Satu Minggu berlalu hari ini Dena sedang berada di sebuah butik bersama dengan bunda nya, Dena melihat gaun yang menurut nya indah.
Namun saat Dena akan mengambil nya itu bertepatan dengan seorang wanita cantik juga akan mengambil nya, Dena menatap wanita itu dengan intens setelah itu ia melepaskan tangan nya dari gaun.
"Emmmm, silahkan untuk anda saja." Ucap Dena, membuat wanita itu mengernyit heran. biasanya jika orang lain akan marah tapi Dena tidak.
"Eh, tidak apa-apa untuk kamu saja." Balas nya.
"Tidak, saya tidak terlalu membutuhkan itu." Balas Dena tersenyum.
"Benarkah tidak apa-apa?" Tanya nya lagi.
"Hmmmmm, silahkan ambil saja. saya bisa mencari yang lain." Jawab Dena ramah.
"Oiya, kenalkan nama saya Karen." Ucap wanita itu, Dena pun menatap nya dan membalas uluran tangan Karen.
"Nama saya Dena." Balas Dena tersenyum.
"Wow, nama yang cantik seperti orang nya." Ucap Karen membuat Dena tersenyum.
"Terimakasih, tapi kau juga cantik." Balas Dena.
"Sayang." Panggil bunda Sisil Kepada Dena, dan panggil nyonya Ellen kepada Karen.
Dena menatap nyonya Ellen yang berjalan mendekati Karen, ada rasa cemburu di hatinya. bahkan Dena sempat berfikir jika Karen adalah wanita yang akan di dekatkan dengan Keanu.
"Iya Tante." Sahut Karen.
"Hmmmmm, bun." Balas Dena.
Bunda Sisil merangkul Dena dan mencocokan dress yang di pegang nya, sempurna Dena terlihat sangat cantik.
Nyonya Ellen pun menoleh ke arah Dena dan terkejut melihat Dena, nyonya Ellen memegang bahu Dena membuat Dena menoleh.
"Sayang kau disini?" Tanya nyonya Ellen.
"Eh, iya mom aku disini." Jawab Dena kikuk, bagaimana tidak ia sempat berfikir jika nyonya Ellen akan berpura-pura tidak mengenal nya.
"Waaah, kebetulan sekali. kau sedang apa nak?" Tanya nyonya Ellen membuat Karen bingung.
"Emmmm, aku sedang mengantar bunda." Jawab Dena menunjuk bunda Sisil, nyonya Ellen pun tersenyum dan memeluk bunda Sisil.
"Aku tidak percaya kita akan bertemu disini." Ucap nyonya Ellen.
"Hmmmmm, ya aku juga sama tidak menyangka jika nyonya berada disini." Kekeh bunda Sisil.
"Jangan memanggilku nyonya, panggil saja aku kakak atau mbak." Ucap nyonya Ellen, bunda Sisil pun tersenyum.
"Ya, baiklah aku akan melakukan nya jika aku tidak lupa." Ujar bunda Sisil membuat nyonya Ellen tersenyum.
"Oiya, kenalkan ini Karen calon istri Kai kakak sepupu Keanu." Ucap nyonya Ellen mengenalkan Karen.
"Dan Karen ini bunda Sisil, dan Dena ca _" Ucap nyonya Ellen terhenti saat Dena memotong nya.
"Ah, kita sudah berkenalan." Ujar Dena, nyonya Ellen tau jika Dena takut kalo Karen tidak menyukai nya.
"Ah, ya kami sudah berkenalan. dan bunda kenalkan namaku Karen." Ujar nya dan bersalaman dengan bunda Sisil.
"Aku Sisil bunda nya Dena." Balas bunda Sisil tersenyum.
Merekapun melanjutkan perbincangan nya sambil memilih pakaian yang akan di beli nya, Dena banyak di belikan pakaian oleh nyonya Ellen.
Dan dengan keras kepala dena menolak nya, ia tidak ingin membuat Karen curiga. padahal Karen begitu menyukai Dena yang baik hati dan ramah, Karen berharap saat ia dan Kai menikah nanti dirinya akan memiliki ipar seperti Dena.
...
Di perjalanan pulang Karen menatap nyonya Ellen dengan mata yang berkaca-kaca, Karen berfikir andaikan mom Kai sebaik dan seperhatian nyonya Ellen.
"Sayang ada apa? kenapa kau menangis?" Tanya nyonya Ellen, nyonya Ellen memiliki hati yang lembut dan penyayang hal itu membuat Dena dan Karen begitu menyayangi nyonya Ellen.
"Aku...Aku berfikir andai mom Kai mau menerima ku tante, mungkin aku akan merasa bahagia." Jawab nya, nyonya Ellen pun tersenyum.
"Hei, aku ada bersamamu." Ucap nyonya Ellen mengelus kepala Karen.
"Tapi saat Keanu menikah kau tidak akan bersama ku lagi, kau pasti akan bersama menantumu." Lirih Karen.
"Istri Keanu, kau dan istri Nathan. kalian semua menantu ku, aku tidak akan membeda-bedakan kalian. asal kau dan istri Nathan mau menyayangi menantuku yaitu istri Keanu, begitupun istri Keanu harus menyayangimu dan juga menyayangi istri Nathan nanti. aku ingin kalian saling menyayangi." Ucap nyonya Ellen.
"Terimakasih Tante, aku harap istri Keanu sebaik Dena." Ceplos Karen membuat nyonya Ellen menoleh.
"Kenapa kau bisa berfikir bahwa Dena baik?" Tanya nyonya Ellen.
"Ya, karena aku bisa merasakan bahwa Dena memiliki sifat yang tulus. berbeda dengan orang lain." Jawab Karen, nyonya Ellen pun tersenyum senang melihat Karen yang menyukai Dena.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: ini di novel Dena mau kebagian semua kan 😂
N: iya adil gitu nongol semua 🤣
A: soalnya biar gak habis pembahasan 😂
N: okelah mantap 😁
A: 😁😁😁*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 403 Episodes
Comments
Rahmawaty❣️
Smoga karen memang wanita yg baik dan tulus ya mom🤗
2023-03-01
0
Kiki Sulandari
Semoga mamanya Kai bisa menerima Karen..
2021-07-31
1
iin_andiniip
mantep lah thor ceritanya.. suka pake bangettttt😍😍😍
2021-03-13
1