Cinta Sang Majikan
Jika kebahagiaan saat ini belum berpihak pada diri kita, yakinlah esok pasti akan tiba waktunya.
Rindang injali terpaksa mengubah mimpinya dalam sekejap, ia bercita- cita ingin menjadi seorang Designer terkenal, harus kandas setelah mengetahui ayahnya sakit gagal ginjal. Dan itu terjadi sudah selama dua tahun belakangan ini.
Setiap dua minggu sekali harus melakukan chek up dan rutinitas cuci darah. Tentunya semua itu mengeluarkan biaya perawatan yang besar, Sedangkan Ruko yang menjadi penghasilan utama keluarga sudah habis terjual. Harta satu-satunya tinggal rumah yang mereka tinggali saat ini. Sedangkan hutang pada keluarga Abimanyu sudah tak terhitung jumlahnya. Abimanyu adalah orang yang membeli Ruko miliknya, ia telah berbaik hati meminjami uang tanpa bunga saat keluarga Rin membutuhkan.
Jalan satu- satunya Rin harus bekerja di kediaman Abimanyu demi melunasi hutang keluarganya, dengan statusnya bekerja sebagai ART di rumahnya.
Hak hidup bahagia sebagai gadis remaja telah terampas sudah, ketika orangtuanya menyatakan kesediaan mengirimkan Rindang ke kediaman Abimanyu.
"Nak maafkan ibu, tak seharusnya ibu mematahkan cita-citamu seperti ini." Arumi dengan isak tangis tak tega melepas kepergian putri semata wayangnya. "Seharusnya kau bisa seperti teman temanmu yang lainnya, bisa melanjutkan kuliah. Bukan malah menjadi pembantu di rumah orang kaya itu. Imbuhnya lagi dengan air mata makin deras meleleh membasahi pipinya.
"Sudahlah Bu, jangan bersedih, Ibu do'akan saja Rin agar betah bekerja disana. Supaya Ibu bisa konsentrasi menjaga ayah dengan baik. Jika ibu membutuhkanku sewaktu-waktu kabari saja aku, Rin pasti akan minta izin untuk pulang." Rin berusaha setegar batu karang didepan ibu. Walau kenyataan menjadi pembantu memang seperti mimpi buruk dalam hidupnya.
"Baiklah Nak, jaga dirimu di sana" Arumi memeluk Rin erat, pipi dan keningnya tak luput dari kecupannya berulang kali. Mereka memang sudah sepantasnya bersedih, karena ini pertama kalinya harus berjauhan dengan putrinya. Hal sama yang dirasakan Bandrio. Namun apalagi yang bisa dilakukan pria sakit itu, selain melepas kepergian putri satu- satunya.
Setelah mobil keluarga Abimanyu datang menjemputnya, mobil itu berhenti tepat di depan rumah. Rin bergegas keluar memastikan itu mobil suruhan calon majikannya. Ternyata memang benar, asisten pribadi itu segera turun dan menanyakan barang-barang yang akan dibawa. Rin menunjuk koper kecil di sebelah pintu, Rendra segera mengambil dan menaruh ke dalam bagasi.
"Gimana Mbak? Sudah siap berangkat sekarang?" tanya Rendra dengan sopan. Rendra tetap memanggil Rin dengan sebutan ,Mbak. Walaupun ia tau usianya lebih tua dari Rin.
Selesai menutup bagasi Rendra segera mohon pamit pada Arumi dan Bandrio. "Nak, Ibu titip putri ibu, tegur dia jika sifat pemalas nya kambuh. Soalnya dia anaknya sangat manja, mungkin sehari dua hari ia akan kaget dengan semua pekerjaan berat menjadi ART disana," ucap Arumi memegang bahu Rendra dengan wajah mengharapkan hal baik pada pria itu.
"Ibu tenang saja Rendra akan menjaganya dengan baik, Bu," ucap pria dengan potongan rambut cepak ala tentara dengan enteng.
"Jadi namamu Rendra?" tanya Bu Arumi pada lelaki tampan di depannya.
"Benar, Bu. Saya disana bekerja sebagai Asisten pribadi jelasnya, Rendra segera meraih tangan Arumi dan Bandrio menciumnya bergantian.
"Hati-hati nak Rendra kalau mengemudi," ucap Arumi saat Rendra melepas tangannya.
"Rin pamit dulu, Bu," Sekali lagi Rin memeluk ibu dan ayahnya.
Arumi sedikit lega mengetahui Rendra sepertinya anak yang baik dan sopan jadi ia bisa sekalian menitipkan putrinya.
Sebelum roda melaju, Rin sekali lagi melambaikan tangan pada Arumi dan Bandrio. Ia menyembunyikan kesedihannya dibalik senyum. Tak ingin ibu dan ayah tau kalau ia sebenarnya juga berat meninggalkan dirinya.
Di jalanan mereka lebih banyak diam, selain mereka belum begitu akrab, Rin juga lagi malas untuk bicara pada orang yang belum dikenalnya.
Hanya satu jam setengah saja, mereka sudah sampai di kediaman Abimanyu. Rumah Elite lantai tiga, dengan pagar besi tinggi kokoh memutari seluruh halaman menandakan ia bukan orang sembarangan. Abimanyu anak tunggal dari keluarga Bagaskara ia seorang pebisnis kuliner sukses dan orang tuanya seorang pengusaha ternama. Rey Bagaskara pemilik PT KARUNIA ALAM yang bergerak di bidang produksi mie instan.
Pria itu nampak santai di ruang tamu menikmati batang rokok dan secangkir kopi, ditemani Maira calon istrinya.
Rin dengan langkah ragu, masuk ke rumah megah yang menurutnya asing baginya. Maira kekasih Abimanyu segera berdiri menghampiri calon ART barunya.
"Selamat datang di rumah kami Rin, semoga kau akan betah bekerja disini," ujarnya penuh basa basi.
Rin mengangguk sopan.
Abimanyu yang baru melihat Rin terlihat tak suka, menurutnya Rin pasti tak bisa bekerja dengan baik, karena dia terlihat masih anak kemaren sore dan pasti masih manja dan kolokan.
Ciih ... bocah kecil bisa apa dia, mungkin merebus air sama bikin telor ceplok juga sudah mentok.
Abimanyu menatap dengan tatapan sinis.
Rindang injali, gadis kulit putih, bermata indah memiliki tatapan teduh, bulu mata panjang lentik alami. Namun yang lebih menonjol darinya adalah bodynya bak gitar spanyol dengan tinggi badan 170. Dan setiap senyumnya akan memamerkan dua gigi kelinci di depan menambah poin kecantikannya. Membuat gadis itu sangat layak jadi wanita idaman bukan seorang ART seperti nasibnya saat ini.
"Yakin kau bisa kerja," ucap Abimanyu dengan acuh."
"Bisa, Tuan." Rin grogi di depan majikan mudanya.
Tadinya ia sempat berpikir kalau majikannya itu seseorang yang sudah tua. Namun siapa sangka ternyata dia masih sangat muda. Abimanyu Bagaskara 28 tahun, dengan perawakan tinggi Denpal, badan berotot tatapan Elang, rahang tegas namun tetap terlihat tampan. Sedangkan Maira kekasihnya 27 tahun, dia juga cantik, model majalah dewasa yang sedang naik daun tahun ini, wajahnya tak jarang muncul pada sampul majalah dewasa dan tabloid bahkan iklan di TV.
Abimanyu seringkali menginginkan agar berhenti bekerja saja, dengan bisnisnya memiliki beberapa Hotel, Resort dan banyak Restauran miliknya yang tumbuh pesat bak jamur di musim hujan. Membuat Abimanyu cukup untuk memberikan semua keinginannya itu. Namun Maira tetep kukuh mempertahankan kariernya. Pasalnya ia hanya akan berhenti jika dirinya telah menikah nantinya. Abimanyu menyetujui, namun selama satu tahun penantian, Maira belum juga mau diajak menikah. ia lebih memilih status hubungan tak jelas seperti yang ia jalani saat ini.
"Rendra antar kan dia ke kamar, sekalian kamu bawakan barangnya, kamar yang disebelah Bibi Naya. Kamu mulai kerja besok saja, sekarang bisa istirahat dulu" ucapnya sambil duduk kembali di sebelah kekasihnya. mereka kembali bersenda gurau layaknya pasangan suami istri.
"Baik, Nona Maira." Rendra bergegas melaksanakan perintah.
Rendra menurunkan koper dari jok mobil, ia mengantarkan Rin ke kamar khusus pembantu yang ada di pojok belakang dekat dengan dapur.
"Disini kamu nggak usah merasa sendiri, Rin, Ada aku, jika kamu butuh sesuatu bisa minta tolong padaku. Aku pasti siap bantu kamu," ucap Rendra membusungkan dadanya. sambil meletakkan koper di samping almari.
"Siip."Rin menunjukan jempolnya setuju.
"Aku kembali keluar ya! Soalnya masih banyak tugas di depan." Dalam sekejap Rendra sudah menghilang dari pandangan. Ia kembali keluar untuk memarkir mobilnya di garasi.
Rin menghempaskan tubuhnya di kasur yang masih lumayan empuk, kamar pembantu ternyata tak seburuk yang ia bayangkan. Pernah terbersit di angannya ia akan tidur di kasur usang dan kamar yang sempit pengap, ternyata mimpi buruk itu tak terjadi. Kamar Rin masih dilengkapi AC. Walaupun mungkin AC butut bekas majikannya. ukuran kamar juga lumayan luas, ada kamar mandi satu di dalamnya.
Saat ia terlentang, tangannya merogoh ponsel di handbag nya. Rin segera menghubungi orang tuanya kalau ia telah sampai dengan selamat dan mulai bekerja besok pagi. Arumi lega sudah mendapat kabar dari putrinya.
Sebelum istirahat, kini Rin beralih memindahkan bajunya dari koper kedalam lemari satu persatu. tak lupa ia memasang satu foto keluarga pada paku yang sudah menancap sejak semula di dinding. foto keluarga itu akan terlihat di depannya saat ia sedang tidur terlentang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
mama naura
mampir
2022-07-08
0
Meylin
gak slah tuh body pembantu Knapa ga jadi model saja tingg 170 body gitar sepanyol realnya gak ada kli🤔
2021-08-11
0
Azqiara
Baru bisa baca kembali
2021-07-20
0