Melalui kabut tebal yang menyesakkan kepalanya, Wulan mendengar sebuah suara. Suara itu seperti menembus dinding air, pelan dan berat, tetapi begitu dikenalnya sejak pertama kali — seperti kunci yang pas pada gembok dari hatinya yang meringkuk. Ia mencoba mengikuti suara itu, meski tubuhnya terasa seperti tenggelam dalam lumpur.
Ia membuka bibirnya yang kering, "...Andra?"
Pria yang sejak tadi mendekapnya tertegun sedikit, lalu menunduk melihat wajah istrinya.
"Hmm, itu aku." Ia menggenggam tangan gadis itu, dan suaranya lebih lembut dari biasanya, seakan takut mengganggu sesuatu yang rapuh.
Tubuh yang sejak tadi kaku seperti batu itu perlahan melunak di bawah telapak tangannya. Wulan tidak lagi terisak, tidak pula menggenggam belati; yang ia lakukan hanyalah mengikuti suara itu, seperti seekor anak burung yang akhirnya menemukan sarangnya setelah semalaman diterpa angin.
"Aku ..." Wulan membuka mulutnya, lalu berkata dengan suara parau, seakan sudah sangat lelah, "Aku sangat mengantuk."
Karena tidak ingin membuatnya semakin khawatir, ia memilih diam perihal kejadian-kejadian berbahaya yang barusan dialaminya, dan juga rasa sakit yang sedang menjalari tubuhnya.
Mata Nalendra tiba-tiba menjadi gelap. Ia membungkuk, mengangkat gadis itu ke dalam dekapan, lalu berdiri: "Baiklah, kuantar kau pulang."
"Hmm." Wulan menutup kedua matanya dan terlelap dengan tenang.
Wikrama yang berdiri di pinggirnya sejak tadi memperhatikan Wulan dengan tenang, tidak melewatkan kedamaian yang muncul di wajah gadis itu. Barangkali karena ada seseorang yang benar-benar pantas menerima kepercayaan tanpa syarat yang telah datang, maka ia bisa melepaskan seluruh kewaspadaan dan kecemasannya, tidak lagi seperti landak yang menegakkan duri-durinya melindungi diri.
Nalendra mendekapnya sambil berbalik untuk keluar. Tetapi ketika hendak meninggalkan ruangan, ia tiba-tiba menengadahkan kepala, seakan tak sengaja melirik belahan bulan sabit yang menembus lapisan awan gelap di atas kepala.
Sekali ini,…
PUTRI MALAM UNTUK PANGLIMA SENJA
179 - AKU DI SINI
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 191 Episodes
Comments