"Jangan ulangi lagi kesalahan anda . Anda bisa keluar berkat kebaikan yang anda terapkan selama ini . Padahal anda sudah di tetap kan hukuman 20 tahun penjara . Tapi karena anda baik, silahkan ... " Ucap bapak polisi menepuk pundak seorang pria ..
Pria itu tersenyum . "Terimakasih pak , bapak orang yang selalu baik dengan saya " ucap nya .
Bapak polisi itu mengangguk kan kepala nya . Lalu tangan nya mengambil sesuatu yang ada di dalam tas nya . Sebuah kotak berwarna merah kecil ....
Bapak polisi menyodorkan kotak berwarna merah kecil tersebut kepada pria itu ...
"Berikan kepada anak mu " ucap nya .
Pria itu mengambil nya , dan tersenyum , lalu memeluk bapak polisi tersebut . "Terimakasih , terimakasih banyak pak "
"Iya , sampai kan salam ku kepada anak mu , kalau kamu ada waktu luang datang lah kemari nak "
Pria itu mengangguk kan kepala nya . "Pasti pak "
____oOo___
Cklek
Arsyad mengangkat kepala nya , menatap siapa yang baru saja membuka pintu ruangan kerja nya . Arsyad mendesah ketika melihat siapa yang datang , lalu kembali lagi sibuk dengan laptop yang ada di hadapannya . Mengabaikan kehadiran seseorang tersebut ...
Dila menghembuskan nafas nya panjang , melihat sikap Arsyad seperti itu . Dila melangkah kan kaki nya berjalan mendekati Arsyad yang masih saja tidak merespon kehadiran diri nya .
Dila sudah tau , pasti Arsyad ada di dalam ruangan kerja nya , lebih memilih untuk menyendiri , mengendalikan emosi di dalam diri nya . Beberapa tahun tinggal bersama dengan pria yang berstatus suami nya itu , setidaknya Dila banyak mengetahui tentang Arsyad ...
"Mas " suara panggilan dari Dila tidak di respon sedikit pun oleh Arsyad , pria itu masih saja sibuk dengan laptop yang ada di hadapannya .
Dila mendesah kasar , menghadapi Arsyad seperti itu sungguh harus memiliki ekstra kesabaran , ingin menyerah , namun ada hati yang harus diri nya pikir kan ...
Menyingkirkan ego nya , Dila berusaha untuk tetap tersenyum , dan mencoba lagi memanggil Arsyad dan membujuk nya , agar mau berdamai dengan Rayyan ...
"Mas , aku mohon , tolong mengertilah , "
Masih tidak ada respon sedikit pun , namun Dila tetap melanjutkan perkataan nya .
"Mas , Rayyan itu masih anak-anak , aku tau aku salah dengan cara mendidik nya seperti saat sekarang ini . Tapi tolong mengerti lah" ucap Dila .
Arsyad menghembuskan nafas nya kasar , melirik ke arah Dila , dengan tatapan datar nya . "Aku sudah katakan bukan kepada mu , jangan manja kan Rayyan , bersikap lah tegas sedikit saja kepada anak itu . Aku tidak mau kedepannya dia menjadi seorang pria yang tidak punya etika !" tegas Arsyad ...
"Mas maaf kan aku , tapi Rayyan itu masih berusia 4 tahun--"
"Maka sebab itu , kamu biasakan Dila !" Arsyad menyela perkataan Dila , karena Arsyad tau apa yang akan di katakan oleh Dila , Dila pasti akan membela Rayyan .. ini bukan baru terjadi , tapi ini sudah kesekian kali nya , Rayyan yang baru berusia 4 tahunan itu membuat ulah , Rayyan yang sering berantem dengan teman nya , bahkan Rayyan , bocah kecil itu selalu berkata pedas , jika tidak menyukai seseorang .... Dan Arsyad sudah sering menghadapi sifat Rayyan yang seperti itu ... Sifat keras kepala dan suka semena-mena kepada semua orang , membuat Arsyad sangat marah ....
Dila menghembuskan nafas nya panjang . "Mas , tolong lah kali ini saja , aku mohon , bujuk Rayyan " ucap Dila memohon kepada Arsyad , karena jika Rayyan ngambek hanya Arsyad lah yang mampu membujuk nya .
"Mas kali ini saja " ucap Dila lagi ketika Arsyad tidak menghiraukan perkataan nya .
Arsyad tidak menjawab , namun beranjak dari duduk nya , lalu melangkah kan kaki nya keluar dari ruangan kerja milik nya , dan hal tersebut membuat kedua sudut bibir Dila terangkat membentuk senyuman di balik cadar cream yang di pakai oleh nya ...
"Terimakasih mas " monolog Dila menatap punggung Arsyad ...
___oOo___
"Zahra , bunda enggak mau kamu --"
"Stop bunda ! Zahra tau apa yang mau bunda bilang ... Tapi di sini Zahra enggak salah ya bunda . Ini tu yang salah anak belagu itu , jadi jangan salahin Zahra !" Ucap Zahra menyela perkataan Lydia , sambil tangan nya bersidekap dada . Zahra merajuk , karena Lydia lebih membela Rayyan ketimbang diri nya , putri nya .
Lydia menghembuskan nafas nya kasar , menyunggingkan senyuman nya , Lydia mengelus kepala sang putri yang tertutup hijab berwarna biru ....
"Maaf kan bunda jika bunda menyudutkan diri mu sayang . Tapi lain kali Zahra sayang tidak boleh seperti itu. Zahra anak yang baik, anak kesayangan bunda ... Zahra harus bersikap sopan kepada siapa pun " ucap Lydia lembut ...
Zahra menoleh ke arah Lydia , yang tadi nya kedua bola mata itu menyiratkan kemarahan, kini kedua bola mata milik Zahra menyayu, menatap Lydia dengan tatapan sedih .
"Bunda kenapa jadi orang baik banget" lirih Zahra . Kepala nya tertunduk , rasa malu tiba-tiba menyeruak di dalam diri nya . Malu kepada sang bunda dengan sifat yang di tunjuk kan oleh nya tadi di depan orang . Sedangkan Lydia tidak pernah mengajarkan Zahra seperti itu . Lydia selalu mengajarkan sopan santun dan tata Krama yang baik ...
Lydia tersenyum , menarik tubuh mungil Zahra , lalu merengkuh nya sangat erat , tidak lupa meninggalkan kecupan di puncak kepala Zahra yang tertutup oleh hijab nya , tangan sebelah kanan nya terulur mengelus punggung Zahra yang bergetar . Lydia bisa menebak , jika putri nya itu menangis ...
"Jangan menangis sayang ... Bunda enggak mau Zahra menangis ... " Di uraikan nya pelukan tersebut , lalu Lydia menangkup wajah Zahra , tangan nya terangkat menghapus jejak air mata yang mengenang di pipi dan kedua sudut mata nya ...
Lydia juga mengecup kedua mata indah milik Zahra dengan sayang , membuat si empunya terkekeh ...
"Jangan nangis lagi , jelek " ucap nya .
"Is bunda !!" Zahra memberengut kesal atas ledekan Lydia , membuat Lydia terkekeh ... Lalu menarik lagi tubuh mungil putri nya dan mendekap nya erat ...
"Putri kesayangan bunda jangan nangis lagi ya ... Jadi pribadi yang baik , dan selalu sopan kepada siapa pun , bunda enggan mau Zahra seperti tadi . Zahra harus selalu ---" menguraikan pelukan nya , Lydia menunggu sambungan kalimat nya yang akan di ucapkan oleh Zahra .
"Jadi anak yang baik kan bunda " sahut Zahra .
"Anak pintar !". Lydia mengelus kepala Zahra dengan sayang.
Di balik pintu , umi Aisyah melihat semua nya dari cela sedikit pintu kamar Zahra yang terbuka sedikit .
Tadi umi Aisyah dan Abi sudah pamit ingin kembali ke rumah pondok , namun umi Aisyah teringat sesuatu , ada yang ingin di berikan untuk Lydia , jadi umi Aisyah kembali lagi ke rumah yang di tempati oleh Lydia dan Zahra .
Umi Aisyah mengulas senyum nya di balik cadar nya , "pantas saja Arsyad menikahi Lydia . Lydia sangat lembut dan pandai sekali mendidik anak ." Batin umi Aisyah ...
___oOo___
Cklek
Arsyad membuka pintu kamar Rayyan , dan sudah di suguhkan oleh barang-barang yang berantakan di setiap sudut kamar tersebut ..
Arsyad membuang nafas nya panjang , memejamkan kedua bola mata nya sesaat , menghalau emosi yang ada di dalam diri nya . Sungguh menghadapi Rayyan membutuhkan stok kesabaran yang ekstra . Rayyan itu baru berumur 4 tahun , tapi jika marah , semua barang yang ada di dekat nya hancur , dan parah nya mulut Rayyan itu sangat pedas . Rayyan akan melontarkan kata-kata yang tidak pantas di ucapkan , untuk seusia nya ... Dan ingat Arsyad tidak membenarkan Rayyan mengucapkan kata-kata kasar walaupun sudah besar nanti ... Dan sifat buruk Rayyan ini harus segera di hilangkan , jika tidak , sampai besar nanti Rayyan akan bersikap seperti ini selalu ...
Melangkah kan kaki nya menuju ke ranjang tempat tidur , Arsyad lalu menjatuhkan tubuh nya di atas ranjang dengan tangan nya terangkat mengelus kepala seorang anak kecil yang tengah tengkurap ...
"Abi minta maaf , jika Abi keterlaluan" ucap Arsyad membuang semua ego yang ada di dalam diri nya ...
Rayyan tersenyum , lalu bangkit , dan duduk berhadap-hadapan dengan Arsyad .
"Abi sayang Rayyan kan ?" Tanya Rayyan .
Arsyad mengangguk kan kepala nya . "Abi sayang sama Rayyan , tapi Abi tidak membenarkan perkataan Rayyan tadi ." Walaupun Arsyad ingin membujuk Rayyan , tapi Arsyad tetap menasehati nya . Agar Rayyan tidak mengulangi kesalahannya ...
Rayyan mencebikkan ujung bibir nya . "Is Abi , kan Rayyan benar , Rayyan itu enggak mau punya adik , apa lagi punya kakak . Terlebih kakak nya kayak tadi , si Zahra - Zahra itu . Rayyan enggak mau Abi "
Arsyad mendesah , tapi mencoba tetap tenang , dan bersabar , menggumam kan istighfar di dalam hati nya , "Rayyan , Abi mohon , Zahra itu kakak Rayyan untuk sekarang ini . Rayyan tidak usah takut dan khawatir jika kasih sayang Abi bakalan hilang untuk Rayyan , tenang saja , Rayyan tetap Abi sayang " ucap Arsyad .
Rayyan menghembuskan nafas nya panjang, jari Kelingking nya di angkat , "Abi janji ya , Rayyan bakalan tetap di sayang , walaupun ada Zahra " ucap Rayyan ,
Arsyad tersenyum , jari Kelingking nya juga terangkat , menautkan nya dengan jari mungil milik Rayyan .
"Abi janji , tapi Rayyan harus terima Zahra sebagai kakak Rayyan oke "
Rayyan mengangguk kecil . "Iya Abi , asal Abi selalu sayang sama Rayyan , " sahut Rayyan ...
Arsyad tersenyum , dengan ragu-ragu lalu menarik tubuh Rayyan untuk di rengkuh nya ... Ini kali pertama nya Arsyad memeluk tubuh mungil Rayyan .
Rayyan semakin tersenyum ... "Rayyan sayang Abi " ucap Rayyan ...
Dila yang melihat semua nya tersenyum , Dila semakin yakin Arsyad akan menerima Rayyan , dan tidak bersikap seperti kemarin ...
___oOo___
Masalah yang tadi sudah selesai , Arsyad kini tengah duduk bersantai di ruangan tengah bersama dengan Abi Husein dan umi Aisyah ..
"Assalamualaikum , Abi , umi , Arsyad aku kembali " suara seseorang itu membuat Abi , umi Aisyah serta Arsyad mendongak , lalu menatap terkejut seseorang yang tengah berdiri di ambang pintu sambil membawa tas ransel milik nya .
Dila yang baru akan ingin bergabung , menghentikan langkah kaki nya , diam , tidak bergeming menatap seseorang tersebut .....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Erna Fadhilah
𝚔𝚊𝚢𝚊𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚒𝚝𝚞 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚖𝚒𝚕𝚒 𝚍𝚒𝚕𝚊 𝚍𝚎𝚑 𝚍𝚒𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚓𝚎𝚛𝚊𝚝 𝚑𝚞𝚔𝚞𝚖 𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚍𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚓𝚊𝚛𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝙰𝚛𝚜𝚢𝚊𝚍 𝚍𝚒 𝚜𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚐𝚊𝚗𝚝𝚒𝚒𝚗 𝚍𝚒𝚊 𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚍𝚒𝚕𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚊𝚗𝚊𝚔𝚗𝚢𝚊
2025-02-04
1
Hanipah Fitri
sepertinya itu ayah kandungnya Rayan deh
2025-02-09
0