Chapter: 4

Kania sedang membereskan buku bukunya sebelum pulang. Tiba-tiba ada 4 orang gadis yang juga mengenakan seragam putih abu abu berdiri sambil melipat tangannya dan tersenyum sinis pada Kania.

Kania nampak diam sejenak dan sangatlah jengah dengan mereka yang seringkali membuli dan menghinanya, namun tidak memperlihatkan pada mereka, dia berdiri tegak dan menatap satu persatu dari mereka yang berdiri memutarinya.

" Heh gadis miskin, kalau kamu tahu diri sebaiknya kamu segera angkat kaki dari sekolah ini, bikin kotor saja! "Ketus salah satu dari mereka.

Kania menghela nafas panjang sebelum mengeluarkan amunisinya untuk melawan mereka.

" Dengar ya Kania! Kamu bisa tetap aman sekolah di sini asalkan kamu kasih contekan jawaban dari tugas yang pak Bandi berikan kemarin! "

Kania tersenyum tipis kemudian menggeleng perlahan dan meraih tasnya lalu melangkah pergi karena dia pikir percuma meladeni empat gadis bodoh itu.

Keempat gadis itupun melotot tajam dan segera menarik kembali tangan Kania hingga tubuhnya terpelanting ke samping.

Bruks

Beruntung sekali kepala Kania tidak membentur tempat sampah karena ada tangan kokoh yang menyelamatkannya.

Semua mata menatapnya.

" Terimakasih kak sudah menyelamatkan aku" Ucap Kania buru buru bangun dari dekapan pemuda tersebut. Ya pemuda tersebut adalah Sean pemuda paling tampan dan populer di sekolah satu tahun yang lalu karena sekarang dia sudah lulus dari SMA itu. Dan entah apa yang membuatnya datang lagi kemari. Kania tidak mau membuat masalah lagi dengan para gadis pengagum Sean, jadi dia buru buru pergi meninggalkan mereka yang berdiri mematung.

" Tunggu! " Teriak pemuda itu namun tidak di perdulikan oleh Kania dan Kania tetap berlari meninggalkan mereka.

" Kak Sean, kok kakak datang ke mari bukannya kakak sudah lulus dari sini setahun yang lalu" Tanya Sasa ( Salah satu dari keempat gadis yang suka membuli Kania, dan salah satu pengagum ketampanan Sean).

Sean menghela nafas panjang " Hh aku kemari karena ingin bertemu dengan seorang penulis novel online dengan nama pena Nafeka, saat aku ngobrol dengannya dia mengaku berasal dari sekolah ini karena itu aku datang kemari, tau gak semua karyanya sangat menarik untuk dibaca "

Keempat gadis tersebut saling menatap kemudian menggeleng " Maaf kak, di sekolah ini tidak ada yang bernama Nafeka, mulai dari kelas 1 sampai Kelas 3 gak ada sama sekali"

" Baiklah kalau begitu aku akan mencari tahu sendiri " Ucap Sean dengan senyum tipis kemudian melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan tempat itu.

*

*

*

Bruaks

( Beberapa buku dan berkas berserakan di bawah)

Felisa menunduk dan memunguti buku buku tersebut, dan sebuah tangan laki laki ikut membantunya, tanpa sengaja menyentuh jemarinya yang membuat Felisa mendongak dan menatap netra yang begitu indah.

Buru buru Felisa menarik tangannya dan secepat mungkin membereskan buku bukunya.

"Maaf kak saya benar benar tidak sengaja " Ucap Felisa pada seorang pemuda tampan yang berpakaian formal.

" Iya gak apa apa, kamu sendiri tidak apa apa kan nona" Tanya balik pemuda itu.

Felisa menggeleng perlahan sambil merapikan kembali rambut indahnya dengan mengibaskannya yang membuat pemuda tersebut terpana melihat kecantikannya.

Felisa pun sadar dengan tatapan pemuda itu

" tuan, ada yang aneh ya dengan penampilanku kok melihatnya begitu amat".

Pemuda itupun tersenyum tipis " Ah enggak nona, anda cantik sekali? Boleh kita kenalan? "

Pemuda itupun menjulurkan tangannya.

" Ehm, boleh tuan namaku Felisa".

" Saya Reno "

" Oh tuan Reno, anda dosen baru ya di sini? "

Seketika Reno pun terkekeh

" Jangankan menjadi Dosen, kuliah saja dulu gak bener, enggak aku kemari karena kakakku yang memintanya karena akan menanamkan saham untuk kampus ini agar lebih baik dan maju"

" O begitu, aku pikir anda dosen baru di sini"

" Kamu sendiri sudah semester berapa?"

" Baru lima tuan"

Dan mereka pun saling bertukar kata kata dengan berbagai obrolan menarik.

Hingga Felisa menarik nafasnya panjang " Hhh enak ya jadi anda, hidup mapan bisa bekerja di perusahaan besar".

Reno tersenyum tipis kemudian menyodorkan sebuah kartu nama kepada Felisa" Di situ ada nomor teleponku kalau kamu butuh sesuatu jangan sungkan aku pasti akan membantumu"

Felisa meraih kartu nama tersebut dan memasukkannya ke dalam tasnya.

" Baiklah Fel, aku jalan dulu ya sampai jumpa di lain waktu" Ucap Reno kemudian melangkah pergi meninggalkan Felisa yang berdiri sambil mendekap buku bukunya.

🌺

🌺

🌺

Nabila masih berkutat dengan kardus dan beberapa barang yang belum di packing.

Tiba tiba Erick datang dengan melemparkan kardus kosong tepat di depan mukanya Nabila.Membuatnya terperanjat dengan tatapan tajam.

" Gak sopan banget sih lo! Bisa gak naruh barangnya pelan pelan! "

" Oh maaf"

Nabila mengernyitkan keningnya " Maaf! Hei tuan kalau minta maaf berguna untuk apa ada polisi! ".

Erick menatap Nabila dengan tajam sambil Berkacak pinggang " Terus mau lo apa? "

" Ya bantuin kek, kita itu sama sama bekerja di sini ya sudah seharusnya dong saling membantu. O iya kamu bukannya yang menabrakku tadi di belakang kantin ya "

"Erick menggaruk garuk rambutnya yang tidak gatal

Erick menghela nafas kemudian memilih melangkah pergi, namun tiba tiba dia teringat pesan papanya ( Ingat mulai detik ini kamu bukan lagi keluarga Frederick melainkan pemuda biasa, jangan pernah mengandalkan keluargamu. Kamu akan tahu bagaimana rasanya mencari uang sendiri untuk makan. kalau sampai papa mendengar kamu bikin masalah atau cari gara gara di perusahaan kakak kamu, papa akan benar benar menghapusmu dari keluarga Frederick. Jadi bisa dimengerti!). Akhirnya Erick memutar tubuhnya dengan malas dan kembali berjalan mendekati Nabila yang duduk di antara tumpukan kardus.

" Baiklah nona aku akan mengemas semuanya "

" Nah gitu dong"

Dan mereka berdua pun mulai bekerjasama dengan baik meskipun terkadang masih saling umpat dan saling ejek.

" Oh jadi nama kamu Nabila, it's oke bukan nama yang terlalu kampungan meskipun masih ya Indonesia banget"

Nabila menghela nafas menahan kekesalan di hatinya mendengar ucapan pemuda songong sok cakep yang berada di depannya itu.

" Jangan pernah menghina sebuah nama, apapun nama yang diberikan oleh orang tua kita pasti menyimpan sebuah harapan besar di sana"

" Tapi apa mungkin di balik nama ku juga ada sebuah harapan untuk papa dan mamaku? "

" Heem, pasti ada Erick. Tidak ada orang tua yang tidak menaruh harapan pada anak anaknya. Mereka semua pasti berharap anaknya menjadi orang yang sukses nantinya " Jawab Nabila dengan bijak serta senyum tipis elegan.

" Tapi aku gak yakin, karena papaku selalu membenciku dan mempersulit hidupku hanya mamaku yang menyayangiku. Di mata papaku hanya kakakku yang punya masa depan sedangkan aku hahhh seakan aku ini anak yang layak dibuang"

Nabila menatap sejenak pada Erick kemudian melanjutkan pekerjaannya " Memangnya apa yang pernah kamu lakukan hingga papamu membencimu? Em sebenarnya gak ada lo Rick orang tua yang membenci anaknya. Pasti kamu yang bandel susah dibilangi"

Erick mengangkat kedua alisnya kemudian melanjutkan pekerjaannya menata barang barang yang berserakan di gudang.

Terpopuler

Comments

Zhu Yun💫

Zhu Yun💫

Pernah nunjukin 🐍 nya di depan umum, bahkan menodai matanya dengan dua melon kembar dan lembah rawa-rawa /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2025-03-12

1

Zhu Yun💫

Zhu Yun💫

Nabila : Mau potong 🐍 mu yang sudah pernah live itu! Potong sampai tidak tersisa, puas?! biar gak banyak lagak, kaya karena harta orang tua aja sombong! /Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2025-03-12

1

Arthva_Kim

Arthva_Kim

Nabila bekerja di bagian gudang, jadi penasaran kak bagaimana awal seorang Erlan bisa langsung dekat dan akrab dengan Nabila seperti yang dijabarkan di bab awal. Biasanya CEO kan tertutup dan paling susah didekati oleh sembarang orang 🙏😁

2025-03-15

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!