Chapter: 15

Nabila berjalan gontai menuju ke tempat kerjanya. Rasa sakit yang dia derita sepertinya akan sering kambuh karena memutuskan untuk mencintai Erick namun di waktu yang kurang tepat, yaitu saat dia masih terikat perjanjian kontrak nikah dengan Erland.

Saat ini Erick pergi ke kota Surabaya. Tempat yang jauh dari sini. Meninggalkan perasaan cinta dan rasa rindu yang akan menyiksanya setiap saat.

Bruks

"Maaf. lho kamu Bil? Kenapa kok pucat sekali? Kamu sakit? " Tanya Emma sambil menyentuh jidat Nabila dengan punggung tangannya.

" Enggak kak, aku cuma lelah saja"

" Ya sudah Bil, kamu istirahat saja dulu nanti kalau sudah baikan bisa kerja lagi".

Nabila pun mengangguk kemudian duduk di bangku panjang yang berada di depan gudang. Sedangkan Emma kembali ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya.

🍁

🍁

🍁

Di sebuah cafe, dua orang berbeda jenis kelamin sedang duduk sambil menyeduh kopi panasnya.

" Tuan Reno, apa di kantor tuan tidak membutuhkan karyawan baru?Aku mau cari kerja tuan, aku tidak mungkin menggantungkan hidupku sama kak Nabila terus " Ucap Felisa dengan senyum manisnya.

Reno nampak berpikir sejenak " Ehm ada sih tapi apa kamu bersedia? ".

Felisa melebarkan matanya seketika dan berlonjak kegirangan " Mau mau aku mau tuan Reno".

Reno tersenyum tipis " Kalau kamu bersedia kamu bisa langsung kerja hari ini, jangan lupa bawa CV kamu dan serahkan ke bagian personalia.

Karena girangnya Felisa berlonjak dan memeluk Reno dengan erat kemudian mencium pipinya dan terakhir dia mendaratkan bibirnya di bibir Reno singkat yang sukses membuat keduanya gugup dan saling menatap.

Jantung Reno berdetak sangat kencang mendapatkan serangan dari gadis cantik seperti Felisa.

Reno memegangi kedua tangan Felisa sambil terus menatapnya, Felisa pun membalas tatapan Reno yang menusuk hingga ke jantungnya.

" Sepertinya bukan hanya kak Nabila yang terkena serangan jantung kalau begini terus bisa bisa aku juga kena serangan jantung, ah mana dia ganteng banget lagi, wajah dewasanya semakin menambah keseksiannya, aihh Felisa ngomong apa sih kamu" Batin Felisa dengan tatapan masih terkunci.

Perlahan Reno bergerak maju membuat Felisa mundur dengan perlahan dengan tatapan masih saling mengunci.

" Haduh apa yang akan tuan Reno lakukan, apa dia akan menciumku " Batin Felisa.

Reno mengusap rambut Felisa sambil tersenyum tipis " Sekarang persiapkan diri kamu untuk menjadi asisten pribadiku".

Setelah mengatakan nya Reno pun meninggalkan Felisa yang masih bingung dengan ucapan Reno barusan.

" Hah asisten pribadi, apa maksud tuan Reno" Gumamnya sendiri.

Sementara itu Di rumah Frederick, nampak Rima dan asistennya sedang mempersiapkan segala kebutuhan Erland dan Nabila selama di Eropa.

Erland dan Nabila pun pulang dari kantor, mereka melangkah menuju kamarnya.

Ceklek.

Mereka pun terkesiap dan saling menatap kemudian beralih melihat mama nya yang sangat antusias mempersiapkan segala kebutuhan selama pergi honeymoon.

" Eh kalian sudah pulang, coba lihat Bil mama sudah persiapkan semua kebutuhan kamu di dalam koper, ingat ya setelah pulang dari sana mama harus mendengar berita baik dari kalian! "

" Apa maksud mama" Tanya Nabila tidak mengerti.

Erland menghela nafasnya dalam dalam

" Sudahlah Bil tidak perlu diperjelas kita ikuti saja apa maunya mama".

Ucap Erland sambil melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

" Ya sudah mama keluar dulu ya Nabila, jangan lupa besok pagi jam keberangkatan kalian pukul 07.00 tidak boleh sampai bangun kesiangan ya" Rima pun mengusap pundak Nabila sebelum keluar dari kamar putranya itu.

Dan tak lama kemudian terdengar suara ponsel berbunyi, awalnya Nabila tidak menghiraukannya namun risih juga mendengarnya. Dengan ragu ragu dia pun membuka panggilan masuk yang tertera nama Sayangku di sana.

Revi : Hallo sayang, kok dari tadi aku hubungi gak bisa sih.

Nabila: Iya nona Revi, pak Erland nya sedang di kamar mandi.

Tentu saja Revi kaget dan terbakar cemburu.

Revi: Kamu siapa! Pasti kamu wanita psk yang di bayar oleh Erland. Iya kan? Sekarang di mana Erland! Ingat ya lebih baik kamu pergi dari sana karena aku akan segera menemuinya. Dasar kamu pelacur! Wanita jalang! ".

Hati Nabila remuk seketika mendengar semua umpatan Revi yang sangat menyakitkan, tapi tak mungkin dia katakan yang sebenarnya.

Ceklek

Erland pun keluar dari kamar mandinya hanya mengenakan bawahan boxer dengan handuk yang dikalungkan di lehernya.

" Siapa yang telp? Kenapa kamu berani angkat telpon ku Bil! apa kamu sudah lupa dengan perjanjian kita tempo hari dan ini bagian dari privasi jadi ini peringatan terakhir atau kau tahu sendiri akibatnya! " Gertak Erland sambil mengusap rambut basahnya kemudian melemparkan handuknya ke sembarang tempat.

Nabila hanya bisa mengangguk dan menunduk, meskipun air mata sudah berada di ujung netra tapi dia berusaha untuk menahannya sekuat tenaga.

Erland segera mengambil kembali ponselnya dan melihat siapa yang baru saja menghubunginya.

Tanpa mengenakan atasan, Erland kembali menghubungi Revi yang sudah lama tidak dicumbuinya. Mereka saling bercengkrama dengan kata kata manis dan mesra sedangkan keberadaan Nabila di sana tidak pernah dianggap.

Keesokan harinya.

Erland dan Nabila benar benar berangkat ke bandara untuk menghabiskan waktu satu bulan di Eropa.

Rima sangat bahagia akhirnya putranya bisa menikah dan memiliki keturunan yang akan meneruskan harta warisan keluarga . Karena baik Rima maupun keluarganya tidak akan pernah setuju kalau Erick memperoleh warisan dari Frederick Mondelez.

Erick memang putra William tapi dengan selingkuhannya.

Mereka pun melepaskan Erland dan Nabila dengan sejuta harapan tapi berbeda dengan William yang berharap tidak terjadi sesuatu di antara mereka.

Di sepanjang perjalanan menuju bandara Erland dan Nabila nampak hanya saling diam.

" Bil, kamu tidak berpikir kita akan benar benar berbulan madu di Eropa kan?" Tanya Erland memecah kebisuan di antara mereka.

Nabila terkesiap kemudian menatap Erland dengan penasaran " Maksud pak Erland apa?".

" Sesampainya di persimpangan, kamu di antar Rei menuju rumah kamu sedangkan aku akan pergi ke Jepang menemui kekasihku "

" Terserah pak Erland " Jawab Nabila dengan gemetar sambil menunduk.

Dan benar saja setelah tiba di persimpangan Erland pergi ke bandara dengan taksi online sedangkan Nabila pulang ke rumahnya dengan asisten kepercayaan Erland.

Nabila terdiam dengan pandangan menatap jauh ke luar jendela mobil.

" Nona muda, apakah anda baik baik saja?" Tanya Rei dengan tatapan masih fokus ke depan hanya sesekali melirik istri atasannya itu.

" Tuan Rei, saya baik baik saja tapi apakah nyonya Rima tidak akan mengetahui semua ini.Terus kalau mereka tahu apakah mereka akan memaafkan ku dan pak Erland"

Rei menghela nafas panjang" Entahlah nona yang pasti kita ikuti saja permintaan tuan muda, dan nanti setibanya di rumah untuk satu bulan ke depan sebaiknya nona Nabila jangan ke mana mana untuk menghindari masalah ".

Nabila pun mengangguk meskipun ada rasa takut serta khawatir di dalam hatinya.

Terpopuler

Comments

Nazefa

Nazefa

kurang asupan kiss dari Erick itu../Facepalm//Facepalm/

2025-03-25

1

Nazefa

Nazefa

nggak usah di pikirin yang itu bil, itu sudah jadi urusan Erland..

2025-03-25

1

Nazefa

Nazefa

haduh, pikiran Felisa yang iya-iya mulu.../Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2025-03-25

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!