Chapter: 20

Erick menatap lekat kedua mata papanya

" Pa, jujurlah sama Erick apa benar ibuku seorang pelakor dan aku lahir dari hubungan gelap kalian? "

William terkesiap dari lamunannya tentang kenangan masa lalunya.

" Pa! " Erick mulai meninggikan nada bicaranya.

 William menarik nafasnya dalam dalam

" Nak, dengarkan papa? Bukan seperti itu Erick? Bukan dari hubungan gelap tapi cinta, karena cinta di antara aku dan ibumu. Kami menyadari cinta itu setelah ada papa memiliki istri dan anak ".

" Sttt, " Erick mendesis dan mengacak kasar rambutnya.

" Baiklah pa, sekarang sudah jelas Erick harus keluar dari rumah ini bahkan keluarga ini" Erick pun melangkah meninggalkan rumah besar itu dengan kesedihannya.

Dan tepat saat itu berpapasan di ambang pintu gerbang dengan Nabila Erland.

Erland dan Nabila segera turun dari mobilnya dan menghampiri Erick.

Erland mengerti kalau adiknya sedang tidak baik baik saja, dia tarik tangan Erick dan menatapnya tajam " Erick! Apa yang terjadi? ".

Erick tersenyum tipis dan menatap Nabila yang juga menatapnya dengan lembut.

" Kak, aku titip Nabila dan papa. Aku tidak pantas ada di sini kak, aku tidak layak menjadi bagian dari keluarga besar Mondelez ".

" Erick, apa yang kamu katakan? " Sahut Nabila dengan tatapannya yang penuh cinta.

Erick melepaskan pegangan tangan Erland kemudian mendekati Nabila dan mengusap lembut pipinya " Aku adalah laki laki biasa yang tidak memiliki apa apa Bil. Kamu akan lebih bahagia bila hidup bersama kak Erland" Dan setelah menyelesaikan kata katanya Erick membalikkan badannya dan melangkah pergi dari sana.

Nabila menatap Erland " Pak Erland, tolong kejar Erick ".

" Kejarlah Bil, hanya kamu yang bisa"

" Tapi pak"

" Iya sana gak apa apa aku tunggu di sini"

Setelah mendapatkan ijin dari Erland, Nabila pun berlari mengejar Erick sebelum hilang di kegelapan malam.

" Erick! "

Suara Nabila membuat Erick menghentikan langkahnya dan menoleh.

Nabila yang berlari pun menjatuhkan tubuhnya di pelukan Erick " Erick plis jangan pergi"

Erick pun membalasnya dengan lembut kemudian mengusap punggung Nabila dan membalas pelukannya dengan lembut

" Nabila, ayolah Bil, jangan seperti ini. Kamu pasti bisa move on dariku dan belajar untuk mencintai kak Erland 🤲".

"Tidak Erick, aku hanya mencintai kamu. Tunggu dua bulan lagi kontrak nikah kami selesai. Aku akan kembali kepadamu" Jawab Nabila masih di dalam pelukan Erick.

Erick mengedarkan pelukannya dan menatap lembut wajah kekasihnya " Tapi aku tidak memiliki apa apa Nabila. Aku hanya pemuda biasa yang sedang merintis usaha jauh berbeda dengan kak Erland ".

Nabila menggeleng perlahan " Erick aku mencintaimu bukan karena kamu anaknya pak William atau keluarga Mondelez, tapi aku tulus mencintaimu. Dirimu yang bisa membuatku bahagia dan memiliki banyak harapan ".

Erick menatap lekat kedua netra Nabila kemudian menyambar bibir ranumnya singkat.

Erick mendorong jidat Nabila dengan jemarinya sembari tersenyum gemas " Sudah jangan diteruskan, ada kak Erland ".

" Memangnya kenapa? Dia sudah kasih ijin. Lagi pula dia kan tahu aku mencintai kamu".

Erick menggenggam tangan Nabila " Bil, aku janji akan kembali untuk menjemputmu suatu hari nanti jika aku sudah sukses".

" Iya Erick, aku akan menunggumu. Aku juga janji padamu akan menjaga cinta ini hanya untukmu "

" Baiklah sekarang sudah sangat malam, kembalilah jangan biarkan kak Erland kesal karena terlalu lama menunggumu ".

Nabila mengangguk kemudian membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Erick yang terus menatapnya hingga tak terlihat.

Setibanya di depan Erland, Nabila berusaha mengatur nafasnya dan dadanya juga mulai sakit karena debaran jantungnya yang mulai tidak beraturan.

Erland memegangi kedua pundak Nabila " Bil, kamu gak apa apa kan? "

Nabila menggeleng perlahan dan mulai merasakan sakitnya perlahan hilang.

" Ya sudah ayo kita masuk ke dalam " Erland membawa tubuh Nabila di dalam dekapannya karena khawatir dengan kondisi kesehatan Nabila.

Setibanya di dalam kamar, Erland meminta Nabila untuk beristirahat di atas kasur sementara dia tidur di sofa.

Keduanya merebahkan tubuhnya dan menatap langit langit kamar, hingga keduanya terlelap dengan sendirinya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!