Akhirnya Vikayla sudah boleh pulang dari rumah sakit. Itu pun dia yang memaksa karena tidak betah. Dia merasa trouma berada di rumah sakit. Bau septi obat dan suara suara yang membuatnya terganggu.
Bukan karena dia indigo tapi suara teriakan pasien atau tamu pasien lain nya. Meski sebenarnya itu tidak akan terjadi disini karena dia diberikan kamar Vip.
Saat sampai di rumah Zefran lagi lagi dia bertemu kembali dengan Dahlia. Dia bukan nya takut. Tapi lebih memilih untuk menghindari konflik. Karena dia males memikirkan hal yang tidak perlu.
"Jadi.. Lo ke rumah sakit?"tanya Dahlia dengan tatapan mengintimidasi.
Vikayla hanya menangapi dengan anggukan kecil. Dia benar benar malas berurusan dengan orang seperti Dahlia.
"Zef.. Cha.. Gue ke kamar dulu ya mau beresin baju sama istirahat. Besok pulang kantor gue cari kosan!"
"Eh aku antar aja Ka,"ucap Echa yang langsung mengamit Vikayla.
Awalnya Vikayla ingin protes tapi melihat Dahlia yang menatapnya tajam. Dia langsung menarik Echa dan pergi dari sana.
Zefran diam diam menyelidik sikap Dahlia pada Vikayla. Membuat Dahlia paham lalu menatap Zefran aneh.
"Kenapa kau tatap aku seperti itu sayang??"tanya Dahlia dengan senyum manisnya.
"Aku hanya ingin kau diam dan tidak melakukan hal bodoh yang akan membuatmu menyesal nanti,"ucap Zefran sambil menatap tajam Dahlia.
"Sayang... Kamu bicara apa sih, aku ga ngerti maksud kamu loh. Oiyaa sekarang kan kamu sudah sampai rumah. Bagaimana kalau aku ngajak kamu ke mall kita shopping yuk,"rayu Dahlia.
Dia langsung mengamit lengan Zefran. Tapi malah di tepis yang punya tangan.
"Aku capek! Mau tidur!"ketus Zefran yang langsung meninggalkan nya.
Dahlia menatap Zefran dengan mulut yang menganga karena dia terkejut dengan sikap ketus Zefran.
"Kok kamu gitu sih, jangan bilang kalau cewek kampung itu yang menghasut kamu ya. Sampai kamu bisa ketus sama aku!"teriak Dahlia mulai tantrum.
Zefran berhenti lalu berbalik menatap Dahlia. Dia memutar bola matanya lalu berkata. "Ga usah bawa bawa Vikay. Dia ga salah dalam hal ini. Kau lah yang harusnya sadar!"
Zefran langsung meninggalkan Dahlia tanpa melihat nya karena berdebat dengan nya hanya menguras otak dan tenaga.
Dahlia jadi semakin tantrum di buatnya. Dia mulai hilang kendali. Tangan nya mengepal sambil menahan emosi yang ingin dia lontarkan.
"Awas aja kamu Vikay. Hidup mu bakal menderita mulai dari sekarang!"gumam Dahlia yang pergi meninggalkan rumah Zefran.
...----------------...
Keesokan harinya di kantor Vikayla baru saja selesai merias wajahnya di kamar mandi karena akan ada pertemuan clien.
Dahlia masuk dan menutup pintu kamar mandi. Lalu dia mengunci nya. Vikayla terkejut melihat Dahlia dari cermin dia merasa tak aman.
"M-mbak.. Dahlia...,"ucap Vikayla terbata.
"Gue bilang ga suka! Jangan panggil gue mbak!!!"teriak Dahlia yang langsung menjambak rambut Vikayla.
"Au.. Sa-sakit Mbak...,"ringis Vikayla.
Dengan usaha nya dia menahan tangan Dahlia untuk melepaskan tarikan dari rambutnya. Tetapi tenaga Dahlia seperti kuli.
"lo tuli atau bego! Gue udah bilang panggil gue Nona! Bukan Mbak!!!!"teriak Dahlia.
Dia semakin kuat menjambak rambut Vikayla. Bahkan rambut Vikayla mungkin sudah ada yang rontok.
"Aduhh.. S-sakit Non. Maafkan aku... Tolong lepasin..,"mohon Vikayla.
Kata kata yang diucapkan Vikayla bukan menghentikan tindakkan Dahlia. Dia malah tersenyum senang melihat Vikayla kesakitan.
"Hahaha... Syukurin lo! Sekarang ga ada yang bisa nolongin lo!"geram Dahlia.
Dia menarik rambut Vikayla kedalam toilet. Lalu dia mengambil shower dan menyiram rambut Vikayla sampai semua tubuhnya pun basah karena guyuran Shower.
Lalu dia dengan kuat memukul kepala Vikayla dengan ujung shower itu membuat Vikayla pingsan seketika.
"Mampus lo! Makanya jangan pernah melawan Dahlia!"
Dahlia menatap tajam Vikayla yang sudah tak sadarkan diri. Dia keluar dan menutup pintu toilet lalu menempelkan kertas di depan pintu nya. Dia pun mengunci pintu toilet itu kembali. Dan menyimpan kunci nya disaku blazernya lalu pergi.
...----------------...
Pertemuan dengan clien hanya di hadiri oleh Alvaro dan Damian. Wajahnya nampak kesal dan menahan emosi sampai ke ruangan nya.
"Dimana perempuan itu?!"tanya Alvaro pada Damian.
Damian pun bingung kenapa Vikayla tidak hadir dalam raPat pertemuan clien. Padahal dia tadi ijin hanya ke toilet sebentar.
Tapi sampai clien kesal menunggu lama dia pun tak muncul juga. Akhirnya Alvaro dan Damian tidak berhasil memenangkan tender.
"Tadi dia cuma ke toilet sebentar. Saya juga ga tahu Pak ada masalah apa? Karena di ruangan nya juga belum ada,"ucap Damian.
"Toilet??? Dari tadi kah??"tanya heran Alvaro.
"Iyaa Pak. Makanya saya tadi terus menatap hp karena menunggu kabar dari Vikay. Tapi ga direspon,"kata Damian
Dia mulai mengkhawatirkan Vikayla. Apa jangan jangan terjadi sesuatu di toilet.
Alvaro dan Damian tanpa sengaja saling bertatapan. Mereka langsung berlari menuju toilet sebelah gudang.
Disana sudah terpapang papan larangan untuk masuk. Karena toiet sedang rusak.
"Dia pakai toilet mana?? Ini kan lagi rusak!"ucap dingin Alvaro.
Damian tidak menjawab. Dia hanya mencoba membuka handle pintu menggedornya dengan panik.
"Apa yang kau lakukan?!"tanya Alvaro sedikit kesal.
"Saya yakin dia disini!"
"Kenapa kau bisa seyakin itu?"
"karena hati saya mengatakan dia disini!"
Damian pun berusaha mendobrak pintu untuk memastikan kedalam. Pintu terhempas dengan tendangan nya. Lalu dia memasuki nya bersama Alvaro yang mengikuti dari belakang.
Damian menatap bawah lantai toilet. Dan benar saja dia melihat tangan yang menjuntai ke luar pintu dari salah satu pintu toilet.
"Pak... Itu tangan.. Jangan jangan...-"
Tanpa banyak basa basi Alvaro menendang dalam satu hentakan di pintu itu. terbuka lah dengan lebar dan terlihat Vikayla tergeletak pingsan dengan wajah pucat dan tubuh basah kuyup.
"Astaga Vikay!!!"teriak Damian syok.
Alvaro dengan sigap membopong Vikayla keluar dari sana. Dia berlari menuju parkiran diikuti oleh Damian dari belakang.
Kepanikan mereka membuat semua karyawan menatap ke arah mereka. Semua nya pun terkejut melihat Alvaro yang sedang membopong Vikayla.
"Dam... Cepat kamu ambil kunci mobil saya disaku ini!"teriak Alvaro yang melirik matanya ke arah saku celana nya.
Damian awalnya ragu dia menatap Alvaro kaget yang di tatap tajam olehnya.
"Cepat Dam! Kau mau bengong terus sampai subuh!"bentak Alvaro.
Bentakan nya membuat Damian langsung tersadar dan cepat cepat merogoh saku celana Alvaro untuk mengambil kunci mobil nya.
Di parkiran Alvaro memberi kode untuk menunjukan letak mobil nya pada Damian. Dengan cepat Damian memencet tombol agar pintu langsung terbuka. Alvaro menaruh Vikay di belakang.
Dia menyuruh Damian menyetir mobil nya sedangkan dia duduk di samping pengemudi. Damian langsung mengendarai mobil Alvaro keluar kantor menuju rumah sakit
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments
Apriyanti
semoga ada cctv biar ketauan KLO Dahlia pelaku nya,, lanjut thor 🙏
2025-03-18
0