°°∆ Bab 3

Ini sudah masuk seminggu pria itu di rawat oleh Jianying, Jianying sangat telaten merawat pria itu,obat nya pun bekerja dengan sangat cepat jika tabib lain mungkin akan kesusahan dalam mengatasi seperti ini apalagi luka yang hampir mengenai jantung pria itu.

"Ini sudah masuk hari ke 7 tapi kau belum sadar.",Jianying masih senantiasa mengecek nadi pria itu.

"Bagus ada peningkatan kemungkinan kau akan cepat sadar.",nadi pria itu semakin membaik dari sebelum ia mengobatinya.

"Jangan kabur kau harus berterima kasih pada tabib ini,aku akan keluar sebentar untuk mencari makanan aku tau sebentar lagi kau akan sadar.",Dengan segera ia langsung pergi dari gua itu dan mencari makanan.

2 jam lebih Jianying pergi dari guanya,kini ia pulang dengan 2 ekor kelinci di masing masing tangannya.

"Mari kita mas....

Baru saja Jianying masuk ke dalam guanya ia sudah di sodorkan sebuah pedang yang mengarah ke lehernya.

"Siapa kamu?,dan apa motif mu?,kenapa kau berada di sini?.",tanya pria itu,dengan tatapan dingin ia menatap Jianying.

"Sama sama.",ucap Jianying dengan rasa tidak sama sekali takut,ia berlalu pergi masuk kedalam dan menyiapkan sebuah api.

sedangkan pria itu,senantiasa mengikuti Jianying dengan menyodorkan pedangnya,ia sangat hati hati ia tidak tahu siapa gadis ini,karena dari pertama bertemu gadis ini memakai cadar.

"Begitukah cara mu berterimakasih terhadap seseorang yang telah menolong mu?.", Jianying berkata sinis, perkataan Jianying mampu membuat pria itu mematung.

"Bagaimana gadis seperti mu bisa menyembuhkan luka parahku, mungkin jika para tabib akan butuh waktu yang sangat lama.", pria itu mulai tertarik,ia duduk di samping Jianying.

"Panggil aku tabib Jia, bagaimana tidak mungkin aku bisa menyembuhkanmu.",jawab Jianying yang masih sibuk dengan urusan masakan nya.

"pria tampan kau tidak boleh bergerak semau mu karena luka di bagian perut dan dada mu belum sepenuhnya sembuh.",ucap Jianying.

"Pria tampan.",gumam pria itu sebuah senyuman terukir di wajahnya.

setelah itu tak ada percakapan lagi diantara mereka, Jianying sibuk dengan kelinci panggangnya sedangkan pria itu sibuk melihay wajah Jianying yang tertutup oleh cadar.

"Berhenti menatap ku,ini.", Jianying memberikan satu ekor kelinci panggang ke pada pria itu,pria itu tersadar dan mengambil kelinci panggang itu lalu ia menikmatinya.

sedangkan Jianying membuka cadarnya, terlihat lah wajahnya yang sangat cantik bagaikan Dewi,bibirnya merah alami,kulitnya yang mulus, hidung mancung sungguh kecantikan yang tiada tara.

Bahkan pria itu sampai melongo melihat wajah Jianying,sungguh wajah yang sangat cantik.

"Sudah ku bilang berhenti menatap ku.",ucpa Jianying yang mulai menyantap makanannya.

Kini mereka telah selesai makan,pria itu duduk di perapian karena cuaca mulai malam dan tentunya mulai dingin apalagi dia hanya memakai baju tipis.

"Sini aku obati dulu.", Jianying membuka baju pria itu, walaupun sudah berkali-kali melihat tubuhnya namun kali ini berbeda ia sedang di lihat oleh orangnya,pipi Jianying memerah pelan pelan ia mulai mengobati luka itu.

"Mungkin jika kau ingin pergi besok kau boleh pergi,luka mu itu sudah tidak terlalu besar untuk melakukan aktifitas intinya kau harus mengoles kan obat ini.", Jianying selesai mengobati pria itu.

"Ikutlah dengan ku.",pria itu membuat Jianying menoleh kearahnya dengan pertanyaan pertanyaan yang sudah timbul di kepalanya.

Terpopuler

Comments

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

gercep dong, takut di tikung ya pak 🤣

2024-12-01

0

⁂❄︎❤︎Liya Nina❤︎❄︎⁂

⁂❄︎❤︎Liya Nina❤︎❄︎⁂

hehehhe belum berterima kasih, udah sama sama.

2022-02-15

0

Wazliza

Wazliza

kk u lwk lh

2021-08-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!