Pagi itu matahari enggan menampakkan dirinya karena mendung hitam tebal yang menyelimutinya.
Dengan langkah berat dan kurang bersemangat, Erick memulai pekerjaannya di gudang. Dia menatap tempat Nabila yang saat ini sedang digantikan oleh mas Yanto.
" Erick, kamu kenapa? " Tanya mas Yanto penasaran karena sikap Erick yang tidak seperti biasanya.
Erick menghela nafas panjang " Enggak mas, aku lelah setelah semalam gak bisa tidur karena banyak nyamuk".
" Oalah tak kirain kamu sedih karena Nabila tidak masuk hari ini. Hh si Nabila cuti kok ya lama amat sih"
"Memangnya dia cuti berapa hari mas"
" Semingguan Rick"
Erick mencoba berpikir dan mulai menebak kalau saat ini Nabila sedang melakukan akad nikah seperti yang kemarin dia katakan.
Tanpa menunggu lama, Erick segera berlari keluar menuju rumah Nabila membuat mas Yanto bingung dan memanggil manggil Erick tapi sudah tidak didengar lagi karena anaknya sudah berlari jauh.
Erick terus berlari hingga halte bus, diapun segera naik ke dalam bus untuk pulang dan menemui Nabila agar tidak terlambat dan bisa menghentikan pernikahannya.
Begitu tiba di depan rumah Nabila, Erick melihat Felisa yang hendak naik mobil mewah yang juga tidak asing baginya.
" Felisa! "
Felisa pun menghentikan langkahnya dan menoleh pada Erick yang nampak ngos ngosan sambil mengatur nafasnya.
" Kak Erick "
Reno yang berada di dalam mobil pun ikut turun dan kaget melihat Erick sudah berada di sana.
" Fel, kamu mengenalnya? " Tanya Reno.
" Iya tuan dia adalah laki laki temannya kak Nabila yang pernah aku ceritakan pada anda barusan" Jawab Felisa.
Reno mengangguk dan tersenyum kemudian memanggil keponakannya itu.
" Erick! Kemarilah?"
Erick pun sempat terkejut dan menatap tajam pada omnya " Om Reno".
" Hah jadi kalian " Felisa nampak bingung.
" Iya Fel dia adalah Ericko Frederick Mondelez keponakanku , karena melakukan kesalahan dia diminta keluar dari rumah dan menjalani hukumannya sebagai pemuda biasa".
" Apa , jadi dia" Felisa terhuyung karena kaget mendengar bahwa Erick bukanlah orang sembarangan dia putra keluarga Mondelez yang kaya raya.
Reno mengangguk kemudian meraih tangan Felisa dan membawanya di dalam gandengan hangatnya.
Erick berjalan mendekat " Om Reno, Felisa, di mana Nabila?".
" Dia ,dia" Felisa gugup mengatakannya.
Erick semakin emosi dan mencengkram kedua pundak Felisa " Katakan Fel! Di mana Nabila! "
Reno ikut geram dan mendorong Erick karena menyakiti Felisa " Erick! Jangan kasar dong! ".
" Om, kalian tahu kan di mana Nabila? "
Reno menghela nafas berat " Baiklah mari ikut kami, om akan tunjukkan di mana dia sekarang".
Erick mengangguk dan mereka pun segera masuk ke dalam mobil.
" Tuan Reno, cepatlah sebelum kita terlambat" Rengek Felisa.
" Iya iya Fel, kamu tenang saja" Jawab Reno sambil menggenggam tangan Felisa yang membuat Felisa merasakan dadanya berdetak hebat dan terus menatap laki laki itu dengan lekat.
Sementara itu Erick yang duduk di jok belakang berkali-kali mengacak kasar rambutnya.
Cekik
Beberapa mobil terparkir rapi di sebuah gedung kantor catatan sipil.
Erick segera turun dan semakin bingung karena yang berada di sana adalah mobil keluarganya semua.
" Hah mobil papa, mobil kak Erland " Erick sudah curiga dan merasa ada yang tidak beres, dia segera turun dan berlari masuk ke dalam gedung.
"Saksi sah"
" Sahhhh" Jawab beberapa saksi yang duduk di sebelah kanan dan kiri kedua mempelai.
Erick berdiri mematung dan merasakan dadanya sesak seperti dihantam barble seberat satu kwintal. Dia melihat sepasang pengantin yang baru saja selesai mengucapkan ijab qobul. Dan itu adalah Nabila dan Erland ( kakaknya)
" Nabila "
Deg
Deg
Deg
Nabila, Erland, William, Rima dan yang lainnya pun tersentak melihat kedatangan Erick.
Erland yang saat ini dah menjadi suaminya Nabila pun sangat terkejut dan menatap lekat Nabila yang juga terdiam menatap Erick.
Pandangan mereka saling terkunci, dan itu sudah cukup membuat Erland mengerti. Dia menghela nafasnya dalam dalam kemudian berbisik kepada Reynold ( Asisten kepercayaannya) " Rey kamu pastikan mama dan papaku tidak mengetahui semua kebenarannya bawa mereka pulang lebih dulu , sisanya urusanku).
" Baik tuan " Jawab Rey kemudian meminta William dan Rima untuk pulang terlebih dulu.
William tahu putra bungsunya masih memendam kemarahan padanya jadi dia memilih untuk diam dan tidak menyapanya.
Erick pun tidak memperdulikan mama dan papanya, hatinya telah hancur bersamaan dengan perasaannya cintanya kepada Nabila yang pupus sebelum berkembang.
Nabila terus menatap Erick, begitu juga Erick yang terus memperdalam tatapannya.
satu persatu para saksi dan penghulu pun pergi meninggalkan mereka yang masih membisu.
Erland berdehem untuk memecah keheningan.
" Ehem"
Erick nampak berkaca-kaca dan masih enggan mengalihkan pandangannya begitu juga Nabila yang sudah berurai air mata.
Erland memegangi kedua pundak Nabila yang kini sah menjadi istrinya " Bil, kamu baik baik saja? ".
Nabila tersentak dan mengusap airmatanya dengan kasar.
Sedangkan Reno yang tidak tega melihat kehancuran keponakannya pun juga memegangi kedua pundaknya " Erick, kuatkan dirimu. Asal kamu tahu Erland menikahi Nabila bukan karena mencintainya melainkan mamamu yang terus menjodohkannya. Mereka menikah hanya kontrak dan sesuai kesepakatan saja. Untuk lebih jelasnya nanti biar Erland sendiri yang menceritakannya kepadamu".
Erick menoleh dan menatap pamannya itu
" Iya kak, tuan Reno benar kak Nabila tidak pernah mencintai siapapun bahkan dia tidak ingin mencintai siapapun sebelum kami meraih cita cita kami. Apalagi berpikir untuk menikah " Ucap Felisa untuk menyakinkan Erick.
Erick menghela nafas untuk menekan rasa sakitnya kemudian berjalan mendekati Nabila dan Erland.
" Nabila "
" Hahh" Nabila mengusap air matanya dan mendongak menatap kedua netra biru yang berada tepat di depan matanya.
" Nabila, aku masih sahabat terbaikmu kan? Bisakah aku memberimu ucapan selamat kepadamu" Ucap Erick mencoba untuk tersenyum dan mengusap rambut Nabila yang tertutup kerudung putih.
Nabila tak kuasa menahan tangisannya dan berhambur ke pelukan Erick.
Erland tersenyum tipis " Sungguh Erick kakak tidak tahu kalau kamu dan Nabila ".
Erick memberikan kode kepada kakaknya untuk tidak melanjutkan kata katanya karena Nabila tidak akan pernah mau mengakui perasaannya dan justru akan memancing keributan.
Erland mengerti dan mengangguk kemudian mengatakan kepada Nabila " Apakah kamu akan terus berpelukan dengan adik iparmu dan mengabaikan suamimu? ".
Nabila terperanjat dan melepaskan diri dari pelukan Erick dan menoleh kepada Erland
" Tapi pak, aku aku aku ".
Erland pun tersenyum tipis dan menepuk pundak Erick sambil berbisik " Pilihanmu memang oke Rick, dia cantik dan seksi"
Erick melotot tajam " Awas berani menyentuhnya ".
Erland pun terkekeh kemudian beralih menatap Nabila yang menunduk.
" Sudah sudah semua sudah selesai kan? Sekarang biarkan Erland membawa Nabila pulang ke rumah untuk menjalankan sandiwaranya atau mama kamu curiga dan marah besar" Ucap Reno yang tanpa sadar terus menggenggam tangan Felisa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments
Cakrawala
lah tetep saja nggak rela orang yg dicinta nikah sm orng lain aplagi kakaknya sendiri. itu sungguh lebih menyakitkan/Sob//Sob/
apalagi cinta bisa hadir krna terbiasa bersama/Sob//Sob/
2025-03-21
1
Cakrawala
/Curse/ gmna sm Revi klo tw Er/Curse//Curse//Curse//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
2025-03-21
1
Nazefa
astaga Erick, kasihan itu anak orang.. jangan kasar doong../Joyful//Joyful/
2025-03-20
1