°°°~Happy Reading~°°°
Sinar matahari mulai menerobos masuk melalui celah-celah kaca jendela, memberi kehangatan di tengah musim penghujan yang baru saja di mulai.
Anelis membangunkan putra-putrinya yang kini masih dalam rengkuhan sang mimpi, Arsha menjadi yang pertama bangun. Sedangkan Arshi, Anelis harus mengerahkan tenaga ekstra untuk mengembalikan kesadaran putri tidur nya itu.
" Arshi... Bangun sayang... " Anelis menepuk-nepuk punggung Arshi yang masih tenang dalam tidurnya.
Tak ada respon, Arshi masih enggan meninggalkan mimpi indahnya, membuat Anelis kembali mengoyak tubuh anak perempuan nya itu lembut.
" Sayang, bangun yuk... Sudah siang... "
Arshi mulai menggeliat, merenggangkan tubuhnya, ia menguap lebar dengan mulut kecilnya.
" Mommy, ashi penen tidul lagi, Ashi masih nantuk..." Sahut Ashi dengan suara parau khas bangun tidur.
" Ini sudah siang sayang, Arshi kan harus sekolah... " Anelis menyingkirkan anak rambut yang berserakan di wajah Arshi, hingga terlihatlah wajah malas sang tuan putri.
Arshi berusaha mengembalikan kesadarannya, tangannya mengucek kedua matanya yang masih saja sulit di buka, terpaksa ia membangkitkan tubuhnya dengan malas sebelum mommy nya itu kembali mengoyak tubuhnya.
Mereka mulai melakoni ritual mandinya, kali ini Anelis akan langsung memandikan Arshi karena pagi ini putra-putrinya itu harus berangkat sekolah sebelum pukul 7 pagi.
Tak berapa lama berselang, akhirnya Arsha dan Arshi telah siap dengan penampilannya.
Arshi tampil cantik nan mempesona dengan kemeja putih lengan pendek yang di padu padankan dengan rok kotak-kotak di atas lutut, rambut pirang bergelombangnya ia biarkan tergerai indah sepinggang bak princess di negri dongeng.
Arsha tak kalah mempesonanya dari Arshi, ia memadu padankan kemeja putih pendek dengan celana kotak-kotak, rambut pirang dan mata biru yang dimilikinya selalu sukses mengambil alih semua perhatian orang-orang disekitarnya, meskipun hanya wajah dingin yang selalu ditampilkannya.
" Mommy... shuapin Ashi... " Sahut Arshi yang hanya memandangi makanan di atas meja dengan malas.
" Dasar manja " Sindir Arsha pada adik perempuannya itu dengan wajah dingin tanpa ekspresinya.
" Bialin, dali pada Asha ndak peulnah tenum, hweeee " Arshi menjulurkan lidahnya seraya mengejek saudara kembarnya itu.
Arsha hanya diam membisu, ia lebih memilih melanjutkan makan nya dari pada harus berdebat dengan Arshi yang punya seribu mulut alias cerewet.
Mendengar perdebatan kedua buah hati nya, Anelis hanya tersenyum kecut. Yah..., benar memang yang dikatakan Arshi barusan.
Entah kenapa anak laki-lakinya itu sangat cuek, tanpa ekspresi, bahkan terkesan dingin dengan tatapan mata yang tajam menghunus. Sangat bertolak belakang dengan Arshi yang begitu ceria dan cerewet di setiap detiknya.
Selesai dengan sarapannya, Anelis segera mengantar anak-anaknya ke sekolah dengan motor matic miliknya. Letaknya sedikit jauh dari kediaman nya, namun sangat dekat dengan tempat kerjanya, membuatnya mudah saat harus mengantar jemput keduanya.
🍁🍁🍁
Home Preschool...
" Anak mommy yang baik ya sekolahnya, nggak boleh nakal, harus dengerin bu guru... " Nasehat Anelis pada Arsha dan Arshi sesampainya di depan pagar sekolah.
" Iya mommy... " Sahut keduanya serentak dengan suara Arshi yang mendominasi.
" Nanti setelah belajar nya selesai, tunggu mommy sampai jemput kalian ya... "
" Okey... Shiap Bosh kiyu... " Sahut Arshi sembari mengangkat tangan kanannya memberi hormat pada sang mommy.
Anelis menyunggingkan bibirnya, celotehan Arshi benar-benar sangat menghiburnya, Arshi lah sang pemberi semangat di hari-hari terberatnya sekalipun.
Cup...cup...cup...
Anelis mengecup kening dan kedua pipi gembul Arshi. Hendak beralih mengecup kening Arsha, namun pergerakannya seketika terhenti saat tiba-tiba tangan Arsha mengangkat ke atas sebatas dada dengan wajah bekunya.
" No mommy " Sahut Arsha dengan wajah dingin.
Anelis menautkan alisnya, memancarkan wajah penuh kekecewaan yang langsung membuat Arsha merasa bersalah dengan mommy nya.
" Baiklah, hanya cium satu kali di kening... " Arsha maju selangkah, membuat jaraknya dengan Anelis semakin rapat.
Cup...
Satu kecupan mendarat di kening Arsha yang terlihat sedikit berkerut tanda tak suka.
🍁🍁🍁
Update lagi nih
Di tunggu support dari kalian🤗
kasih aku mood booster dong dengan like dari para readers yang budiman, hehehe
Happy Reading
have a nice day
love you💞💞💞
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 198 Episodes
Comments
Ayu
awal crita anak kembar itu ada gimana thor.
2024-11-18
0
Nuryati Yati
penasaran ma daddy si kembar
2024-07-29
0
Erna Wati
nah celotehan arsi ini yg bkn aku kangen meski udah bertahun' aku baca😁
2024-07-07
4