dunia ini juga, dan memiliki skill sampah juga???
2023-05-26
2
Semau Gue
..oooO..............
...(....).....Oooo...
....\..(.......(...)....
.....\_).......)../.....
...............(_/......
jejak
2022-10-10
1
Steven Ong
👍👍👏👏
2022-01-16
0