Sore hari sepulang dari kampus Dena langsung menemui sang bunda, Dena tidak ingin menyembunyikan sesuatu apapun dari kedua orang tuanya.
Apalagi kali ini menyangkut masa lalu sang bunda yang malah menyeretnya ke dalam sebuah masalah, Dena tidak masalah akan hal itu namun ia tetap ingin bercerita kepada bunda nya.
"Assalamualaikum, bunda." Ucap Dena.
"Bun, bunda Dena pulang." Tambah nya, namun Dena tidak melihat keberadaan sang bunda.
Dengan inisiatif Dena pun memutuskan untuk bertanya kepada salah satu pelayan di rumah nya, Dena berjalan menuju dapur dimana tempat biasa para pelayan nya berkumpul.
Para pelayan yang melihat kedatangan Dena pun terkejut, karena biasanya Dena tidak pernah sampai masuk ke dapur.
"Mbak, bunda dimana ya?" Tanya Dena.
"Nyonya lagi keluar sebentar nona, apa ada yang nona inginkan?" Ucap seorang pelayan.
"Ah tidak, aku hanya ada urusan dengan bunda." Jawab nya, pelayan itupun mengangguk dan tersenyum.
Disini para pelayan menganggap jika Dena anak kesayangan bunda Sisil, padahal dulu Dea lah yang menjadi ratu nya.
Dena berjalan menuju kamar nya, ia pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dena menatap langit-langit kamar nya, ia tidak pernah menyangka jika David mendekati nya hanya untuk jalan membalas dendam.
Dena memejamkan matanya perlahan, ia berusaha mencoba menerima semuanya. kehadiran David dan juga permasalahan yang akan terjadi, saat Dena akan terlelap seseorang membuka pintu kamar nya.
Mendengar seseorang masuk kedalam kamar nya Dena pun kembali membuka matanya, ia menatap wajah sang bunda yang tersenyum berjalan ke arah nya.
"Sayang, mbak bilang kamu mencari bunda." Ucap bunda Sisil duduk di samping Dena.
"Hmmmmm." Jawab Dena.
"Ada apa nak? apa ada yang ingin kamu bicarakan?" Tanya bunda Sisil.
"Bunda, aku.... Aku mau bicara tapi aku minta bunda jangan terlalu khawatir dan terlalu memikirkan aku." Ucap Dena.
Mendengar ucapan sang putri tiba-tiba prasaan bunda Sisil pun merasa tidak enak, bunda Sisil menangkup wajah Dena dan menatap mata Dena.
"Ada apa?" Tanya sang bunda, dari suaranya sudah terdengar sangat tegas.
"Di kampus ada senior baru, dan kelihatan nya dia satu kelas sama kak Kean." Ucap Dena.
"Hmmmmm, apa dia membuat masalah dengan mu?" Tanya bunda Sisil lagi.
"Tidak, bukan seperti itu Bun dia...Dia kakak nya David." Jawab Dena membuat bunda Sisil terkejut, bunda Sisil memejamkan matanya sebentar setelah itu menatap Dena dengan lembut.
"Keanu tahu kalo dia kakak David?" Tanya sang bunda.
"Entahlah, Dena belum berbicara dengan nya." Jawab Dena.
Bunda Sisil pun tersenyum, mana mungkin Keanu tidak tau tentang hal itu. mungkin saja Keanu sudah tau tapi ia menyembunyikan nya, Keanu bisa melindungi Dena dengan cara nya sendiri.
"Baiklah, kamu harus hati-hati sayang. biar bagaimanapun kakak David pasti ada niat tersendiri." Ucap bunda Sisil.
"Iya Bun, Dena pasti hati-hati kok." Balas nya.
...
Sementara di kediaman Richard Keanu fokus dengan informasi yang ia dapatkan, Keanu tersenyum penuh arti.
"Berani sekali kau mengirim anak gadis mu untuk merusak kebahagiaan wanitaku, dasar bo*oh. aku tidak akan membiarkan mu berhasil meraih keinginan mu." Gumam Keanu.
"Biarkan saja, aku akan membuat mu merasa menang dan berasa di atas awan. tapi setelah itu kau sendiri lah yang akan mengirim dirimu kedalam kehancuran." Tambah nya lagi, Keanu bukan tipe orang yang suka main-main.
Jika menyangkut keluarga nya saja ia begitu sensitif, apalagi menyangkut wanita yang dicintainya. ck, Keanu akan mengikuti permainan licik wanita itu.
Tapi lihat saja bukan dirinya dan Dena lah yang akan hancur, melainkan kedua anak nya lah yang akan dibuat hancur.
Saat tengah fokus Keanu di kejutkan oleh kedatangan nyonya Ellen, mom Keanu menepuk pundak putranya.
"Hissshhh, mom ngagetin aku saja." Desis Keanu.
"Hehe, maaf sayang. lagian mom lihat kamu fokus banget." Kekeh nyonya Ellen.
"Hmmmmm, ada apa mom kemari?" Tanya Keanu memutar tubuhnya, kini Keanu bisa menatap wajah cantik mommy nya.
"Kapan kau akan melamar Dena?" Tanya nyonya Ellen tiba-tiba, hal itu membuat Keanu terbelalak.
"Mom, main lamar-lamar aja." Pekik nya.
"Ayolah sayang mom, Oma dan Daddy mu sudah tidak sabar ingin Dena segera tinggal disini." Ucap nyonya Ellen.
"Mom, yaampun kesambet apaan si. aku dan Dena masih banyak urusan, lagian gak usah terburu-buru mom." Ucap Keanu.
"Kamu serius kan sama Dena." Ucap nyonya Ellen, membuat Keanu menganga.
"Mom ngarang nih, kalo aku gak serius ngapain aku jauh-jauh jemput dia. Ngapain aku berjuang buat jagain dia, aku serius mom. Saking seriusnya aku juga lagi mikirin cara romantis buat lamar Dena." Ucap Keanu membuat nyonya Ellen tertawa, ternyata putranya itu sedang memikirkan cara untuk melamar anak gadis orang toh.
"Semangat dong sayang, ayo mom dukung kamu. anggap saja mom ini pendukung keras nya kamu dan Dena." Kekeh nyonya Ellen.
Keanu pun tersenyum melihat wajah bahagia mommy nya, Keanu sadar jika mom nya begitu menyayangi Dena.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: oke Thor, gimana caranya biar gue bisa gantiin Dena 😂
A: sebelum elo yang gantiin mending gue duluan 🤣
N: jadi tema nya kita rebutin mas ganteng nih 😂
A: iya un, sebelum kita dapetin mas ganteng. udah di depak duluan sama si Dena 🤣
N: lah iya bener ya 🤣🤣🤣
A: 😂😂😂*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 403 Episodes
Comments
Rahmawaty❣️
Ni cerita adem bnget . Kluarga laki dan kluarga wanita sma² kaya . Sma² baik . Ah rsanya bhagia bngett saling menerima dan mnyayangi🤗🤗
2023-03-01
0
Tutun Imam
bagus aku suka ceritanya
2021-08-17
1
Kiki Sulandari
Waaaah...Dena harus hati - hati nich..
2021-07-19
0