Jiwa Dokter Di Gadis 10 Tahun
Perpustakaan sihir
"Aku dengar,Keadaan gerbang timur semakin memburuk. " ucap pelayan A
"Entah kenapa,Gerbang timur di serang." Balas Pelayan B
"Oh semoga Keluarga ku masi sempat me ngungsi." Ucap pelayan C
"Aku harap begitu." Balas pelayan A
Efeana Sedang berjalan menuju Ruang Raja-Ayah nya,sedari ia berjalan di lorong kerajaan ia mendengar desas desus tidak mengenakan.
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Ada apa ini? Apa ada perang?
(pikir nya dalam hati)
"Itu putri efeana,lucu nya,,, "
"Aku dengar beberapa hari ini sikap putri sudah berubah."
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Kalian membicarakan ku?
(Ucap nya dalam hati)
"Salam sejahtera Tuan putri "
sapa dua pelayan bersamaan.
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Iya,apa kalian sudah menyelesaikan tugas kalian?
kedua pelayan itu mengangguk dengan sopan.
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
jangan lupa untuk istirahat ya
(senyum)
"Ten-Tentu Tuan putri. " Ucap satu pelayan dengan gugup
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Ya sudah ya
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
(Melanjutkan langkah nya)
"syukur lah rumornya nyata. "
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Seperti nya di sini
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
(Membuka pintu)
Terlihat Raja yang sibuk di kursi meja kerja nya dengan tumpukan kertas di depan nya.
Johnes erphin(Raja)
(menatap ke arah pintu)
Johnes erphin(Raja)
Efe kau kah itu?
Johnes erphin(Raja)
oh sayang ku,apa kau merindukan ayah?
Efeana berjalan mendekat ke meja kerja ayah nya yang hampir tertutup dengan tumpukan kertas.
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Eeumm,, ayah ada yang ingin aku sampai kan.
Johnes erphin(Raja)
Katakan apa itu? biar ayah kabul kan semua yang kamu ingin kan.
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
pantas saja Efeana bersikap egois (Gumam nya dalam hati)
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Eeuummm,,,, jadi apa bisa ayah mengijinkan aku masuk perpustakaan?
Johnes erphin(Raja)
Tentu saja boleh anak ku,kenapa ayah harus melarang mu?
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Aku ingin masuk perpustakaan sihir.
Johnes erphin(Raja)
(Diam)
Johnes erphin(Raja)
Kamu mulai tertarik belajar sihir?
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
iya begitulah
Johnes erphin(Raja)
Ya sudah
(memacari sesuatu)
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
???
Johnes erphin(Raja)
kamu pakai ini
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
aku boleh ke sana?
Johnes erphin(Raja)
(mengangguk)
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
(Senang)
terimakasih ayah
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
(memberi hormat)
Efeana berbalik dan langsung pergi dari ruang kerja ayah nya.
Sebelum Efeana pergi ke perpustakaan Sihir ia kembali ke kamar nya,untuk menemui Dera di sana.
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Dera apa kau di dalam?
Dera (pelayan)
Saya selalu menunggu anda Nona.
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Kau bisa membantuku?
Dera (pelayan)
Tentu apapun itu Nona
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Kalau begitu kamu ikut aku.
Tak menunggu lama Efeana dan Dera sudah berada di depan pintu besar bewarna kuning emas dengan dua penjaga di setiap sisi nya.
"Salam sejahtera Putri. " sapa Penjaga A
"Ada keperluan apa putri ke sini? " tanya nya
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Aku sudah mendapat izin dari Raja.
Efeana menunjukan sebuah medali dengan lambang pedang yang di berikan ayah nya
"Silahkan Tuan putri,tetapi anda tidak boleh membawa pelayan anda. " ucap penjaga itu dengan sopan
Dera (pelayan)
Saya akan menunggu putri di sini.
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Baik lah kalau begitu.
Pintu besar itu di bukan kan oleh kedua penjaga itu walaupun terlihat besar tapi sangat enteng saat di dorong.
"silahkan Tuan putri. " ucap penjaga itu.
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Terima kasih.
Efeana melangkah kan kaki nya ke dalam dan seketika suasana menjadi aneh bagi nya.
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Ini bukan perpustakaan biasa (gumam nya dalam hati)
Comments