bab 2 harga sebuah permintaan

"Azizah, apa sih yang bisa kamu lakukan?" Bentak Raka matanya tajam seakan mau membunuh aziza

"Mas kamu tahu sendiri aku bangun jam berapa, aku langsung masak nasi, memberishkan rumah, menyiapkan semua keperluanmu, menyiapkan makan mereka semua,dan kondisiku sekarang sedng hamil mas, aku ga bisa gesit seperti aku tidak hamil" JAwab Aziza rasanya aziza sangat sakit mendapat perlakuan seperti itu dari raka suaminya

"Alah,,,Raka wajar saja dia mengerjakan semua itu raka, bagaimanapun dia itu numpang di rumah kamum, wajar dia melayani kami semua, karena kami ini keluarga kamu, sedangkan dia siapa, dia itu hanya istri kamu raka, coba kalau dia bekerja raka mungkin kamu tidak serepot ini" Sumarni Mengatakan itu dengan nada yang sinis

Azizah mengusap keningnya yang berkeringat. Punggungnya terasa nyeri, perutnya semakin berat, dan kakinya membengkak akibat kehamilan yang sudah memasuki bulan kedelapan. Rasa lelah itu bukan hanya fisik, tapi juga mental.

Tapi, Raka malah menatapnya tanpa empati. "Zah, tolonglah kamu mengerti, cobalah jadi istri yang membanggakanku,tidak seperti sekarang setiap hari aku menerima aduan terus dari ibu, aku ini sudah lelah bekerja sampai rumah malah mendapati masalah kamu."

Sakit sekali Azizah mendengarkan ucapan raka, jelas sekali apa yang dia lakukan sama sekali tidak ada artinya bagi raka dan keluarganya.

Ingin sekalai Aziza berteriak kalau Aziza lelah dengan semua ini, dia ingim berteriak kalau dia butuh perhatian bukan cacian.

Sari yang datang dari kamarnya tiba-tiba berbicara "Raka habis lahiran kamu ceraikan saja Aziza, aku bosan dengar ribut terus dengan ibu, Mendingan kamu cari wanita karir saja biar tidak jadi beban keluarga,"

Dia duduk kemudian mengambil nasi dan lauk pauknya, ini adalah wanita yang tidak tahu diri, habis mencaimaki Aziza terus memakan makanan yang Aziza Masak,

Azizah menggigit bibirnya kuat-kuat. Matanya mulai panas, tapi ia menahan air mata itu agar tidak jatuh. Cukup, Azizah. Jangan menangis di depan mereka. Jangan tunjukkan kelemahan.

Sunggung Aziza ingin sekali mendapat pembelaan dari raka, tapi sepertinya harapannya kosong, raka sama sekali tidak bereaksi apapun saat sari menghina dirinya.

Aziza terdiam menahan tangis, dan tiba-tiba suara menggelegar menghacurkan hati Aziza.

"Sudahlah pergi kekamar, aku pusing denger keributan tersu" Ucap raka tegas

Azizah tidak membantah. Dengan langkah berat, ia menuju kamar, meninggalkan ruang tamu yang kini terasa lebih panas dari neraka. Punggungnya terasa nyeri, perutnya semakin berat, dan hatinya penuh luka.

Raka sebenarnya berasal dari keluarga sederhana, saat menikah dengan Aiziza usahanya belum terlalu maju,, dan mengontrak dengan aziza, saat mengontrak itulah aziza merasakan cinta sejati dari raka, raka begitu baik padanya sehingga aziza yakin kalau raka adalah orang yang tepat baginya.

Tapi Raka tidak boleh dibiarkan sederhana terus maka aziza meminta bantuan rekan-rekan bisnisnya untuk membantu raka, dalam waktu 3 tahun target aziza adalah menjadikan raka pengusaha tingkat menengah agar saat dia perkenalkan dengan keluarga besar pratama raka tidak minder,Aziza sudah merancang sdemikian rupa untuk menjaga kehormatan raka.

Selama kurang lebih 3 tahun usaha raka maju pesat, dia mendapatkan order dengan harga tinggi dan syarat yang mudah, hingga raka jarang pulang karena saking sibuknya, dan setahun yang lalu raka membeki rumah yang lumayan besar dan dia membawa ibunya sumarni dan kakanya sari tinggal bersama, dan mulailah penderitaan Aziza sampai sekarang, dimulai dari aziza dinyatakan hamil,raka jarang pulang, selain karena sibuk juga sering mengindari pertengakaran aziza dengan ibunya,

di kamar Aziza dan raka, aziza sedang menghadap cermin didepannya

"Nak Mamah masih ingin kamu lahir dengan disaksikan ayahmu, mamah mau kamu lahir dengan keluarga lengkap, mamah mau pas kamu lahir ada ayah kamu yang pertama kamu lihat" isi pikiran aziza

..

Pagi hari tiba, tapi bukan suara burung yang menyambut pagi di rumah ini—melainkan teriakan melengking yang sudah menjadi rutinitas sehari-hari.

"Azizahhhhhh!"

Sumarni berteriak dari ruang tengah, suaranya menggema hingga ke seluruh rumah.

Azizah yang tengah berusaha bangkit dari tempat tidur hanya bisa menarik napas panjang. Kakinya yang mulai bengkak akibat kehamilan besar terasa nyeri setiap kali menapak lantai dingin. Dengan langkah tertatih, ia keluar kamar.

"Apa, Bu?" jawabnya, mencoba tetap sopan meski hatinya lelah.

"Kenapa baju Ibu belum digosok?!" bentak Sumarni dengan wajah penuh amarah.

Azizah mengerjap, mencoba mengingat apakah tadi malam ia sempat menyelesaikan tugas itu. Tapi nyatanya, tubuhnya yang lelah membuatnya tertidur sebelum sempat menyelesaikan semuanya.

"Maaf, Bu, semalam ketiduran," jawabnya lirih.

"Alasan! Cepat gosok sekarang!"

Tanpa membantah, Azizah segera mengambil setrika dan mulai menggosok baju dengan cekatan. Tangannya lincah, seolah pekerjaan ini sudah menjadi kebiasaannya sejak lama. Padahal, dulu, sebelum menikah dengan Raka, ia bahkan tak pernah menyentuh setrika sendiri. Azizah adalah anak orang kaya, tapi demi menyenangkan hati mertuanya, ia rela belajar mengurus rumah tangga dari nol.

Baru saja ia menyelesaikan setengah tumpukan baju, suara lain kembali terdengar.

"Azizah!" Kali ini suara Sari, kakak iparnya yang tak kalah menyebalkan.

Azizah menutup matanya sejenak, mencoba menenangkan diri sebelum menjawab. "Apa, Kak?"

"Mana semir sepatu gue?" tanya Sari ketus.

Azizah menelan ludah. Peluh keringat sudah bercucuran di wajahnya, tapi ia tetap menuruti perintah itu. Tanpa banyak bicara, ia mengambil semir dan mulai membersihkan sepatu Sari dengan sabar.

Tapi rupanya, itu belum cukup.

"Jadi istri kok nggak guna gini, sih? Raka nggak pantes sama kamu! Dia itu pantesnya sama wanita karir, bukan sama orang kampungan norak kayak kamu," sindir Sari, menatap Azizah penuh penghinaan.

Azizah tidak menjawab. Bukan karena tak mampu melawan, tapi karena ia lelah.

Apa gunanya berdebat dengan orang yang pikirannya tertutup?

Sari mendengus kesal melihat Azizah hanya diam, lalu pergi begitu saja.

Azizah menatap kedua tangannya yang mulai gemetar, bukan karena lelah, tetapi karena menahan diri. Ia ingin berteriak, ingin mengatakan betapa tidak tahunya mereka tentang siapa dirinya sebenarnya.

Tapi untuk saat ini, ia memilih diam.

Karena suatu hari nanti, mereka akan tahu sendiri siapa Azizah sebenarnya.

Bab: Kesabaran yang Mulai Habis

Azizah berjalan ke dapur dengan langkah tertatih. Perutnya yang membesar membuatnya semakin sulit bergerak, tapi tak ada satu pun orang di rumah ini yang peduli. Jika ini rumahnya sendiri, ia tak perlu bersusah payah hanya untuk segelas susu. Tapi di sini? Ia bahkan harus menahan lapar dan haus karena setiap hal kecil yang dilakukannya selalu dipermasalahkan.

Sejak awal kehamilannya, ia belum pernah sekalipun diperiksa ke dokter. Apakah bayi ini sehat? Apakah perkembangannya normal? Ia tak tahu. Dan yang lebih menyakitkan, ia tak tahu apakah Raka benar-benar menginginkan bayi ini atau tidak.

Seharusnya ia dimanja. Seharusnya ia diperhatikan. Tapi kenyataannya, ia malah diperlakukan seperti pembantu yang tiada henti disuruh bekerja.

Dengan sisa tenaganya, ia menyeduh segelas susu hangat dan berniat kembali ke kamar. Tapi baru saja ia mengangkat gelas itu, suara melengking kembali terdengar.

"Azizah, APA INI?!" teriak Sari dari ambang pintu dapur.

Azizah mendongak lelah. "Susu, Kak."

Sari mendekat dengan ekspresi marah. "INI SUSU MAHAL, AZIZAH!"

"Iya, aku beli pakai uangku sendiri," jawab Azizah sabar.

"Bohong! Pasti pakai uang Raka!"

Azizah menarik napas dalam. Jika biasanya ia memilih diam, kali ini cukup sudah.

"Ya kalau pakai uang suamiku, emang kenapa?"

Mata Sari melotot. "IBUUUUUUU!"

Tak lama, suara langkah tergesa-gesa terdengar. Sumarni muncul dengan wajah garang. "Apa sih, teriak-teriak?!"

"Bu, Azizah beli susu mahal!" lapor Sari seolah menemukan kesalahan besar.

Sumarni menatap Azizah penuh kemarahan. Tanpa peringatan, ia merampas gelas dari tangan menantunya dan—

PRANGG!!

Gelas itu pecah berkeping-keping di lantai. Susu yang tadi ingin diminum Azizah kini tumpah berantakan, bercampur dengan pecahan kaca yang berkilauan di bawah cahaya dapur.

"Dengar, anak bodoh! Jangan habiskan uang Raka! Aku nggak rela!" hardik Sumarni.

Azizah berdiri membeku. Tangisnya pecah, bukan karena pecahan kaca yang melukai kakinya, tetapi karena perlakuan mereka yang semakin di luar batas.

"Menangis aja bisanya! Awas, aku aduin kamu sama Raka!" bentak Sumarni sebelum pergi meninggalkannya.

Sari melangkah mendekat, menatap Azizah penuh kebencian.

"Cepetan lu minggat! Kalau nggak, gue bakal bikin hidup lo lebih menderita!" bisiknya tajam, sebelum ia pun pergi.

Azizah berdiri di sana, menatap lantai penuh kekacauan.

Selesai.

Kesabarannya habis.

Ia mengeluarkan ponselnya dengan tangan gemetar, lalu mengetik pesan. Namun, suaranya bukan lagi lirih dan lembut seperti biasanya. Kali ini, suaranya penuh ketegasan.

"Jemput gue sekarang."

Tangannya mengepal kuat. Matanya menatap kosong ke depan.

"Baiklah… Setelah bayi ini lahir, gue akan lipat kalian semua. Gue akan masukin sampah-sampah kayak kalian ke tempat yang seharusnya. Orang-orang macam kalian nggak layak hidup!" batinnya, penuh dendam yang membara.

Terpopuler

Comments

Hanipah Fitri

Hanipah Fitri

nah gitu dong Azizah, jangan mau di injak i Jak terus

2025-04-11

0

lihat semua
Episodes
1 menantu tak dianggap
2 bab 2 harga sebuah permintaan
3 Bab 3: Semakin jomblo semakin punk
4 bab 4 perhatian cindy
5 bab 5 setelah azizah tidak ada
6 Bab 6: setelah azizah tidak ada
7 Bab 7 kehidupan aziza setelah keluar dari rumah
8 bab 8 pulang ke rumah
9 Bab 9: Kebimbangan Raka
10 bab 10 butuh pembantu
11 bab 11 pembantu datang
12 bab 12 rencana sari
13 bab 13 Romi aditama
14 bab 14 Andi pratama
15 bab 15 masa lalu Romi dan azizah
16 bab 16 susan warseno
17 bab 17 ambisi susan
18 bab 18 nona zee
19 bab 19 Luna wijaya
20 bab 20 kekacauan raka dan ketenangan aziza
21 bab 21 beci dan cinta hadir bersama
22 Susan dan raka
23 23 Aziza melahirkan
24 24 biar suaminya yang jaga bayinya
25 SURYA VS JAYADI
26 BAYINYA NYAMAN SAMA AYAHNYA
27 BAYIKU KETERGANTUNGAN
28 SUSAN MAU .
29 Raka memutuskan menikah dengan susan
30 suaraku lebih indah darimu
31 DIA BAHKAN TIDAK MEMILIH ANAKNYA
32 PERNIKAHAN RAKA SUSAN
33 MUHAMAD AZZAM
34 JADIKAN SUAMIMU SIMPANANMH
35 KEHIDUPAN RAKA DI RUMAH SUSAN
36 bertemu lagi
37 AZIZA MENGUGAT CERAI
38 gedung Prama grup
39 NYONYA ZEE ADALAH AZIZAH
40 Sumarni betemu nyonya zee
41 PERMAINAN TAKDIR
42 menjelang sidang
43 sidang cerai
44 pasca sidang
45 Azizah khawatir
46 kehancuran raka
47 AZZAM SAKIT
48 Raka menang??
49 RAKA INI MANUSIA BUKAN
50 jangan kritis lagi
51 sari di talak
52 Raka jatuh
53 kesadaran
Episodes

Updated 53 Episodes

1
menantu tak dianggap
2
bab 2 harga sebuah permintaan
3
Bab 3: Semakin jomblo semakin punk
4
bab 4 perhatian cindy
5
bab 5 setelah azizah tidak ada
6
Bab 6: setelah azizah tidak ada
7
Bab 7 kehidupan aziza setelah keluar dari rumah
8
bab 8 pulang ke rumah
9
Bab 9: Kebimbangan Raka
10
bab 10 butuh pembantu
11
bab 11 pembantu datang
12
bab 12 rencana sari
13
bab 13 Romi aditama
14
bab 14 Andi pratama
15
bab 15 masa lalu Romi dan azizah
16
bab 16 susan warseno
17
bab 17 ambisi susan
18
bab 18 nona zee
19
bab 19 Luna wijaya
20
bab 20 kekacauan raka dan ketenangan aziza
21
bab 21 beci dan cinta hadir bersama
22
Susan dan raka
23
23 Aziza melahirkan
24
24 biar suaminya yang jaga bayinya
25
SURYA VS JAYADI
26
BAYINYA NYAMAN SAMA AYAHNYA
27
BAYIKU KETERGANTUNGAN
28
SUSAN MAU .
29
Raka memutuskan menikah dengan susan
30
suaraku lebih indah darimu
31
DIA BAHKAN TIDAK MEMILIH ANAKNYA
32
PERNIKAHAN RAKA SUSAN
33
MUHAMAD AZZAM
34
JADIKAN SUAMIMU SIMPANANMH
35
KEHIDUPAN RAKA DI RUMAH SUSAN
36
bertemu lagi
37
AZIZA MENGUGAT CERAI
38
gedung Prama grup
39
NYONYA ZEE ADALAH AZIZAH
40
Sumarni betemu nyonya zee
41
PERMAINAN TAKDIR
42
menjelang sidang
43
sidang cerai
44
pasca sidang
45
Azizah khawatir
46
kehancuran raka
47
AZZAM SAKIT
48
Raka menang??
49
RAKA INI MANUSIA BUKAN
50
jangan kritis lagi
51
sari di talak
52
Raka jatuh
53
kesadaran

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!