Sementara di lantai bawah Nalendra menaiki anak tangga satu demi satu dengan wajah membeku, di ujung lorong lantai tiga yang tertutup pintu tengah bergolak pertarungan yang tidak kalah mendidihnya. Namun dari balik dinding, suara pembantaian di bawah belum sirna dan membuat langkah para prajurit di dekat kamar itu terguncang.
Apa yang terjadi di bawah itu? Ada yang menyerbu menara? Siapa yang berani?
Pasukan keluarga Menteri Perang yang tadi bersiaga di lorong berhamburan turun untuk memastikan; hanya menyisakan beberapa orang yang berdiri mematung di hadapan kamar ujung. Di dalam kamar itu, Wulan dan Nona Wening terkurung bersama lelaki berjanggut yang semakin ganas.
Wulan telah menghabiskan hampir seluruh tenaganya. Kaki kirinya sempat menyeret pelan, dan ujung belati di tangannya bergetar; namun matanya tetap jernih, menembus ke arah lelehan lilin yang berkedip di atas meja kecil. Ia mengatur napas, menghitung jarak, sementara lengan kanannya melindungi Nona Wening yang bersandar di sudut dinding.
"Wulan, di belakangmu!" seru Nona Wening tiba-tiba.
Wulan tidak menoleh; ia justru melesat ke samping sambil memegang lengan Nona Wening yang gemetar. Ketika itu pula pisau ganda lelaki berjanggut itu menebas tempat yang barusan ia berdiri, menggores dinding hingga serbuk kayu beterbangan.
"Ini bukan urusan menyenangkan lagi," geram lelaki itu. Niat awalnya memang hanya bermain-main, tetapi dua perempuan ini sudah melukai salah seorang anak buahnya dan membunuh satu yang lain. "Kalian akan kubuat menyesal."
Wulan tidak menanggapi; ia memutar belati di tangannya, merapatkan tubuh ke sisi Wening. "Nona Wening, dengarkan. Kalau nanti kusuruh lari, jangan pernah menoleh ke belakang."
"Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri." Nona Wening menatapnya tegas, walau suaranya sedikit pecah.
"Kalau begitu berdiri di belakangku dan jangan bergerak." Wulan menyesuaikan pegangan belatinya. Tak lama kemudian lelaki berjanggut itu menghambur lagi; tebasan pedangnya datang tanpa jarak, me…
PUTRI MALAM UNTUK PANGLIMA SENJA
116 - PERTARUNGAN DI KAMAR TIGA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 256 Episodes
Comments