Part 6

Hari ini adalah weekend. Seperti biasa Echa dan Zefran lari pagi ke taman komplek mereka. Damian juga sedang pergi untuk menjemput kekasihnya.

Damian juga punya kekasih di Jepara. Mereka berhubungan jarak jauh. Kenal nya pun di aplikasi chat. Dia kesini karena ingin menemui kekasihnya itu. Sambil membantu Zerfran di perusahaan nya.

Vikayla baru saja membereskan ruang tamu. Dia begitu telaten mengurus semuanya. Tiba tiba Dahlia datang dan kaget melihat Vikayla ada dirumah Damian.

"Eh!!! Lo ngapain dirumah tunangan gue!"teriak Dahlia sambil menunjuk Vikayla.

Vikayla pun kaget mendengar suara cempreng Dahlia. Dia berdiri dan menghampiri Dahlia yang sudah bertolak pinggang.

"Dahlia... Kamu nyari Zefran??"tanya Vikayla sambil membawa celemek yang dia pakai untuk melap meja.

"Apa lo bilang tadi?? Zefrann?? Dahlia?? Songong banget loh manggil kita!"teriak Dahlia sambil menuding Vikayla.

"Terus aku harus manggil apa donk. Masa nyonya? Kan aku bukan pembantu mu!"

Vikayla sudah sangat emosi kalau berhadapan dengan cewek yang banyak drama seperti Dahlia. Masih bersyukur dia tidak menjadi psikopat. Ingin rasanya dia cincang cincang cewek di depan nya ini.

Dahlia melotot mendengar tanggapandari Vikayla. Dia mendorong tubuh Vikayla sampai dia terhuyung ke belakang.

"Eh lo jangan songong ya sama gue! Maksud lo apa dengan berkata sok ketus gitu! Jangan mentang mentang tinggal di rumah Zefran lo merasa jadi Nyonya!"

"Aku ga berfikir begitu Mba. Lagian kan ini di luar jam kantor. Apa salahnya dengan sebutan itu. kalau kau tak suka ku tambahin 'Mba' nya di depan,"ucap Vikayla sambil memegang tembok.

Dahlia semakin tidak suka. Dia menampar Vikayla dan mengancam nya.

"Gue ga mau lo ada di rumah ini lagi! Ga usah memanfaatkan pertemanan lo!"

Dahlia pun pergi dengan kesal sedangkan Vikayla hanya menatap kepergian Dahlia sambil mengelus pipinya yang merah.

Dia melanjutkan bersih bersihnya meskipun kejadian tadi membuat dia darah tinggi dan syok.

...----------------...

Saat makan malam tiba, Vikayla baru keluar dari kamarnya. Karena dia habis menangis matanya sembab belum lagi pipinya yang memerah karena tamparan Dahlia tadi.

"Vi, kok baru nonggol, abis bangun tidur yaa??"tanya Zefran menatap Vikayla yang sedang memegang pipinya.

Vikayla hanya diam saja dan duduk di meja makan. Echa yang menyadari Vikayla langsug menegurnya.

"Kak.. Kok matanya sembab? habis nangis ya. Terus pipinya merah kenapa?"tanya Echa yang menatap wajah Vikayla.

Vikayla hanya diam dan tidak menjawab membuat semua orang menatap nya aneh.

"Kenapa Vi? Ada masalah kah?"tanya Zefran yang sudah fokus menatapnya.

"Gue ga apa apa kok. Cuma masalah kecil aja. Mending makan aja yuk. Aku juga udah laper ni."

Vikayla langsung mengambil piringnya dan mengambil lauk pauk di meja.

Mereka hanya memakan makanan nya dengan diam dan sibuk dengan pikiran masing masing.

...----------------...

Hari minggu adalah hari yang cerah. Vikayla bangun pagi Pagi sekali karena ingin membuat sarapan spesial. Seperti biasa Echa dan Zefran sudah berangkat lari Pagi sejak subuh tadi. Dan Damian ternyata menginap dirumah pacarnya.

Vikayla sedang membuat sandwich. Saat fokus, tiba tiba Dahlia datang bersama seorang cewek yang sudah berumur. Seperti Mama nya.

"Loh.. Masih ada disini rupanya? Ga mau minggat juga lo?!"teriak Dahlia membuatnya menghentikan masakan nya.

"Mba Dahlia.. Ada apa kesini pagi pagi. Zefran kan ga ada,"ucap Vikayla.

Dahlia menghampiri Vikayla lalu menarik kerah baju Vikayla "Lo kenapa masih disini hah? Gue udah bilang pergi lo dari sini!"

Dahlia melempar Vikayla sampai dia terhuyung ke belakang. Cewek yang bersama Dahlia pun menatap tajam Vikayla.

"Kau... Berani nya ingin merebut calon suami keponakan saya. Tampangmu saja pas pasan dan kau bukan dari keluarga terhormat!"

Vikayla menggeleng dan menyangkal tuduhan dari cewek yang bersama Dahlia.

"Enggak Bu.. Saya kesini hanya ingin bekerja dan ada urusan lain. Bukan untuk menggoda atau merebut Zefran dari Mba Dahlia."

"Ga usah sok dekat sama gue! Berani nya lo panggil gue dengan sebutan Mba!. Gue kan udah bilang jangan panggil seperti itu!"

"Maaf Nona... Tolong aku ga mau ribut sama kamu. Please..."

Dahlia mendorong Vikayla sampai dia terjatuh dan teruntuk ujung meja. Kepala nya pun berdarah dan dia tak sadarkan diri.

"Apa apaan kalian!"teriak Damian datang bersama Ceweknya Bunga.

"Astaga Mba Vika... Mas.. Mba Vika berdarah,"kata Bunga memapah kepala Vikayla sambil menepuk pipinya pelan pelan.

"Kalian apakan Vikay!!"teriak Damian yang marah melihat Vikayla pingsan sampai mengeluarkan darah di keningnya.

"Halah.. Gausah lebay ya. Dia yang jatuh sendiri. Dia itu ngedrama dari tadi padahal gue ga apa apain kok,"jawab Dahlia dengan cuek nya.

"Ga apa apakan gimana bisa sampai pingsan dan berdarah. Lo gila apa. Kalau Vikay kenapa kenapa lo mau nanggung?!"

"Udah si Dam. Ga usah berisik juga. Mending lo bawa aja ke rumah sakit. Kalau lo cemas sama keadaan nya!"

Dahlia pergi bersama Bibinya ke taman belakang. Dia masih bersikap santai dan cuek meskipun Vikayla tidak sadarkan diri.

"Sudah Mas, ga usah di ladenin. Kita tolongin Mba Vikay aja dulu. Bawa ke rumah sakit,"ucap Bunga panik.

Damian langsung membopong Vikayla dan membawanya keluar. Untung kunci mobil Zefran masih dia kantongi. Dia pun memasuki Vikayla ke dalam mobil bersama Bunga.

...----------------...

Dahlia sedang asyik menonton Drakor bersama Bibinya diruang tamu, Zefran dan Echa yang baru saja selesai lari pagi. Kaget melihT mereka sudah tertawa sambil memakan snack yang dibuang sembarangan di karpet.

"Astaga... Mba Dahlia... Kalau mau makan jangan nyampah kenapa sih. Berantakan tahu!"protes Echa kesal.

"Berisik lo. Anak kecil ga usah debat. Yang makan kan gue napa lo yang ribet!"

"Ga tahu diri banget di rumah orang berlagak kaya pemilik! Dasar otak udang!"

"Apalo bilang?! otak udang??? Ga salah??"

"sudah cukup!! Ga usah berdebat. Lagian kamu ngapain sih Lia disini? Kalau makan juga jangan kaya gitu. Kasian kan Echa sama Vikay udah bersihin,"kata Zefran menegur Dahlia.

Meski dia sudah males berbicara dengan Dahlia. Tapi dia emosi juga melihat tingkah Dahlia sekarang. Rasanya mau dia usir tapi ada tantenya.

"Sudahlah Zef, kok hanya masalah kecil seperti ini aja di besar besarkan. Lagian Dahlia ga setiap hari kesini kan,"ucap Tante Dahlia. Fani namanya..

"Benar tuh kata Tante Fani. Lagian kalian gausah lebay. Orang kaya kan bisa nyewa pembantu. Atau ga suruh aja Vikay jadi babumu. Kan dia numpang disini!"

"Mana bisa begitu. Dia tuh temanku bukan pembantu!"

Zefran pergi melewati Dahlia lalu mengambil air minum di dapur. Dia dan Echa ga terlalu sadar Vikayla mungkin sedang tidur.

Hp Zefran berdering dan yang menelpon adalah Damian. Dia pun mengangkatnya.

"Hallo Bro. Kenapa lo? ......."

...----------------...

Terpopuler

Comments

🍾⃝sᴀͩᴛᷞʀͧɪᷡᴀͣ

🍾⃝sᴀͩᴛᷞʀͧɪᷡᴀͣ

,itu ada yg typo sayang😁

2025-03-11

0

Apriyanti

Apriyanti

lanjut kak

2025-03-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!