"Minggir! Semua minggir! Dinas Garda sedang bertugas! Masyarakat biasa ke tepi semua!"
Sebuah teriakan memecah udara basah tepat ketika Nalendra tengah membenamkan pandangannya pada sebaris jejak di lorong yang sudah terguyur hujan. Sejumlah besar prajurit Dinas Garda Kota Pelantar bergegas masuk, dan orang-orang yang tadi penasaran langsung memberi jalan dengan sendirinya.
Komandan yang berjalan di ujung pasukan itu berteriak dengan nada kesal dari api kedudukannya, "Ada apa pula hari ini? Kemarin perkara sengketa toko saja sudah membuat repot dua hari penuh; sekarang kereta terbakar pula di gang sepi. Masih banyak yang tidak mengerti aturan kota kalian, ya?"
Begitu ia melihat sederet punggawa bayangan yang menjaga pintu masuk gang, wajah komandan itu semakin panjang, dan ia berkoar, "Ini gerangan apa? Berani-beraninya membawa pasukan pribadi menghadang bupati di bawah mata raja?!"
Sambil berkata begitu ia melambai ke belakang, "Kemari! Bawa orang-orang ini ke kantor dulu!"
"Siap, Tuan!"
Namun sebelum para prajurit sempat bergerak, Sandya menghunus pedangnya, maju selangkah dengan wajah dingin, lalu berteriak keras, "Berani-beraninya kau tidak memberi hormat di depan seorang pangeran!"
"Hah? Pangeran?" Komandan itu tertegun sebentar, menjulurkan lehernya melihat dari celah yang dibuat Sandya, dan tepat di belakangnya ia melihat ada sosok yang sedang berdiri tenang. Sosok itu hanya setengah terlihat oleh cahaya obor, tetapi tetap dikenali oleh setiap pejabat ibu kota: pangeran muda yang sedang naik daun di keraton, panglima Bala Senja.
Wajah komandan itu berubah pucat seketika. Ia nyelosor berlutut, suaranya bergetar, "Kah... hamba mohon ampun, Yang Mulia, Pangeran, aduh, maafkan hamba yang buta ini; dalam keadaan tergesa-gesa hamba tidak mengenali kehadirat Paduka..."
Nalendra tidak menghiraukannya sama sekali.
Para prajurit yang tadi maju dengan garang seketika sadar akan diri mereka dan mundur ke belakang tanpa disuruh. Punggawa bayangan tetap menjaga jarak denga…
PUTRI MALAM UNTUK PANGLIMA SENJA
173 - TUTUP KOTA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 212 Episodes
Comments