Brem
Brem
Brem
Terdengar suara mobil berhenti di halaman rumah.
" Kak ada mobil mewah berhenti di depan rumah kita. Siapa ya? " Ucap Felisa sambil menjulurkan kepalanya di balik korden.
Nabila mengangkat kedua pundaknya yang bertanda tidak tahu.
" hahh kak lihat kak siapa yang turun dari sana! " Teriak Felisa yang membua kakaknya terperanjat dan penasaran berjalan mendekatinya.
Kedua mata Nabila membulat begitu melihat siapa yang turun dari mobil tersebut.
" Kak, mau ke mana! "
" Kalian di sini saja biar kakak yang keluar! "Jawab Nabila dengan ketus kemudian berjalan cepat untuk segera menemui seseorang yang keluar dari mobil tersebut.
" Hai Bil, kok cemberut amat mukanya? " Ucap Erick sambil melepaskan kaca mata hitamnya dan menyunggingkan senyumnya.
"Tidak dipungkiri Erick memang sangat tempat pesonanya mampu mengalahkan pak Erland. Meskipun keduanya ada sedikit kemiripan tapi tetap saja ada perbedaan yang jauh di antara mereka " Batin Nabila.
Erick mendekatkan wajahnya dengan wajah Nabila yang masih diam membeku " Kok bengong? ".
Nabila pun terkesiap dan melipat kedua tangannya " Erick dari mana kamu mendapatkan mobil sebagus ini? Jangan jangan kamu mencurinya? Hah atau kamu kelompotan pembegal, hahhh Erick "
Erick menghela nafas panjang " Apakah terlihat seperti penjahat? Kok segitunya menuduhku Nabila? "
" Terus kamu mendapatkan mobil mewah ini darimana coba! kamu tahu kan berapa harganya mobil ini Erick "
" Memangnya kamu tahu berapa harganya? "
" Aku memang miskin tapi tidaklah bodoh, mobil ini berharga satu M lebih iya kan? Gaji kita kalau dikumpulkan 10 tahun juga tidak akan bisa untuk membeli mobil ini"
Erick menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
" Mobil kak Erland mah masih jauh dari mobilku, terus bagaimana reaksi gadis ini kalau lihat mobilku bisa bisa dikira aku beneran salah satu komplotan pembegal mobil, ih ada ada saja" Batinnya.
Nabila berkacak pinggang dengan tatapan tajam seperti singa kelaparan " Katakan yang sebenarnya Erick! Atau! ".
" Atau apa? "
" Aku gak sudi berteman dengan penjahat, lebih baik kamu jangan ke sini lagi dan jauhi aku " Jawab Nabila sambil membalikkan badannya dan melangkah pergi.
Sret
Tangan Erick lebih dulu menyambarnya
" tunggu Bil, oke aku jujur sama kamu"
Nabila mendengus dan tersenyum tipis.
" Aku mendapatkan mobil ini dari pinjam temannku " Ucap Erick.
Nabila mengangkat kedua alisnya masih tidak percaya tapi mencoba menghargai kejujuran Erick " Jadi kamu punya teman tajir, oke aku percaya sama kamu Erick. Tapi untuk apa kamu pinjam mobil mewah ini kalau rusak bagaimana Rick mahal tau? ".
Erick menyunggingkan senyumnya " Kamu kok perhatian banget sih Bil sama aku? Jangan jangan kamu mulai jatuh cinta ya sama aku ".
Nabila melotot " Idih amit amit, yang ada jantungku akan kumat kalau jadian sama kamu, pria aneh".
Erick terdiam sejenak " Bil, memangnya jantungmu kenapa? Jadi benar yang dikatakan mereka kalau jantungmu bermasalah? "
"Ehm tidak Erick sudah jangan dengarkan mereka ayo masuk kita sarapan bersama, di dalam ada kedua adikku jadi tidak akan menimbulkan fitnah".
Tiba tiba terdengar suara seseorang memanggil dari pinggir jalan ketika Erick dan Nabila berjalan hendak masuk ke dalam rumah.
" Erick! Terimakasih ya ojeknya, besok lagi besoknya lagi ya, setiap hari juga boleh? "
Nabila menoleh dengan memicingkan matanya " Bu RT? ".
" Nabila? Kamu mau ojek juga? Mahal lo Bil lebih baik kamu ojek mang Dadang saja yang lebih murah "
" Ada apa bu? Nabila tidak mengerti? "
Erick menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal " Gini bu RT kita bicarakan di rumah ibu saja nanti sore pulang kerja ya sekarang lebih baik anda pulang? ".
Lagi lagi Nabila merasa curiga dan tentu saja tidak membiarkan bu RT pulang sebelum menjelaskan semuanya.
" Aduh bisa panjang nih " Gumam Erick yang mulai gelisah.
Nabila meminta bu RT duduk di kursi yang berada di teras rumah sederhana itu.
" Jadi bagaimana bu, maksudnya tadi apa ya? Nabila tidak boleh ojek Erick memangnya dia tukang ojek? "
Bu RT mengangguk pelan.
" Hahhh, Erick! Jangan bilang kamu pinjam mobil mewah ini hanya untuk ojek ibu ibu di kampung ini? "
Erick pun mendengus perlahan dan mengangguk yang membuat Nabila menepuk jidatnya " Astaga, kamu bodoh amat sih Rick. Mobil sebagus itu hanya untuk ojek ".
Bu RT sontak berdiri dengan muka bersungut-sungut " Heh Nabila jangan sok ya! Memangnya kamu siapanya dia sok ngatur ngatur! Mau pakai mobil apa kek itu terserah dia lagi pula dia mau aku jodohkan dengan anakku jadi jangan dekati dia lagi".
Deg
Deg
Deg
Jantung Nabila mulai terpacu mendengar kata kata pedas dari bu RT. Nabila memegangi dadanya dan mencoba tenang dengan mengambil nafas secara teratur agar tidak timbul masalah serius.
Erick mengacak rambutnya dengan kasar sampai sampai tak memperhatikan Nabila yang mulai meringis kesakitan.
" Bu bu RT memangnya sudah pikirkan baik baik mau jodohkan aku dengan anak ibu? " Ucap Erick.
" Iya memangnya kenapa? Kamu tidak suka, anakku memang tidak secantik Nabila tapi setidaknya dia memiliki garis keturunan yang jelas. Nah dia " Mencibir Nabila yang hanya diam menahan rasa sakit di dadanya.
" Tapi aku ini tidak memiliki apa apa lo bu, mobil ini aku pinjam temanku terus pekerjaanku hanya buruh pabrik, rumah aku tidak punya keluarga juga tidak ada. Apa ibu tidak malu nantinya ".
Bu RT nampak berpikir sejenak " Oke aku bisa menerimanya meskipun kamu tidak memiliki apa apa setidaknya kamu tampan bisa memperbaiki keturunan keluargaku".
Erick tersentak dan semakin bingung " Waduh, sialan " batinnya.
" pokoknya kamu setelah menikah akan ibu beri modal untuk buka warung bersama anakku" Ucap Bu RT dengan senyum penuh kemenangan.
Erick masih berusaha mencari alasan lagi
" Tapi maaf Bu saya tidak bisa karena kita tidak cocok bu. Keluarga bu RT kaya sedangkan aku tidak memiliki apa apa lebih baik bu RT carikan jodoh yang seimbang dengan keluarga ibu, sekali lagi Erick minta maaf".
Bu RT menghela nafas dengan kasar kemudian pergi dari rumah Nabila dengan perasaan dongkol dan kecewa.
Erick segera menatap Nabila yang meringis kesakitan " Bil kamu tidak apa apa? ".
" Sudah mendingan Rick " Jawab Nabila sambil menyunggingkan senyum tipis.
Felisa dan Kania yang melihat kakaknya kesakitan pun segera berhambur keluar dan memeluk Nabila.
" Kalian kenapa? kakak gak kenapa kenapa. Felisa, Kania kalian buruan berangkat nanti telat lo".
" Iya kak, kami berangkat dulu ya? "
Kania dan Felisa pun segera berangkat dan membiarkan kakaknya bersama Erick yang pasti bisa menjaganya.
💐
💐
💐
Kania berjalan terpisah dari Felisa karena memang jalan mereka tidak searah.
Tin tin tin
Suara klakson mobil mengagetkannya dan tiba tiba sebuah mobil berhenti di depannya menghentikan jalannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments
Nazefa
ciye.. ciye.. gimana bil, detak cintanya udah mulai berasa belum?/Joyful//Joyful/
2025-03-18
1
Zhu Yun💫
Mau sok gaya nih si Erick,, tepe-tepe /CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
2025-03-18
1
Nazefa
waduh Erick, Bu RT pun kamu sikat juga??/Facepalm//Facepalm/
2025-03-18
1