...----------------...
Felix baru saja membawa Jack ke markas besar King Panther. Dia menyeret paksa Jack dan melemparnya ke ruang bawah tanah. Disini lah semua tahanan Alvaro di eksekusi dan disiksa.
Dibantu beberapa algojo nya, Jack sudah dirantai kaki dan tangan nya. Dia menatap Felix untuk dilepaskan.
"Felix!! Lo ga bisa giniin gue! Lepasin gue Fel!!"teriak Jack memberontak berusaha melepaskan ikatan nya meski itu mustahil.
"Anda nikmati saja apa yang akan di lakukan Tuan Alvaro nanti. Lain kali kalau mau bertindak harus pakai otak!"
Felix pergi begitu saja meninggalkan Jack yang masih berontak dan berteriak.
"Felix!! Sialan lo ya! Awas ya kalau gue bebas! Gue bunuh lo Fel!"
Felix sudah berada di ruang perkumpulan gank King Panther. Disana sudah ada Qinara Oktaviani dan Aldi Gautama anak asuh Alvaro Bastian.
"Tuan Felix.. Apa yang akan kita lakukan padanya?"tanya Adi memecah kesunyian.
"Biarkan dulu! Tunggu Tuan Alvaro memberi perintah! Pastikan saja dia makan dan minum lalu jangan sampai dia buat ulah!"
"Oke Tuan!"
Felix pergi bersama kedua anak buahnya meninggalkan markas King Panther.
King Panther adalah sebuah gangster yang diketuai oleh Qinara dan Adi. Mereka anak didik kepercayaan Alvaro. Mereka sangat patuh pada Alvaro. Karena dari Alvaro lah mereka bisa mengenyam pendidikan tinggi.
Mereka sebenarnya anak anak dari panti asuhan yang di temukan Alvaro saat kerusuhan di kota Pontianak. Mereka sangat pemberani, cerdas dan ilmu bela diri nya cukup baik. Makanya Alvaro membuat sebuah gangster yang diketuai oleh mereka.
Anak buah mereka pun banyak dan tidak mengecewakan. Mereka membantu Alvaro memberantas kejahatan dan keonaran. Karena Alvaro membantu instansi pemerintahan, semua keperluan di danai pemerintah. Meskipun tidak semua nya. Pemerintah hanya memasokkan senjata berbagai tipe dan peluru untuk di gunakan Alvaro dan anak buah nya.
...----------------...
Vikayla baru saja membereskan pakaian nya ke lemari. Dia sudah diberitahu Echa akan tinggal bersama dengan keluarga Alvaro. Bahkan Cheril sudah memohon untuk menerima lamaran anak nya.
Vikayla duduk di ranjangnya sambil menatap layar ponsel nya. Dia menatap sebuah foto. Foto anak usia 1.5thn Arkana. Anak nya yang masih balita. Dia sendiri ingin sekali mengetahui kabar sang anak yang berada di mantan nya. Bahkan dia ingin tahu kabar ibunya yang sedang sakit. Tapi karena sakit hati kemarin dia belum bisa menghubungi nya. Karena takut mental nya belum siap menerima cercaan dan hinaan yang akan dilontarkan keluarganya.
Pintu kamar perlahan di ketuk. Masuk lah Cheril sambil tersenyum menatap Vikayla.
"Kamu sudah selesai sayang?"tanya Cheril langsung duduk dan merangkul pundak Vikayla.
"Sudah Tante. Ini semua sudah beres. Terima kasih sekali lagi ya Tan. Berkat kebaikkan keluarga Tante mau menerima aku,"ucap syukur Vikayla.
Cheril mengelus kepala Vikayla sambil memeluknya. Sontak Vikayla kaget dan merasa sangat terharu. Jujur saja dia tidak pernah merasakan di peluk seorang Ibu. Karena Ibunya jarang memberikan dia pelukkan hangat atau sekedar tahu isi hatinya.
Dia merasa bersyukur bisa mengenal Cheril. Dia merasa nyaman dan tenang saat bersama Cheril. Dia juga sudah menganggap Cheril dan Mahesa orang tua nya sendiri.
Seketika air matanya menetes. Merasakan kehangatan dihatinya. Nyamannya pelukan Cheril membuat dia lupa dan menangis. Tubuhnya bergetar dan Cheril merasakan itu. Dia mengelus punggung Vikayla dan memeluknya erat.
"Sudah.. Tidak usah menangis dan bersedih sayang. Sekarang kau aman disini,"ucap Cheril menenangkan nya.
Semenjak bertemu dengan keluarga Alvaro. Emosi Vikayla mulai membaik dan mental nya lambat laun mulai terobati sedikit demi sedikit.
"Makasih yaTante. Aku jadi merasa punya keluarga yang sebenarnya. Padahal Tante dan yang lain hanya orang lain kita ga sedarah tapi aku merasa lebih nyaman bersama kalian dari pada keluargaku sendiri,"jelas Vikayla melepaskan pelukkan Cheril.
"Sayang.. Jangan bilang begitu, anggap saja kami keluarga mu. Jangan menganggap kami orang lain. Dan sekarang kamu boleh manggil Tante dengan sebutan Mommy dan Om Daddy. Anggap kami orang tua mu yaa sayang...,"pinta Cheril sambil merapikan rambut Vikayla.
"Tapi..- apa aku pantas mendapatkannya Tante?? aku hanya seorang janda yang rendah-"
"Jangan bilang begitu. Sekarang kan kamu calon istri nya Varo anak Mommy. Sepantasnya memang kamu menjadi bagian dari keluarga kami sayang. Kalau Mommy boleh kasih saran, lebih baik kamu dan Alvaro segera menikah. Biar Mommy tenang melihatmu,"kata Cheril.
Vikayla memang sudah memikirkan nya semalam. Dia akan mulai membuka hatinya untuk Alvaro. Apalagi melihat Alvaro yang repot repot membantunya.
"Aku sudah memikirkan nya Tan- eh Mom. Aku setuju menikah dengan Alvaro,"kata Vikayla akhirnya.
Cheril begitu senang mendengar perkataan Vikayla. Dia memeluk Vikayla dengan erat sambil mengucapkan terimakasih.
"Makasih yaa sayang.. Mommy akan menyiapkan semuanya dan memberitahu Varo dan Daddy segera,"ucap Cheril bangkit dari duduknya.
Cheril segera menelpon Mahesa dan Alvaro agar segera mempersiapkan pernikahan mereka.
...----------------...
Alvaro baru saja membaca pesan dari Cheril. Dia begitu senang karena Vikayla mau menikah dengan nya. Senyumnya mengembang membuat Qinara dan Adi menatap nya aneh.
Alvaro jarang sekali tersenyum apalagi saat ingin berhadapan dengan tawanannya. Tapi kali ini sikap nya berbeda.
"Bang.. Kenapa senyum senyum begitu sih. Tumben amat,"ledek Qinara.
Alvaro mendongak dan menatap Qinara dan Adi. Dia tersenyum kembali lalu berkata. "aku akan menikah!"
Jawaban singkat padat dan jelas itu membuat Qinara dan Adi terkejut. Bahkan Adi sampai keselek ludah nya sendiri.
"Beneran Bang ?? Abang ga bercanda kan?!"tanya Adi memastikan pendengarannya.
Alvaro hanya mengangguk lalu tersenyum lagi. Lagi dan lagi mereka melihat sikap Alvaro yang sebahagia itu sepertinya.
"Sudah.. Aku akan kabari kalian nanti. Aku mau melihat Jack!"
Alvaro beranjak dari kursinya berjalan menuju ruang bawah tanah tempat Jack di sekap. Dia ditemani Qinara dan Adi serta empat anak buahnya. Mereka masuk ke ruangan itu dan melihat Jack yang terduduk lesu.
Melihat Alvaro Jack langsung menegakkan tubuhnya dan memohon untuk di lepaskan.
"Var,, gue mohon... Lepasin gue Var. Gue janji ga akan ganggu cewek itu lagi. Gue ga akan bantu Dahlia lagi. Tolong lepasin gue. Jangan bunuh gue Var. Gue beneran nyesel!"teriak Jack menggema diruangan ini.
Alvaro menatap Jack dengan tatapan yang tidak bisa ditebak. Dia menjambak rambut Jack dan mendongakkan kepala nya agar Jack bisa menatapnya.
"Karena hari ini aku sedang baik, kau akan ku ampuni kali ini. Sebelum ku lepaskan akan ku beri hadiah yang berharga untukmu. Biar kau bisa ingat itu!"
Alvaro mengambil sebuah pecutan dan menghentakkan nya ke tanah. Membuat Jack panik dan mundur.
"Var... Jangan Var... Ampuni gue! Gue salah maaf!"
Teriakan lirih Jack tidak membuat Alvaro gentar. Dia memecut tubuh Jack sampai dua puluh kali. Dia melakukannya dengan keras dan tidak kenal ampun. Membuat Jack tidak bisa menahan rasa sakit tubuhnya. Dan tak sadarkan diri.
"Lepaskan dia! Taruh saja dia di pinggir jalan!"
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments
🍾⃝sᴀͩᴛᷞʀͧɪᷡᴀͣ
, kayaknya aku ga sekejam itu loh/Facepalm/
2025-03-27
0
Apriyanti
lanjut kak
2025-03-27
0