Langkah Nalendra turun dari lantai atas terasa berat, tetapi genggamannya pada tubuh Wulan justru semakin erat, seolah ia ingin meleburkan gadis itu ke dalam darahnya sendiri. Jubahnya berlumur rintik hujan yang menetes dari langit malam, dan bau besi bercampur lembap memenuhi udara di lorong menara itu. "Tidak apa-apa, Wuri. Aku di sini," bisiknya parau, rendah, nyaris tertelan oleh derap langkah dan gemeresak pedang yang beradu di bawah.
Kekuatan yang mengalir di antara lengan itu begitu besar sampai membuat Wulan sesak, tetapi ia tidak berani melepaskannya; ia justru membenamkan dirinya ke dada Nalendra, menahan isak yang menggetarkan tulang rusuknya. Seluruh dunia seakan tersaring menjadi sederhana: hangatnya tubuh di depannya, debar jantung yang berdetak kencang, dan cucuran air mata yang terus menggenang di pelupuknya tanpa henti.
Di kepalanya yang masih diselimuti kelelahan, Wulan berusaha menyusun kembali potongan-potongan malam itu. Ada jeritan, ada kilau belati, ada tangan-tangan yang mencoba mencekik leher Nona Wening, dan ada tubuhnya sendiri yang berjibaku dengan lelaki berjenggot di kamar paling atas menara. Semuanya bercampur aduk bagai pekatnya lumpur; satu-satunya hal yang terasa nyata hanyalah tangan Nalendra yang menopang punggungnya dan embusan napas hangat di dekat telinganya yang dingin.
Ketika sampai di bawah tangga, Nalendra berhenti sejenak. Sewindu yang lalu lelaki ini pernah kehilangan banyak orang yang disayanginya, dan malam ini gunung amarah yang ia timbun selama berhari-hari nyaris runtuh begitu Wulan muncul di depannya dalam keadaan berdarah. Ia mengatupkan rahang, mengusir bayang-bayang itu, lalu berbalik menuju pintu utama dengan langkah yang tak terbantahkan.
Dari belakang mereka, terdengar derap langkah tergesa yang memanjat tangga. Danendra, kakak Nona Wening, menerobos masuk tanpa memperdulikan apa pun; ia menangkap pergelangan sang adik yang berdiri di sisi ruangan, lalu bertanya dengan suara memburu: "Wening, kau tidak apa-apa…
PUTRI MALAM UNTUK PANGLIMA SENJA
118 - JANGAN KAU LIHAT
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 188 Episodes
Comments