My Little Badgirl

My Little Badgirl

EPISODE 1 : KRYSTAL BERLIANA ZOURIST

Seorang gadis berjalan tergesa-gesa memasuki sebuah tempat hiburan, membelah kerumunan yang asik berjoget di dance floor. Tidak memperdulikan orang-orang yang berteriak kesal karena ia tabrak.

Ia melangkah menuju deretan sofa yang ada di sudut ruangan. Langkahnya baru terhenti ketika berhasil menemukan sosok orang yang membuatnya berakhir di tempat ini. Tengah duduk dengan kepala terkulai di atas meja bundar yang dipenuhi dengan botol-botol alkohol yang sudah kosong.

Tanpa pikir panjang ia buru-buru menghampiri sofa itu. Dengan kasar, tangannya merebut gelas wine yang berada di tangan Krystal, meneguknya dengan brutal lalu melempar gelas kosong tersebut hingga pecah berserakan di lantai.

"LO, SEKALI AJA NGGAK NGEREPOTIN GUE BISA NGGAK?!" Teriak Carletta muak.

"Gue nggak minta lo datang." Balas Krystal pelan, matanya sudah mulai memberat karena efek alkohol. Tapi ia tidak ingin berhenti meneguk minuman haram ini.

"Krys! Bokap lo nungguin di rumah!!" Geram Carletta tertahan.

"Gue nggak minta dia datang."

"Krys, lo ingat kan terakhir kali pulang dalam kondisi mabuk pas bokap lo lagi sidak? Kondisi lo berakhir kayak gimana?"

Tawa sinis yang terdengar lirih lolos dari mulut Krystal.

"Emang itu yang gue mau."

"Tapi gue nggak mau liat lo selalu berakhir kayak gitu! Bokap lo itu temperamen, lo bisa aja mati di tangan dia. Ayolah sadar goblok!" Carletta mulai kehabisan kesabaran, lalu menarik paksa gadis itu untuk berdiri.

Lantas membopong Krystal yang sudah mulai sempoyongan keluar dari Club. Tiba di parkiran, Carletta membuka pintu mobil dengan kasar, mendorong tubuh Krystal hingga terjungkal di jok belakang.

Carletta berpindah duduk di bangku kemudi. Melirik Krystal yang sudah terkulai tidak sadarkan diri di jok belakang. Nafasnya memburu, ini bukan pertama kalinya ia menjemput Krystal si Club. Dan Krystal selalu berakhir seperti malam ini.

"Bodoh! Dasar nggak guna!" Dengus Carletta.

Belum benar-benar hilang kesadaran, hanya sekedar memejamkan mata. Samar-samar Krystal masih bisa mendengarnya. Dan membenarkan kata itu.

Tidak berguna.

Adalah dua kata yang pantas di sematkan untuk Krystal. Ya, karena memang itulah kenyataannya. 18 tahun, usia yang pas untuk menikmati masa remaja, yang seharusnya digunakan untuk membangun masa depan yang baik.

Tapi Krystal? Tidak ada masa depan, tidak ada impian. Tidak pernah tahu fungsinya di dunia ini apa. Seperti apa masa depannya nanti. Sementara hari-harinya selalu ia habiskan dengan begini-begini saja.

Terlambat datang sekolah, bolos, membuat onar, balapan liar, lalu berakhir mabuk sampai subuh.

Tidak jelas.

Absurd.

Itulah hidup seorang Krystal.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Non Krystal..."

Seseorang memanggil namanya sayup-sayup. Ia berusaha membuka matanya beberapa kali, melawan silau yang berasal dari jendela full kaca di samping ranjang. Mata elang itu terbuka, keheningan kamar menyambutnya.

Suara yang tadi memanggilnya sayup-sayup tidak terdengar lagi, begitupun dengan ketukan dari luar pintu kamar. Ia baru terbangun dari tidur, tapi jantungnya sudah bekerja berlebihan, bahkan keringat yang keluar juga sudah membasahi seluruh tubuhnya.

Nafasnya memburu dengan pandangan kosong ke arah luar jendela, karena memang posisi kepalanya ketika terbangun memang jatuh ke arah kiri.

CLEK!

Pintu kamar terbuka, seorang wanita paruh baya masuk dengan nafas yang terengah.

"Maaf Non, bibi pikir Non Krystal belum bangun. Karena dari tadi bibi panggil-panggil nggak nyahut. Jadi bibi masuk pakai kunci cadangan. Sekali lagi maaf, Non." ujar wanita paruh baya itu penuh sesal dan terus membungkuk berulang kali.

"Keluarlah!"

"Baik, Non."

"Bi!"

Bi asri menghentikan langkahnya.

"Iya, Non."

"Semalam Papa disini?"

"Iya, Non. Tapi Tuan besar pergi sebelum Non Krystal di bawa pulang sama Non Carletta."

Krystal menoleh datar pad Bi Asri.

"Kata Tuan ada urusan penting, Non." sambung bi Asri.

"Keluarlah!"

Bi Asri mengangguk.

"Permisi, Non."

Pintu kembali tertutup rapat, kamar kembali hening. Krystal mengubah posisi menjadi duduk bersandar pada kepala ranjang. Menyugar rambutnya yang lepek karena keringat. Krystal tidak kepanasan, bahkan kamar ini full AC, tapi ia tetap berkeringat.

Ras pening sedikit ia rasakan. Mungkin karena pengaruh alkohol semalam yang diteguknya dalam jumlah cukup besar. Beberapa menit kemudian ia baru beranjak menuju kamar mandi, menyambar handuk di belakang pintu, lalu memulai ritual mandinya.

Tapi sebelum itu, tadi ia sempat melirik pada jam dinding.

Not bad.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Namanya Krystal Berliana Zourist. Gadis cantik dengan rambut hitam legam panjang sepundak yang diombre dengan arna abu-abu. Kata orang Krystal memiliki mata tajam layaknya elang.

Dan kata orang juga, Krystal itu badgirl hanya karena penampilannya yang nyentrik dengan seragam pendek ketat yang tidak pernah rapi, menggunakan aksesoris berlebihan seperti gelang-gelang tali yang memenuhi pergelangan tangan kirinya, beberapa kalung di leher, serta beberapa tindikan di daun telinga.

Jangan lupa kan eyeliner tebal yang menghiasi mata elang nya, sebagai penyempurna penampilannya. Padahal kalau di pikir-pikir tidak se bad itu juga. Krystal juga hanya hobi tidur dikelas kalau siang, jika malam kalau nggak balapan liar ya dugem atau mabuk sampai subuh.

Soal sifat? Orang-orang sering mengatakan bahwa sifat Krystal itu bunglon. Kenapa? Karena beda situasi, beda lagi sifatnya. Bisa cuek dalam satu waktu, bisa juga beringas tidak terkendali dalam waktu yang lain.

Intinya jangan ganggu ketenangan nya maka kalian aman. Tapi jika kalian berani menyenggol hal yang tidak Krystal suka, maka siap-siap saja kalian di rudung habis-habisan. Oya, satu lagi hobinya yaitu terlambat.

Seperti pagi ini, Krystal udah harus mengeluarkan effort yang lebih untuk memanjat tembok belakang sekolah, di bantu dengan motor sportnya yang sengaja ia parkir berdempetan dengan tembok. Tidak lupa melepas tas nya lebih dulu, agar tidak menyulitkannya.

Hap!

Hampir 3 tahun melakukan kegiatan ini setiap pagi membuat Krystal sudah sangat ahli dalam pendaratan, sehingga ia tidak perlu khawatir lagi jika kakinya keseleo atau terjerembab jatuh. Alias udah pro maksimal ini namanya.

"Gue perhatiin ni tembok makin hari makin tinggi aja." Gumamnya dengan mulut yang tidak berhenti mengunyah permen karet.

Tapi tidak apa-apa, mau tembok belakang sekolah menembus langit ketujuh sekalipun tetap akan Krystal panjat. Sedang damai-damainya menghirup udara pagi dengan khidmat. Suara gertakan dari belakang nya terdengar menegangkan, ah sial! Emang kalau udah jelmaan setan itu tidak bisa di hindari lagi. Lagi-lagi ketangkap basah.

"TELAT TERUS!"

Bentak Pak Hasan selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, yang terkenal dengan keganasan dan omelan mautnya. Belum lagi kalau berhadapan dengannya kalian akan salfok sengan kumis diatas bibirnya.

Krystal mengumpat dalam hari, alu berbalik perlahan, lantas mengeluarkan cengengesan andalan nya.

"Eh Bapak, ganteng banget kayaknya pagi ini."

"Nggak usah sok muji saya! Nggak mempan!"

Krystal mendengus kasar.

"Pak, saya itu cuma telat dikit doang. Masih juga setengah tujuh."

"Oya?"

"Iya. Ini matahari nya aja yang naiknya kecepatan."

"Coba lihat jam kamu! Jam berapa sekarang?"

Krystal mengangkat tangan kanan yang dimana bertengger jam mungil berwarna putih kesayangannya. Ya, Krystal kidal. Lalu melirik Pak Hasan yang masih menunggu dengan bersedekap dada.

"Jam, berapa Krystal?!" Tanya Pak Hasan dengan nada suara yang dilembut-lembutkan

"Pagi banget ya datangnya anak kesayangan Bapak ini. Tiap hari nggak pernah bikin masalah. Paling santun. Paling sopan lagi bajunya." Sambung Pak Hasan dengan geraman tertahan.

Membuat Krystal meringis. Sumpah ngeri guys dengan suaranya. Tangannya bergerak menurunkan rok sekolah yang memang ia buat lebih pendek dari aturan seolah.

"Ya elah, Pak. Masih jam 8.30, toh masih pagi. Kemarin aja saya telat sampai jam 12 loh baru datang. Harusnya Bapak mengapresiasikan pencapaian saya hari ini."

"Itu kamu udah nggak telat! Tapi udah masuk kategori bolos! Orang udah mau pulang baru datang. Itu pun cuma mau buat masalah doang ke sekolah."

Tuh kan, mulai mengomel si Pak kumis ini.

"Namanya juga kesiangan."

"Ya di atur dong jam tidurnya biar nggak kesiangan. Dugem mulu!"

"Bapak tahu dari mana kalau saya dugem terus? Oh Bapak pasti juga di sanakan setiap malam?" Krystal menyipitkan matanya menatap Pak Hasan penuh selidik.

Tuk!

"Argh sakit, Pak." Ringis Krystal memegangi keningnya yang baru saha di jentik oleh Pak Hasan.

"Nggak usah ngelantur kamu. Lagian siapa orang di sekolah ini yang nggak thu hobi kamu satu itu, hm?"

"Namanya juga menikmati masa muda."

"Udah nggak usah kebanyakan alasan! Sekarang ikut saya ke ruangan!" Ujar Pak Hasan tegas.

Krystal berdecak kasar, lantas menyusul langkah Pak Hasan dengan ogah-ogahan, tidak lupa membawa serta tas nya yang tadi masih tergelak di tanah.

"Cepat jalannya! Jangan kayak siput gitu. Giliran kabur dari sekolah aja cepat!"

Krystal menggeram tertahan dibelakang tubuh pria tua itu, sembari sesekali menirukan cara bicaranya. Ya begitulah nasib jika menjadi murid kesayangan guru-guru. Langganan dipanggil memang.

Episodes
1 EPISODE 1 : KRYSTAL BERLIANA ZOURIST
2 EPISODE 2 : DI HUKUM
3 EPISODE 3 : MANTAN? BUANG AJA
4 EPISODE 4 : BOLOS & SIRKUIT
5 EPISODE 5 : DUEL
6 EPISODE 6 : MEET COWOK MENYEBALKAN
7 EPISODE 7 : KELUARGA KRYSTAL (AWAL DARI SEMUA KISAH)
8 EPISODE 8 : TEST URINE & ISI HATI KRYSTAL
9 EPISODE 9 : DIJODOHIN?!
10 EPISODE 10 : NIKAH DADAKAN?!
11 EPISODE 11 : NIKAH BENERAN
12 EPISODE 12 : CAKRAWALA HIGH SCHOOL & DEVANO SEBASTIAN HARVEY
13 EPISODE 13 : KRYSTAL MEET DEVANO
14 EPISODE 14 : KRYSTAL VS METTA
15 EPISODE 15 : MARAHNYA DEVANO
16 EPISODE 16 : MISI KRYSTAL
17 EPISODE 17 : MENGEJUTKAN
18 EPISODE 18 : KEYZIA BRILIAN ZOURIST
19 EPISODE 19 : KAMU SELALU MENJADI ALASAN
20 EPISODE 20 : AKHIRNYA GO PUBLIK
21 EPISODE 21 : KRYSTAL & HUJAN
22 EPISODE 22 : KEKALUTAN DEVANO
23 EPISODE 23 : BERSAMA DEVANO
24 EPISODE 24 : LET'S START THE GAME
25 EPISODE 25 : ADA APA DENGAN LENNA?
26 EPISODE 26 : SEDIKIT MEMORI BERSAMANYA
27 EPISODE 27 : KEKESALAN KRYSTAL
28 EPISODE 28 : KRYSTAL VS LENNA
29 EPISODE 29 : MENCOBA MENGHINDAR
30 EPISODE 30 : RAFAEL NICHOLAS RAGASWARA
31 EPISODE 31 : SEDIKIT KISAH TENTANG KITA
32 EPISODE 32 : DIAMNYA KRYSTAL
33 EPISODE 33 : JARAK
34 EPISODE 34 : KRYSTAL VS ALDI
35 EPISODE 35 : MAAF, KEY
36 EPISODE 36 : ALDI MENINGGAL
37 EPISODE 37 : TENTANG INGATAN KRYSTAL
38 EPISODE 38 : HUKUMAN DARI DEVANO
39 EPISODE 39 : KRYSTAL DEMAM
40 EPISODE 40 : DEVANO, KRYSTAL & RAFAEL
41 EPISODE 41 : TENTANG AMNESIA KRYSTAL
42 EPISODE 42 : KEBAHAGIAANMU, ADALAH PRIORITAS UNTUKKU
43 EPISODE 43 : KRYSTAL CEMBURU
44 EPISODE 44 : KRYSTAL BERULAH LAGI
45 EPISODE 45 : PERASAAN KRYSTAL
46 EPISODE 46 : VITAMIN
47 EPISODE 47 : KILASAN 1 TAHUN LALU (CARLETTA & DEVANO)
48 EPISODE 48 : KALUNG & KEPERGIAN KEYZIA
49 EPISODE 49 : KERIBUTAN
50 EPISODE 50 : LUKA YANG TAK MENGERING
51 EPISODE 51 : 4 COUPLE
52 EPISODE 52 : ADA APA DENGAN OTAK KRYSTAL?
53 EPISODE 53 : TERUNGKAP SATU FAKTA
54 EPISODE 54 : SPESIAL DEVKRYS
Episodes

Updated 54 Episodes

1
EPISODE 1 : KRYSTAL BERLIANA ZOURIST
2
EPISODE 2 : DI HUKUM
3
EPISODE 3 : MANTAN? BUANG AJA
4
EPISODE 4 : BOLOS & SIRKUIT
5
EPISODE 5 : DUEL
6
EPISODE 6 : MEET COWOK MENYEBALKAN
7
EPISODE 7 : KELUARGA KRYSTAL (AWAL DARI SEMUA KISAH)
8
EPISODE 8 : TEST URINE & ISI HATI KRYSTAL
9
EPISODE 9 : DIJODOHIN?!
10
EPISODE 10 : NIKAH DADAKAN?!
11
EPISODE 11 : NIKAH BENERAN
12
EPISODE 12 : CAKRAWALA HIGH SCHOOL & DEVANO SEBASTIAN HARVEY
13
EPISODE 13 : KRYSTAL MEET DEVANO
14
EPISODE 14 : KRYSTAL VS METTA
15
EPISODE 15 : MARAHNYA DEVANO
16
EPISODE 16 : MISI KRYSTAL
17
EPISODE 17 : MENGEJUTKAN
18
EPISODE 18 : KEYZIA BRILIAN ZOURIST
19
EPISODE 19 : KAMU SELALU MENJADI ALASAN
20
EPISODE 20 : AKHIRNYA GO PUBLIK
21
EPISODE 21 : KRYSTAL & HUJAN
22
EPISODE 22 : KEKALUTAN DEVANO
23
EPISODE 23 : BERSAMA DEVANO
24
EPISODE 24 : LET'S START THE GAME
25
EPISODE 25 : ADA APA DENGAN LENNA?
26
EPISODE 26 : SEDIKIT MEMORI BERSAMANYA
27
EPISODE 27 : KEKESALAN KRYSTAL
28
EPISODE 28 : KRYSTAL VS LENNA
29
EPISODE 29 : MENCOBA MENGHINDAR
30
EPISODE 30 : RAFAEL NICHOLAS RAGASWARA
31
EPISODE 31 : SEDIKIT KISAH TENTANG KITA
32
EPISODE 32 : DIAMNYA KRYSTAL
33
EPISODE 33 : JARAK
34
EPISODE 34 : KRYSTAL VS ALDI
35
EPISODE 35 : MAAF, KEY
36
EPISODE 36 : ALDI MENINGGAL
37
EPISODE 37 : TENTANG INGATAN KRYSTAL
38
EPISODE 38 : HUKUMAN DARI DEVANO
39
EPISODE 39 : KRYSTAL DEMAM
40
EPISODE 40 : DEVANO, KRYSTAL & RAFAEL
41
EPISODE 41 : TENTANG AMNESIA KRYSTAL
42
EPISODE 42 : KEBAHAGIAANMU, ADALAH PRIORITAS UNTUKKU
43
EPISODE 43 : KRYSTAL CEMBURU
44
EPISODE 44 : KRYSTAL BERULAH LAGI
45
EPISODE 45 : PERASAAN KRYSTAL
46
EPISODE 46 : VITAMIN
47
EPISODE 47 : KILASAN 1 TAHUN LALU (CARLETTA & DEVANO)
48
EPISODE 48 : KALUNG & KEPERGIAN KEYZIA
49
EPISODE 49 : KERIBUTAN
50
EPISODE 50 : LUKA YANG TAK MENGERING
51
EPISODE 51 : 4 COUPLE
52
EPISODE 52 : ADA APA DENGAN OTAK KRYSTAL?
53
EPISODE 53 : TERUNGKAP SATU FAKTA
54
EPISODE 54 : SPESIAL DEVKRYS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!