Selesai makan bersama, Jianying mengantarkan Zang Xiuhuan dan Xi Long kedepan.
"Terimakasih makanannya tabib Jia.", Xi Long tersenyum ramah terhadap Jianying.
"Emm.", Jianying mengangguk kan kepalanya.
Sedangkan Zang Xiuhuan sedari tadi menatap tajam Xi Long, dalam pikirnya tadi dia mengira akan makan berdua bersama Jianying tapi itu semua hanya pikirannya saja yang tak terjadi, kejadiannya tak sesuai apa yang dipikirkan nya.
Tikus yang ia bawa malah mengganggu nya, memusnahkan pikirannya yang sangat indah itu.
"Tabib Jia nanti malam aku akan menemui mu lagi,aku harap kau sudah rapi.",ucap Zang Xiuhuan dengan nada dingin.
"Pangawal mu...
"Biarkan saja dia,dia tidak akan ikut!.", Zang Xiuhuan menatap tajam Xi Long.
Xi Long yang di tatap tajam hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Memangnya kita ingin kemana?.",tanya Jianying dengan penasaran.
"Kau akan tau nanti,Ingat aku akan menemui mu malam ini!.", Zang Xiuhuan berjalan pergi dan di susul oleh Xi Long.
Jianying hendak masuk ke dalam tapi ada seorang pria yang sudah berumur memanggilnya dan menghampirinya.
"Nona!.",pria itu menghampiri Jianying,dia berjalan di bantu dengan tongkat perlahan dia melangkah mendekati Jianying dengan muka ramah.
Jianying tersenyum ramah di sebalik cadarnya. "Ada apa paman?.",tanya Jianying.
"Kau orang baru ya?, perkenalkan aku Mo Bai.",Mo Bai tersenyum ramah ke Jianying.
"Iya paman aku orang baru,salam kenal aku Jianying Lee paman bisa memanggil ku Jia.", Jianying sedikit menunduk hormat.
"Aiyaa gadis kecil kau sangat sopan,sangat jarang aku bertemu dengan pemuda-pemudi sopan seperti mu ini.",Mo Bai menepuk-nepuk pelan pundak Jianying.
"Silahkan masuk paman.", Jianying mempersilahkan Mo Bai masuk kerumahnya,sangat tidak sopan bukan jika dia membiarkan orang tua berdiri seperti itu.
Mo Bai mengikuti Jianying masuk,hal yang pertama ia lihat adalah puluhan botol tersusun rapi di sebuah rak khusus.
Mo Bai tersenyum lalu ia duduk di kursi yang telah di sediakan di dalam rumah itu, sedangkan Jianying tengah membuatkan minuman.
Setelah beberapa lama Jianying datang membawa sebuah kendi yang berisi air teh dan dua cangkir.
Lalu ia menuangkan nya di setiap gelas.
"Silahkan diminum paman.", Jianying menyerahkan secangkir teh untuk Mo Bai.
Mo Bai menerima secangkir teh itu,lalu ia menghirup dalam dalam aroma teh yang di buat oleh Jianying dan meminum teh itu.
"Gadis kecil kau sangat handal membuat ramuan,serta obat obatan ya.",Mo Bai meletakkan cangkir teh itu dan menatap Jianying.
"Ya Jia hanya bisa sedikit sedikit saja paman Mo.", Ucap Jianying.
"Aiyaa gadis kecil hanya biasa saja kau bilang?,lihat lah itu.",Mo Bai menunjuk rak khusus yang di penuhi dengan puluhan obat.
"Usia mu masih sangat muda tapi lihatlah kau bisa membuat berbagai macam jenis obat obatan.",Mo Bai berdecak kagum.
"Paman Mo sudah jangan membuat ku malu.", Jianying menunduk malu.
"Baiklah baiklah.",Mo Bai terkekeh.
"Ayah mu Jing Lee bukan?.",tutur Mo Bai.
penuturan Mo Bai membuat Jianying kaget, bagaimana bisa pria ini tau?.
"Kau penasaran bukan?.",tanya Mo Bai,dia terkekeh sekali lagi.
"Jing Lee adalah teman lama ku,dia orang yang sangat handal bahkan saat usianya masih muda dia bisa membuat obat obatan, keahlian nya membuat obat sangat pandai,Dan pada saat aku mendengar nama mu aku teringat pada putri kecilnya yang itu adalah dirimu.",jelas Mo Bai.
"Huuuh pria tua itu ya.", Jianying memutar bola matanya malas.
"Apa paman Mo tau,dia mengiksa ku,dan mengusir ku dari rumah,apa itu sikap tabib yang di kenal di penjuru ini,bahkan anjing saja sayang kepada anaknya sekalipun anaknya cacat,dan aku hanya dengan aku tak bisa mewarisi keahliannya dia menyiksa ku seperti itu.",tampak di mata Jianying ada kesedihan yang mendalam,Mo Bai menatap Jianying dan tersenyum lembut.
"Aku tau sifatnya memang tak bagus,aku tau apa yang kau tekatkan pada dirimu,aku hanya ingin berpesan jadikan dendammu itu sebagai pencapaian yang seharusnya kau dapat jangan menggunakan kekerasan.", Jianying mengangguk mengerti.
"Baiklah aku pulang dulu,sampai jumpa lagi tabib Jia.",Mo Bai tersenyum, Jianying menghantar Mo Bai keluar.
Setelah itu, Jianying masuk dan malakukan aktifitas nya yang sempat tertunda tadi.
*Guys author minta maaf banget lambat upnya,karena ada kesalahan tadi,so jangan lupa buat like,vote dan komen sebanyak banyaknya,biar author semangat ❤️*.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments
Suci Amelia
semangat kk
2022-04-06
0
Oi Min
Huft.... Kirain paman jahat
2021-03-13
3
iefat
lanjut
2021-02-28
1