Semua sepasang mata memandang ke arah seorang wanita yang baru saja turun dari mobil . Setelah Arsyad turun dengan Zahra yang di gendongan nya .. tadi Lydia sempat menolak , dan ingin menggendong Zahra , namun Arsyad langsung kekeuh ingin menggendong Zahra , karena Arsyad tau Lydia sudah capek memangku Zahra di dalam mobil tadi ...
Semua sepasang mata itu menatap Lydia tidak berkedip , tidak banyak mereka memuji kecantikan yang terpancar dari raut wajah Lydia ... Ya Lydia memang sangat cantik ,
Dan hal tersebut sampai membuat Arsyad yang tengah menggendong Zahra menggeram kesal . Pasal nya di sana banyak para santri lelaki yang mengerombol dan menatap Lydia secara lekat .
Dan kini semakin banyak para santri lelaki yang melihat istri nya ...
.
"Dek , jalan , " ucap Arsyad dingin , mata nya menatap tajam para santri lelaki yang masih terus terang-terangan menatap kagum Lydia .
Para santri yang melihat tatapan tajam dari sang ustadz langsung kicep , semua nya mengalihkan pandangan ke arah lain ...
Lydia lalu melangkah kan kaki nya di belakang Arsyad , mengikuti langkah kaki suami nya itu ...
"Gila , aura ustadz Arsyad serem banget " bisik santri yang bernama Revan ke telinga teman nya Fendi ..
Fendi mengangguk kan kepala nya . "Iya , ngeri banget cuy , "tambah Fendi ..
"Eh , kira-kira siapa ya wanita cantik itu sama anak kecil yang di gendong sama ustadz Arsyad ? "
"ets apa jangan-jangan ?" Revan membulat kan kedua bola mata nya .
"Kejadian nya sama kayak 2 tahun lalu cuy , yang kayak di ceritain Kansa ---" pekik Revan terputus...
Plak
"Awwss"
Davin langsung menggeplak kepala Revan dengan kuat , membuat Revan meringis . "Sakit bos "
"Lo enggak lihat ? Semua nya pada natapin Lo ? Lo kalau ngomong sekalian no pakek lespeaker masjid ... Biar Lo dapat hukuman lagi dari Ustadzah Diah . Lo mau ?"
Revan langsung menggeleng kan kepala nya cepat . "Enggak bos " sahut nya takut-takut .
"Yaudah jaga bacot Lo" ucap Davin sarkas .
Kedua nya menunduk kan kepala nya takut .
"Kalau mau keluar dari neraka jaga sikap ! Biar semua orang pada yakin kalau kita udah beneran insyaf .... " Ucap Davin lalu berlalu pergi .
Mereka berdua pun mangut-mangut , lalu mengikuti langkah kaki Davin .
Ya mereka bertiga itu adalah bad boy , walaupun mereka masuk ke dalam pondok pasantren , tapi kesan bad boy ketiga nya tidak hilang . Mereka bertiga terpaksa masuk ke dalam pasantren karena paksaan dari orang tua masing-masing ... May be ?
Terpaksa harus masuk ke dalam pasantren ! Kalau tidak ketiga nya harus mendekam di penjara karena kasus yang fatal yang sudah mereka bertiga lakukan ...
___oOo__
"Assalamualaikum "
"Wa'alaikum salam , sayang , ayo masuk nak" umi Aisyah menyambut kedatangan Lydia dan Zahra dengan antusias ,
Di depan rumah itu sudah ada beberapa orang , termasuk Abi Husein , umi Aisyah , dan beberapa Ustadzah yang sudah di beritahu sebelum nya oleh Abi Husein .
Lydia dan Zahra akan tinggal di rumah dekat sekolah ...
"Zahra nya di bawak masuk ke dalam kamar saja Syad , kasihan dia pasti lelah banget ya , sampe tidur nya pules bener " ucap umi Aisyah .
Arsyad mengangguk kan kepala nya , melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah , di susul oleh yang lain nya . Arsyad lalu membawa Zahra ke dalam kamar milik Zahra yang sudah di siap kan sebelum nya , lalu merebahkan tubuh Zahra - putri sambung nya di atas tempat tidur dengan pelan ...
Sebelum keluar dari dalam kamar , Arsyad mengelus puncak kepala Zahra yang tertutup hijab dengan lembut .
Sungguh entah mengapa hati Arsyad menghangat ... Arsyad berjanji di dalam hati nya akan menganggap Zahra sebagai putri kandungnya , bukan sebagai putri sambung nya ...
____
"Assalamualaikum Ustadzah sekalian , saya akan memperkenalkan -- Lydia Maura , istri kedua ustadz Arsyad " ucap Abi Husein .
Semua nya mengangguk kan kepala nya . Mereka sebelum nya sudah mengetahui dari Kyai haji Husein .
"Lydia silahkan kamu perkenalkan diri kamu . Ini para Ustadzah yang mengajar di pondok pasantren ini " ucap Abi Husein menatap Lydia .
Lydia mengangguk kan kepala nya . "Assalamualaikum , perkenalkan nama saya Lydia Maura . Semoga ustadzah sekalian mau menerima saya di sini" ucap Lydia .
Semua nya tersenyum . Lalu seorang ustadzah yang bernama Diah maju ke depan , mengulur kan tangan nya .
"Assalamualaikum Ustadzah Lydia . Perkenalkan nama saya Diah , semoga ustadzah betah di sini" ucap nya dengan lembut.
Lydia tersenyum , membalas uluran tangan ustadzah Diah . "Terimakasih "
"Maaf , saya telat"
Semua atensi teralihkan , mereka semua nya menatap ke arah pintu rumah tersebut , seorang wanita bercadar berwarna hitam tengah berdiri di depan pintu ....
___oOo___
Prang
Prang
"Argggh"
"Lo bego banget sih Fatih !"
"Lo bego "
"Udah di sakitin dan di kecewakan tapi Lo masih aja mikirin !! Move on Fatih !!!" Monolog Fatih sendiri . Menarik rambut nya sendiri , meraih apa saja yang ada di dekat nya lalu membanting nya .
Rasa nya sungguh sakit . Fatih sudah mencoba untuk tetap tenang , berusaha terus beristighfar , dan mencoba melupakan Lydia . Namun bayang-bayang Lydia selalu menghatui diri nya .
Sungguh Fatih sangat frustasi .
"Argggh!!!"
Cklek
"Ya Allah Fatih , Lo kenapa ? Istighfar Fatih " pekik Romi yang baru saja membuka pintu apartemen milik Fatih , Romi terkejut melihat kondisi Fatih yang sangat mengenaskan ...
Romi langsung berlari dan menghampiri Fatih , "sadar Fatih , istighfar" seru Romi .
Fatih menggeleng kan kepala nya . "Sa--sakit" ucap nya , sambil memegangi dada nya yang terasa sangat sesak .
"Ya Allah , Fatih , sadar ... Gue yakin Lo pasti kuat"
"Sakit banget Rom ...."
Romi menghembuskan nafas nya kasar , mengusap wajah nya dengan kasar .. sungguh pemandangan saat ini sangat menyesakkan di dalam dada nya juga .
Romi pikir Fatih sudah lebih baik lagi ,tapi nyata nya , Fatih tidak baik-baik saja . nyata nya Fatih tidak sekuat itu ...
Romi menghela nafas nya kasar . "Lo harus inget sama bunda Zulaikha Fatih ! Lo enggak boleh kayak begini terus-menerus . Lo harus kuat demi bunda Zulaikha . Lo enggak mau kan kalau bunda Zulaikha ngedrop lagi ? Lo pasti bisa Fatih "
Mendengar perkataan Romi , Fatih mendongak kan kepala nya , menatap wajah sang sahabat . "Tapi sakit banget Rom " lirih Fatih .
Romi menepuk pundak Fatih dengan lembut , "pelan-pelan oke, insyaallah Lo pasti bisa ngelewatin semua ini . Gue yakin Lo pasti bisa . Walaupun enggak secepat itu , pelan-pelan Fatih . "
Fatih terdiam , memikirkan perkataan yang keluar dari Romi ,
Romi benar !
Diri nya harus pelan-pelan mencoba melupakan Lydia . Diri nya tidak boleh terus-menerus seperti ini .
Ada bunda Zulaikha yang harus di jaga oleh nya . Wanita yang sangat berharga di dalam hidup nya. Bunda Zulaikha yang telah memberikan nyawa nya untuk nya . Harus nya Fatih memikirkan hal tersebut ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Hanipah Fitri
Fatih, jangan lama lama mov on nya ya... kasihan mamah mu
2025-02-09
1
Erna Fadhilah
𝚜𝚎𝚖𝚘𝚐𝚊 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚜𝚎𝚌𝚎𝚙𝚊𝚝𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚐𝚊𝚗𝚝𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚕𝚒𝚍𝚢𝚊 𝚢𝚊 𝚝𝚒𝚑
2025-02-04
0