Part 11

Jawaban Vikayla membuat mereka semua terkejut. Tapi sang Dokter menjelaskan sebab akibat jika tidak melakukan operasi.

"Apa yang di katakan Dokter ada baik nya Vi. Mending lo operasi. Insya Allah lo akan baik baik aja. Kita doakan keselamatan lo,"bujuk Damian.

"Iyaa Vi. Ini kan demi kebaikan lo juga. Lo harus semangat dan berfikir positif,"timpal Zefran.

"Kau takut di operasi?"tanya Alvaro yang melihat aura kecemasan di wajah Vikayla.

Vikayla menggigit bibir bawah nya lalu mengangguk pelan. Sangat wajar merasa takut. Apalagi ini termasuk operasi besar.

"Apa yang kau takutkan?? Jarum suntik?? Sakitnya?? Atau takut -"

"Aku takut mati!"jawab Vikay datar.

"Semua orang akan menghadapinya. Tapi tidak tahu pastinya. Kita sebagai manusia hanya bisa berdoa dan berusaha. Berfikir positif saja,"kata Alvaro mencoba menenangkan Vikayla.

"Aku tahu. Tapi aku punya anak yang harus aku asuh. Dan dia masih membutuhkanku. Aku hanya takut kalau nanti aku mati. Aku takut meninggalkan anakku karena dia belum siap mentalnya. Dia masih perlu ibu nya,"lirih Vikayla.

"Vi.. Jangan mikir terlalu jauh. Insya Allah semua akan lancar,"kata Zefran.

Vikayla pun masih ragu, karena dia benar benar takut tentang operasi. Akhirnya tensi nya pun mulai tinggi.

"Ya sudah jika nona takut. Nona tenangkan dulu pikiran nya. Karena tensi nona pun mulai naik. Nanti kalau sudah tenang dan rileks kita akan adakan operasi. Dan jika kondisi tubuh nona sudah mulai mual dan sering pusing. Operasi tetap harus di lakukan,"jelas Dokter.

Vikayla hanya mengangguk pasrah. Dokter pun pergi menunggu kondisi Vikayla lebih stabil.

"Sudah kau tidak perlu cemas. Oiya perkenalkan mereka kedua orang tuaku,"kata Alvaro mencairkan suasana.

"Oh.. Salam kenal Tante ... Om ..."

"Salam kenal ya Nak Vikay. Gimana kondisi kamu sekarang?"tanya Cheril mendekati Vikayla.

"Alhamdulillah baik Tante. Cuma tadi aja aku agak kaget masalah operasi. Jujur aku benar takut Tan,"kata Vikayla murung.

"Jangan takut Nak. Semua pasti baik baik saja. Berfikir positif saja. Dan kau harus semangat untuk anak mu,"kata cheril tersenyum.

"Iyaaa Tante. Aku akan coba. Walaupun rasanya aku takut sekali,"aku Vikayla.

"Yaa memang pasti cuma kamu harus berfikir kedepan. Dan kamu jadikan anakmu adalah sumber kekuatan. Insya allah semua operasi nya berjalan lancar,"jelas Cheril.

"Iyaa tante. Seperti nya aku mau sholat dulu agar lebih tenang,"ucap Vikayla.

Mereka pun mengangguk dan memberikan ruang untuk Vikayla menenangkan diri nya sebelum operasi.

...----------------...

Akhirnya Vikayla setuju melakukan operasi. Sudah satu jam yang lalu operasi nya baru berjalan. Mereka semua menunggu di depan ruang operasi dengan perasaan cemas. Mahesa dan Cheril pun sudah pamit pulang lebih dulu. Tinggallah Damian, Alvaro, Echa dan Zefran.

"Zef.. Gue mau nanya tapi lo jangan marah?"tanya Alvaro memecah kesunyian.

"Nanya apa?"

"Vikayla sudah menikah??"

Sebenarnya Alvaro tidak enak bertanya tentang pribadi Vikayla. Tapi dari tadi otaknya tidak bisa tenang karena kekepoan nya. Dia juga bingung pada dirinya sendiri. Kenapa sangat ingin sekali tahu kehidupan silam Vikayla.

Zefran mengangguk lalu melanjutkan. Seperti nya dia tahu apa yang di pikirkan sahabatnya.

"Dia memang sudah menikah. Tapi sudah bercerai. Dan sekarang sedang berjuang untuk mengambil hak asuh anak nya."

"Anaknya sama mantannya??"

"bukan.. Sama Mama nya. Tapi mantan nya yang memperhatikan. Keluarga Vikayla toxic. Dia gue selamatkan karena mental nya sedang teranggu,"jelas Zefran.

Alvaro masih penasaran dengan cerita Zefran. Tetapi pintu operasi sudah terbuka. Ternyata operasi nya sudah selesai.

"Bagaimana keadaan nya Dok?"tanya Damian saat Dokter muncul.

"Operasi nya berjalan lancar. Tinggal menunggu keadaan nona Vikay stabil saja. Kami akan pindahkan ke ruang rawat,"jelas Dokter.

Perawat mendorong brankar Vikayla keluar ruangan. Banyak alat yang masih di pasang di tubuh Vikayla. Dia pun masih belum sadar. Kepala nya sudah di perban.

Alvaro memandang wajah Vikayla yang nampak pucat. Dia berdoa dalam hati untuk Vikayla.

Mereka semua mengikuti perawat dan Dokter ke ruang perawatan Vikayla. Sesampainya disana Dokter dan perawat memastikan semua alat masih terpasang dengan benar lalu merapikan selimut dan bantal Vikayla.

Setelah semua beres Doktwr berpamitan lalu pergi meninggalkan mereka yang masih diam tanpa bicara.

"Semoga Kak Vikay cepat sembuh,"ucap Echa sambil duduk di tepi ranjang Vikayla. Dia mengenggam tangan Vikayla dan mengelusnya.

"Amin.. Dek.. Oiya ini kan sudah terlalu malam. Lebih baik kau pulang saja Var. Biar gue sama Echa yang jaga Vikay. Lo juga Dam. Balik aja,"jelas Zefran.

"Ok Zef, gue titip Vikay ya. Besok gue bawain baju ganti kalian. Var gue balik duluan. Ini kunci mobil lo,"kata damian sambil menyerahkan kunci mobil Alvaro.

Alvaro hanya mengangguk kecil dan melihat Damian pergi dari belakang.

"Apakah dia suka dengan Vikayla?"tanya Alvaro seketika.

Zefran menatap Alvaro dan menggeleng sambil tersenyum.

"Damian sudah punya kekasih Var. Mereka memang sudah sahabatan. Kenapa lo nanya kaya gitu?"tanya Zefran menyelidik.

"Gak.. Cuma mau tahu aja. Yaudah gue balik. Besok gue kesini lagi!"

Alvaro pergi dengan wajah yang malu. Entah kenapa dari tadi jiwa kekepoan nya meronta ronta.

"Kenapa gue jadi kepo kaya gini sih,"ucapnya dalam hati.

Alvaro meninggalkan rumah sakit dalam keadaan galau.

...----------------...

Alvaro tidak bisa tidur dari semalam. Dia terus memikirkan tentang Vikayla. Dia merasa tertarik dengan kehidupan cewek itu. Dan hati nya seperti tergerak ingin menolong cewek itu.

Saat sarapan bersama orang tua nya. Alvaro mengajukan permintaan yang membuat kedua orang tuanya kaget.

"Apa??? Menikah??"tanya Cheril berulang kali.

Cheril hampir tersedak minuman nya saat Alvaro berkata seperti itu. Dia kaget dengan putranya yang tiba tiba ingin menikah. Bukan apa apa sih, menikah tanpa calon nya bagaimana coba.

"Apa calon mu sudah ada?"tanya Mahesa menatap serius Alvaro.

"Iyaa Dad. Tapi-"

Alvaro bingung mengatakan nya. Karena ini masih sangat cepat dan dia pun masih bingung dengan perasaan nya. Hanya saja dia tidak mau keduluan orang lain.

Mahesa dan cheril menatap heran dan menunggu jawaban Alvaro.

"Tapi apa nak?"tanya Cheril akhirnya.

Alvaro menghela napasnya. Dia benar benar galau saat ini. Seperti orang yang sedang jatuh cinta tapi akan merasa patah hati seketika. Karena dia belum pernah mengatakan cinta sebelumnya.

"Tapi aku belum mengatakan perasaanku padanya,"ucap nya prustasi.

Mahesa tersenyum melihat gelagat anak nya. Dia memang sudah paham sikap Alvaro yang agak dingin dan cuek. Mana mungkin anak nya bisa bucin kalau belum bertemu orang yang tepat.

Mahesa yakin anak nya sudah jatuh hati pada cewek itu. Entah siapa yang membuat hati anak nya gunda gulana seperti ini.

"Siapa dia?"

...----------------...

Terpopuler

Comments

Apriyanti

Apriyanti

makin seru bgt cerita nya,semoga vikayla mau menerima Alvaro untuk menikahi nya

2025-03-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!