Sejak kembali dari paguyuban beberapa hari lalu, Wulan tidak menduga bahwa perkara pertama yang menantinya di Kediaman Adipati Ardani adalah kedatangan seorang tamu dari jauh. Abdi tadi subuh melaporkan bahwa kerabat dari marga ibunya telah tiba; sambil menuruni koridor menuju halaman bambu, Wulan berjalan dengan perasaan campur aduk, antara ingin tahu dan gugup menyambut seseorang yang sudah bertahun-tahun tidak ia temui.
Ibu kandung Wulan berasal dari garis keturunan langsung keluarga besar Wikrama di wilayah timur. Semasa kecil, Wulan cukup akrab dengan keluarga pihak ibunya itu, termasuk dengan sepupu laki-laki langsung, anak dari paman ibunya. Ketika keluarga Ardani sedang dilanda kesulitan, sepupunya itu kerap hadir memberikan uluran bantuan. Sayangnya, kedudukan keluarga besar Wikrama berada jauh dari ibu kota, sehingga apa yang bisa ia perbuat pun terbatas; keduanya hanya saling berkabar lewat punggawa yang lalu-lalang, seperti dua cabang pohon yang tumbuh di tepian sungai yang sama tetapi tak pernah benar-benar saling merangkul.
Wulan menjejakkan sepatunya di atas undakan pintu, lalu melangkah masuk. Begitu ia menyapu pandangan keliling, dari balik rimbunnya dedaunan di bawah sebatang pohon tua, seseorang melambaikan tangan kepadanya sambil terkekeh ringan, memanggil namanya dengan nada ceria—sebuah suara yang sudah lama tidak ia dengar. Wulan berhenti selangkah di tengah pelataran; wajah yang membalas senyumnya itu masih amat mirip dengan kenangan masa kecilnya, hanya saja kini tumbuh lebih tinggi dan lebih memikat.
Sementara itu, Nona Wening yang berdiri di samping Wulan membeku seketika, matanya menyipit menatap pemuda itu tanpa berkedip. Wulan melambai-lambaikan tangan di depan wajah sahabatnya tiga kali sebelum mata itu akhirnya berkedip dari lamunannya. "Wening, jangan sampai kau lupa diri, ya," godanya sambil setengah cemas, "kalau kau memandangnya sampai lupa makan, siapa yang akan melindungi aku dari para pangeran iseng?"
Nona Wening sama sekali ti…
PUTRI MALAM UNTUK PANGLIMA SENJA
157 - SEPUPU YANG RUPAWAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 191 Episodes
Comments