Jiwa Dokter Di Gadis 10 Tahun
...
pelayan yang di perintahkan oleh efeana mencari bahan bahan yang ia perlukan,sudah kembali dengan sesuai harapan efeana ia membawa semua nya.
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Terima kasih banyak ya,ini
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
(Memberi koin emas)
"Tuan putri ini tidak perlu"
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Sudah tidak apa apa.
"Ta-tapi ini terlalu banyak"
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
(Senyum)
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Sejujurnya aku belum tahu berapa besar mata uang di sini (gumam nya dalam hati)
pelayan itu melihat ke arah Dera yang berdiri di belakang efeana.
"Terimakasih banyak Tuan putri"
setelah pelayan itu memberi hormat ia pun berlalu dari hadapan efeana.
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Baik lah, jadi kalian bisa bekerja seperti biasa
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
tenang tenang aku tidak akan mengganggu kalian.
KEMBALI KE BEBERAPA WAKTU LALU-
Dera (pelayan)
Kita sudah sampai nona.
Efeana berdiri di depan pintu besar berwarna kan coklat muda dengan ukiran ukiran bunga.
Dera membuka pintu itu,dan di dalam nya terdapat suasana sibuk para koki dan staf sedang memasak.
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
(Menarik nafas)
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Wangi nya,,,,,
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
lupakan
Dera (pelayan)
lucu nya. ( Gumam Dera dalam hati)
Dera melangkah masuk dan kedatangan nya menarik perhatian seorang pria paru baya dengan tampilan perut buncit nya.
Darmen ( kepala koki)
Nona Dera ada yang bisa saya bantu?
Dera (pelayan)
Oohhh, tidak saya hanya mengantarkan Tuan putri.
Darmen ( kepala koki)
Putri?
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Hallo
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
(melambaikan tangan muncul dari belakang Dera)
Darmen ( kepala koki)
Eehhhhh,,,,,,,
Darmen ( kepala koki)
(kaget)
"lihat bukan kah itu putri Ke-enam? "
"Tamat lah,dia di kenal sebagai putri onar"
"kau tidak tahu? astaga,, dia adalah putri yang angkuh dan egois dan pembuat masalah di mana tempat ia berada "
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Aku mendengar pembicaraan kalian, sangat JELAS. ( Ucap nya salam hati)
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
(Senyum)
Darmen ( kepala koki)
Salam salam Tu-tuan pu-pu-pu-putri.
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Kurang panjang. (Gumam nya dalam hati)
Darmen ( kepala koki)
Ad-ada yang bisa saya ban-bantu?
Darmen ( kepala koki)
Aduh kenapa saya malah jadi gugup ( kata nya dalam hati)
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Tidak ada,Aku hanya ingin meminjam tempat yang tidak mengganggu kalian.
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Dera
Dera (pelayan)
Tuan putri akan meminjam dapur yang tidak kalian pakai, apakah ada?
Darmen ( kepala koki)
Tentu,tentu ada.
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Apa bolah ku pinjam?
Darmen ( kepala koki)
Tentu saja ten-tentu
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Terimakasih
Darmen ( kepala koki)
(bengong)
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Apa kalian bisa berhenti Eh eh ehe he he (gumam nya dalam hati)
Efeana menuju tempat dapur yang tak di gunakan,yang di tunjukan oleh pria perut buncit tadi.
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Berhenti menatap ku, apa Aku Seme-nakutkan itu?
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
(senyum manis dengan suara hati nya terus berkata kata)
Darmen ( kepala koki)
si-silahkan pakai yang ini tuan putri.
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
(senyum)
tak lama kemudian pelayan yang disuruh Efe pun datang.
KEMBALI KE WAKTU SEBENARNYA.
Darmen ( kepala koki)
Baik Tuan putri,Jika ada yang Tuan putri butuh kan silahkan panggil saya.
Darmen ( kepala koki)
(memberi hormat dengan tangan kanan di letak kan di dada)
Efeana Cristializ. (putri ke-6)
Iya baik lah.
Comments